
Keesokan harinya Ria sedang menyiapkan sarapan untuknya dan Arin . Sedangkan Arin sedang bersiap - siap untuk pergi bekerja . Rutinitas Ria setiap hari selalu bangun pagi , sholat shubuh , mandi , membersihkan kamar lalu menyiapkan sarapan . Ibunya selalu menasihati kalau seorang gadis tidak boleh bangun tidur lebih dulu dari matahari dan itu sudah melekat di diri Ria . Ria selalu mengingat semua nasihat orang tuanya itu .
Setelah selesai di dapur , Ria membawa hasil masakannya ke kamar . Pagi ini Ria membuat nasi goreng telur dan tempe mendoan untuk pendamping . Setiap pagi selalu Ria yang menyiapkan sarapan karena Arin tidak bisa memasak . Pernah sekali Arin belajar memasak dengan Ria tapi hasilnya selalu hangus atau keasinan . Daripada hanya membuang bahan makanan makanya Ria dengan senang hati selalu membuatkan sarapan untuk mereka berdua .
Ria masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisi dua piring nasi goreng dan 1 piring tempe mendoan . Arin yang sudah selesai bersiap pun sedang menunggu sahabatnya itu sambil merapikan tempat tidur yang belum sempat Ria rapikan .
" Ayo Rin sarapan dulu aku sudah bikin nasi goreng telur sama tempe mendoan " ajak Ria sambil menaruh nampan makanannya di karpet .
" Iya sebentar nanggung nih tinggal sedikit . Sudah beres , wah baunya harum sekali " puji Arin yang baru selesai dengan tugasnya dan mendekati Ria sambil duduk di depan Ria .
" Ini buat kamu " ucap Ria sambil menyerahkan sepiring nasi goreng untuk Arin .
" Terimakasih , maaf ya Ri aku tidak membantumu . Tadi malam aku capek sekali engga terasa kesiangan begini " ucap Arin sambil menerima piring yang Ria serahkan .
" Iya ga apa - apa santai saja . Aku sudah terbiasa kok bangun pagi terus masak sendiri begini . Kalau di rumah kadang di bantu ibu tapi kalau ibu sedang bersih - bersih rumah jadi aku sendirian deh masak buat keluargaku " jawab Ria sambil mengambil piringnya .
" Kamu memang anak yang rajin Ri . Beda sama aku , apalagi masak bersih - bersih rumah saja jarang " ucap Arin .
" Besok kalau kita sudah menikah pasti nanti kamu akan bisa Rin . Sudah ah ngobrolnya lanjutin nanti keburu siang . Sudah jam setengah tujuh nanti kita terlambat lagi " ajak Ria . Arin pun hanya mengangguk dan melanjutkan makannya .
Setelah beberapa saat berlalu , mereka pun berangkat kerja .
" Aduh terlambat kita Rin " keluh Ria sambil memakai sepatunya terburu - buru .
" Iya ni Ri , aduh maaf ya gara - gara aku kita terlambat begini " sesal Arin sambil meraih sepatunya .
" Iya sudah ga apa - apa nanti kita tinggal minta maaf sama bu Kartika saja . Beliau pasti memaafkan kita . Sudah ayo " ucap Ria yang sudah selesai memakai sepatu dan berdiri untuk merapikan penampilannya lagi .
" Ayo " Arin pun menyambut uluran tangan Ria .
Mereka berdua pun berjalan keluar dari kos dan menuju gang . Saat sampai di gang mereka terkejut karena ada seorang laki - laki yang menghadang mereka dengan tiba - tiba .
" Dooor . . . Kalian mau berangkat kerja ? " sapa laki - laki itu tiba - tiba .
" Astagfirullah mas Hendri kebiasaan banget ngagetin orang " keluh Ria sambil mengelus dadanya . Arin pun sama terkejutnya . Si pelaku hanya nyengir tanpa merasa bersalah .
" Iya mas kita baru mau berangkat . Maaf ya kita buru - buru nih sudah terlambat " pamit Ria .
" Bagaimana kalau aku antar saja ? " ajak Hendri . Ria melihat ke arah Arin dan Arin juga melihat ke arah Ria .
" Kita terima saja lah daripada kita terlambat " ucap Arin .
" Ya sudah mas aku terima ajakanmu " balas Ria .
" Oke kalau begitu . . . Let's go " Hendri pun membukakan pintu mobil untuk 2 wanita itu . Setelah itu Hendri berlari ke arah kemudi lalu menjalankan mobilnya .
" Tumben kalian kesiangan begini ? kemarin habis ngapain aja ? " tanya Hendri .
