
Setelah menenangkan sang putra . Ibu Lina beralih mendekati sang menantu . Ibu Lina ikut sedih melihat kondisi sang mennatu yang seperti itu . Ia duduk di samping Ria , lalu ia genggam tangan Ria dengan lembut . Dia belai punggung tangan menantunya itu .
" Ria , nak ini ibu . Ibu kangen dengan kamu . Kamu kenapa jadi seperti ini ? Apa yang mengganggu pikiran kamu ? Ceritakan sama ibu nak ? " ucap Lina lembut .
Tak ada balasan dari Ria . Tatapn matanya masih mengarah ke depan . Yuda hanya melihat interaksi Mamanya dengan istrinya itu dari jauh . Dia tidak sanggup melihat keadaan istrinya yang menahan duka itu .
" Jangan kamu simpan sendiri Ri , ayo ceritakan sama ibu apa yang sedang kamu rasakan dan apa yang sedang kamu pikirkan " ucap Lina lagi . Lina mencoba mengajak berbicara Ria terus menerus .
" Kamu belum makan ya ? ibu suapin ya " ujar Lina lagi tapi masih belum ada respon dari Ria .
Terdengar pintu kamar terbuka , terlihat ibu Ria masuk ke dalam kamar Ria . Dengan wajah lelah dan sembab , ibu Ria mendekati sang besan .
" Assalamualaikum ibu , maaf saya baru bisa menemui ibu . Tadi saya menemani adiknya Ria dulu jadi belum sempat menemui anda " ucap Ibunya Ria .
" Waalaikumsalam , ah tidak apa - apa bu saya yang seharusnya meminta maaf karena saya sudah lancang langsung masuk ke sini tanpa seijin tuan rumah terlebih dahulu . Tadi saya tidak enak kalau mengganggu istirahat ibu dan keluarga . Maaf ya bu " balas Lina sambil beranjak berdiri menyambut ibu Ria berjabat tangan .
" Ah tidak apa - apa bu , saya juga hanya menemani anak bungsu saja kok " jawab ibu Ria lagi .
" O iya kita belum berkenalan , kenalkan bu nama saya Sarlina Hendi silahkan panggil saya Lina saja " ucap Lina lagi .
" O geh , saya Kusuma Dewi bu . Panggil saja Dewi bu " balas ibu Dewi .
" Saya mengucapkan berduka cita ya bu atas meninggalnya bapak . Saya sedikit terkejut tadi di kabari Hendri waktu perjalanan kesini . Saya dan suami memang sudah niat mau kesini sejak tadi pagi Yuda memberitahu akan menikahi Ria . Kami niatnya ingin memohon maaf kalau putra kami mengambil keputusan sendiri . Saya merasa tidak enak kepada anda dan bapak . Jadi tadi kami berniat melamar Ria secara resmi . Tapi Tuhan berkehendak lain ya bu , bapak malah sudah di panggil ke pangkuannya . Saya turut sedih dan berbela sungkawa ya bu " Lina mengutarakan niat kedatangannya kepada ibu Dewi .
" Terimakasih bu , mungkin ini yang terbaik untuk ayah bu . Saya kasian juga kalau ayah harus lama merasakan sakitnya . Dan untuk nak Yuda kami sekeluarga tidak merasa ada masalah kok bu . Kami menerima nak Yuda dengan tangan terbuka dan lapang dada . Kami tidak merasa terpaksa sama sekali . Saya malah merasa bahagia anak kami dinikahi oleh seorang laki - laki yang pemberani seperti nak Yuda ini . Nak Yuda akan bisa menggantikan peran ayah Ria untuk menjaga dan merawat Ria . Iya kan nak Yuda ? " balas ibu Dewi dengan melihat ke arah Yuda dengan senyum tipis di wajah sendunya .
" Iya bu , Yuda akan menjaga , merawat dan melindungi Ria sepenuh hati Yuda . Mama menjadi saksinya kalau sampai Yuda melanggar janji itu , Yuda siap di hukum Mama dan Ibu " jawab Yuda .
