
Jam makan siang pun tiba , Hendri sudah datang ke toko kue 10 menit yang lalu . Saat ini ia sedang menunggu jam istirahat Ria tiba . Dengan sabar dia menunggu Ria sambil menikmati segelas kopi yang sudah ia pesan tadi . Kartika yang melihat Hendri duduk sendirian pun menghampiri laki - laki muda itu .
" Kamu menunggu Ria , Hen ? " tanay Kartika tiba - tiba yang membuat Hendri sedikit terkejut .
" Ah iya Tan . Tante dateng tiba - tiba bikin kaget saja " balas Hendri sambil menaruh ponselnya lalu mengelus dadanya .
" Maaf deh . Ada perlu apa ? kasih tahu tante dong " ucap Kartika .
" Ih tante kepo aja . Ini urusan anak muda " balas Hendri .
" Tante juga masih muda engga lihat nih wajah tante masih mudakan " Kartika memperlihatkan wajahnya di hadapan Hendri .
" Iya iya tante masih muda . Tapi ini urusan pribadi " balas Hendri sambil berbisik di telinga Kartika yang wajahnya dekat dengannya .
" Dasar anak muda sekarang . O ya Hen , tante lihat akhir - akhir ini kamu dekat sekali dengan Ria . Kamu naksir sama dia ya ? " tanya Kartika lagi .
" Hhmm kami cuma temenan aja kok Tan . Kalau naksir sih ya naksir , Hendri kan laki - laki normal . Apalagi Ria wanita yang cantik , baik dan lucu lagi siapa sih yang engga naksir sama wanita seperti itu " balas Hendri sambil memuji Ria .
" Kalian berteman beneran atau ada hubungan lain ?" ucap Kartika penasaran .
" Kali ini sih temenan Tan engga tahu ke depannya ya " Hendri menjawab pertanyaan Kartika sambil tersenyum .
" Pokoknya pesan tante cuma satu , jangan macam - macam ya sama Ria . Kalau sampai terjadi sesuatu dengannya Tante yang akan bertindak . Di sini Ria dan Arin adalah tanggung jawab Tante apalagi di sini mereka tinggal sendirian . Jadi jangan macam - macam " Kartika memperingatkan Hendri .
" Iya Tan , aku juga tidak pernah menyakiti dia . Malahan aku yang sering menjaga dia dan menemani dia jadi tenang saja " balas Hendri .
" O ya Tan , boleh tidak Hendri ijin membawa Ria keluar sebentar untuk makan siang di luar . Ada sesuatu yang mau Hendri bicarakan dengannya . Tapi kalau di sini aku tidak leluasa berbicaranya kayak ada yang mengawasi " Hendri meminta ijin kepada Kartika untuk mengajak Ria keluar dengan sedikit menggoda wanita paruh baya itu .
" Maksud kamu tante gitu yang mengawasi kalian , kurang kerjaan sekali . Dasar anak nakal . Tante ijinin tapi sebelum jam 2 tolong sudah sampai di sini lagi . Tante engga enak sama karyawan yang lain nanti dikira tante pilih kasih kan repot " Kartika mengijinkan dengan syarat agar Ria bisa kembali tepat waktu . Walau Kartika baik hati tapi dia tidak ingin mebeda - bedakan para pekerjanya .
" Siap Tan sebelum jam 2 pasti sudah Hendri pulangkan ke sini . Lagian kami keluarnya tidak akan jauh dari sini kok " jawab Hendri .
" Tante pegang janji kamu . Udah dulu ya itu ada yang datang tante layani pelanggan dulu ya " pamit Kartika smabil beranjak dari duduknya dan meninggalkan Hendri .
Jam istirahat Ria pun tiba , akhirnya Ria bisa menemui Hendri di tempat duduknya .
" Mas Hendri sudah lama menunggu aku di sini ?" tanya Ria sambil menghampiri meja yang di duduki Hendri .
" Lumayan lah sampai lumutan ini . Kamu sudah istirahat ? bisa dong temenin mas makan siang ? " tanya Hendri sambil berdiri mensejajari Ria .
" Mas Hendri belum makan ? dari tadi di sini aku kira sudah makan . Ya udah mas mau pesan apa biar aku siapin ! " tanya Ria balik .
__ADS_1
" Kamu tuh kebiasaan banget , ada orang nanya malah kamu balik nanya . Jawab dulu lah pertanyaanku tadi " ucap Hendri sambil mengusap rambut Ria .
" Ih mas Hendri juga kebiasaan banget berantakin rambut aku . Iya sudah waktuku istirahat . Puas !! " kesal Ria sambil merapiakan rambutnya karena rambutnya berantakan karena kelakuan Hendri .
" Hehehe . . . . jangan marah dong aku kan cuma bercanda . Habis kamu gemesin sih . Ya sudah ayo ikut aku kalau kamu sudah jam nya istirahat " ajak Hendri sambil meraih tangan Ria dan menggandengnya lebih ke arah sedikit menarik .
" Eeehhh . . . ini mau kemana ? kan mas Hendri bisa pesan makan di sini kenapa kita malah jalan keluar ? aku belum minta ijin sama bu Kartika mas " kata Ria yang terkejut dengan ajakan Hendri yang tiba - tiba .
