
Acara doa bersama pun di mulai . Semua orang khidmat memanjatkan doa untuk ayah Ria . Tuan Hanan pun ikut serta dalam acara tersebut . Beliau berencana akan menetap beberapa hari di desa itu bersama istrinya .
Hendri sudah memesankan kamar hotel untuk Lina dan Hanan menginap . Sedangkan Yuda akan menginap di rumah Ria .
Ria yang mengikuti acara doa bersama duduk di samping Sella sang sahabat itu pun masih terlihat mengeluarkan air matanya . Yuda yang duduk di seberang Ria memandangi istrinya dengan kasihan .
" Aku akan berusaha membuatmu bahagia Ri . Aku akan menghapus air matamu nanti sampai akhir hayatku " gumam Yuda dalam hati .
Hendri yang duduk bersebelahan dengan Yuda merasakan apa yang sahabatnya itu sedang pikirkan .
" Berjuanglah Yud , aku yakin kau akan bisa meluluhkan hati Ria . Dan kelak kalian akan bahagia selamanya . Aku akan membantumu " gumam Hendri dalam hati juga . Hendri pun menyenggol lengan Yuda membuyarkan lamunan Yuda yang sedang memandangi istrinya itu . Membuat Yuda salah tingkah .
Sedangkan Ria yang sedang di pandangi sang suami , tidak menggubrisnya sama sekali . Dia sangat fokus berdoa untuk arwah sang ayah . Lain dengan Sella , dari dia datang sampai sekarang pandangan matanya tidak lepas mengagumi ketampanan Hendri . Sella merasa terpesona dengan Hendri . Saat acara berdoa ini pun dia tidak fokus karena di hadapannya ada Hendri .
" Tampan sekali teman suami Ria ini . Tapi aku seperti pernah melihatnya ? tapi aku lupa dimana ya ? ah bodo amat , yang penting aku bisa melihatnya sampai puas sekarang " gumam Sella dalam hati .
Setelah beberapa saat berlalu , acara doa bersama pun selesai . Para tamu yang datang pun bergantian pamit untuk pulang ke rumah mereka masing - masing . Walaupun masih ada beberapa tetangga dan kerabat yang masih bertahan di rumah itu .
Yuda selaku menantu keluarga ini pun menemani orang - orang yang masih berada di rumah sampai larut malam . Ia di temani Hendri agar tidak terasa canggung sendirian .
Sedangkan tuan Hanan dan Bu Lina setelah acara selesai mereka berpamitan untuk beristirahat di hotel . Karena sejak pagi sudah melakukan perjalanan jauh dan belum sempat istirahat di lanjut dengan acara doa bersama itu . Mereka merasa kelelahan . Ibu Dewi pun memakluminya .
" Ibu Dewi kami pamit istirahat di hotel dulu ya , InsyaAllah besok kami kesini lagi . Dari pagi kami belum istirahat , jadi kami merasa lelah sekali . Maaf ya kami tidak bisa membantu beres - beres bu " pamit Lina basa basi dengan ibu Dewi .
" Ah tidak apa - apa bu Lina , saya yang harusnya banyak terimakasih karena ibu dan bapak sudah repot - repot datang kesini dan membantu kami . Terimakasih ya bu . Apalagi di sini masih ada nak Yuda jadi saya merasa sudah sangat terbantu banyak " jawab Bu Dewi sambil melihat ke arah Yuda .
" Iya bu , kita kan sekarang keluarga jadi tidak perlu sungkan . Jika ibu dan keluarga membutuhkan apa - apa bilang saja dengan Yuda . Anggap saja putra saya ini seperti putra ibu juga . Jadi tidak perlu malu - malu " balas Lina lagi .
" Iya bu , saya sudah sangat merepotkan nak Yuda . Nak Yuda juga sudah saya anggap anak sendiri bu " jawab Bu Dewi .
" Ya sudah kami pamit dulu ya bu agar ibu dan keluarga juga bisa beristirahat juga " pamit Lina lagi .
" Silahkan bu dan tuan hati - hati di jalan dna selamat beristirahat " balas bu Dewi .
" Terimakasih . Yud , Mama dan Papa pulang ke hotel dulu ya , jaga Ria dan keluarganya baik - baik " pesan Lina pada sang putra .
