Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Hadiah Kecil untuk Ibu


__ADS_3

Waktu maghrib telah tiba , Ria pun mengajak sang ibu untuk berkumpul kembali dengan sang suami dan adik - adiknya . Ria sedikit terasa lelah karena sudah mengelilingi pusat perbelanjaan namun tidak ada barang atau makanan yang diinginkan sang ibu .


Setelah sampai di tempat bermain , Ria pun menghampiri sang suami untuk mengajak sholat maghrib terlebih dahulu sebelum meninggalkan pusat perbelanjaan .


" Mas , Ran , sudah maghrib nih . Yuk sholat dulu , habis itu kita ke tempat selanjutnya . " ajak Ria kepada sang suami yang sedang asyik bermain balap mobil dengan Randi .


" Kamu sudah selesai belanjanya yang ? Lho kok cuma 1 kantong aja kecil lagi ." tanya Yuda heran saat melihat sang istri hanya menenteng 1 buah paperbag kecil di tangannya .


" Iya mas cuma ini aja yang aku beli . Habisnya ibu aku tawarin belanja yang lain selalu tidak mau . Aku ajak makan di sini pun juga engga mau katanya mahal . " balas Ria .


" Iya nak Yuda engga usah belanja - belanja lagi lah . Oleh - oleh kemarin dari nak Yuda aja sudah lebih dari cukup buat ibu . " timpal Bu Dewi . Yuda yang mendengar ucapan sang ibu mertua pun tersenyum .


" Ya sudah terserah ibu . Yang penting ibu seneng aja . " balas Yuda tersenyum lagi .


" Dinda mana Ran kok engga kelihatan ? " tanya Ria kepada Randi .


" Tuh mainan dance di sana mbak . Sebentar biar aku panggil ." balas Randi sambil menunjuk ke arah sang adik bungsu .


" Oalah bocah kae kok malah jingklak - jingklak koyo ngono ." ucap Bu Dewi melihat anak bungsunya bermain dance .


(" Oalah anak itu kok malah lompat - lompat seperti itu ")


Ria dan Yuda hanya tersenyum mendengar ucapan sang ibu .


" Nih mbak anaknya , di suruh berhenti malah marah ." adu Randi .


" Habisnya aku belum selesai mas Randi ganggu aja jadi kalah deh ." bela Dinda .


" Habisnya kamu sudah di ajakin pulang malah engga dengerin . Kalau kamu mau di tinggal juga engga apa - apa , mas mah seneng kalau engga ada kamu . " ucap Randi .


" Ish Mas Randi bener - bener nyebelin ." kesal Dinda .


" Sudah - sudah berantemnya ini udah waktunya maghrib ayo kita sholat dulu habis itu kita lanjut ke tempat yang lain gimana ? " ucap Ria melerai kedua adiknya .


Randi dan Dinda pun hanya bisa mengangguk . Ria pun menggandeng sang ibu dan adik bungsunya berjalan menuju mushola pusat perbelanjaan itu . Sedangkan Yuda dan Randi berjalan mengekori ketiga wanita kesayangan mereka .


Setelah melaksanakan kewajiban sholat maghrib . Mereka pun berjalan menuju parkiran . Setelah semua masuk ke dalam mobil , Yuda pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan rendah .


" Ini kita mau kemana yang ? Ngomong - ngomong aku lapar nih , kita makan dulu yuk sebelum pulang . " Yuda memecah keheningan di dalam mobil itu .


" Iya ini mas kita mau nyari makan . Tadi ibu mengajak kita di tempat favorit beliau dengan almarhum bapak saat masih pengantin baru . Tempatnya di dekat alun - alun kota . Benerkan bu ?" tanya Ria .


" Iyo Nduk bener . Ada warung makan favorit kami dulu pas masih muda . Masakannya cocok di lidah ibu sama bapakmu ." ucap Bu Dewi sambil terkenang sang suami yang telah pergi .


" Makanan apa itu bu ? Kok Dinda engga pernah di ajak ke situ ." tanya Dinda .

__ADS_1


" Ada macam - macam makanan rumahan di rumah makan tersebut . Dulu bapakmu paling suka Garang Asemnya kalau ibu dulu sukanya Brongkosnya . Semenjak ada Randi keuangan bapak sama ibu sedikit menurun hanya cukup buat makan sehari - hari saja sudah alhamdulillah makanya kami tidak pernah mengajak kalian ke tempat itu . Sayang di ongkosnya ." ucap Bu Dewi .


