
" Jaga mulut anda tuan . Anda tidak berhak menilai saya seperti itu . Apa anda kurang puas sudah menghina saya waktu makan malam dulu ? saya punya salah apa sama anda sampai anda menilai saya seperti itu ? apa karena saya tidak berpendidikan tinggi ? apa karena saya dari kampung jadi anda bisa seenaknya menghina saya seperti ini ?" ucap Ria kencang dengan mata yang berkaca - kaca .
" Saya tidak pernah bermimpi untuk menjadi istri anda dan itupun bukan keinginan saya . Sekarang saya lebih yakin tidak ingin menjadi pasangan anda dengan kelakuan anda yang dengan mudahnya memandang rendah ke orang lain . Saya merasa kasihan kepada Bu Lina karena memiliki seorang putra yang tidak bisa menghormati wanita " ucap Ria lagi .
" Dan satu lagi saya bukan wanita yang seperti yang anda katakan . Camkan itu baik - baik " seru Ria sambil menatap tajam ke arah Yuda . Ria pun memilih pergi dari hadapan Yuda dan Hendri . Ria pergi menuju dapur untuk menenangkan hati dan pikirannya . Yuda dan Hendri hanya bisa memandang kepergian Ria . Banyak orang yang melihat pertengkaran antara Ria , Yuda dan Hendri tak terkecuali Arin dan bu Kartika . Mereka melihat semua kejadian .
Saat melihat Ria pergi ke arah dapur Arin pun mengejarnya tanpa memperdulikan pelanggan yang sedang dia layani .
" Puas kamu Yud sudah membuat hati seorang wanita baik sakit dan membuatnya menangis ?" tanya Hendri membuka pembicaraan lagi . Tanpa menunggu jawaban dari Yuda , Hendri pun berlalu dari hadapan bos sekaligus sahabatnya itu .
" Maaf ya tante suasananya jadi begini . Hendri pamit dulu ya Tan , tolong jaga Ria ya Tan . Hendri titip permintaan maaf " pamit Hendri ke Bu Kartika yang sedang terdiam melihat kejadian itu sambil menyodorkan selembar uang untuk membayar makanan dan minumannya .
" Iya Hen , nanti tante sampaikan ke Ria . Kamu hati - hati di jalan ya " balas Bu Kartika .
" Terimakasih banyak Tan . Sekali lagi minta maaf buat kejadian yang tidak menyenangkan ini " ucap Hendri sambil berlalu dan di balas anggukan kepala bu Kartika .
Yuda yang masih terdiam sendiri pun lalu beranjak pergi tanpa berpamitan dengan Bu Kartika .
Suasana dapur yang sednag sibuk tidak memperdulikan kedatangan Ria yang berjalan cepat menuju toilet karyawan . Ria yang berjalan dengan sesekali menghapus jejak air matanya . Arin yang mengikuti pun sedikit berlari agar bisa menyusul Ria .
Di dalam toilet , Ria menangis sejadi - jadinya . Dia tidak pernah direndahkan seperti ini . Dia merasa terhina dengan ucapan Yuda . Dia tidak habis pikir laki - laki yang baru dia kenal begitu mudahnya berkata kotor di hadapannya .
" Apa salahku ? kenapa dia bisa berkata seperti itu di depanku ? " gumam Ria .
__ADS_1
" Kamu tidak salah Ri , hanya laki - laki itu yang tidak kenal kamu " Arin yang saat masuk toilet mendengar gumaman Ria langsung menjawabnya .
" Itu memperlihatkan kalau dia tidak pernah bisa menghormati wanita Ri . Kamu tidak perlu menangisinya . Kamu sudah benar dengan langsung membalasnya agar dia berpikir kalau todak semua wanita sama seperti yang dia pikirkan" jawab Arin lagi .
" Aku hanya ga habis pikir Rin , kenapa dia seperti itu . Dia bisa berucap seperti itu sebelum dia mengenalku . Apa dia tidak berpikir kalau ibunya juga seorang wanita . Apa dia tidak berpikir hati ibunya juga akan ikut sakit kalau melihat kejadian tadi " kata Ria yang masih menangis . Arin pun mencoba menenangkan Ria dengan mengusap - usap punggung Ria .
" Udah Ri ga perlu kamu tangisi terus sayang air matamu untuk laki - laki seperti itu . Mungkin dia memang tidak pernah menghormati wanita atau dia perna di sakiti oleh seorang wanita jadi membuat dia berpikir kalau semua wanita sama " hibur Arin .
" Mungkin Rin " Ria pun menghapus air mata yang ada di pipinya .
" Sudah ya anggap saja tidak ada apa - apa . Sekarang cuci mukamu dan istirahatlah sebentar nanti gantian " ucap Arin .
