
Hari menjelang sore , saat sedang mengobrol dengan bu Lina terdengar suara pintu dibuka .
" Assalamualaikum "
" Walaikumsalam , Hendri kamu datang . Darimana ? " tanya bu Lina yang masih setia menemani Ria .
" Dari kantor Tan , gimana kondisi kamu sekarang Ri ? " tanya Hendri smabil meraih tangan Lina untuk ia cium .
" Alhamdulillah sudah agak mendingan mas " jawab Ria .
" Sorry ya Ri , gara - gara aku kamu jadi sakit begini . Aku jadi merasa bersalah banget sama kamu . Niat hati mau menghibur kamu eee malah bikin kamu sakit " ucap Hendri menyesal .
" Iya gapapa lah mas , bukan salah mas Hendri juga . Ria emang udah ga enak badan beberapa hari sebelumnya tapi ga pernah Ria rasakan . Ya mungkin kemarin pas puncaknya , jadi Ria kayak gini " hibur Ria .
" Waktu Tante Lina cerita kamu sakit aku terus kepikiran sama kamu . Jadi merasa bersalah banget " ucap Hendri lagi .
" Ih Ria bilang juga gapapa santai aja mas . Ria malah terhibur kemarin diajak jalan - jalan sama mas Hendri , makasih ya " balas Ria .
" Iya Hen , ga usah merasa bersalah kayak gitu . Ria nya juga sudah membaik kok kondisinya " kata Lina mencoba menghibur Hendri .
" Ya udah deh besok kalau kamu sudah sembuh dan sudah keluar dari rumah sakit ini , aku janji bakal ngajak kamu jalan - jalan lagi . Tapi yang jelas ga makan di tempat yang kotor lagi . Kapok aku ngajak kamu makan di sembarang tempat akhirnya jadi begini " ujar Hendri .
" Bener ya mau ngajak aku jalan - jalan lagi . Ga usah kapok mas , santai aja lah kalau sama Ria mah " ucap Ria berusaha menghibur Hendri yang sedang di liputi rasa bersalah .
" Maaf Ri , aku kesini ga bawa apa - apa . Hanya ini buat kamu yang cantik dan baik hatinya " Hendri menyerahkan buket bunga yang sangat cantik dan indah dipandang .
" Aku ga bawa makanan atau buah , takutku kamu belum boleh makan sembarangan lagi . Ya udah deh aku beliin ini aja buat kamu " .
" Wah cantik banget bunganya mas . Terimakasih banyak ya . Ini aja udah lebih dari cukup mas , sekali lagi terimakasih ya " Ria sangat menyukai bunga yang dibawa Hendri .
" Sama - sama Ri , tante udah lama di sini ? " Hendri bertanya pada Lina yang duduk di sebelah kanan Ria sedangkan dia berdiri di sebelah kiri Ria .
" Dari tadi siang , kasian Ria sendirian makanya tante temenin . Lagian tante juga ga ada kerjaan dirumah . Paling sebentar lagi tante pulang , soalnya om Hanan sebelum maghrib pulang dari kantor " jawab Lina .
" Kamu tadi ga ajak Yuda ke sini sekalian Hen ?"
tanya Lina balik .
" Ga Tan , tadi Yuda ada meeting di luar sama klien baru yang mau bikin villa . Aku dari tadi juga ga ketemu sama dia " jawab Hendri .
Tiba - tiba terdengar pintu terbuka , "Assalamualaikum " membuat semua yang si dalam ruang rawat menengok ke arah suara .
" Walaikumsalam " jawab semua orang yang ada di dalam ruangan itu .
" Eh Arin , kamu sudah pulang nak ? " tanya Arin yang baru masuk kedalam kamar .
__ADS_1
" Iya bu , tadi mampir sebentar ke kos ambil baju ganti buat Ria " jawab Arin yang sambil berjalan mendekati ranjang Ria .
" Gimana kondisi kamu sekarang Ri ? demamnya masih ? " tanya Arin yang berdiri di samping Hendri sambil melihat ke arah Ria .
" Demamnya udah agak turun , tapi kepalaku masih berat rasanya Rin " jawab Ria .
Hendri masih terpaku atas kedatangan Arin . Jantungnya berdetak begitu kencang . Apalagi sekarang Arin berdiri persis di sampingnya , membuat Hendri tambah tidak karuan .
" Ya ampun jantungku kenapa kencang sekali , oh pujaan hati andai kau tau perasaanku padamu " gumam Hendri dalam hati .
" Ya Allah cobaan apalagi ini , dia malah ada di sampingku tapi apa dayaku menyentuhnya pun aku tak bisa " gumam Hendri dalam hati lagi saat Arin berdiri di sampingnya . Hendri hanya bisa melirik saja , " Cantiknya ga ngebosenin " .
Lina yang melihat gelagat aneh dari Hendri pun paham betul kalau Hendri sedang jatuh hati kepada sahabat Ria itu .
" Hen , kamu kenapa kok tante lihat dari tadi senyum - senyum sendiri ? " tanya Lina yang menggoda teman kecil putranya itu . Pertanyaan Lina membuat Arin dan Ria mengalihkan pandangannya ke Hendri .
Hendri yang ditanya hanya bisa gelagapan .
