Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Panik


__ADS_3

" Nyebelin sekali itu orang . Bikin moodku ilang aja " gerutu Hendri yang berjalan mendekati orang tua Yuda .


" Om , Tante , Hendri pergi dulu ya mau jalan ngilangin suntuk nih " pamit Hendri kepada orang tua Yuda .


" Sudah ketemu Yuda Hen ? " tanya Lina .


" Sudah Tan , tapi dia gak mau aku ajak keluar ya udah ah aku pergi dulu " jawab Hendri sebal . Hendri pun mencium tangan orang tua Yuda dan melangkah pergi keluar kediaman Hanandi .


" Sepertinya Hendri dan Yuda bertengkar lagi deh Pa " selidik Lina . " Lihat tuh mukanya asem banget , beda pas baru dateng tadi ceria dan senang . Apalagi yang mereka perdebatkan ya Pa ? " tanya Lina pada suaminya sambil memandangi punggung Hendri yang berjalan pergi .


" Ya mungkin masalah kerjaan Ma . Sudahlah urusan anak - anak ga usah terlalu di pikirkan " jawab Hanan . Lina pun mengiyakan perkataan suaminya itu .


" Pa , mama kok masih kepikiran dengan keadaan Ria ya ? mama takut kalau sakitnya tambah parah . Apalagi di sini dia ga punya keluarga , di sini dia hanya tinggal sama temannya yang sama - sama kerja di tempat jeng Kartika itu " ucap Lina khawatir .


" Jangan berfikiran yang tidak - tidak Ma . Kita doakan saja semoga Ria segera sembuh " hibur Hanan yg melihat istrinya begitu khawatir .


" Boleh ga Pa , besok mama jenguk Ria di kos nya . Nanti alamatnya bisa mama tanya ke jeng Kartika dulu " pinta Lina .


" Kalau menurut papa sih mendingan jangan dulu deh Ma . Ya biar Ria agak tenang dulu atas kejadian tadi malam . Papa kira sakitnya Ria juga karena syok dengan kejadian tadi malam " tolak Hanan halus .


" Tapi Pa , kata Hendri Ria ga kenapa - kenapa karena kejadian tadi malam " heran Lina .


" Kelihatan luarnya mungkin dia ga kenapa - kenapa Ma , tapi papa yakin pasti Ria sangat sakit hati atas kejadian tadi malam yang menimpa dia itu " ujar Hanan .


" Iya juga ya Pa , mama saja yang mendengar perkataan wanita itu saja merasa sakit dan emosi apalagi Ria , ya sudah deh biar Ria tenang dulu hati dan pikirannya " jawab Lina .


Toko Kue Bu Kartika


Di tempat yang berbeda , Arin sedang beristirahat siang . Arin bergantian beristirahat dengan bu Kartika saat toko sepi pengunjung . Saat ini Arin sedang menikmati makan siang yang sudah di sediakan . Saat makanan yang ia makan masih ada setengah , Arin teringat akan sahabatnya yang sedang sakit di kos an .


" *Ah iya bagaimana kondi*si Ria sekarang ya , apa sekarang dia sudah makan atau belum ? Lebih baik aku telepon saja Ria " gumam Arin dalam hati sambil mencoba menghubungi sahabatnya itu .


Tuuut Tuuut Tuuut Tuuut


" Kenapa ga diangkat - angkat ? " gumam Arin bertanya - tanya sambil meletakkan piring yang sedang ia pangku di pahanya .


" Mending aku coba lagi aja " .


Tuuuuut Tuuuut Tuuuut


" Ada apa sama Ria ya kok teleponku dari tadi ga diangkat - angkat " Arin menjadi tambah panik . Arin pun mengangkat piring yang ada di pahanya dan beranjak berdiri sambil meletakkan piring yang ia bawa di meja . Padahal makanannya belum habis , tapi Arin sudah tidak ***** untuk makan karena kepikiran dengan sahabatnya itu . Arinpun keluar dari dapur dan menemui bu Kartika .


"Maaf bu mengganggu , apa boleh saya minta ijin pulang sebentar ? saya mau memastikan keadaan Ria sebentar " ijin Arin pada bu Kartika .


