
" Ya sudah dok , siapkan saja ruang rawatnya . Saya yang akan bertanggung jawab atas semuanya " ucap bu Lina yang membuat terkejut Ria dan Arin .
" Jangan bu , saya ga mau kalau merepotkan ibu " tolak Ria .
" Tapi Ri , kamu butuh dirawat dan kita juga butuh biaya " bisik Arin di telinga Ria .
" Ish kamu ini , saya maunya di rawat jalan dok " Ria menyenggol lengan Arin dan berbicara kepada dokter cantik itu .
" Tapi mbak Mauria saya ga mau ambil resiko kalau ada apa - apa sama anda . Saya tidak bisa merekomendasikan anda untuk rawat jalan karena kondisi anda yang sudah seperti ini " jawab dokter .
" Ria , kamu tidak merepotkan ibu kok . Ibu malah seneng kalau bisa membantu kamu . Kamu sudah ibu anggap seperti anak ibu sendiri . Mau ya nerima bantuan ibu ?" bujuk Lina sambil mengelus tangan Ria .
" Tapi bu , iisssshhh " Ria meringis kesakitan pada perutnya .
" Tuh kan apa yang aku bilang , dirawat aja ya Ri . Aku ga tega liat kamu kayak gini " ucap Arin .
" Iya Ria , terima ya bantuan dari ibu " ujar Lina lembut .
Ria pun menganggukkan kepalanya lemah sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan .
" Ya sudah ibu urus dulu untuk kamar rawat kamu ya . Arin tolong temani Ria sebentar ya , ibu mau ngurus kamar rawat untuk Ria dulu " pinta Lina dan Arinpun hanya mengangguk saja .
"Gimana ini Rin , aku jadi ga enak sama bu Lina " ucap Ria yang masih dengan memegangi perutnya yang masih terasa sakit .
" Ya udah sih Ri , orang beliau sendiri yang mau bantu kamu . Kamu terima aja . Lagian kamu juga butuh , kondisimu udah kayak begini " ucap Arin .
" Ish kamu ini , aku jadi malu Rin . Aku tambah merasa ga enak sama bu Lina ini . Aduh . . . " keluh Ria .
" Sakit banget Ri ? mau aku panggilin dokter lagi ? " Arin panik karena melihat sahabatnya itu yang sekarang meringkuk sambil meringis kesakitan dan memegangi perutnya .
" Sakit banget Arin , sssssssttt " seru Ria .
" Aku panggilin dokter dulu ya " Arinpun berlari keluar dari bilik untuk memanggil dokter yang tadi memeriksa Ria .
Dokterpun datang bersama Arin dan seorang perawat , " Bagaimana mbak Mauria yang sakit sebelah mana ? " tanya dokter .
" Ini dok , perut saya kok tambah sakit sekali " keluh Ria masih meringis kesakitan . Arin terlihat sangat cemas melihat sahabatnya itu .
" Sebentar saya periksa lagi " Dokterpun mengeluarkan stetoskopnya dan meletakan di telinganya . Beberapa saat kemudian dokterpun selesai memeriksa perut Ria .
" Mbak Mauria ini nanti saya suntikkan obat antibiotik sama nanti tolong minum obat pereda nyeri yang saya kasih untuk mengurangi rasa sakitnya ya " pinta dokter cantik itu .
" Saya minta tolong nanti temennya di bantu minum obat ya mbak " pinta dokter kepada Arin .
" Baik dok " jawab Arin .
Dokterpun keluar dan tak berselang lama masuk perawat yang tadi mendampingi dokter , " saya suntik antibiotiknya dulu ya mbak dan ini nanti tolong diminumkan segera ya " perawat itu menyerahkan obat kepada Arin setelah memberikan obat perawat itu menyuntikkan antibiotik melalui selang infus .
" Saya tinggal sebentar , mohon tunggu sebentar kamarnya sedang disiapkan ya mbak - mbak semua " pamit si perawat ramah itu .
Arin dan Ria pun hanya mengangguk . Setelah perawat keluar Arin membantu Ria untuk meminum obatnya . Tak berselang lama bu Lina masuk ke bilik lagi dan meminta tolong Arin untuk membereskan barang - barang mereka karena kamar rawat Ria sudah siap dan akan memindahkan Ria ke ruang rawat itu .
Setelah semua prosedur yang dibutuhkan telah siap , 2 perawat pun masuk untuk membantu memindahkan Ria ke ruang rawat yang sudah di pesan bu Lina . Bu Lina dan Arin berjalan mengikuti 2 perawat yang sedang mendorong brankar tempat Ria berbaring . Setelah melewati beberapa ruangan yang ada di rumah sakit ini , mereka pun sampai di ruang rawat VIP yang sudah di pesan bu Lina .
