
Setelah selesai fitting , Ria dan Lina kembali ke toko kue . Sedangkan Yuda harus kembali lagi ke kantornya untuk melanjutkan pekerjaannya .
Setelah setengah jam berlalu , Ria dan Lina pun telah sampai di toko kue . Mereka berdua tidak langsung masuk ke toko karena Lina setelah mengantarkan Ria langsung berpamitan untuk pulang ke rumah karena Hanan sendirian di rumah . Ria pun tidak berkeberatan .
" Mama tinggal dulu ya sayang . Kasihan Papa di rumah snedirian . " pamit Lina .
" Iya Ma , terimakasih karena sudah mengantarku ke sini . Padahal tadi Ria bisa sendiri ke sininya agar Mama tidak bolak balik . " balas Ria .
" Tidak apa - apa sayang . Ya sudah Mama pergi dulu . Kamu jaga diri baik - baik . " ucap Lina .
" Iya Ma hati - hati di jalan . " balas Ria , Lina pun masuk ke dalam mobil . Mobil pun berjalan menjauh dari toko . Ria masih setia menunggu sampai mobil benar - benar hilang dari pandangannya .
Tanpa Ria sadari ada dua pasang mata yang sedang melihat ke arahnya dari dalam mobil yang terparkir di pinggir jalan .
" Itu gadis yang aku ceritakan . " ucap seorang wanita kepada rekannya .
" Baik bos akan aku kerjakan secepatnya . " balas rekan laki - laki itu .
" Aku ingin dia menghilang dari kehidupan ku dan Yuda Hanandi . Terserah mau kamu apakan wnaita itu . " ucap wanita itu lagi .
" Siap bos . " balas laki - laki itu . Laki - laki itupun keluar dari mobil setelah menerima amplop coklat dan pergi entah kemana .
Sedangkan wanita itu masih diam di dalam mobilnya .
" Bersiaplah kamu Ria , aku tidak akan membiarkanmu hidup bahagia dengan laki - lakiku . Aku tidak akan pernah memberi ampun kepada siapapun yang sudah menyakitiku . " ucap wanita itu sendiri .
Wanita itu pun menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan kawasan itu .
Sedangkan Ria memulai bekerja kembali dengan riang hati . Terlihat dari senyum yang terus mengembang dari bibirnya .
Arin yang melihat sahabatnya tersenyum sendiri pun merasa penasaran . Arin pun mendekati Ria dan bertanya kepada Ria .
" Ada kejadian apa Ri di sana ? Sepertinya ada kejadian yang menyenangkan . Sampai - sampai sahabatku ini dari tadi tersenyum terus . " tanya Arin penasaran .
" Ah , tidak ada apa - apa Rin hanya lagi seneng aja . " kilah Ria .
" Bener nih , aku tambah penasaran lho ini . " ucap Arin .
" Ish di bilangin engga percaya . Engga ada kejadian apa - apa . Aku cuma merasa bahagia aja karena gaun yang aku akan pakai nanti sangat indah sekali jadinya aku terbayang - bayang aja acara besok kalau aku pakai gaun itu . " ucap Ria berbohong .
" Ooo gitu , aku jadi penasaran juga seperti apa gaunmu nanti . Secara gaun yang sudah kamu kirimkan untukku saja seindah itu apalagi gaunmu sang pengantin . Wah jadi engga sabar menunggu 10 hari lagi . " ucap Arin bersemangat . Iya acara pernikahan Ria memang tinggal 10 hari lagi . Sedangkan acara 40 harian ayah Ria tinggal 3 hari lagi .
" Iya aku juga sudah engga sabar menunggu hari H Rin . Ternyata menyiapkan pernikahan itu melelahkan juga ya . " ucap Ria .
" Pastilah Ri , kan acara sekali seumur hidup jadi harus di buat sesempurna mungkin . " ucap Arin .
" Betul sekali " balas Ria .
Mereka pun menghentikan obrolan karena ada beberapa pelanggan yang datang . Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka .
Di tempat lain gedung bertingkat Hanandi Jaya Group , Yuda masuk ke dalam ruangannya . Terlihat Hendri yang sednag menatap laptop duduk di sofa .