" Kenapa ga kamu telepon dia , tanyakan kondisinya jadi kamu ga perlu keluar " ucap Kartika .

__ADS_1


" Sudah saya coba telepon berkali - kali bu tapi tidak di angkat sama Ria . Saya khawatir bu takut ada apa - apa " Arin menjelaskan dengan sangat panik .


" Hah ga diangkat ? ya sudah sana kamu pulang dulu . Kalau ada apa - apa tolong kabari saya " ucap Kartika terkejut .


" Iya bu saya pamit pulang dulu . Nanti kalau kondisi Ria memungkinkan saya tinggal , saya ke sini lagi tapi kalau kondisi Ria tidak memungkinkan saya ijin ga ke sini lagi bu " pamit Arin sambil meminta ijin .


" Iya ga usah kamu pikirin itu . Sekarang cepetan kamu pulang dan lihat kondisi Ria " Kartika memaklumi kebimbangan karyawatinya itu .


" Iya bu terimakasih pengertiannya . Saya pamit dulu " pamit Arin sambil beranjak keluar toko . Saat berjalan menuju kosan , Arin terus mencoba menelepon Ria . Tapi hasilnya tetap sama tidak diangkat .


" Ri , kenapa teleponku ga diangkat , kamu tidak apa - apa kan ? " gumam Arin yang bertanya - tanya .


15 menit berlalu akhirnya Arin pun sampai di kos an . Arin langsung berlari menuju kamarnya . Pintu kamar terlihat tertutup rapat . Jendela pun juga tertutup rapat , gorden juga masih menutupi .


Tok Tok Tok


" Ri , Ria !!! " seru Arin sambil mengetuk - ngetuk pintu kamarnya . Tidak ada respon apapun dari dalam kamar . Dan tidak terdengar suara apapun dari dalam kamar .


" Ri , Ria !!! " Arin terus berteriak mencoba memanggil - manggil nama sahabatnya itu . Tapi nihil . Arin mencoba menggedor - gedor pintu kamarnya . Masih nihil juga .


Tetangga kamar merekapun sampai keluar dari kamarnya , "kenapa mbak kok gedor - gedor pintu ? " tanya tetangga kamarnya itu .


" Ini mbak temanku lagi sakit , tadi aku tinggal berangkat kerja , dari tadi saya hubungi ponselnya ga diangkat akhirnya saya pulang dan sudah dari tadi mengetuk pintu ini pun ga ada jawaban dari dalam . Aku takut mbak temenku kenapa - kenapa " Arin menjelaskan dengan sangat panik .


" Kamu ga ada kunci duplikat kamarmu ? kalau ga punya coba kamu pinjem ibu kos siapa tau ibu kos masih punya kunci duplikatnya " usul tetangga kosnya itu .


" Assalamualaikum " seru Arin mengucap salam .


Tok Tok Tok


" Assalamualaikum , permisi Bu !!!! " Arin mengetuk pintu dan mengucapkan salam pada tuan rumah .


" Kenapa sepi begini " gumam Arin dalam hati . " Aku coba sekali lagi saja " gumam Arin lagi .


" Assalamualaikum , Permisi , apa ada orang ?" seru Arin lagi . Terdengar suara dari dalam .


" Walaikumsalam " jawab seseorang dari dalam rumah . " Ada apa neng , mengganggu istirahat ibu saja " .


" Maaf bu saya ke sini mau pinjam kunci duplikat kamar kos saya . Saya ga punya kunci duplikatnya dan sekarang teman saya lagi sakit ada di dalam kamar tapi saya panggil - panggil tidak menjawab sama sekali . Saya mau mendobrak pintu takut pintu nya rusak . Saya takut terjadi sesuatu pada teman saya " Arin menjelaskan panjang lebar kepada ibu kos itu .


" Ada kok kunci duplikatnya di tempat saya . Kalau begitu saya ambilkan dulu " ibu kos pun berbalik dan mengambil kunci duplikat itu .


" Ini kuncinya , semoga tidak terjadi apa - apa ya sama teman kamu " ucap ibu kos sambil menyerahkan kunci yang barusaja diambilnya .


" Terimakasih bu saya pi jam dulu kunci duplikatnya " ucap Arin sambil meraih kunci duplikat itu .