Ria agak terkejut dengan kamar rawat yang akan ia pakai , " maaf sus , apa tidak salah ? saya di kelas 3 saja sus jangan di sini " tanya Ria yang tak percaya .
__ADS_1
" Maaf mbak ini ruangan yang ibu anda pesan kami tidak salah " jawab perawat itu smabil mendorong masuk ke kamar rawat itu .
Arin yang mengekorpun tak kalah terkejut juga .
" Ruang VIP ? Apa ga salah " gumam Arin dalam hati sambil memandang tak percaya .
Ria pun kini sudah berbaring di tempat tidur yang sudah disediakan . Dua perawat itupun pamit keluar sambil mendorong brankar yang tadi di gunakan .
Kini didalam kamar hanya ada Ria dan bu Lina . Arin sedang pamit keluar untuk ke mushola . Bu Lina masih setia menunggui Ria di samping tempat tidur . " Maaf bu sebelumnya , apa ini tidak berlebihan untuk saya ? saya di rawat di kelas 3 saja gapapa bu . Saya jadi ga enak sama ibu " Ria mencoba membuka pembicaraan .
" Tidak Ria , ini tidak berlebihan kok . Saya hanya mau yang terbaik untuk kamu . Secara tidak langsung kan Hendri juga ikut andil yang membuat kamu seperti ini . Anggap saja ini bentuk pertanggung jawaban kami . Apalagi paling penting saya sudah menganggap kamu seperti anak saya sendiri Ria . Asal kamu tahu Ria , saya ingin sekali memiliki anak perempuan tapi kondisi saya tidak memungkinkan untuk memiliki anak lagi . Saya ingin sekali Yuda segera menikah agar saya mempunyai seorang anak perempuan walaupun itu hanya menantu saya tidak masalah . Dan waktu pertama saya ketemu kamu ada rasa aneh yang ada di hati saya . Saya langsung merasa cocok sama kamu . Makanya kemarin malam saya mengutarakan keinginan saya . Dan saya ga bercanda Ria , saya ingin kamu menjadi menantu saya , anak saya . Saya tidak pernah memandang derajat seseorang karena bagi saya semua orang itu sama derajatnya dimata ALLAH SWT . Bagi saya yang terpenting adalah sikap dan akhlaknya . Makanya saya meemilih kamu karena kamu anak yang baik , sopan , berbakti kepada kedua orang tua dan yang terpenting akhlak kamu baik Ria . Saya tahu kamu tidak pernah terlambat beribadah itu adalah nilai puls untuk anak jaman sekarang " Lina berbicara dengan Ria panjang lebar untuk membujuk Ria agar mau menjadi menantunya . Lina memang sosok penyayang , makanya dia tidak mau anaknya sampai salah memilih pendamping .
" Terimakasih banyak bu atas semua yang sudah ibu berikan kepada saya . Saya sangat bersyukur ada ibu disini saya jadi tidak merasa kehilangan sosok kedua orang tua saya . Tapi maaf bu , apa tuan Yuda mau menerima keinginan ibu memilih saya sebagai pendampingnya . Apalagi dengan status dan usia kami yang berbeda jauh seperti ini . Saya lihat kemarin , dia sama sekali tidak ada rasa tertarik kepada saya bu . Mungkin bisa saja tuan Yuda menganggap saya masih anak - anak bu " ucap Ria .
" Saya tahu nak ketakutan kamu akan hal itu . Saya berusaha membujuk Yuda agar mau menerima mu . Saya minta kamu harap maklum ya , anak saya itu masih memiliki trauma akan cinta Ri jadi saya harus pelan - pelan untuk bisa menghilangkan trauma itu . Supaya Yuda bisa membuka hatinya kembali untuk kamu . Atau kalau tidak kamu juga bantu saya untuk menghilangkan trauma Yuda bagaimana ? " ajak Lina .
" Saya bu ? saya ga bisa bu kalau sendiri dan saya tidak tahu harus bagaimana ? " ucap Ria bingung .
" Ya sudah jangan kamu pikirkan itu sekarang . Yang penting sekarang kamu fokus ke kesehatanmu dulu . Ga usah mikirin yang aneh - aneh dulu , supaya kamu cepet sembuh ya . Serah itu semua pada saya " ucap Lina .
" Ya bu saya ikut ibu saja " jawab Ria yang sudah terlihat mengantuk karena pengaruh obat .
" Kamu seperti mengantuk ya ? Ya udah buat istirahat aja dulu . Nanti ibu pamit pulang dulu ya sudah mau maghrib takut si Om nyariin . Besok ibu kesini lagi ya " ucap Lina dan pamit kepada Ria .