Yuda yang baru sampai pun langsung mendudukan tubuhnya di sofa samping Hendri . Hendri sedikit terkejut dengan kedatangan Yuda .
" Sudah selesai fitting bajunya ? " tanya Hendri melihat ke arah Yuda .
" Sudah , ternyata sangat melelahkan juga ya bekerja sambil menyiapkan acara pernikahan . " keluh Yuda .
" Ya di nikmati aja Yud bikin acara begini kan juga untuk sekali seumur hidup kan . Kecuali kalau kamu berniat mau poligami nah itu beda cerita lagi . " ucap Hendri .
" Engga akan aku menduakan Ria . Aku engga ada niat untuk poligami . Satu saja sudah cukup . " balas Yuda dengan tegas .
" Iya bro santai aja engga perlu ngegas . Aku tahu kamu pasti engga akan poligami . Wong istri 1 aja belum berhasil kamu bobolkan ? " goda Hendri sambil menahan tawa .
" Kok kamu tahu Hen ? " tanya Yuda kaget .
" Lho yang aku katakan bener tho , padahal aku cuma niatnya menggodamu saja . Berarti sampai saat ini Ria masih perawan dong ? " ucap Hendri sambil tersenyum meledek .
" Iya , apalagi itu . Wong tadi mau nyium Ria aja ada gangguannya . Ah keselnya masih nih . " ucap Yuda frustasi .
" Hahaha . . . kasihan sekali sahabatku ini . Berarti selama satu bulan kamu belum ngapa - ngapain Ria ? " tanya Hendri di tengah tawanya . Yuda pun hanya membalas dengan anggukan kepalanya .
" Hahahaha . . . Kasihan sekali kamu Yud . " ucap Hendri .
" Jangan menertawakan aku seperti itu Hen , pokoknya nanti setelah proyek ini sudah berjalan stabil aku mau honeymoon sama Ria . Kerjaan kamu yang handel . Aku engga mau ada penolakan . Ngerti kamu Hen . . . " ucap Yuda tegas .
Hendri hanya bisa menelan salivannya .
" O ya Hen , 3 hari lagi 40 harinya ayah Satria . Apa kamu sudah menyiapkan semua yang di butuhkan ? " tanya Yuda .
" Sudah Yud , aku sudah mengirim orang untuk membantu keluarga Ria . Awalnya Bu Dewi menolak di bantu orangku tapi setelah aku bujuk melalui telepon akhirnya beliau setuju . Jadi acaranya hanya berdoa bersama saja sama membagikan sembako untuk fakir miskin dan tetangga . Ibu Dewi tidak mau kalau di buat besar - besaran . Ya sudah akhirnya kita hanya membuatkan buku yassin dan menyiapkan sembako yang di butuhkan . Untuk suguhannya Bu Dewi hanya mau memakai snack box dan nasi box saja tidak perlu catering . Nanti masak sendiri . Begitu rencananya untuk acara 40 harian bapak Satria . " jelas Hendri .
" Terus untuk persiapan acara di sini bagaimana ? " tanya Yuda .
" Sudah hampir selesai . Nanti rencananya setelah acara 40 harolian di kampung Ria . Bu Dewi dan adik - adik Ria semua ikut kita pulang ke kota dan nanti mereka menginap saja di rumahmu . Kamar di rumahmukan banyak jadi kita tidak perlu sewa kamar hotel . Gedung , Catering , dekorasi dan pernak pernik lainnya sudah aman . Aku sudah koordinasi sama WO nya . Jadi kita tinggal eksekusi saja . " ucap Hendri .
__ADS_1
" Tapi perlu sewa 1 kamar hotel Hen . " ucap Yuda .
" Untuk siapa ? " tanya Hendri bingung .
" Untukku dan Ria buat malam pertama kami . " ucap Yuda sambil menaik turunkan alisnya .
" Astaga , yang kamu pikirkan malah itunya terus . " ucap Hendri .
" Wah itu penting Hen , untuk kelangsungan masa depan keluarga Hanandi . " ucap Yuda .
