
Setelah semua menyala Ria pun membalikkan badannya dan tiba - tiba . . . .
" AAAAAARRRHHHKKK . . . !!!!! " teriak Ria . Ria segera menutup wajahnya dengan kedua tangannya .
" Jangan bawa aku , jangan tangkap aku . PERGI !!! " ucap Ria dalam ketakutan .
" Hey , sayang ini aku , kenapa kamu berteriak ?" tanya Yuda sambil kedua tangannya memegang bahu Ria untuk menyadarkan Ria .
Ria yang mendengar suara suaminya pun membuka perlahan kedua tanganya lalu dengan cepat dia memeluk sang suami .
" Ternyata kamu mas . Aku takut , aku kira tadi laki - laki yang mengikutiku . " ucap Ria bergetar , badannya pun ikut gemetar .
" Maafkan aku kalau mengagetkanmu . Aku tadi mendengarmu memanggilku . Jadi aku ke sini . Jangan takut lagi ya ada aku di sampingmu . Apalagi inikan di rumah jadi kamu aman di sini . Tenang ya !!! " ucap Yuda sambil mengelus kepala Ria untuk menenangkannya .
" Aku takut mas , tadi di sini gelap sekali . " ucap Ria lagi .
" Sekarang sudah tidak gelap lagi kan . Jadi tenang ya . " ucap Yuda lagi dengan lembut .
Hendri yang mendengar teriakan pun keluar dari tuang kerja dan menghampiri Yuda .
" Ada apa Yud ? barusan aku dengar ada yang berteriak . " tanya Hendri khawatir .
Ria melepaskan pelukannya dan menghapus keringat di wajahnya .
" Tidak ada apa - apa , tadi Ria hanya kaget karena tiba - tiba melihatku ada di belakangnya . " jawab Yuda sambil membawa Ria duduk di kursi meja makan .
" Syukurlah kalau tidak apa - apa . Wajahmu pucet sekali Ri ? " ucap Hendri lagi yang melihat ke arah Ria .
Yuda yang mendengarkan ucapan Hendri pun menatap sang istri .
" Iya sayang kamu pucat sekali . Ini di minum dulu . " timpal Yuda .
Ria segera meneguk minuman itu . Badannya masih terlihat gemetar dan keringatnya masih keluar .
" Aku tidak apa - apa mas , aku cuma terlalu kaget aja . " jawab Ria .
" Kamu ada perlu apa turun ke sini ? " tanya Yuda yang sedang berjongkok di depan Ria sambil menatap Ria .
" Aku lapar mas , dari tadi siang aku belum sempat makan . Tadi di kos Arin aku hanya minum sama makan biskuit saja . " ucap Ria yang masih gemetar .
" Kenapa tidak memanggil aku saja ? " tanya Yuda lagi .
" Aku dari tadi sudah memanggilmu mas tapi aku tidak tahu kamu ada di mana . " jawab Ria .
" Maaf ya aku meninggalkanmu , aku harus menyelesaikan kerjaan kantor dulu tadi . " ucap Yuda .
" Iya mas engga apa - apa . " balas Ria .
" Ya sudah sekarang kamu mau makan apa biar aku buatkan ? " tanya Yuda .
" Makanan yang ada saja mas . " balas Ria .
__ADS_1
Ya sudah aku ambilkan piring dulu ya . Kamu duduk saja di sini . Hen , lanjutkan dulu pekerjaan kita , aku ingin mengurus Ria terlebih dahulu . " ucap Yuda sambil berdiri dan melihat ke arah Hendri .
" Oke aku ke ruang kerja dulu . Jika butuh apa - apa panggil aja . " balas Hendri lalu pergi meninggalkan Yuda dengan Ria .
Yuda pun pergi ke dapur untuk mengambilkan piring untuk Ria . Ria menunggu di meja makan .
Setelah mengambil piring , Yuda menghampiri Ria .
" Ini sayang piringnya , mau aku ambilkan makanannya ? " tanya Yuda menyerahkan piring kepada Ria .
" Tidak usah mas aku bisa ambil sendiri . " tolak Ria .
" Ya sudah , aku menemanimu di sini saja . Aku tinggal sebentar ambil laptop ya sayang . " balas Yuda . Ria pun hanya mengangguk saja .
Ria pun mengambil nasi , sayur dan lauk yang ingin dia makan . Yuda pun kembali lagi ke meja makan sambil membawa laptopnya dan memakai kacamata kerjanya yang ia tinggal di ruang kerja .
Ria memakan makanannya dengan lahap . Sedangkan Yuda menemaninya sambil meneruskan pekerjaannya .
Ria makan sambil memperhatikan sang suami yang sedang fokus ke layar laptop . Jantungnya berdetak kencang karena melihat ketampanan sang suami .
" Kalau di perhatikan , mas Yuda tampan juga . Apalagi saat memakai kacamata seperti itu , lebih kelihatan kedewasaannya . Dan sekarang dia juga sudah banyak berubah . Ah jantungku rasanya mau copot kalau kelamaan melihatnya . " gumam Ria dalam hati sambil memakan makanannya .
Yuda yang merasa di perhatikan pun melihat ke arah sang istri . Dia tersenyum melihat istri kecilnya itu sedang melamun menatap dirinya .
