Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Misi Berhasil


__ADS_3

Setelah beberapa waktu berlalu , Yuda lebih dulu selesai sarapannya . Sedangkan Hendri masih menikmati makanannya dengan bermain ponselnya .


" Aku tunggu di ruang kerjaku ya Hen " ucap Yuda pada sahabatnya sambil berdiri dari tempat dudukny .


" Iya aku selesaikan dulu makanku " balas Hendri dengan pandangannya tidak beralih dari ponselnya .


Yuda hanya berlalu sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu . Yuda pun berjalan menuju ruang kerjanya untuk mengecek beberapa kerjaan yang belum ia selesaikan . Yuda memasuki ruang kerjanya yang terlihat rapi , bersih dengan perpaduan warna cat yang di sukai Yuda . Warna putih dan coklat muda adalah warna favorit Yuda dari dulu . Di kamar tidurnya pun juga bernuansa putih dan coklat . Dia merasa kalau warna kesukaannya itu membuat hatinya teduh .


Yuda duduk di meja kerjanya yang terbuat dari kayu . Dia memulai membuka laptopnya dan mulai melihat dan memperhatikan semua laporan pekerjaannya . Yuda kalau sudah dalam keadaan begini , dia akan betah dan lupa waktu . Itu kadang yang membuat Bu Lina sedikit kesal terhadap putranya itu . Bu Lina kesal kalau Yuda sudah di ruang kerjanya lupa akan segala hal . Dia akan lupa untuk makan dan yang paling utama dia akan menghabiskan waktu disana jadi memiliki alasan untuk tidak mempunyai waktu untuk mencari pendamping . Bu Lina sudah sangat menginginkan seorang cucu dari putranya itu . Tapi Yuda tidak pernah mengerti akan keinginan kedua orang tuanya itu .


Setelah beberapa menit berlalu akhirnya orang yang di tunggu Yuda pun datang . Hendri mengetuk pintu dan langsung membuka pintu ruang kerja itu .


" Apa yang mau kamu tanyakan padaku Yud ?" tanya Hendri yang berjalan mendekati Yuda .


" Duduk dulu , sebentar aku matikan dulu laptopku agar kita mengobrolnya bisa fokus " balas Yuda sambil pandangannya ke arah laptop yang mau ia matikan .


Hendri pun mengikuti perintah Yuda . Hendri menarik kursi di depan meja kerja Yuda dan mendudukinya menghadap ke arah Yuda . Yuda yang selesai mematika laptopnya pun lalu menutupnya .


" Hen , aku mau tanya sesuatu padamu , hhhmm . . . . sebenarnya kamu dan Ria ada hubungan apa ? aku lihat kalian begitu dekat , apa ada hubungan antara kalian ?" tanya Yuda ragu . Dia belum menyiapkan hatinya jika jawaban Hendri tidak sesuai dengan keinginannya .


" Hubungan aku dengan Ria ? maksud kamu apa ? aku engga ngerti " jawab Hendri pura - pura .


" Ya hubungan seorang laki - laki dewasa dengan wanita dewasa semacam pacaran atau hubungan yang lebih " ucap Yuda sedikit was - was .


" Oooo hubungan seperti itu , jujur saja Yud aku sangat mengagumi Ria . Dia wanita yang sangat baik , periang , lucu dan cantik pula . Dia termasuk wanita tipeku aku tertarik padanya . Aku sangat menyukai dia , Ria pun juga menyukai aku . Tapi kami belum mengikat hubungan kami . Ga tahu sih kedepannya mungkin kita akan meresmikannya kalau kami sudah yakin satu sama lain " ucap Hendri yakin .

__ADS_1


" Tapi kamu tahukan kalau Ria sedang di jodohkan denganku ? " balas Yuda sedikit kencang karena merasa sahabatnya akan merebut wanita yang dia incar .


