
Setelah jam makan siang , Ria dan Arin sangat sibuk dengan pekerjaannya . Toko kue ramai dikunjungi pelanggan . Membuat mereka tidak sempat untuk memeriksa ponselnya .
Hari semakin sore jam pulang kerja pun tiba . Ria dan Arin sedang bersiap untuk pulang . Semenjak kejadian tadi siang , Arin lebih banyak diam . Ria merasakan perubahan di diri sahabatnya itu . Saat sedang bersiap Ria memeriksa ponselnya dan ada pesan masuk dari Hendri .
" Assalamualaikum Ri lagi apa ? " tulis Hendri .
" Mas Hendri kirim pesan ada apa ya tumben , padahal tadi habis ketemu , sudahlah aku balas saja " lirih Ria .
" Waalaikumsalam mas , maaf baru buka pesannya dari tadi sedang sibuk toko ramai sekali . Aku ini lagi siap - siap mau pulang . Ada apa ya mas ? " balas Ria .
" Ri , kamu mau bareng atau mau pulang sendiri aku sudah siap nih ? " ucap Arin tiba - tiba mengagetkan Ria yang sedang fokus dengan ponselnya .
" Ah iya Rin maaf ini batu balas pesan dari mas Hendri , kita pulang bareng kayak biasanya dong " balas Ria sambil memasukkan ponselnya ke dalam tasnya sambil menghampiri Arin yang sudah berada di pintu dapur .
" Ya udah cepetan aku udah capek nih " ucap Arin sedikit ketus .
" Iya iya ini juga udah jalan . Kamu kenapa sih dari tadi ngomel terus . Aku punya salah ya ?" tanya Ria yang sudah mendekati Arin .
Tanpa menjawab pertanyaan Ria , Arin keluar dapur begitu saja . Meninggalkan tanda tanya di benak Ria .
" Arin kenapa tiba - tiba marah denganku ? nanti cobalah aku tanyain ke dia " gumam Ria dalam hati sambil berjalan menyusul Arin yang sudah pamit dengan Bu Kartika . Ria pun ikut berpamitan . Lalu mereka keluar dari toko bersama .
" Rin , kalau aku punya salah aku minta maaf deh . Aku punya salah ya sama kamu ? " tanya Ria sambil memegang tangan Arin .
" Kamu engga punya salah sama aku , kenapa kamu minta maaf ? " tanya balik Arin sambil pandangannya ke arah depan .
" Kalau memang aku tidak punya salah kenapa dari tadi kamu diemin aku , terus tadi ketus sama aku waktu mau pulang . Padahal tanpa kamu tanya juga kamu tahu jawabanku . Kalau kita pasti akan pulang bareng terus . Sebenernya kamu kenapa ? " tanya Ria .
" Ah engga ada apa - apa , cuma lagi engga enak hati dan badan aja . Kamu kan tahu aku lagi PMS " jawab Arin bohong . Padahal bukan karena itu alasannya .
" Masa sih tapi aku lihat ada sesuatu yang lagi kamu sembunyiin dari aku ya " tanya Ria lagi tidak percaya .
" Terserah kamu mau percaya atau tidak yang pasti itu jawaban aku . Ri , lihat tuh pangeranmu ada di depan gang kayaknya sedang menunggumu " ucap Arin yang memandang arah ke depan dan menunjuk dengan dagunya seseorang yang menunggu mereka . Ria yang mendengar ucapan Arin pun terkejut dan mengalihkan pandangannya ke arah mata Arin melihat .
" Mas Hendri !!! ngapain orang itu ada di situ " lirih Ria .
" Ya menemui pujaan hatinyalah . Aku tahu Ri , kamu pasti ada hubungan dengan dia tapi kamu tidak mau jujur denganku Ya kan " ucap Arin .
" Apa yang kamu katakan , aku tidak ada hubungan apa - apa dengan mas Hendri . Dan aku juga tidak memiliki perasaan apa - apa dengannya . Aku selalu jujur Rin dengan semua perkataanku dan perasaanku , kamu kali uang lagi engga jujur denganku " goda Ria .
" Kenapa jadi aku ? sudah sana temuin dulu tuh , aku pulang duluan ke kos ya " pamit Arin . Mereka sudah dekat dengan Hendri , Hendri pun mencegah Arin untuk pergi duluan .