" Yuda . . . Yuda . . . yang lain mikir acaranya . Kamu malah mikir malam pertamanya . " ucap Hendri sambil menepuk jidatnya .
" Hehehe . . . " Yuda hanya terkekeh . Hendri hanya mengalihkan pandangannya sebal .
" Terus untuk undangan bagaimana ? " tanya Yuda lagi .
" Undangan masih dalam proses pengiriman . Kalau tidak ada halangan besok sudah selesai mengirimnya . " jelas Hendri sambil melihat ke arah laptopnya .
" Syukurlah kalau sudah beres semua . " ucap Yuda .
" Kamu enak tinggal tanya selesai atau belum . Aku ini yang pusing harus membagi waktu ngurus kerjaan yang banyak ini dan mengontrol untuk acaramu itu . Ini sih yang mau nikah siapa yang repot siapa . " ucap Hendri kesal .
" Engga perlu kesal begitu . Nanti aku tambahi bonusmu . Dan kalau besok kamu jadi menikah dengan Arin aku akan membiayai semua acara pernikahanmu yang kamu inginkan nanti . Jadi sekarang itung - itung kamu belajar membuat acara pernikahan dulu . " ucap Yuda sambil berdiri dan berjalan ke arah meja nya .
" Bener nih Yud yang kamu ucapkan ? " tanya Hendri bersemangat .
" Ya benerlah emang seorang Yuda Hanandi Saputro pernah berbohong . " balas Yuda sambil membuka laptopnya kembali untuk melanjutkan pekerjaannya .
" Kalau begitu aku siap kamu suruh apa aja . " ucap Hendri yakin dan bersemangat .
" Kalau begitu buat permulaan hari ini kita lembur . Aku mau sebelum acara 40 harian ayah Satria pekerjaan ini sudah berkurang banyak jadi aku bisa menikmati cutiku dengan santai . " ucap Yuda .
" Aye . . . Aye siap bos . " balas Hendri bersemangat . Yuda hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu .
Di toko kue kesibukan mulai terurai . Hari mulai senja , waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore . Waktunya Ria dan Arin untuk pulang .
Sore ini Ria berencana untuk main ke kos an Arin karena ingin mengambil barang - barangnya yang masih tertinggal di kosan .
Ria pun mengirim pesan ke Yuda untuk meminta ijin mampir ke kosan untuk mengambil barangnya .
" Assalamualaikum mas , maaf mengganggu tidak ? " tulis Ria .
Tak berselang lama suara notifikasi pesan masuk pun terdengar .
" Waalaikumsalam sayang , engga ganggu kok . Ada apa ? " balas Yuda .
" Boleh dong sayang , kalau hanya ke kos atau pergi sama Arin kamu tidak perlu ijin denganku . Aku percaya sama kamu , kamu pasti bisa menjaga kehormatanmu . " balas Yuda lagi .
" Iya mas terimakasih ijinnya . Kalau nanti mas Yuda sudah pulang akunya belum pulang , aku minta maaf ya . " tulis Ria lagi .
" Tidak apa - apa sayang . Hari ini aku sepertinya lembur lagi jadi kamu jangan risau . Have fun ya . " balas Yuda .
" Ya sudah kalau begitu , aku pergi dulu ya mas . Assalamualaikum . " tulis Ria lagi .
" Waalaikumsalam sayang hati - hati di jalan ya . Nanti kalau mau pulang kabari aku . " balas Yuda lagi .
Setelah membaca pesan terakhir dari Yuda , Ria pun memasukkan ponselnya ke dalam tasnya . Ria pun keluar dari dapur . Arin sudah menunggu Ria di depan .
" Gimana Ri sudah dapet ijinnya ? " tanya Arin .
" Sudah , mas Yuda sudah mengijinkan aku pergi sama kamu . " ucap Ria senang .
" Yang benar ? " tanya Arin antusias . Dan Ria pun membalas dengan anggukan kepala .
" Asyik akhirnya kita bisa pulang bareng lagi . " ujar Arin .
" Iya , ya sudah ayo jalan ke buru maghrib . " ajak Ria .