" Iya aku tahu itu , tapikan kamu menolaknya waktu itu . Dan aku lihat kamu tidak ada rasa dengan Ria . Pertemuan kalian di toko kue terakhir kali kamu hanya menghinanya dan merendahkannya . Aku lihat kau tidak ada rasa tertariknya dengan Ria kenapa sekarang kau melarangku ? " tanya Hendri akting dengan senyum tipis di wajahnya . Hendri merasa umpan rencananya dengan Ria dan Bu Lina mulai termakan oleh Yuda .


" Kena juga akhirnya kamu Yud " gumam Hendri dalam hati .


" Iii - iya aku menolaknya . Lagian aku dengannya kan tidak selevel . Jarak usia kita pun jauh . Aku bukannya melarangmu mendekati dia , yang aku takutkan kalau sampai Mama ku tahu kamu mendekati Ria , dia akan marah kepadamu karena wanita yang ingin dia jadikan menantu kamu dekati . Aku tidak mau hati wanita yang telah melahirkanku terluka " jawab Yuda panik . Dia tidak ingin kalau Hendri tahu dia menyukai Ria . Gengsi Yuda untuk mengakui kalau ia menyukai Ria sungguh besar .


" Aku rasa kalau tante Lina tahu dia akan memakluminya . Apalagi anaknya kan sudah terang - terangan menolak keinginannya . Aku yakin Tante Lina tidak akan marah dan sakit hati padaku . Apalagi aku tidak pernah menyakiti hati Ria dan membuatnya menangis tante Lina pasti akan mendukungku " jawab Hendri sambil menahan tawanya .


Terlihat wajah Yuda yang mulai menegang , garis rahangnya sampai terlihat . " Tapi apa kamu tidak malu mendekati wanita bekas penolakanku ? " tanya Yuda sedikit menekan .


" Baru bekas penolakanmu belum sekalipun kamu sentuhkan , tidak jadi masalah bagiku aku tidak malu . Sekalipun Ria itu bekas istrimu kalau dia tidak bahagia denganmu dan mau denganku , aku tidak akan menolaknya . Asal dia mau denganku tanpa paksaan dan bahagia denganku " jawab Hendri . Yuda pun hanya terdiam mendengar jawaban dari sahabatnya itu .


" Sebentar sekarang giliran aku yang mau tanya padamu , apa maksud dari pertanyaan - pertanyaan yang kamu tanyakan padaku ? apa jangan - jangan kamu cemburu ya kalau aku dekat dengan Ria ?" tanya Hedri sambil tersenyum tipis .


" Jawab saja pertanyaanku kalau memang kamu tidak cemburu denganku " ucap Hendri menggoda .


" Cemburu Hahahaha . . . . tidak ada dalam kamusku aku cemburu denganmu . Apalagi wanitanya dia , Enggalah . Buat apa cemburu kayak ga ada kerjaan aja . Aku kan hanya memperjelas dan aku tidak mau membuat Mama ku sakit hati kalau sampai tahu " jawab Yuda berbohong . Yuda berbicara dengan pandangannya melihat ke arah lain . Dia tidak berani menatap Hendri secara langsung .


" Kayaknya jawabanmu tidak sesuai hatimu ya Yud ? kau sedang berbohong denganku kan ?" ucap Hendri curiga .


" Berbohong untuk apa , tidak ada yang berbohong denganmu . Aku hanya memikirkan perasaan Mamaku saja " bohong Yuda .


" Tidak perlu kau cemas kan , aku yakin tante Lina tidak akan sakit hati selama melihat Ria bahagia " jawab Hendri bangga .

__ADS_1


" Terserah kau saja . Aku rasa tidak ada yang mau aku tanyakan lagi . Silahkan kalau kamu ada acara lain , kamu boleh keluar dari sini . Aku masih ada pekerjaan " ucap Yuda sambil membuka laptopnya lagi tanpa memandang ke arah Hendri .