__ADS_1
" Kemarin kami capek sekali mas , kemarin pagi kami pergi piknik ke taman kota itu lalu pulang ke kos bersih - bersih kos dan mencuci baju . Lalu kami bikin cemilan sampai sore . Malam sampai engga bisa tidur , badan rasanya pegel semua " Ria bercerita kegiatannya hari libur kemarin . Sedangkan Arin yang duduk di belakang mereka hanya mendengarkan saja .
" Kalian piknik kok engga ngajakin aku sih ? " keluh Hendri .
" Itu juga rencana dadakan . O ya tahu tidak mas kemarin di sana kami ketemu dengan tuan Yuda dan anehnya sikapnya berbeda sekali . Dia yang menyapa kami duluan . Kira - kira kenapa ya dia mas kok dengan cepatnya berubah begitu ? " tanya Ria sambil memandang ke arah Hendri yang berada di sampingnya .
" Kalian ketemu Yuda ? pantas dia kemarin tanya aneh - aneh kepadaku . Aku juga belum tahu kenapa sikapnya berubah begitu tapi kita lihat saja kedepannya . Apa sikapnya akan berubah lagi atau tidak " Hendri sedikit terkejut . Dan sekarang dia sedikit mengerti tujuan pertanyaan - pertanyaan Yuda kemarin dengannya .
" Sepertinya Yuda sudah mulai menyadari perasaannya . Tapi dia masih termakan ego nya untuk menyatakannya . Aku harus melakukan sesuatu . Apalagi wanita ini terlalu polos jadi dia tidak bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi kepada Yuda " gumam Hendri dalam hati .
" Eeh mas itu toko kue nya kelewatan " kejut Ria yang membuyarkan lamunan Hendri . Hendri pun terkejut lalu dengan mendadak dia mengerem mobil yang ia kendarai .
" Maaf ya aku tadi sedikit kurang fokus . Kalian tidak apa - apa ? " panik Hendri karena melihat Ria dan Arin hampir terpelanting ke depan karena dia mengeram mendadak tadi .
" Aduh tidak apa - apa mas aku cuma kepentok kaca depan sedikit . Rin , kau tidak apa - apa kan ? " tanya Ria yang sedang mengusap kepalanya yang kejeduk kaca mobil sambil dia menengok ke arah belakang tempat Arin duduk .
" Aku tidak apa - apa Ri , cuma sedikit terkejut saja " jawab Arin sambil mengusap dadanya .
" Maafkan aku ya , sudah membuat kalian begini . Maaf ya " sesal Hendri .
" Tidak apa - apa mas aku juga salah karena sudah ngagetin mas Hendri " jawab Ria .
" Maafkan saya ya Arin " ucap Hendri kepada Arin sambil memandanginya .
" Hari ini kamu terlihat tambah cantik saja bidadari surgaku " gumam Hendri sambil tersenyum sendiri . Ria yang melihat tingkah Hendri hanya bisa menggelengkan kepalanya saja .
" Iya sama - sama cantik " jawab Hendri tanpa sadar menyebut Arin cantik .
" Apa yang tadi mas Hendri ucapkan ?" tanya Arin heran . Ria yang melihat Hendri sedang dalam lamunannya dan tanpa sadar memuji Arin hanya bisa menahan tawanya saja .
" Eehhh eng - engga ada apa - apa kok . Udah sana kalian katanya sudah terlambat " ucap Hendri mengalihkan pembicaraan .
" Ooo aku kira tadi mas Hendri berbicara sesuatu ternyata hanya salah dengar saja . Terimakasih sudah mengantar kami , aku keluar dulu Ri " ucap Arin sambil membuka pintu mobil lalu keluar .
" Hahahaha . . . " Ria sudah tidak bisa menahan tawanya lagi melihat wajah Hendri yang memerah karena menahan malu .
" Terus ketawa saja , lanjutin aja , seneng banget kalau lihat aku sengsara begini . Kamu engga kasian apa dengan nasib jomblo ini " kesal Hendri sambil mengalihkan pandangannya ke Ria .
" Hahaha kalian lucu sekali . Sudah ah perutku sakit sekali mending aku keluar sebelum di apa - apain sama mas Hendri karena menertawakanmu . Terimakasih ya mas sudah mengantarkan kami . Mau titip salam tidak ?" goda Ria smabil menarik turunkan alisnya .
" Awas ya aku tidak mau membantumu lagi saja kalau kamu terus menggodaku agar aku bisa menyatakan perasaanku dengan sahabatmu itu . Aku sungguh tersiksa Ri hanya mengaguminya dalam diam saja " keluh Hendri .