Ria yang mendengar cerita sang ibu terasa terenyuh . Matanya terlihat berkaca - kaca sambil melihat jauh di depannya . Yuda yang menyadari sang istri yang terbawa suasana pun menggenggam tangan sang istri untuk memberi semangat .


Ria yang di genggam tangannya tiba - tiba pun menoleh ke arah sang suami dan melihat sang suami tersenyum pun membuat hatinya menghangat .


Mobil pun telah sampai di area alun - alun kota . Yuda pun melajukan mobilnya pelan agar sang mertua bisa menunjukkan arah tempat rumah makan itu .


" Nah itu rumah makannya nak Yuda , wah sekarang tambah besar sekali . Dulu kayaknya engga sebesar itu ." ucap Bu Dewi sambil menunjukkan telunjuknya ke arah depan .


Yuda pun mengarahkan mobilnya ke arah rumah makan tersebut . Setelah sampai Yuda pun menghentikan mobilnya dan para penumpang pun bergantian keluar dari dalam mobil .


" Wah ramai sekali ya rumah makan ini . Pasti makanannya enak - enak nih . " ucap Ria .


Mereka pun masuk ke rumah makan tersebut dan mencari tempat duduk yang kosong untuk mereka berlima .


" Di sana aja kali ya mas , cukup buat kita berlima ." ucap Ria menunjukkan tempat di pojok kanan tempat itu .


" Ya sudah ayo ." balas Yuda .


Mereka pun menuju meja yang sudah di sepakati . Tak lupa tadi Ria sudah meminta daftar menu dan sebuah note untuk menuliskan pesanan masing - masing anggota keluarganya .


" Wah kelihatannya enak semua nih . " ucap Yuda saat melihat - lihat daftar menunya .


" Iya ya kayaknya enak juga . Ibu mau pesan apa ? Brongkos ? " tanya Ria kepada sang ibu .


" Kamu Ran , Din ? " tanya Ria kepada kedua adiknya .


" Aku ayam goreng kalasan ini aja mbak . Minumnya es jeruk ." balas Dinda .


" Kalau aku pengen nyobain Garang Asem yang bapak suka , penasaran aku sama rasanya . Minumnya es teh manis aja mbak ." jawab Randi .


" Oke . Kamu mau pesan apa mas ?" tanya Ria lagi kepada sang suami .


" Hhmm . . . aku bingung yang , semua kelihatannya enak semua . Ini aja empal daging sama sayurnya sop kacang merah ." jawab Yuda .


" Minumnya mau apa ? Ibu juga mau minum apa ? " tanya Ria lagi .


" Ibu teh hangat manis saja . " balas Bu Dewi .


" Aku pengen ini teh jahe hangat . " jawab Yuda .


" Oke siap semua sudah ya . " ucap Ria .


" Lha kamu ga pesan sayang ?" tanya Yuda .

__ADS_1


" Udah aku tulis kok mas pesananku . Aku pesen kayak punyanya Randi Garang asem . Aku pengen ngrasain makanan kesukaan bapak di warung ini . " jawab Ria .


Ria pun berdiri dan menghampiri karyawan warung tersebut untuk memberikan note pesanannya .


Setelah selesai Ria pun kembali ke meja . Sambil menunggu pesanan , Yuda dan Randi pun pamit untuk ke mushola terdekat karena waktu sholat isya telah tiba . Sedangkan para wanita tetap duduk di tempat untuk menunggu pesanan mereka . Sambil menunggu mereka pun berbincang - bincang .


" Bu , ini aku ada sedikit hadiah untuk ibu . Dariku dan mas Yuda . Mohon di terima ya bu ." ucap Ria sambil menyodorkan sekotak perhiasan yang sudah ia beli saat di pusat perbelanjaan tadi .


" Lho kok jadinya kamu kasihkan ke ibu Nduk ? Bukannya tadi kamu bilang buat kamu sendiri ? " tanya Bu Dewi bingung .


" Hehehe . . . Maaf bu bukan maksud Ria mau ngebohong sama ibu . Tapi Ria sengaja bilang seperti itu supaya ibu bisa membantu Ria memilihkan perhiasan yang ibu sukai . Maaf ya bu . " ucap Ria .