" Janji harus di tepati Yud , Mama akan mengawasi kamu . Kalau kamu sampai bikin Ria menangis Mama sendiri yang akan menghukum kamu " ucap Lina . Ibu Dewi hanya tersenyum lalu menundukkan kepalanya menahan sesak duka di dadanya .
__ADS_1
" Ibu Dewi yang kuat ya bu , ikhlaskan bapak agar jalan bapak di sana lancar " hibur Lina yang melihat Ibu Dewi menunduk .
" InsyaAllah saya kuat dan ikhlas bu , tapi jika melihat Ria seperti ini hati saya terasa teriris bu . Tapi saya juga merasa lega karena Ria memiliki seorang suami seperti nak Yuda . Ibu yakin Ria akan bahagia jika hidup bersama nak Yuda " ucap bu Dewi lirih .
" Saya akan membantu memulihkan kondisi Ria bu . Ibu tidak perlu khawatir kami akan berusaha membuat Ria seperti dulu lagi " janji Lina pada ibu Dewi .
" Terimakasih banyak ibu Lina . Sekarang hati saya bertambah lega tidak ada keraguan lagi atas nasib anak saya . Tadi saya masih merasa bimbang dan gelisah . Saya memikirkan tentang bagaimana pendapat keluarga Yuda kepada Ria dan bagaimana perlakuan keluarga Yuda kepada Ria ada rasa takut di hati saya bu . Karena saya menyadari keadaan kami tidaklah setara dengan keluarga anda . Tapi sekarang saya sudah sangat lega melihat perlakuan anda kepada putri saya . Terimakasih banyak bu karena anda sudah mau menerima anak kami " ucap Dewi panjang lebar .
" Saya tidak pernah melihat seseorang dari derajatnya bu . Kami mendidik anak kami juga sama tidak membeda - bedakan . Yang kami nilai dari seseorang itu dari hati dan sikapnya . Bagi kami semua orang itu sama yang berbeda itu hanya akhlak dan sopan santunnya saja . Saya mengenal Ria memang belum terlalu lama . Ria bekerja di tempat teman saya dan saya hampir setiap hari bertemu dengan dia . Dari pertama kali saya bertemu dengan Ria , saya langsung jatuh hati kepadanya bu . Ria anak yang sopan , sikapnya santun dan engga pernah neko - neko . Dan akhirnya saya berniat menjodohkan putra saya satu - satunya itu dengan Ria . Saya sudah lama bu mengharapkan Ria menjadi menantu saya . Eh ternyata Allah mengabulkan doa saya " balas Lina terus terang .
" Alhamdulillah kalau begitu bu " balas Dewi .
Yuda terharu mendengar obrolan kedua ibunya . Saat dia melihat ke arah Ria terlihat pandangan Ria melihat ke arah kedua ibu yang sedang saling berbicara .
" Ma . . . Mama Ria melihat ke arah mama sama ibu " Yuda memberi tahu sang Mama dengan lirih .
Lina dan Dewi pun beralih memandang ke arah Ria . Dan benar Ria sedang memandang ke arah kedua wanita paruh baya itu . Bu Dewi mendekati sang putri dan membelai rambutnya .
" Iya nak , apa yang ibumu katakan itu semua benar . Kami di sini sangat menyayangi kamu . Ceritakan saja semua uneg - ung kamu kepada kami ya nak janganlah kamu simpan sendiri " bujuk Bu Lina juga .
Yuda tidak berani untuk mendekat ke arah tiga wanita itu . Dia memilih melihatnya dari jauh . Karena dia merasa Ria seperti itu karena kesalahan dia .
Beberapa saat berlalu tidak ada jawaban apa - apa dari Ria . Bu Lina dan Bu Dewi merasa sedih dan mereka tertunduk lesu karena usahanya gagal .
" I . . . I . . . Ibu . . . . " terdengar suara lirih dari mulut Ria .
Bu Lina dan Bu Dewi pun terkejut . " Apa nak apa yang mau kamu katakan ? ceritakan saja nak " antusia Bu Lina . Bu Dewi pun ikut tersenyum melihat Ria mulai merespon .