" Iya Ma " jawab Yuda singkat .
" Ria , ibu pamit dulu ya nak , besok ibu ke sini lagi . Kamu istirahat ya " pamit Lina pada sang menantu sambil memeluknya .
" Iya bu terimakasih " jawab Ria singkat sambil mencium punggung tangan sang mertua .
__ADS_1
" Hen , kamu di sini saja Om dan tante ke hotel dengan supir saja . Temani Yuda dan keluarga disini " pinta Hanan pada Hendri .
" Iya Om , ini reservasi hotelnya " ucap Hendri sambil menyerahkan secarik kertas kepada Hanan .
Hanan dan Lina pun beranjak pergi . Yuda dan Hendri mengantarkan sampai di dekat mobil .
" Yud , mama tahu apa yang sedang kamu rasakan . Jadi kamu harus bersabar atas semua yang terjadi ya nak . Jagalah Ria sebaik mungkin . Mama akan selalu membantumu " pesan Lina kepada sang putra .
" Iya Ma terimakasih mama selalu mendukungku " jawab Yuda sambil memeluk sang ibu .
" Ya sudah Mama pergi dulu ya " pamit Lina dan di balas anggukan oleh Yuda .
Setelah mobil berjalan menjauh , Yuda dan Hendri pun masuk ke dalam rumah lagi menemani tetangga dan kerabat yang masih terjaga .
Saat sedang akan duduk , Yuda melihat sang ibu mertua bolak balik keluar masuk dari kamar Dinda . Yuda yang melihat pun menghampiri sang ibu mertua .
" Bu , ada apa ? kenapa ibu keluar masuk dari kamar ini ? " tanya Yuda .
" Ini nak , Dinda badannya kok panas sekali . Ini ibu habis mengambilkan air untuk mengompresnya . Dan sekarang ibu mau membuatkan teh hangat dan bubur . Dari pagi dia belum makan " ucap Bu Dewi khawatir .
" Boleh aku lihat ke dalam bu ? " tanya Yuda .
" Silahkan nak , ibu ke dapur dulu mau membuatkan teh dan bubur " jawab sang ibu mertua .
" Sejak kapan demamnya ? " tanya Yuda mendekat ke arah sang istri . Tapi Ria enggan untuk menjawab pertanyaan Yuda . Akhirnya Randi yang menjawabnya .
" Pastinya engga tahu mas , tadi sebelum acara masih belum demam . Tapi kok ini mendadak panas sekali " jawab Randi khawatir .
" Suhunya sekarang berapa ? " tanya Yuda lagi yang sudah duduk di ujung ranjang bawah Dinda .
" Barusan aku cek sampai 39,8°C mas . Aku takut dia akan kejang kalau tidak turun mas " jawab Randi lagi .
" Sudah di minum obat penurun panas belum ?" tanya Yuda lagi .
" Belum mas , Dinda dari tadi pagi belum makan . Kalau minum obat kan paling baik kalau sudah makan mas . Nunggu ibu membawakan makanan ini " jawab Randi lagi .
Ria hanya diam dan sibuk mengompres dahi Dinda .
" Boleh mas coba cek denyut nadinya ? " tanya Yuda .
" Boleh mas silahkan saja " balas Randi .
__ADS_1
Yuda pun beranjak dan mendekati Ria yang sedang duduk di ranjang di samping Dinda persis .
" Sebentar ya mas cek denyut nadinya " ucap Yuda yang berada di smaping Ria . Ria hanya pasrah diam melihat suaminya mendekat ke arahnya .
Yuda pun memegang tangan Dinda dan menghitung denyut nadi Dinda . Setelah menghitung denyut nadi Dinda , Yuda pun beranjak dari duduknya lalu menelepon temannya yang seorang dokter untuk meminta saran atas kondisi Dinda . Saat kuliah dulu , ia memiliki seorang teman yang belajar di fakultas kedokteran , dan pertemanan itupun berlanjut sampai sekarang . Sedikit Yuda diajari temannya itu untuk memeriksa kondisi orang yang sedang sakit . Jadi dia tahu bagaimana cara menghitung denyut nadi juga karena di ajari temannya itu .
