
Yuda sampai juga di depan rumahnya . Dengan hati yg tidak tenang , ia masuk ke dalam rumahnya . Dilihatnya kedua orang tuanya itu sedang menonton televisi .
"Assalamualaikum malam Pa , Ma " sapa Yuda .
" Walaikumsalam Yud , kenapa pulangnya malam sekali ?" tanya Lina .
" Iya Ma , tadi ada meeting dengan klien . Mama sama Papa kok belum tidur ?" tanya Yuda sambil menghampiri kedua orang tuanya itu .
" Ini Mama sama Papa sedang ingin berduan aja sambil nonton televisi . Kamu sudah makan belum ?" tanya Lina lagi .
" Sudah Ma tadi makan malam barsama klirn di rapat tadi " jawab Yuda .
" Ya udah sana istirahat , bersihkan badanmu dulu baru tidur " pinta Lina disambut anggukan kepala sang anak .
" Semoga Mama tidak curiga " gumam Yuda sambil berjalan menuju kamarnya .
" Yuda Yuda kamu jadi anak gengsinya besar sekali . Mari kita lihat sampai seberapa kuat kamu menahan hati kamu itu " gumam Lina yang menatap anaknya pergi dengan tersenyum sendiri .
" Ada apa Ma kok senyum - senyum sendiri gitu ?" tanya sang suami .
" Ah , enggak ada apa - apa Pa " jawab Lina sambil merangkul sang suami . Walaupun mereka sudah berumur tapi mereka selalu romantis .
Hari semakin larut , Hanan dan Lina pun memutuskan untuk beristirahat kedalam kamar mereka .
Di Rumah Sakit
" Ri , barang kamu aku tata sekarang aja ya biar besok kita ga terburu - buru " ucap Arin .
" Iya Rin , aku ikit mau kamu aja . Besok kamu masuk kerja atau libur ? " tanya Ria .
" Aku ijin sama bu Kartika mau bantuin km keluar dari rumah sakit dan bu Kartika mengijinkan . Bu Kartika ikut senang kalau kamu sudah sehat lagi Ri " jawab Arin .
" Iya Rin , aku pun juga seneng . Gak betah lama - lama di sini " jawab Ria .
" Yang bener ? kan enak nih kamarnya VIP lho Ri " Arin menggoda Ria sambil tersenyum dan menaik - naikkan kedua alis matanya .
" Ish kamu ini , sebagus - bagusnya fasilitas kamar di rumah sakit pasti ga nyaman soalnya nungguin orang atau keluarga kita yang sedang sakit . Beda sama sejelek - jeleknya rumah kita pasti nyaman dihati dan pikiran kita karena di rumah itu kita masih diberi kesehatan dan bisa berkumpul dengan keluarga terkasih " jawab Ria .
" Iya iya bu ustadzah . Harta yang paling berharga yaitu kesehatan dan keluarga " jawab Arin .
" Itu kamu tahu " ucap Ria sambil tersenyum .
Merekapun melanjutkan merapihkan barang - barang yang mereka bawa pulang sambil bercerita dan bercanda .
" Terimakasih banyak ya Rin , kamu sudah mau menemaniku , merawatku dan bersusah payah menjagaku . Aku beruntung bertemu denganmu waktu wawancara dulu . Kamu sahabat yang sangat tulus bagiku . Semoga kita seperti ini terus sampai tua nanti ya ." ucap Ria .
" Iya Ri sama - sama , aku seneng kok bisa bantuin kamu . Aku jarang punya teman yang bisa mengingatkanku kalau aku salah , ataupun teman yang mau diajak susah bareng jarang ada yang mau Ri " jawab Arin . Membuat Ria terharu .
Mereka pun saling berpelukan , saat sedang berpelukan terdengar pintu kamar terbuka .
__ADS_1
" Assalamualaikum , apa kabar Ri ?" tanya seseorang itu .
" Walaikumsalam Eh mas Hendri , silahkan masuk mas . Alhamdulillah aku sudah sehat mas . Ini sedang siap - siap mau pulang . Kemarin sama dokter sudah boleh pulang ." jawba Ria .
" O ya syukur alhamdulillah aku ikut senang Ri , ada yang perlu aku bantu tidak ?" Hendri menawarkan bantuan sambil melangkah menuju ranjang tempat Ria .
" Ga usah terimakasih , sudah selesai kok " sahut Arin kencang membuat Ria dan Hendripun memalingkan pandangannya ke Arin .
" Judes amat Neng , abangkan cuma basa basi biar bisa deket sama eneng yang cantik dan manis ini " gumam Hendri sambil tersenyum sendiri .
" Eh maaf maksudku tidak usah repot - repot ini sudah selesai kok mas " jawab Arin lebih lembut . Ria hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan sikap Arin itu .
" O iya gak apa - apa , nanti mau keluar rumah sakit jam berapa ? biar aku antar pulang aja " Hendri tak gentar menawarkan bantuan agar bisa dekat dengan Arin .
" Ini tinggal nunggu dokternya datang dan ngasih surat ijin pulang . Sama tinggal nunggu selesai administrasinya aja " jawab Ria jelas .
" Ya udah kalau begitu aku tungguin aja ya disini . Aku juga lagi gak ada kerjaan juga . Di apartemen sendiri juga males " ucap Hendri modus . Ria hanya tersenyum dan mengangguk .
Tak selang berapa lama dokter datang dan menyetujui Ria boleh pulang . Hendri masih setia menunggu disana demi cinta yang sedang dia perjuangkan .