" Iya Rin , terimakasih ya " balas Ria . Arin pun menganggukan kepalanya dan beranjak mau keluar toilet itu .
Ria lalu membasuh mukanya dengan air agar terlihat segar dan agar tidak terlihat habis menangis . Setelah membasuh mukanya keluar dari toilet lalu mengambil makan siangnya . Ria pun langsung memakan . Walaupun dia sudah tenang tapi terlihat sesrkali Ria melamun memikirkan kejadian tadi . Ria masih tidak terima dengan apa yang terjadi tadi . Dia masih berusaha menerimanya dan melupakannya .
" Ri , kamu tidak apa - apa nak ? ibu minta maaf ya tidak bisa membantumu tadi . Hendri juga titip permintaan maaf untukmu . Ibu ga habis pikir kenapa Yuda bisa berkata kotor seperti itu . Ibu selalu melihat dia anak yang baik tidak pernah sekalipun dia berbuat seperti ini " ucap bu Kartika .
" Saya tidak apa - apa kok bu , tadi hanya terkejut saja dengan apa yang di ucapkan tuan Yuda kepada saya . Ibu dan mas Hendri tidak perlu minta maaf kalian tidak salah kok . Ria sudah mengikhlaskan kejadian tadi . Jadi ibu tidak perlu khawatir ya " jawab Ria sambil tersenyum yang ia paksakan .
" Bener Ri kamu tidak apa - apa ? biar nanti ibu adukan Yuda sama jeng Lina biar di beri teguran sama ibunya " ucap bu Kartika .
" Bener bu Ria gapapa kok . Jangan bu kasihan bu Lina . Nanti malah saya yang jadi ga enak sama bu Lina . Jangan cerita sama bu Lina ya bu saya mohon " pinta Ria .
__ADS_1
" Tapi Ri kalau tidak di ceritakan sama jeng Lina , Yuda tidak akan pernah menyadari kesalahannya " balas bu Kartika .
" Iya bu saya tahu . Tapi bagaimanapun bu Lina sudah baik sekali dengan saya . Saya ga enak nanti kalau sampai bu Lina tahu kejadian tadi . Bukan memperbaiki tapi memperkeruh suasana jadinya bu . Biar saya selesaikan sendiri masalah ini ya bu " ucap Ria lagi .
" Ya sudah terserah kamu . Ibu akan selalu mendukung kamu " jawab Bu Kartika .
" Terimakasih bu " balas Ria lagi sambil tersenyum .
" Akan aku balas semua perlakuanmu kepadaku tuan tunggu saja " gumam Ria dalam hati .
Ria dan Arin pun melanjutkan pekerjaan sampai jam kerja pun selesai . Setelah selesai semua selesai mereka pun bersiap untuk pulang . Saat bersiap - siap untuk pulang terdengar suara ponsel Ria . Ria pun melihat ponselnya dan ada pesan masuk dari Hendri .
" Assalamualaikum Ri , maaf tadi aku langsung pergi begitu saja . Ri , aku mau minta maaf atas semua apa yang terjadi tadi di toko . Aku juga terkejut dengan apa yang sudah di katakan Yuda kepadamu . Sampai sekarang aku merasa tidak enak hati kepadamu . Aku kepikiran terus sama kamu . Gimana sekarang perasaanmu ? sekali lagi maafin aku ya Ri " tulis Hendri .
Ria yang membacanya pun merasa terharu dengan kebaikan Hendri .
" Waalaikumsalam mas , mas Hendri tidak perlu minta maaf itu bukan kesalahan mas Hendri . Aku hanya terkejut saja dengan kejadian tadi . Sekarang keadaanku alhamdulillah sudah membaik terimakasih atas perhatiannya . Ria senang masih ada ornag yang peduli sama Ria . Mas Hendri ga usah khawatir , aku baik - baik saja kok mas " jawab Ria .
" Siapa sih yang kirim pesan kok kayak yang seneng gitu ?" tanya Arin penasaran .
" Ah , hanya mas Hendri yang tanya kabarku . Sudah yuk pulang " ajak Ria . Tanpa Ria sadari wajah Arin berubah sendu .
" Ya sudah ayo " balas Arin .
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan bu Kartika , mereka pun berjalan keluar toko . Mereka berjalan dengan santai . Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengawasi mereka dari dalam mobilnya .
" Maafkan aku , aku sudah menyakiti hatimu . Bukan niatku untuk bekata kasar terhadapmu . Tapi saat aku melihatmu dengan laki - laki lain ,, membuatku tidak bisa berpikir panjang . Maafkan aku " gumaman seseorang itu dengan memandangi sendu kedua gadis itu .