" Sebentar Rin jangan pergi dulu , saya mau bilang sesuatu " ucap Hendri membuat Arin dan Ria bingung . Mereka saling pandang satu sama lain .
__ADS_1
" Ada apa mas sepertinya serius sekali ? " tanya Ria heran .
" Begini Ri , Tante Lina mengundang kita untuk makan malam di rumahnya . Aku engga tahu acara apa tapi yang jelas Tante Lina mau kalian berdua datang ke acara itu . Kira - kira kalian mau kan datang ke acara itu ? " jelas Hendri .
" Saya di undang juga mas ? ada urusan apa saya juga di undang , saya kan tidak ada urusan apa - apa dengan bu Lina ? " tanya Arin bingung .
" Khusus untukmu aku yang mengundang , aku yang mau mengundang kamu ikut ke acara itu untuk menemani Ria " jawab Hendri . Arin hanya melotot tidak percaya dengan apa yang sudah di katakan oleh Hendri . Sedangkan Ria masih bingung dengan undangan itu ,
" Acara apa ya mas ? kenapa tidak bu Lina sendiri yang langsung mengundang kami ?" tanya Ria heran .
"Untuk pastinya aku tidak tahu alasannya , tapi yang pasti tante Lina belum menentukan harinya . Beliau menyuruhku menanyakan ke kalian , kalian bisanya kapan . Makanya Tante Lina tidak langsung mengundang kalian . Menunggu kabar dari kalian bisanya kapan . Begitu " jelas Hendri .
" Bagaimana Rin kamu mau ikut kan ? temenin aku ya " ucap Ria membujuk sahabatnya itu .
" Aku kan tidak ada urusan dengan kalian kenapa aku harus ikut juga ? " tolak Arin .
" Begini saja , Arin aku mengundang mu ke acara Tante Lina untuk mendampingiku apa kamu mau kalau aku yang mengundang ? " ucap Hendri membuat Ria dan Arin melihat ke arah Hendri dengan rasa bingung .
Ria dan Arin pun saling pandang , " Ikut ya Rin , temenin aku dan dampingi tuh laki - laki jomblo satu itu kasihan . Mau ya !! " bujuk Ria . Arin pun terdiam memikirkan permintaan sahabatnya itu .
" Ya udah deh aku ikut , tapi untuk menemani Ria bukan mendampingi mas Hendri ya " jawab Arin tegas . Ria hanya menahan ketawanya melihat ekspresi kecewa Hendri .
" Iya kamu datang karena menemaniku " jawab Ria singkat .
Ria dan Hendri hanya melongo melihat tingkah wanita satu ini .
" Hhhmmmpppt " Ria menahan tawanya yang tersadar akan tingkah sahabatnya itu .
" Senang ya km melihatku sengsara begini , huhuhu sakitnya tu di sini . Di tolak mentah - mentah begini " keluh Hendri sambil dia menyandarkan kepalanya di bahu Ria .
" Hehehe maaf deh , cup cup cup kasiannya " tanpa sadar Ria mengusap rambut Hendri yang kepalanya sedang bersandar di bahu Ria seperti anak kecil .
" Kenapa dia tidak peka dengan perasaanku ya Ri , padahal aku sudah mengaguminya terang - terangan " tanya Hendri .
" Bukannya dia tidak peka mas , tapi dia sendiri juga gengsi mengungkapkan isi hatinya . Aku tahu kok kalau dia sedang cemburu dengan kedekatan kita . Kejadian tadi siang membuatku menyadarinya " ucap Ria yang memandang kepergian Arin yang semakin jauh . Hendri yang terkejut dengan ucapan Ria pun memandang mata Ria .
" Apa yang kamu katakan ? apa benar dia punya perasaan juga untukku ? " tanya Hendri berseri - seri tidak sabar .
" Sepertinya Arin menyimpan perasaan denganmu mas . Dari tadi siang dia mendiamkan aku tanpa sebab . Awalnya aku bingung , tapi setelah tadi aku bilang menerima pesan darimu ada wajah tidak suka terlihat di wajahnya membuatku sadar kalau dia sedang cemburu denganku . Sepertinya rencana kita berhasil untuk Arin saja deh mas , sedangkan target utama kita kayaknya tidak memakan umpan dari kita sama sekali " ucap Ria lesu sambil menundukkan kepalanya .