" Eng- enggak kenapa - kenapa tante hanya ngebayangin sesuatu yang lucu aja " jawab Hendri sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
" Masa sih , bukannya kamu lagi ngebayangi pujaan hati kamu " ucap Lina sambil mengangkat kedua alisnya berkali - kali . Lina senang sekali bisa menggoda Hendri .
" Bener Tan , tante jadi mau pulang sekarang apa nanti . Bareng Hendri aja " jawab Hendri mencoba mengalihkan pembicaraan . Ria dan Arin hanya menjadi pendengar saja .
" Sebentar lagi ya . O ya nak Arin udah kenal Hendri belum ? " tanya Lina kepada Arin .
" Kalau gitu kenalan dulu , Arin itu Hendri teman dari kecil anak ibu . Hendri ini sudah ibu anggap anak ibu sendiri juga . Dia juga anak yang baik , suka bantuin ibu . Dan Hen , ini Arin sahabatnya Ria . Dia juga kerja di toko kue tante Kartika . Arin ini gadis yang baik dan cantik pula . Kenalan dulu " Lina memperkenalkan mereka .
" Arin "
" Hendri " mereka saling berjabat tangan untuk berkenalan .
" Sabar sabar ini cobaan , aduh jantungku tolong kondisikan , ini tangan halus sekali . Aku ga akan cuci tangan sebagai kenang - kenangan " gumam Hendri dalam hati .
Arin mengernyitkan dahinya yang melihat Hendri tidak berhenti memandanginya dan tidak melepaskan tanganya .
" Maaf tuan tangan saya " ucap Arin membuyarkan lamunan indah Hendri .
" Oh iya maaf " Hendri segera melepaskan tangan Arin .
" Saya pernah lihat anda di toko , kalau tidak salah kemarin pagi ya " tebak Arin .
" Iya kemarin saya mampir ke toko untuk sarapan dan ingin bertemu dengan Ria " jawab Hendri sambil tersenyum .
" Ini mas Hendri yang kemarin nganter aku pulang Rin , yang pernah aku ceritain " timpal Ria .
__ADS_1
" Oo salam kenal lagi ya tuan " ucap Arin
" Jangan panggil tuan dong , rasanya kok kayak pembantu dan majikannya . Ga enak dengernya" pinta Hendri .
" Saya harus manggil apa dong ? kan saya panggil tuan biar sopan " balas Arin .
" Manggil kayak Ria aja Rin , Mas lebih enak didengar " ujar Lina .
Hendri hanya tersenyum mendengar ucapan dari ibu temannya itu .
" Tante Lina memang is the best . Tau aja hati anak muda yang lagi kasmaran gini " ucap Hendri dalam hati .
" Emang tidak apa - apa kalau saya panggil mas juga ? " tanya Arin ragu .
" Gapapa ga masalah saya ga keberatan kok kamu panggil mas " jawab Hendri . Arin pun hanya mengangguk saja .
" Sebentar ya semua saya pamit ke kamar mandi dulu sebentar " Arin beranjak menuju kamar mandi , Hendri hanya memandangi Arin sampai Arin menghilang di balik pintu kamar mandi .
" Kamu suka ya Hen sama Arin " Lina bertanya tanpa basa basi . Membuat Ria yang mendengarnya pun mendelik kaget .
" Hah mas Hendri suka sama Arin ? kan baru sekali ini bertemu " heran Ria .
Hendri yang mendengar pertanyaan Lina pun hanya bisa tersenyum malu .
" Muka kamu dan tingkah laku kamu di dekat Arin sangat berbeda Hen , tante tau itu " ucap Lina .
" Ih tante bikin Hendri malu aja . Ayo kalau tante mau pulang sekarang Hendri anterin " jawab Hendri mengalihkan pembicaraan .
" Ngapain malu , kalau memang suka bilang jangan cuma jadi penggemar rahasia begini " jawab Lina .
Hendri hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya . Arin pun keluar dari kamar mandi .
" Sssttt jangan cerita dulu ya Ri " ucap Hendri lirih sambil menempel kan jari telunjuknya ke mulut .
" Ayo Hen , katanya mau nganterin tante pulang ? sebentar lagi om mu juga pulang . Tante harus sudah sampai di rumah " ajak Lina .
" Siap bos , ayo Hendri antar tante . Ri aku pamit dulu ya besok kalau ada waktu senggang lagi aku mampir kesini lagi ya " pamit Hendri .
" Iya mas , terimakasih dan hati - hati " jawab Ria .
" Ria ibu pamit pulang dulu ya . InsyaALLAH besok ibu temenin lagi kamu disini . Semoga besok kondisi kamu tambah ada kemajuan ya " ucap Lina berharap .
" Aamiin terimakasih banyak bu " jawab Ria .
" Arin ibu pamit dulu ya , titip Ria " pamit Lina kepada Arin .
__ADS_1
" Baik bu . Terimakasih sudah menemani Ria di sini . Hati - hati di jalan bu dan mas Hendri " jawab Arin . Lina pun memeluk Arin lembut dan Hendri hanya tersenyum sambil menganggukan kepala .
Bu Lina dan Hendri pun akhirnya keluar dari kamar inap Lina . Hati Hendri terasa begitu berbunga - bunga karena bisa lebih dekat dengan pujaan hatinya itu .