" Aku tahu kalau aku ini tampan , jangan lama - lama menatapku seperti itu . Nanti kamu bisa tambah jatuh cinta lho sama aku . " ucap Yuda menggoda Ria sambil tersenyum .
" Eh . . . " Ria pun tersadar dari lamunannya .
Yuda yang mendengar ucapan Ria pun tertawa .
" Hahaha . . . sudah ketahuan engga mengaku lagi . Bilang aja kalau kamu terpesona denganku kan ? " balas Yuda sambil menoel hidung mancung Ria .
" Ish . . . mas Yuda senang sekali kalau menggodaku . Kalau tidak percaya ya sudah ." bohong Ria lagi .
" Iya deh iya kamu engga terpesona denganku . Lanjutkan lagi makanmu , mau aku buatkan susu ? " ucap Yuda mengalah .
" Tidak perlu mas ini juga sudah kenyang . " tolak Ria .
" Ya sudah . " balas Yuda .
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah . Tak berselang lama Bi Sari pun muncul dari belakang langsung berjalan menuju ke pintu utama rumah itu .
Yuda dan Ria hanya melihatnya dari ruang makan . Mereka masih sibuk dengan kegiatan mereka sendiri .
Bi Sari pun membuka kunci pintu rumah dan terlihat kedua majikannya melangkah masuk ke dalam rumah .
" Assalamualaikum Bi , terimakasih sudah membukakan pintu untuk kami . " sapa Lina .
" Waalaikumsalam Tuan dan Nyonya , sama - sama nya ini sudha tugas saya . " balas Bi Sari .
Lina dan Hanan pun masuk ke dalam rumah .
__ADS_1
" Ya sudah Bibi sekarang boleh istirahat . " ucap Lina lagi .
" Baik Nyonya . " balas Bi Sari lalu pergi ke arah belakang lagi .
Lina dan Hanan pun menghampiri anak dan menantunya yang sedang berada di meja makan .
" Ma , Papa duluan ke kamar ya mau ganti baju dna istirahat . Kalian lanjutkan saja Papa lelah sekali . " ucap Hanan kepada istrinya .
" Iya Pa . " jawab Lina .
" Yuda Ria Papa tinggal dulu ya , Papa capek dan ngantuk sekali . " pamit Hanan kepada anak dan menantunya itu .
" Iya Pa . " jawab Yuda dan Ria bersamaan .
Hanan pun pergi ke kamarnya meninggalkan sang istri , anak dan menantunya .
" Kalian belum tidur ? " tanya Lina .
" Belum Ma , Yuda masih ada kerjaan dan ini lagi nemenin Ria makan malam . " jawab Yuda .
" Jam segini baru makan malam , memangnya kamu tadi kemana aja sayang ? " tanya Lina kepada Ria sambil duduk bergabung dengan anak menantunya .
" Tadi Ria habis dari kos an Ma . Tadi belum sempat makan Ria ketiduran waktu di jemput mas Yuda . " balas Ria .
" Oh pantas , tadi Mama menunggumu ingin mengajakmu makan malam sama teman - teman Mama dan Papa tapi sudah sejam an kami tunggu kamu tidak pulang - pulang akhirnya kami tinggal deh . " ucap Lina .
" Maaf Ma , Ria tadi lupa mengabari Mama . " balas Ria menyesal .
" Iya tidak apa - apa . Yang terpenting kamu tidak kenapa - kenapa . Tadi Mama sempat khawatir terjadi apa - apa sama kamu . Tapi sekarang Mama lega kamu tidak apa - apa . " ucap Lina , Yuda dan Ria pun saling pandang . Mereka ragu untuk menceritakan kejadian yang di alami Ria sore tadi .
Akhirnya Ria memilih menggelengkan kepalanya pelan untuk memberi kode sang suami untuk tidak menceritakan kejadian tadi .
Ria tidak mau membuat mertuanya itu khawatir dan cemas .
Yuda pun menuruti keinginan sang istri untuk tidak menceritakan kejadian tadi .
" Ini sudah malam , Mama tinggal ke kamar dulu ya mau bersih - bersih dan istirahat . Kalian jangan terlalu larut tidurnya agar istirahatnya cukup . " pamit Lina .
" Baik Ma , setelah ini selesai kami segera istirahat . " jawab Yuda .
" Ya sudah Mama tinggal . Selamat malam . " pamit Lina lagi .
" Selamat malam juga Ma . " jawab Yuda dan Ria bersamaan .
Lina pun berjalan ke arah kamarnya .
" Lebih baik kita jangan cerita sama Papa dan Mama mas . Kasihan mereka kalau ikut memikirkan masalah ini . " ucap Ria kepada Yuda setelah melihat Lina menutup pintu kamarnya .
" Iya sayang , kita simpan sendiri saja dulu masalah ini . Nanti kalau masalah ini sudah selesai baru kita cerita dengan mereka . " balas Yuda dan Ria hanya mengangguk .
" Mas Yuda sudah tahu kira - kira siapa orang - orang itu ? " tanya Ria .
__ADS_1
" Belum sayang tapi secepatnya mas akan mencari tahu siapa kedua orang itu dan siapa yang menjadi dalangnya . Kamu tenang saja , biar mas yang menyelesaikannya . " ucap Yuda meyakinkan . Ria pun hanya menganggukan kepalanya tanda setuju .