__ADS_1


" Sama - sama , kamu bawa saja kunci duplikatnya " balas ibu kos .


" Kalau begitu saya pamit dulu ya bu , Assalamualaikum " pamit Arin sambil beranjak pergi dari rumah itu .


" Walaikumsalam " jawab ibu kos .


Arin pun berlari lagi menuju kosan nya . Sesampainya di depan kamar kos nya , Arin langsung mengambil kunci dan memasukkannya di lubang kunci . Arin pun membuka pintu dan terkejut dengan apa yang ia lihat .


" RIA , kamu kenapa ? " terlihat Ria duduk di lantai bersandar pinggiran tempat tidur tak sadarkan diri dengan selimut yang sudah jatuh di lantai . Terlihat wajah Ria yang sangat pucat dengan panas di tubuhnya .


" Ri , bangun Ri , Ria !!!" Arin semakin panik . Dia terus berusaha menyadarkan sahabatnya itu .


" Ria bangun Ri !!" Arin semakin takut .


" Coba di kasih minyak atau wewangian dihismdungnya biar sadar , nanti di bawa ke Rumah Sakit aja mbak . Saya bantu panggilkan taksi atau mobil online " usul mbak Sari tetangga kamar kos nya itu .


" Iya , mbak tolong ya " ucap Arin yang sedang menangis karena takut akan kondisi sahabatnya itu sambil terus berusaha menyadarkan Ria .


5 menit berlalu akhirnya Ria pun tersadar dari pingsannya . " Kamu kenapa Ri kok bisa pingsan dengan posisi duduk begitu ? " tanya Arin setelah melihat Ria yang sudah mulai penuh kesadarannya .


" Ga tau Rin , tadi aku mau ke kamar mandi , waktu turun dari tempat tidur dan berusaha berdiri kepalaku sangat pusing sekali semua terlihat berputar dan habis itu aku ga ingat apa - apa lagi " ucap Ria menjelaskan dengan badan yang terasa lemas dan menahan pusing dikepalanya .


" Ya sudah kamu istirahat dulu . Habis ini kita ke rumah sakit ya , aku ga mau kejadian tadi terulang lagi . Untung tadi aku kepikiran buat telepon kamu coba kalau ga gimana , sekarang aku mau siap - siap dulu sambil nunggu mobil online nya datang . Kamu harus periksa ke dokter kondisi kamu kayak gitu " ucap Arin .


" Tapi Rin , tabunganku sudah menipis sekali . Kayaknya ga cukup deh buat bayar periksa ke dokter " ucap Ria khawatir .


" Sudah ga usah kamu likirin soal biaya , aku masih punya tabungan kok kalau cuma untuk memeriksakan kamu aja " balas Arin sambil terus bersiap - siap .


" Tapi Rin - "


" Ga ada tapi - tapian lagi Ria , aku mau kamu biar cepet sembuh . Asal kamu tahu jantungku tadi rasanya mau copot " Arin memotong perkataan Ria dan mwnghampiri Ria yang sedar berbaring di tempat tidur . " Kita kan sahabat Ri , susah maupun senang kita harus hadapi bersama - sama " ujar Arin sambil menggenggam dan mengusap punggung tangan sahabatnya itu .


" Makasih ya Rin " Arin pun hanya menganggukkan tanda iya .


" Mbak mobilnya sudah datang tuh " terdengar suara mbak Sari di ambang pintu . " Mbak Ria gapapa ?"


" Gapapa mbak . Makasih ya sudah membantu saya " ucap Ria .


" Makasih mbak , ayo Ri . Bisa bangun dan jalan ga ? " ujar Arin .


" Bangun bisa Rin , tapi kalau jalan masih pusing banget nih " keluh Ria .


" Mbak Sari boleh ga aku ngrepotin lagi , aku mau minta tolong mbak Sari bantu aku memapah Ria sampai di gang depan saja . Kalau aku sendiri takut ga kuat trus nanti jatuh " jelas Arin .


" Iya yuk aku bantu " ucap Mbak Sari .

__ADS_1


" Makasih banyak ya mbak " ucap Ria dan Arin bersama - sama .


__ADS_2