" Iya iya maaf deh di becandain begitu saja marah " ucap Ria .
" Udah sana nanti terlambat bisa di marahi tante Kartika . O ya nanti siang aku mau bicara penting sama kamu ada waktukan ? " tanya Hendri .
" Bicara tentang apa mas seperti yang serius gitu ?" tanya Ria balik kepada Hendri .
__ADS_1
" Nanti saja sekarang kamu masuk kerja dulu sebelum tante Kartika ngamuk " jawba Hendri dan Ria hanya mengikuti keinginan Hendri itu .
" Ya sudah aku keluar dulu ya mas . Mas Hendri hati - hati di jalan " ucap Ria .
" Iya terimakasih sudah di ingatkan . Sampai ketemu nanti ya " balas Hendri sambil mengusap kepala Ria . Ria pun hanya mengangguk dan keluar dari mobil .
Setelah Ria keluar , Hendri segera melajukan mobilnya menuju ke kantornya . Sednagkan Tia dan Arin melangakh berjalan ke toko kue dengan jantung yang berdegup dengan kencang karena mereka sedikit terlambat masuk kerja .
Saat membuka pintu toko sudah terlihat Bu Kartika yang sedang membersihkan meja tamu .
" Se - selamat pagi bu " sapa mereka berdua kepada Kartika . Mereka begitu takut sampai terbata - bata mengucap salamnya .
" Pagi Ri , Arin . Tumben kalian terlambat biasanya selalu tepat waktu ? Apa ada masalah ?" tanya Kartika sambil menghentikan pekerjaannya dan memandang kedua karyawatinya itu .
" Ma - maaf bu kami terlambat karena tadi saya kesiangan bangun . Kemarin kami terlalu kelelahan membersihkan kos kami . Sampai tadi malam kami tidak bisa tidur karena badan terasa pegal sekali . Baru bisa tidur jam 2 pagi akhirnya saya kesiangan bangun dan tidak bisa membantu Ria memasak akhirnya kami terlambat . Tapi kami terlambatnya hanya 10 menit kok bu . Maaf ya bu " jelas Arin karena dia merasa bersalah karena perbuatannya .
" Ooo begitu tidak apa - apa saya maklumi . Lain kali jangan di ulangi lagi ya " pinta Kartika .
" Iya bu InsyaAllah tidak akan kami ulangi lagi " ucap Ria dan Arin bersama .
" Ya sudah kalian mulailah pekerjaan kalian . Biar ini saya lanjutkan sendiri " ucap Kartika sambil melanjutkan pekerjaannya .
" Baik bu " ucap Ria dan Arin berbarengan .
Ria dan Arin pun memulai pekerjaannya seperti biasa . Ria dengan tugasnya , Arin dengan tugasnya sendiri jadi pekerjaan mereka cepat selesai . Bu Kartika sekarang bersiap di meja kasir .
Beberapa saat berlalu akhirnya pekerjaan mereka pun selesai . Mereka sudah bersiap di belakang etalase kue yang biasa mereka duduk menunggu pelanggan datang .
" Untung tadi kita tidak di marahi dengan bu Kartika ya Ri " bisik Arin kepada Ria .
" Iya alhamdulillah . Padahal tadi aku sudah sangat takut sekali " jawab Ria berbisik juga .
" Aku bersyukur Ri memiliki bos yang sangat baik sekali " ucap Arin lagi .
" Iya sama Rin aku juga bersyukur sekali " balas Ria .
" Hayo lagi ngomongin saya ya kok bisik - bisik begitu " ucap bu Kartika yang melihat Ria dan Arin sedang berbisik .
" Hehehe tidak kok bu " balas Ria .
" Tidak kok bu , ibu saja ke ge er an " bohong Arin .
" Ya sudah terserah kalian saja . O ya Ri , ini ada yang pesan kue tart ubtuk ulang tahun tolong kamu laporkan ke dapur dan kamu catat ya di buku order " pinta bu Kartika .
" Siap bu " Ria pun mengambil kertas yang di berikan bu Kartika .
" Kok ini untuk tulisannya Selamat Ulang tahun Yuda Hanandi Saputro ? seperti nama om Hanan ? apa jangan - jangan ini nama tuan Yuda ? ah bodo amat lah . Yang namanya Hanandi kan bukan hanya keluarga itu saja " gumam Ria dalam hati yang sedikit bingung . Selama ini Ria memang belum tahu nama lengkap dari Yuda .
__ADS_1