
Pukul 12 siang acara akad nikah pun selesai dan para tamu undangan silih berganti pergi . Yuda dan Ria pun memilih pergi beristirahat di kamar mereka sebelum melanjutkan acara nanti malam .
Setelah sampai di dalam kamar , Ria pun melepas hiasan di kepalanya di bantu dengan staf MUA yang masih berada di rumah itu . Sedangkan Yuda memilih segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan mengganti pakaiannya .
Setelah membantu melepas hiasan kepala dan sanggul Ria , staf MUA itupun keluar dari kamar mereka . Sambil menunggu Yuda selesai mandi , Ria membersihkan sisa make up yang masih menempel di wajahnya .
Setelah setengah jam berlalu akhirnya Yuda pun keluar dari kamarnya sudah lengkap dengan memakai baju ganti yang ia bawa tadi .
" Sudah selesai mas ? gantian aku . " tanya Ria basa basi .
" Sudah . Kita makan siang di kamar saja ya , aku lelah sekali kalau harus turun ke bawah hanya untuk makan . " ucap Yuda .
" Iya terserah kamu , aku mau mandi dulu . " balas Ria .
" Oke , aku akan menelepon Bi Sari untuk membawakan makanan ke sini . " ucap Yuda lagi dan di balas anggukan oleh Ria .
Ria pun masuk ke dalam kamar mandi . Ia memilih untuk berendam sebentar agar lelah di tubuhnya sedikit berkurang . Sambil menunggu air di bathup penuh , Ria melepas satu persatu pakaian yang ia kenakan tadi .
Setelah air di dalam bathup di rasa cukup , Ria pun meneteskan sedikit aromaterapy . Ria pun masuk ke dalam bathup itu dengan tubuh yang polos .
Di dalam kamar Yuda sedang menghubungi Bi Sari dari telepon rumah yang tersambung ke dapur lantai bawah untuk mengambilkan makanan untuknya dan Ria .
Setelah selesai menelepon , Yuda pun memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang . Rasa lelah itu menjalar di semua tubuhnya .
Saat akan memejamkan matanya , tiba - tiba dia teringat sesuatu .
" Ah aku lupa melarang Ria untuk berendam dulu . Aku takut kejadian dulu terulang kembali . Lebih baik aku ingatkan dia sekarang ." gumam Yuda dalam hati .
Yuda pun beranjak dari ranjangnya dan berjalan menuju kamar mandi . Saat berada di depan pintu kamar mandi tidak terdengar gemericik air dari dalam . Yuda pun semakin merasa was - was .
__ADS_1
" Tok . . . Tok . . . Tok . . . Tok . . . Ri kamu masih mandi ? " tanya Yuda sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Tidak terdengar jawaban dari dalam .
" Tok . . . Tok . . . Tok . . . Tok . . Ri are you okay ?" seru Yuda . Tapi tak ada jawaban lagi dari dalam . Membuat Yuda semakin ketakutan .
" Dor . . . Dor . . . Dor . . . Ria buka pintunya kamu kenapa ? " teriak Yuda . Tanpa menunggu jawaban dari dalam , Yuda pun mencoba untuk mendobrak pintu kamar mandi itu lagi .
Tapi tak di sangka , Ria yang baru terbangun karena mendengar gedoran dari pintu pun membuka pintu kamar mandi . Yuda yang sudah akan mendobrak pintu itu pun akhirnya malah menabrak tubuh Ria yang hanya memakai handuk yang ia lilitkan di dada .
Yuda dan Ria pun terjatuh bersama dengan posisi Yuda yang berada di atas Ria . Ria sangat terkejut dan hanya bisa terdiam . Sama halnya Ria , Yuda pun juga terkejut dengan apa yang terjadi . Untung saat akan jatuh tadi Yuda dengan reflek telapak tangannya melindungi kepala Ria . Kalau tidak kepala Ria akan terbentur lantai kamar mandi .
Mereka saling terdiam dengan posisi seperti itu agak lama . Mereka hanya saling memandangi . Yuda sebagai laki - laki normal terpancing gairahnya melihat Ria yang hanya memakai handuk saja . Di pandanginya wajah cantik istrinya . Tanpa sadar ia pun mulai mencium kening Ria dan mengecup bibir Ria .