" Iya bu kayaknya pengaruh obat jadi ngentuk . Baik bu , salam untuk om Hanan . Sekali lagi terimakasih banyak atas semuanya ini ya bu " jawab Ria kepada Lina dan menggengga mencium punggung tangan wanita paruh baya itu .
" Iya sama - sama , udah ih dari tadi ngucapin terimakasih terus . Nanti saya sampaikan salammu . Dah istirahat ya " ujar Lina sambil mengusap kepala Ria tanda sayang nya kepada Ria .
" Iya bu " ucap Ria tersenyum .
Ria pun memejamkan matanya karena sudah sangat mengantuk . Arin juga sudah kemvali dari mushola rumah sakit . Lina pun bersiap untuk pulang . Lina menghampiri Arin yang sedang sibuk dengan ponselnya .
" Baik bu , terimakasih banyak bantuannya untuk kami ya bu " ucap Arin sambil meraih tangan Lina dan menggenggamnya .
" Sama - sama Rin , saya pulang dulu ya " pamit Lina . Arinpun mengangguk dan mencium punggung tangan Lina . Lina pun membalas dengan mengusap kepala Arin lembut .
-" Anak yang baik dan sopan juga , bisa nih di kenalin sama si biang kerok Hendri " gumam Lina dalam hati .
Lina pun keluar dari kamar rawat Ria . Kini di dalam kamar tinggal Arin dan Ria yang sedang tertidur di ranjang pasien itu . Arin pun menyempatkan sholat maghrib terlebih dahulu . Setelah selesai , Arin merebahkan badannya di sofa yang tersedia di ruangan itu .
Kediaman Hanandi
Jam menunjukkan pukul 7 malam , Lina baru sampai di rumahnya . Ia langsung masuk dan langsung menuju kamarnya untuk membersihkan diri . Saat setelah selesai mandi dan berpakaian , Lina keluar menuju dapur untuk menyiapkan makan malam . Makanan untuk makan malam sudah selesai dimasak oleh asisten rumah tangganya . Saatnya untuk di tata di meja makan . Saat tengah menata , terdengar suara mobil suaminya . Lina pun bergegas membukakan pintu dan menyambut suaminya itu . Menjadi kebiasaan Lina menyambut sang suami yang baru pulang dari bekerja . Walaupun hari libur terkadang Hanan atau Yuda harus siap kalau ada masalah - masalah darurat yang harus mereka selesaikan . Seperti hari ini , saat hari libur tadi mendapat telepon dari bawahannya kalau ada masalah di kantor . Mau tidak mau akhirnya Hanan dan Yuda harus merelakan istirahatnya di hari libur ini . Berlaku juga untuk Hendri .
" Assalamualaikum " ucap salam Hanan .
" Walaikumsalam sayang , capek ya , sini tasnya biar aku bawakan " balas Lina sambil meraih tangan suaminya untuk dicium punggung tangannya dan setelah mencium tangan suaminya Lina meraih tas kerja milik suaminya itu .
" Lumayan namanya juga kerja masa ga capek sayang . Bagaimana tadi di rumah sakit ? " tanya Hanan . Hanan tahu kalau istrinya dari rumah sakit karena setiap Lina keluar rumah , Lina selalu berpamitan kepada suaminya itu . Dan Lina tak pernah absen memberi kabar apapun pada suaminya itu .
" Nanti aja ceritanya , sekarang kamu mandi dulu terus kita makan malam " ucap Lina . Lini mereka berdua sudah berada di dalam kamar mereka .
" Ya udah aku mandi dulu ya " ujar Hanan . Lina pun hanya mengangguk .
Lina pun menyiapkan baju ganti suaminya dan ia letakkan diatas tempat tidur . Lina keluar dari kamar dan meneruskan pekerjaan nya yang tertunda tadi . Tak berselang lama terdengar suara mobil Yuda di depan rumah . Bibi si asisten rumah tangga pun membukakan pintu untu majikannya itu .
__ADS_1
" Assalamualaikum Ma " salam Yuda pada Lina .
" Assalamualaikum tanteku yang cantik " ucap salam Hendri pada Lina .
" Walaikumsalam , bersihkan dulu badan kalian biar seger . Ini mama sudah siapkan makan malam . Kita makan bareng ya " pinta Lina .
" Ya Ma , Yuda mandi dulu ya " ucap Yuda sambil jalan menuju kamarnya .
" Siap tante , Hendri mandi dulu ya " ujar Hendri . Di rumah ini Hendri di sediakan kamar sendiri , karena terkadang dia harus lembur di rumah ini makanya dia akan memilih untuk menginap saja . Baju - bajunya pun sebagian ia bawa ke rumah ini untuk ganti kalau sewaktu - waktu harus menginap tidak perlu repot membawa dari rumah .