Setelah beberapa saat telepon , Yuda pun memberitahu kalau sampai nanti setelah minum obat penurun panas Dinda belum juga ada kemajuan , Dinda harus di bawa ke rumah sakit karena denyut nadinya sangat lemah .
Randi pun hanya mengangguk - angguk tanda paham dengan apa yang di katakan kakak iparnya itu . Saat Yuda menjelaskan itupun ibu masuk dengan membawa segelas teh hangat dab sepiring makanan . Ibu tidak jadi membuat bubur karena ini sudah malam dan ibu pikir Dinda harus segera makan dna minum obat jadi ibu membawa makanan yang ada .
Ibu pun mendekat ke arah tempat duduk Ria . Dan meminta Ria untuk beristirahat juga .
" Sudah sana Ri balik ke kamarmu . Kamu juga perlu beristirahat . Biar Dinda ibu yang jaga . Ran , kamu juga sana istirahat . Nak Yuda juga silahkan kalau mau istirahat biar ibu yang jaga Dinda di sini " pinta ibu kepada semua anak - anaknya .
" Tidak bu , Ria mau di sini saja menemani ibu dan Dinda . Kalau nanti butuh apa - apa jadi kita bisa saling membantu " tolak Ria pada sang ibu .
" Tidak perlu ibu bisa sendiri . Sudah sana ibu tidak mau di bantah . Kalian istirahat saja , ibu bisa jaga Dinda sendirian . Ibu juga tidak mau kalian sakit " titah sang ibu tegas . Randi pun pasrah lalu pergi keluar . Ria dengan terpaksa menuruti keinginan sang ibu . Yuda pun mengikuti sang istri ikut keluar juga . Hendri yang melihat Yuda dan yang lain keluar pun mendekati mereka .
Setelah keluar , Randi pun langsung pamit untuk masuk ke dalam kamarnya .
" Mas Yuda , aku pamit tidur dulu ya . Nanti kalau mas Hendri mau istirahat biar tidur denganku saja . Tempat tidurku cukup kok kalau untuk kami berdua " ucap Randi sambil memandang Hendri di samping Yuda .
" Iya Ran , terimakasih nanti aku tidur denganmu saja . Aku malas kalau harus balik ke hotel jauh " jawab Hendri .
" Ya sudah aku duluan ya mas " pamit Randi .
" Iya sana tidurlah dulu " jawab Yuda .
Tanpa berpamitan Ria setelah keluar dari kamar Dinda langsung masuk ke kamarnya begitu saja . Yuda dan Hendri hanya bisa memandanginya dengan sendu .
Untuk mengusir rasa tidak enak di hatinya , Yuda hanya bisa menarik nafasnya dengan panjang dan membuang nya . Hendri yang melihat sang sahabat menahan perasaannya merasa kasihan .
" Sabar ya Yud , aku yakin nanti dia akan berubah dan jatuh cinta denganmu . Aku yakin kelak kalian akan hidup bahagia selamanya " ucap Hendri kepada sang sahabat dengan memegang bahu Yuda .
" Iya Hen , aku akan berusaha meluluhkan hati Ria yang seperti batu itu " jawab Yuda sambil memandangi wajah sang sahabat .
" Aku akan selalu membantumu " ucap Hendri lagi .
" Terimakasih Hen , sudah yuk kita temani orang - orang di luar itu . Sambil jaga - jaga kalau kondisi Dinda kurang baik . Jadi kita bisa membantu ibu kalau kondisinya darurat " ucap Yuda sambil memegang bahu Hendri dna melangkah mendekati orang - orang yang ada di teras luar . Hendri pun mengikuti langkah snag sahabat .
Tanpa mereka sadari dari balik pintu ada yang mendengar percakapan mereka . Ibu Dewi yang ingin mengembalikan piring ke dapur , menahan tangannya membuka pintu saat mendengar pembicaraan Yuda dengan Hendri .
__ADS_1
Ia merasa kasihan dengan Yuda yang sudah banyak membantu keluarganya .
" Kasihan sekali kamu nak , kamu sudah tulus membantu kami , menjaga kami . Kamu memang anak yang baik . Jangan khawatir ibu akan membantumu agar Ria mau menerimamu dengan lapang dada . Ibu berharap kamu sabar menghadapi putri ibu yang keras kepala itu " gumam Bu Dewi dalam hati .