" Kamu sangat cantik sayang . " puji Yuda dan Yuda pun memajukan bibirnya ke arah bibir Ria . Kali ini tidak hanya mengecup tapi sudah ke arah mencium . Ria tidak membalas Yuda , Ria hanya diam membeku karena masih terkejut .
" Tok . . . Tok . . . Tok . . . Den Yuda ini Bi Sari Den . Makanannya sudah siap !!! " seru Bi Sari dari balik pintu membuat yang berada di dalam kamar pun terkejut dan kalang kabut .
" Ah iya , aku tadi minta tolong untuk membawakan makanan untuk kita . " balas Yuda sambil berdiri dari atas tubuh Ria .
Yuda pun membuka pintu dengan wajah menahan malu karena adegan terjatuh tadi .
" Ini Den makanan Aden dan Neng Ria . " ucap Bi Sari sambil menyodorkan nampan di tangannya . Yuda pun menerimanya dengan wajah memerah dan ia pun memilih menunduk .
" Terimakasih Bi sudah membawakan makanan untuk kami . Lain kali jangan ganggu saya dulu kalau pintu kamar saya kunci ya Bi . " ucap Yuda .
" Iya Den sama - sama . Iya Den maaf jika Bibi mengganggu Aden . Bibi tinggal dulu . " pamit Bi Sari dan hanya di balas anggukan oleh Yuda .
Yuda pun masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan . Yuda pun meletakkan nampan itu di atas meja .
__ADS_1
Ria pun keluar dari kamar mandi dan sudah memakai pakaiannya . Ria pun menghampiri Yuda yang sudah duduk di sofa .
" Akhirnya ada makanan juga , aku sudah sangat lapar . Tadi belum sempat makan apa - apa . " keluh Ria sambil mengambilkan nasi , sayur serta lauk .
Yuda pun menerima piring berisi makanannya yang sudah di ambilkan oleh Ria . Mereka berdua pun melanjutkan makannya sambil berbincang .
" Mas ini sudah jam setengah 2 , jam setengah 3 nanti kita harus sudah berkumpul dengan yang lain untuk berangkat ke hotel . " ucap Ria . Yuda pun hanya membalas dengan anggukan kepala .
" Ri , boleh tidak aku meminta sesuatu darimu ?" tanya Yuda .
" Mau minta apa mas ? " tanya balik Ria .
" Nanti setelah acara resepsi kita menginap saja di hotel itu ya , tidak usah ikut pulang . Aku sudah pesan satu kamar untuk kita . Kamu mau kan ? " ucap Yuda .
" Terserah Mas saja aku ikut saja . " balas Ria membuat Yuda pun girang .
" Oh ya mas aku ingat mau menanyakan sesuatu kepadamu . " ucap Ria .
" Mau tanya apa ? " tanya Yuda .
" Kenapa mas Yuda memberiku mahar itu ? apa alasannya ? apa tidak berlebihan mas ? " tanya Ria beruntut .
" Ya aku pikir kalau deposito kan bisa kamu manfaatkan untuk masa depanmu kan . Aku hanya mengabulkan permintaanmu . Kamu sendiri yang minta mahar yang bisa kamu manfaatkan untuk masa depan kan . Nah yang terpikirkan olehku ya itu deposito tabungan . " ucap Yuda santai .
" Tapi kenapa sebanyak itu mas . Aku kan tidak mau memberatkanmu . " ucap Ria lagi .
" Dengarkan aku sayang , nominal itu tidak sebanding dengan kebahagiaanku hidup bersamamu . Itu wujud syukurku karena kamu akhirnya bisa menerimaku sepenuhnya . Dan yang perlu kamu ingat kalau aku tidak merasa terbebani karena memberikan mahar sebesar itu untukmu . Jadi jangan pernah berfikiran kalau kamu adalah beban untukku jangan lagi ya . Karena bagiku , kamu adalah anugerah terbesar yang pernah aku miliki melebihi harta manapun . Kamu mengerti ? " ucap Yuda . Ria yang mendengarkan penjelasan dari Yuda pun merasa lega dan hanya bisa tersenyum menatap snag suami .
" Terimakasih mas karena kamu mau mencintaiku apa adanya . " ucap Ria senang .
__ADS_1
" Aku yang harusnya berterimakasih sayang karena kamu sudah mau masuk ke dalam kehidupanku ini . " balas Yuda sambil memeluk Ria dengan hangat . Ria pun membalas pelukan itu .