Ria dan Arin pun berpamitan dengan Bu Kartika dan segera keluar dari toko . Mereka berjalan santai sambil bersendau gurau . Ria merasa senang karena akhirnya bisa berjalan berdua lagi dengan sahabatnya itu .
Mereka pun berbelok ke gang menuju kos an mereka . Gang itu selalu terlihat sepi . Apalagi kalau sudah menjelang maghrib , tidak ada satu orang pun yang lewat di gang ini .
Arin dan Ria yang sudah terbiasa melewati gang ini pun tidak merasa takut sama sekali . Tapi beda hari ini , entah mengapa mereka berdua merasa ada yang mengikuti .
" Ri , ini hanya perasaanku saja atau bukan ya . Perasaan dari tadi kayak ada yang mengikuti kita deh . " tanya Arin berbisik kepada Ria sambil berjalan pelan .
" Iya Rin , aku juga merasakan itu . Enaknya kita tengok ke belakang atau jangan ya ? " tanya Ria balik .
" Kalau menurutku tidak usah deh Ri , kita pura - pura tidak tahu saja dan jalan seperti biasanya . Kos kita kan sudah dekat nanti kalau sudah mau sampai kita lari cepet masuk ke kos saja . Di sana kan ada pak satpam jadi kita bisa aman . " ucap Arin dan di setujui oleh Ria .
Setelah hampir sampai di kosan , Arin pun menghitung pelan sampai tiga . Dan di hitungan ketiga Arin dan Ria pun berlari dengan kencang dan segera masuk ke dalam gerbang kos itu . Dua orang yang mengikuti mereka pun mengejar sampai di depan gerbang .
Setelah masuk ke gerbang , Arin dan Ria pun segera bersembunyi di pos penjaga kos . Pak satpam yang menjaga pun sedikit terkejut dengan kedatangan Ria dan Arin yang tiba - tiba .
" Eh . . . neng - neng berdua kenapa ke sini ? ada apa neng ? " tanya pak satpam itu .
__ADS_1
" Ssstttt . . . jangan berisik pak . Itu ada dua orang yang mengejar kami pak . " ucap Arin takut sambil menunjuk pintu gerbang kos an . Dan dua orang itu masih berdiri melihat - lihat ke dalam kosan tersebut .
" Mereka mau apa neng ? coba mamang tanya ke sana . " ucap satpam lagi .
" Kami tidak tahu pak . " balas Ria takut .
" Ya sudah neng berdua tunggu di sini biar mamang yang keluar . " ucap pak satpam itu . Ria dan Arin hanya membalas dengan anggukan kepala .
Satpam itupun keluar dan mendekati gerbang untuk menanyai kedua laki - laki besar itu .
" Selamat malam pak , bapak berdua siapa ya ? dan ada perlu apa berdiri di depan sini ? " tanya pak satpam .
" Kami mencari seorang wanita muda pak . Namanya Ria tadi kami lihat dia masuk di sini . Emangnya ini rumah siapa pak ? " tanya laki - laki besar itu .
" Ini kos - kos an pak . Kalau boleh tahu bapak berdua siapanya neng Ria ? " tanya pak satpam .
" Kami saudaranya pak . " balas singkat preman itu .
" Kalau saudaranya kok saya baru pertama kali ini ya melihat bapak berdua ? " ucap pak satpam tidak percaya .
Laki - laki besar itu pun kebingungan , akhirnya mereka pun memilih untuk pergi .
" Kalau Ria ada tolong sampaikan salam untuknya saja ya pak . Kalau tadi habis di cari saudaranya ya pak . Kami pamit pergi dulu . Terimakasih dan selamat malam . " ucap laki - laki itu langsung pergi begitu saja .
" Malam , orang aneh . " ucap pak satpam lalu pergi ke pos jaganya lagi untuk menemui Arin dan Ria .
" Sudah pergi neng orang - orangnya . " ucap pak satpam .
" Ah lega kita aman Ri . " ucap Arin .
" Kata orang - orang tadi itu saudara neng Ria . Tapi saya engga percaya soalnya saya tidak pernah melihat mereka ke sini . " cerita pak satpam .