30 menit berlalu , semua penghuni rumah pun sudah berkumpul di meja makan untuk makan malam .
" Wah komplit nih makan malam hari ini " seru Hendri yang melihat hidangan di atas meja . Menu makan malam ini bibi menyiapkan ayam goreng , ikan gurame bakar , sayur sop , tumis kangkung dan tahu tempe goreng .
" Setiap hari juga menunya komplit begini kayak yang ga pernah makan disini saja " ucap Yuda sambil duduk di tempatnya .
" Iya aku juga tahu Yud , aku kan cuma basa basi " ujar Hendri membalas . Yuda pun hanya memutarkan bola matanya .
" Sudah - sudah makan dulu . Ga usah bertengkar terus . Dari pagi sudah bertengkar kayak anak kecil aja sih kalian berdua itu " tegur Lina .
" Yuda tu Tan , dari pagi tadi udah bikin mood orang hilang . Giliran lagi jalan - jalan santai cuci mata eh malah dadakan suruh ke kantor . Keselnya tuh double " keluh Hendri .
" Salahku ? kamu yang tadi pagi ganggu aku kok nyalahin aku " balas Yuda tak kalah sewot .
" Sudah makan dulu . Kalau mau bertengkar lanjutin nanti , sekarang makan dulu . Ga baik ribut di depan makanan " ucap Hanan menengahi .
" Baik Om " jawab Hendri ciut . Yuda hanya mengangguk dan memandang jengah ke Hendri .
" Tadi di rumah sakit bagaimana Ma ? " tanya Hanan .
" Ria akhirnya harus dirawat Pa , kondisinya kurang baik , setelah di tes darahnya ternyata dia positif kena tipes dan di saluran pencernaannya ada infeksi karena makan sembarangan juga yang bikin memicu sakitnya itu . Tadi di sana Ria sangat kesakitan Pa . Mama sampe ga tega liatnya " jelas Lina pada suaminya .
" Uhukuhuk . . . apa tante ? Ria dirawat ? segitu parahnya ? " Hendri yang terkejut mendengar kabar dari Lina pun sampai tersedak . Dia segera meraih air minumnya yang ada di dekat nya itu .
" Makan tu pelan - pelan Hen . Iya Ria di rawat di rumah sakit tadi tante habis nemenin dia . Kata Arin temennya , tadi siang dia nyoba telepon Ria ga diangkat - angkat , terus akhirnya dia putuskan pulang ke kosan dan ternyata udah nemuin Ria dalam kondisi pingsan di dalam kamar yang terkunci lagi . Untung Arin cepat datang kalau ga , bisa lewat tu anak orang " ucap Lina menceritakan , Lina diberi tahu cerita itu dari Arin langsung sewaktu mereka di rumah sakit tadi .
" Hush mama kalau ngomong ga pernah di filter" tegur Hanan .
" Maaf Pa bercanda kok " balas Lina . Walaupun sudah tua sifat Lina yang ceplas ceplos apa adanya tidak bisa ia hilangkan .
" Terus sekarang bagaimana Tan kondisi Ria ? " cemas Hendri .
" Tadi waktu tante pulang , sudah agak mendingan dari pada pas pertama tante dateng . Tadi tante tinggal pas Ria lagi tidur karena pengaruh obat . Arin yang tante suruh jaga Ria " jawab Lina .
" Hendri kok jadi merasa bersalah ya Tan , secara ga langaung kan Hendri juga yang membuat kondisi Ria tambah parah " sesal Hendri .
" Gapapa Hen , Ria ga marah atau gimana - gimana kok . Dia kan anak yang baik " ucap Lina sambil menatap putranya yang tak bergeming dengan obrolan yang ia dengar .
" Nanti atau besok kalau Hendri ada waktu , Hendri jenguk deh Tan . Nanti minta no kamarnya aja ya " ujar Hendri .
" Dia di rawat di rumah sakit Mulia sana itu kamarnya Mawar 3 " balas Lina .
" Yuda selesai makannya , Yuda duluan ya Ma , Pa masih ada kerjaan yang harus Yuda selesaiin " pamit Yuda yang mau beranjak pergi . " Cepetan makanmu jangan ngobrol terus Hen , kerjaan nunggu nih " seru Yuda ketus .
" Iya iya , udah mau selesai juga " kesal Hendri .
__ADS_1
" Kalau aja lu bukan anak bos udah aku pites " umpat Hendri kesal dalam hati .
Hanan dan Lina hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan temannya itu .