" Ii . . . bu . . ii . . bu " Ria hanya memanggil ibu ibu saja tapi matanya melihat ke arah bu Dewi . Akhirnya bu Dewi mencoba mendekat ke arah Ria . Dan tiba - tiba Ria memeluk bu Dewi dengan erat dan menangis sejadi jadinya di pelukan sang ibu .
__ADS_1
" Ibu . . . ayah bu . . . ayah tega meninggalkan kita . Aku tidak bisa hidup tanpa ayah bu huuuaaa " ucap Ria sambil menangis di pelukan sang ibu . Bu Dewi pun membalas pelukan Ria dan ikut meneteskan air matanya .
" Ikhlaskan kepergian ayahmu Ri . Ambil hikmahnya saja atas kepergian ayah kamu ini . Ayah kamu sekarang sudah tidak sakit lagi nak . Jadi ikhlaskan ya agar jalan ayah kamu di sana lapang " hibur sang ibu yang berurai air mata .
" Ria menyesal bu kenapa Ria baru tahu kalau ayah sedang sakit . Ria merasa bersalah karena tidak membantu ibu merawat ayah yang sedang sakit . Ria anak yang tidak berbakti bu . Ria salah kan bu . . . huuuaaa " ucap Ria lagi dengan tangis yang semakin kencang .
" Kamu tidak salah nak , kemarin memang keinginan ayah kamu sendiri yang melarang kami mengabarimu . Tapi setelah dokter puskesmas datang dan bilang jika kondisi ayahmu semakin buruk , ibu meminta Randi mengabarimu secara diam - diam tanpa sepengetahuan ayah kamu " jelas bu Dewi .
" Huuuaaaa Ayah . . . Ria ingin ikut ayah saja bu . Ria tidak bisa hidup tanpa ayah bu . Ria belum membahagiakan ayah sebagai anak bu " tangis Ria semakin menjadi - jadi . Yuda pun mendekati sang istri dan mencoba menenangkannya .
" Ri , jangan bilang seperti itu , kamu tidak kasihan dengan ibu dan adik - adik kamu . Ikhlaskan ayah ya Ri , kamu doakan ayah agar jalan ayah di sana lapang . Sekarang ada aku di sini yang akan menjaga , melindungi dan merawatmu sepenuh hatiku . Sudah jangan menangis lagi " ucap Yuda sambil membelai punggung Ria dengan lembut . Ria hanya diam dan tidak membalas ucapan Yuda .
" Iya nak ikhlaskan ya , jangan kamu tangisi lagi . Kasihan ayah kamu kalau melihat kamu seperti ini " ucap bu Lina . Ria hanya mengangguk lemah di bahu sang ibu .
" Sudah ya nangisnya , kasihan adik kamu juga . Dinda saking lelahnya menangis sekarang dia sedang tidur " ucap bu Dewi sambil melepas pelukannya dan tangannya menghapus air mata Ria .
" Sekarang kamu makan ya , biar ada tenaga " bujuk bu Dewi . Ria pun hanya membalas dengan gelengan kepala .
" Sedikit saja ya " bujuk bu Dewi lagi .
" Ria tidak selera bu . Ria minum saja ya " tawar Ria .
" Sedikit saja ya , ibu mohon . Nanti kamu bisa sakit kalau tidak makan . Ya sesikit saja ya " bujuk Dewi lagi .
" Ya sudah bu sedikit saja ya buat nyenengin hati ibu " ucap Ria terpaksa .
Yuda pun berlari keluar untuk mengambilkan makanan untuk sang istri . Tak berselang lama Yuda sudah membawa sepiring makanan dan segelas air putih . Ia serahkan piring kepada Bu Dewi .
" Ayo makan ibu suapin " ujar bu Dewi .
__ADS_1
Akhirnya dengan terpaksa Ria pun membuka mulutnya dan makan - makanan yang dibawa oleh Yuda . Bu Dewi dan Bu Lina pun ikut bahagia melihat kondisi Ria mulai membaik . Mereka tersenyum setiap melihat makanan yang masuk ke dalam mulut Ria .