" Saudara saya darimana . Saya saja tidak kenal ." balas Ria .
" Maka dari itu saya tidak percaya sama mereka . Lha wong neng Ria orangnya lemah lembut dan baik masak punya saudara yangbkayak preman seperti itu . Besuk - besuk harus lebih hati - hati ya neng berdua . " ucap pak satpam .
" Iya pak terimakasih nasihatnya . " balas Ria .
" Iya pak terimakasih bantuannya juga ya . " ucap Arin .
" Sama - sama neng . " balas pak satpam .
" Ayo Ri kita masuk ke kamar . Kami masuk dulu ya pak . " pamit Arin dan Ria .
" Silahkan neng . " balas pak satpam .
Ria dan Arin pun masuk ke dalam kamar kosan mereka . Ria masih terlihat takut karena kedua ornag tadi menyebut namanya .
" Mereka kira - kira siapa ya Rin ? aku jadi takut begini . " ucap Ria menahan rasa takut .
" Iya ya Ri kenapa mereka cuma menyebut namamu saja . Sebenarnya mereka itu mencarimu untuk apa ya . " balas Arin penasaran .
" Entahlah Rin , perasaan aku juga tidak memiliki musuh . Kalau begini aku jadi takut pulang sendiri . " ucap Ria takut .
" Kamu suruh suamimu menjemput saja atau kamu menginap disini itu sih pilihannya . " ucap Arin .
" Iya juga ya , aku coba telepon mas Yuda dulu kira - kira dia bisa jemput atau tidak nya . " balas Ria pasrah dan di balas anggukan oleh Arin .
Ria pun mengambil ponselnya dan mulai mencari nomer Yuda lalu meneleponnya .
" Tut . . . Tut . . . Tut . . . Tut . . . "
" Halo Assalamualaikum sayang ada apa meneleponku ? " tanya Yuda saat sambungan telepon itu diangkat .
" Waalaikumsalam mas , ehm nanti kira - kira mas Yuda pulang jam brp ? " jawab Ria .
" Nanti sekitar jam 9 atau jam 10 memang kenapa yang ? " tanya Yuda lagi .
" Nanti mas Yuda mau tidak menjemputku di kos an ? Aku takut kalau pulang sendiri . Kalau mas Yuda tidak mau , aku minta ijin menginap di sini ya . " ucap Ria bernada takut .
" Kamu kenapa Yanx tiba - tiba minta di jemput dan takut pulang sendiri ? pasti terjadi sesuatu kan ? nada suaramu juga seperti orang yang sedang ketakutan . Kamu kenapa ? " tanya Yuda khawatir .
" Iy - iya mas aku sedang ketakutan . Tadi waktu aku sama Arin jalan pulang ke kosan tiba - tiba ada orang yang mengikuti kami . Dua orang laki - laki berbadan besar berdandan seperti preman , mengikuti dan mengejar kami sampai kosan mas . Aku takut mas kalau seumpama malam ini aku pulang sendirian dan orang - orang itu masih di sekitaran kosan . Aku takut terjadi sesuatu yang tidak baik mas . " ucap Ria gemetar menahan tangis .
" Apa ? tapi kamu tidak apa - apa kan ? " tanya Yuda panik .
" Alhamdulillah aku dan Arin baik - baik saja . Kita cuma syok aja tiba - tiba dikejar orang . Untung ada Pak satpam di kos jadi kami aman ." jawab Ria .
" Ya sudah kamu tunggu aku di situ saja nanti aku jemput . Kamu jangan takut lagi ada aku di smapingmu ya . Tunggu aku di dalam saja jangan keluar - keluar . " pinta Yuda .
" Iya mas aku tunggu di dalam ya . " balas Ria lagi .
" Ya sudah kamu tenangin dulu hati kamu . Sekarang aku jalan ke situ . " ucap Yuda lagi .
" Iya mas , hati - hati di jalan . Assalamualaikum . " ucap Ria menyudahi pembicaraannya .
__ADS_1
" Waalaikumsalam sayang , tunggu aku ya . " balas Yuda dan langsung menutup teleponnya .