" Apa yang kamu katakan , siapa bilang target utama kita tidak memakan umpan dari kita . Tadi siang saja dia uring - uringan terus di kantor . Kami hampir saja bertengkar karena membahasmu . Dan sebenarnya undangan makan malam ini aku yang merencanakan untuk mengungkapkan semua isi hatinya , aku sudah bilang dengan Tante Lina dan beliau menyetujuinya . Sebentar lagi rencana kita akan berhasil Ri , kamu jangan patah semangat . Sabar sedikit lagi ya , aku mohon " ucap Hendri membujuk Ria sambil tangannya mengusap bahu Ria dengan lembut .
" Benarkah mas ? " tanya Ria berbinar .
__ADS_1
" Pernah aku bohong denganmu , aku kan sudah janji kepadamu akan membantumu sampai rencana ini berhasil dan titik itu akan kita raih sebentar lagi . Ayo semangat aku akan selalu mendukungmu " jawab Hendri sambil kedua tangannya memegang bahu Ria dan sedikit mengguncangnya memberi semangat .
" Terimakasih ya mas sudah mendukungku . Aku berasa memiliki seorang kakak " ucap Ria sambil memandang wajah Hendri .
" Boleh kalau kamu mau menganggapku sebagai kakakmu . Aku tidak keberatan " jawab Hendri .
" Benarkah ? " tanya Ria dan di balas anggukan oleh Hendri dan tanpa sadar Ria pun memeluk tubuh Hendri .
" Terimakasih mas . Sekarang rasanya di sini aku memiliki keluarga " ucap Ria yang memeluk Hendri dengan erat .
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang mengambil foto mereka diam - diam dari dalam sebuah mobil . Dengan wajah menyeringainya wanita itu tersenyum licik memikirkan rencananya .
" Bagus , gambar ini akan menjadi bukti kebusukan kalian " ucap Alma lirih . Dari tadi dia sudah mengikuti Hendri dari kantornya .
" Seperti dugaanku pasti dia menemuinya . Tidak mungkin mereka tidak memiliki hubungan perlakuan mereka saja begini pasti mereka memiliki hubungan gelap " gumam Alma .
" Aku harus segera memberi tahu Yuda dan orang tuanya agar mereka tahu sifat asli wanita yang mereka banggakan itu . Terutama ibu tua itu agar tahu topeng asli wanita pilihannya itu " ucap Alma lagi menyeringai . Alma lalu menjalankan mobilnya meninggalkan Ria dan Hendri . Dia merasa puas dengan hasil yang dia dapatkan .
Setelah menyadari apa yang dilakukannya , Ria pun segera melepaskan pelukannya kepada Hendri .
" Maaf mas aku tidak bermaksud apa - apa , aku hanya terlalu senang saja " ucap Ria gugup .
" Tidak apa - apa , terus untuk acara itu kira - kira kalian bisanya kapan biar aku kabari Tante Lina lebih lanjut ? " tanya Hendri lagi .
"Terserah mas Hendri saja kira - kira mau kapan aku ikut saja " balas Ria .
" Hhhmmm kalau besok malam bagaimana ? kan lebih cepat lebih baik " tanya Hendri lagi .
" Boleh , nanti aku kasih tahu Arin " balas Ria riang .
" Oke kalau begitu besok malam aku jemput di sini ya " ucap Hendri lagi .
" Tidak usah mas kami berangkat sendiri saja pakai mobil online . Aku tidak mau merepotkan mas Hendri terus " tolak Ria dengan halus .
" Tidak repot kok Ri santai saja , aku jemput saja ya " bujuk Hendri lagi .
" Ya sudah terserah mas saja " pasrah Ria .
" Oke kalau begitu aku pamit dulu ya , sampai ketrmu besok ya " pamit Hendri .
" Iya mas hati - hati di jalan " balas Ria .
Hendri pun berjalan ke mobilnya dan masuk ke dalam mobil lalu menjalankannya . Ria dengan sabar menunggu sampai mobil Hendri pergi . Setelah itu Ria pun berbalik dan berjalan pulang menuju kosnya .
__ADS_1