" Aku selesaikan administrasinya dulu ya " ucap Hendri .
" Tapi mas apa gak lebih baik nunggu bu Lina aja . Kemarin kata bu Lina , bu Lina yang mau menyelesaikan administrasinya " jawab Ria .
" Tante Lina atau aku sama saja Ri . Santai aja , gini - gini aku kan anaknya juga " jawab Hendri .
Hendri pun keluar kamar untuk menuju ke bagian administrasi rumah sakit . Arin masih disibukkan dengan barang - barang yang akan dibawa pulang . Sedangkan Ria sedang di lepas selang infus yang ada di tangannya .
" Ri tapi kamu bener kan sudah enggak ngrasain apa - apa lagi ? " tanya Arin yang baru selesai dengan pekerjaannya .
" Iya Rin aku udah sehat bener . Tapi besok aku masih ijin gak masuk kerja ya . Masih pegel semua nih badan . Kayaknya kebanyakan tiduran deh " jawab Ria .
" Iya gapapa , kamu enakin dulu aja badan kamu " timpal Arin .
Hendri pun masuk dengan wajah yang bingung , " Hm Ri , apa tante Lina sudah membayar semua tagihan rumah sakit mu ?" tanya Hendri .
" Belum deh kayaknya mas . Soalnya kemarin bu Lina bilang sama aku kalau besok mau kesini buat jemput aku sekalian menyelesaikan administrasinya . Emang kenapa mas ?" tanya Ria .
" Hm ini tagihannya udah di bayar lunas semua . Pas aku tanya siapa yang bayar , pihak rumah sakit engga mau bilang siapa yang bayar " jawab Hendri bingung .
" Siapa ya mas , kalau aku juga ga mungkin uang darimana gajian aja belum " ucap Ria .
" Ya udah Ri ga usah diambil pusing , anggap aja rejeki kamu ada yang bayarin dan kamu bisa keluar rumah sakit " ucap Arin .
" Iya Ri yang dikatakan temen kamu bener juga " timpal Hendri .
" Iya sih tapi kan bikin penasaran " jawab Ria .
" Udah ga usah dipikirin . Ini jadi mau pulang atau engga ? sudah boleh keluar kan mas ?" tanya Arin ke Ria dan Hendri .
__ADS_1
" Jadi lah bosan di sini terus " jawab Ria .
" Iya udah boleh kok , ayo aku bantu bawa barangnya " jawab Hendri sambil tersenyum bahagia .
" Akhirnya dia mau sedikit interaksi sama aku . Sabar Hen , pelan - pelan dia pasti akan luluh juga " gumam Hendri dalam hati .
Arinpun menyerahkan 1 tas besar kepada Hendri . Hendri pun mengambilnya dengan senang hati karena tanpa sengaja dia menyentuh tangan Arin .
" Senang nya hati ini , walaupun tersentuh sedikit hati ini sudah berbunga - bunga " kata Hendri dalam hati sambil tersenyum penuh arti .
Ria pun menyiapkan dirinya . Perawat datang dengan mendorong kursi roda untuk di pakai untuk mengantarkan Ria sampai di parkiran .
Ria sempat menolak untuk memakainya tapi dengan bujuk rayu Arin dan Hendri pun , akhirnya Ria mengiyakan .
Mereka bertiga pun keluar kamar dan menuju lobi . Arin dan Ria menunggu Hendri untuk mengambil mobilnya . Saat Hendri sudah di depan lobby rumah sakit , Hendripun turun untuk membantu Ria masuk dan setelah itu membantu Arin yang sedang sibuk memasukan barang - barang di bagasi .
" Aku di belakang saja ya mas , biar bisa santai" pinta Ria .
" Iya gapapa Ri " jawab Hendri yang sedang menuntun Ria .
" Rin , kamu nanti di depan sebelahnya mas Hendri saja ya . Tolong bantal itu mau aku buat senderan " pinta Ria lagi .
" Aku bisa disampingmu kan Ri ?" jawab Arin .
" Maaf Rin aku pengen selonjoran nih . Kakiku terasa pegal " bohong Ria .
" Tapi Ri - "
" Udah sih gak apa - apa , mas Hendri juga ga bakalan gigit kamu " kata Ria yang memotong perkataan Arin .
Hendri hanya tersenyum samar . Ia tahu kalau Ria sedang berbohong .
" Ya udah deh " pasrah Arin sambil menuju pintu mobil bagian depan .
" Asyik , makasih Ri . Senang nya hati ku " gumam Hendri .
Hendri pun berlari arah kemudi mobilnya dan mereka pun melaju meninggalkan rumah sakit .
Tanpa mereka sadari , ada sepasang mata yang terus memgawasi gerak gerik mereka bertiga .
" Aku senang akhirnya kamu sudah sehat kembali dan bisa keluar dari rumah sakit ini " ucap si pengawas .
################################
Maaf ya reader terkasih semua , Mak author ini jarang update . Sudah 1 minggu ini Mak harus mengurusi anak Mak di dunia nyata dulu yang harus di rawat di rumah sakit karena covid . Selama di rumah sakit Mak author ga bisa fokus buat nulis dan ga punya ide karena kondisi anak Mak . Bab ini saja Mak paksakan untuk Mak tulis buat Readers terkasih semua . Maafin Mak Author ini ya . . .
Salam hangat Mak
Andini KP
__ADS_1