" Walah Nduk ndak perlu ngasih ibu emas seperti ini . Ibu engga enak sama nak Yuda . Kemarin aja oleh - oleh darimu juga banyak banget . " tolak halus bu Dewi .


" Engga bu , malah ini rencana mas Yuda ingin memberikan hadiah untuk ibu . Cuma dia sungkan untuk ngasih langsung ke ibu . Makanya minta tolong aku buat ngasi ke ibu dan biar ibu memilih sendiri perhiasan yang ibu suka . " jelas Ria .


" Duh , gimana ya Ri ? Ibu jadi engga enak bener sama nak Yuda nanti di kira ibu mata duitan dan memanfaatkan kekayaan dia . Ibu engga mau seperti itu Nduk ." tolak Bu Dewi lagi .


" Ria mohon bu di terima ya . Kalau ibu tolak apa malah engga menyakiti hati mas Yuda ?" ucap Ria .


" Duh gimana ya ibu bingung bener Nduk . " ucap Bu Dewi . Ucapan bu Dewi teerjeda karena ada pelayan yang sedang mengantar pesanan mereka tersebut . Setelah selesai pelayan tersebut pun pergi menjauh dari meja Ria .


" Sudahlah bu di terima aja . Niat mas Yuda sama mbak Ria kan baik buat nyenengin ibu . Anggep aja ini rejeki dari Gusti Allah lewat mas Yuda dan mbak Ria buat ibu . Gitu aja kok bingung bu . " ucap Dinda yang gemas dengan sang ibu .


" Nah bener tuh apa kata bocil ini bu . Anggap saja ini rejeki dari yang di atas lewat kami . Jadi ibu engga perlu sungkan . Diterima ya bu ? " ucap Ria menimpali . Dinda yang diejek bocil pun hanya memutar bola matanya malas .


" Ya sudah ibu terima , makasih banyak ya Nduk kamu sudah memberikan ibu hadiah . Walaupun tanpa hadiah pun ibu sudah seneng melihat kamu sama nak Yuda rukun dan bahagia seperti ini . Semoga hubungan kalian akan terus seperti ini ya Nduk ." ucap Bu Dewi mendoakan sang putri .


" Aamiin terimakasih doanya bu . " balas Ria .


Ria dan sang ibu pun saling berpelukan . Tak terasa air mata bu Dewi pun menetes tanpa aba - aba . Bu Dewi merasa terharu dengan perhatian sang putri kepadanya .


" Lho ibu kenapa yang kok nangis ? " tanya Yuda tiba - tiba yang sudah ada di belakang Ria dengan wajah bingung karena melihat sang istri dan mertua saling berpelukan erat .


" Eh . . . Udah balik mas ? Ibu nangis kenapa ?" tanya Ria .


" Kalau belum balik mana mungkin udah di sini mbak . Ibu kenapa mbak kok nangis ? " ucap Randi yang sama bingungnya dengan Yuda .


" Ibu engga nangis karena sedih kok . Tapi ini air mata bahagia karena ibu merasa bahagia memiliki anak - anak seperti kalian . Baik , penurut , sholeh dan pengertian kepada ibu . Terimakasih ya anak - anak . " ucap Bu Dewi .


" Sama - sama bu , kami juga berterimakasih sama ibu karena sudah merawat , mendidik dan memenuhi semua yang kami butuhkan . Semua apapun yang kami ucapkan dan lakukan adalah hasil didikan ibu yang the best . " ucap Ria .


" Ah engga juga semua ibu di dunia ini pasti akan melakukan yang terbaik untuk anak - anaknya apapun itu . Sudah - sudah kita lanjut nanti lagi ngobrolnya . Makanannya ke buru dingin . Kasihan tuh nak Yuda pasti sudah lapar ya . " ucap Bu Dewi memotong obrolan .


Yuda yang di singgung pun hanya bisa nyengir dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .

__ADS_1


" Sungguh beruntung diriku ini masuk ke keluarga ini . Keluarga ini walaupun dalam hidupnya yang serba pas - pasan . Namun bisa menciptakan suasana yang begitu hangat dan rukun ." ucap Yuda dalam hatinya ."


__ADS_2