" Okelah aku keluar dulu dan pesanku cukup satu untukmu Yud . Mulailah jujur dengan perasaan dan hatimu . Bukalah mata dan hatimu untuk yang lain , lupakan masa lalumu yang kelam dan tataplah masa depan yang lebih indah yang akan membuatmu bahagia " ucap Hendri sambil beranjak dari duduknya dan mendorong kursi ke belakang dan berbalik melangkah keluar dari ruang kerja Yuda .


Setelah Hendri tidak terlihat dari pandangannya , Yuda menutup laptopnya dan mengusap wajahnya , " apa maksud ucapannya ? apa dia curiga kepadaku ? Sekarang aku harus bagaimana ? apa aku harus mengutarakan perasaanku terlebih dahulu sebelum Hendri ? tapi bagaimana dengan Ria , apa dia akan menerimaku ? AAAARRGGGHHHH kenapa perasaan ini menyiksaku " lirih Yuda sambil mengusap wajahnya berkali - kali karena merasa frustasi dengan perasaan dan hatinya .


Sedangkan Hendri keluar dengan senyum lebar . Dia merasa puas karena sudah membuat sahabatnya itu cemburu . Hendri berjalan menghampiri Lina yang sedang duduk memunggunya di ruang tamu .


Hendri hanya mengangkat jempolnya dan tersenyum . Lina yang melihatnya pun mengangguk dan tersenyum bahagia . Lina paham maksud Hendri kalau misi mereka sedikit berhasil . Hendri tidak berbicara tentang hal itu karena ada Hanan di sana . Hanan tidak tahu rencana istrinya dengan Hendri dan Ria .


" Sudah selesai Hen kerjaannya ?" tanya Lina basa basi .


" Sudah Tan , o ya Om Tante Hendri pamit pulang dulu ya , ada acara ketemu temen - temen di luar nih sudah di tungguin ga enak kalau kelamaan " pamit Hendri sambil beranjak dan menghampiri kedua orang tua sahabatnya untuk salim .


" Ya sudah hati - hati di jalan " jawab Hanan sambil meletakkan ponsel yang sedang di pegangnya dan mengulurkan tangannya ke Hendri .


" Iya hati - hati di jalan engga usah ngebut - ngebut . Kalau sudah sampai kabari tante ya " jawab Lina sambil berdiri melangkah mendekati Hendri dan mengulurkan tangannya ke Hendri dan mengantar Hendri keluar rumah . Hendri hanya mengangguk mengiyakan perintah ibu sahabatnya itu dan mengikuti Lina .


" Sebentar lagi tante akan punya mantu sabar sedikit lagi ya Tan " goda Hendri pada Lina saat mereka berjalan keluar dengan Hendri yang merangkul bahu wanita paruh baya itu . Hubungan Hendri dan Lina memang begitu dekat , jadi Hendri sudah terbiasa memperlakukan wanita itu seperti ibu kandungnya sendiri .


" Semoga ya Hen , terimakasih bantuan kamu ya . Kamu lanjutin saja sesuka hati kamu dan Ria . Ibu sangat berharap bisa segera mempunyai menantu idaman ibu " balas Lina sambil tersenyum bahagia dan menepuk tangan Hendri yang ada di bahunya itu .


" Berdoa saja ya Tan biar bisa cepat selesai . Hendri pamit dulu ya , jaga kesehatan ya Tan " pamit Hendri lagi sambil mencium punggung tangan Lina . Bu Lina pun hanya mengangguk dan mengusap kepala sahabat putranya itu yang sudah ia anggap seperti anaknya sendiri .


Hendri pun masuk ke dalam mobil . Lina masih setia berdiri di teras memandangi kepergian Hendri menunggu mobil Hendri sampai menghilang dari pandangannya .

__ADS_1


" Ya Allah semoga apa yang menjadi impianku segera terkabul . Semoga usaha kami ke depan bisa berhasil " gumam Lina dalam hati sambil matanya masih memandangi kepergian Hendri .


__ADS_2