" Aku mau makan di lain tempat , bosen makan di sini . Aku juga udah minta ijin ke Tante Kartika jadi jangan banyak alasan lagi untuk menolak ajakanku kali ini . Ada sesuatu yang penting mau aku bicarakan denganmu " jelas Hendri , Ria yang mendengar hanya bisa melongo saja dan pasrah mengikuti keinginan Hendri .
" Ya sudah sebentar mas aku pamit bu Kartika dan Arin dulu ya " tawar Ria .
" Ya sudah sana jangan lama - lama waktu kita engga banyak . Aku tunggu di mobil ya " ucap Hendri lagi .
Setelah selesai berpamitan dengan Bu Kartika dan sahabatnya Ria pun menghampiri Hendri yang sudah ada di dalam mobilnya . Setelah Ria masuk ke dalam mobil , Hendri pun melajukan mobilnya menuju tempat yang diinginkannya .
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang begitu ramai . Karena ini pas waktu jam makan siang jadi restoran ini banyak orang datang untuk makan siang . Hendri dan Ria pun masuk ke restoran itu dan langsung menuju ke tempat yang sudah Hendri pesan .
Hendri memesan meja paling pojok belakang agar dia dan Ria bisa berbicara dengan leluasa tanpa terganggu lalu lalang orang yang datang .
" Kita duduk di sini , aku sudah memesannya tadi " ucap Hendri sambil menarik kursi untuk Ria . Ria hanya terdiam antara bingung dan terkejut .
" Ramai sekali restorannya mas . Di sini menyajikan masakan apa mas ? " tanya Ria .
" Di sini lebih ke arah masakan China tapi jangan khawatir halal kok " jawab Hendri sambil memanggil pelayan . Ria pun hanya mengangguk mengerti .
Pelayan pun datang , " selamat siang tuan dan nona , silahkan ini buku menunya . silahkan tuan dan nona mau pesan apa ? " ucap pelayan ramah itu .
Hendri dan Ria pun dengan seksama membaca satu per satu menu yang ada di restoran itu .
" Saya pesan Kwetiau Seafood goreng 1 , Fuyunghai 1 dan minumnya Orange juice 1 ya . Kamu mau pesan apa Ri ? " tanya Hendri .
" Aku pesan Kwetiau rebus daging sapi minumnya sama saja " jawab Ria .
" Baik mohon di tunggu sebentar " ucap pelayan itu smabil meminta buku menu yang di bawa Ria dan Hendri . Pelayan pun meninggalkan mereka berdua .
" Ri , aku cuma mau ngasih tahu ke kamu . Sepertinya rencana kita bertiga sudah sedikit terlihat hasilnya . Kemarin aku main ke rumah Yuda dan Yuda bertanya denganku tentang hubungan kita . Aku sih bilang ke dia kalau hubungan kita sekarang berteman saja tapi engga tahu ke depannya . Dan kamu tahu wajahnya itu langsung berubah . Aku sih curiga kalau dia sudah tertarik denganmu dan sedang cemburu dengan kedekatan kita . Tapi saat aku tanya apa dia cemburu dengan kedekatan kita , dia tidak mau mengakuinya . Dia masih berdalih dengan alasan yang menurutku di buat - buat . Jadi kalau saranku kita tetap lanjutkan saja rencana kita sampai Yuda benar - benar mengakuinya . Dan saat itu tiba barulah kita ungkapkan semua rencana kita . Tante Lina pun juga menyuruh kita melanjutkan rencana itu " Hendri menceritakan pertemuannya itu dengan Yuda . Ria hanya diam mendengarkan Hendri berbicara .
" Maaf tuan dan nona , ini minuman pesanan anda " tiba - tiba pelayan datang mengantarkan minuman untuk mereka . Ria dan Hendri pun hanya diam dan menerimanya .
" Silahkan saya permisi dulu " pamit si pelayan dan di balas anggukan dan ucapan terimakasih dari keduanya .
__ADS_1
" Terus selanjutnya kita mau melakukan apa mas ? " tanya Ria sambil meraih minumannya .
" Ya kita teruskan saja rencana kita . Kita jalani saja senatural mungkin agar Yuda tidak curiga . Seperti yang sudah kita lakuin kita lanjutkan saja " jawab Hendri .
" Ya sudah aku ikut pengaturan dari mas Hendri saja yang sudah berpengalaman " jawab Ria sambil meminum minumannya .
" Berpengalaman bagaimana pasangan saja aku tidak punya " ucap Hendri .
" Masa sih laki - laki seperti mas Hendri ga pernah memiliki pasangan , pasti banyakkan mantan - mantan mas Hendri " ledek Ria sambil tersenyum .
" Wah bener - bener bocah ini minta di pithing lagi . Kamu engga percaya kalau aku selama ini jomblo , tanya aja sama tante Lina . Beliau tahu segalanya tentang kehidupanku . Aku jomblo terus juga gara - gara calon suamimu itu yang selalu memberiku banyak kerjaan jadi aku tidak bisa bergaul " keluh Hendri dengan wajah yang dibuat - buat sedikit cemberut .
" Ah masa sih , aku ga percaya . Nyatanya lagi lihat Arin sekali sudah kesemsem begitu " goda Ria lagi .
" Entah Ri , sampai sekarang pun aku juga bingung . Aku banyak sekali bertemu wanita , tapi engga tahu kenapa waktu lihat Arin itu jantungku kayak ada aliran listrik yang menjalar keseluruh tubuhku . Dan baru kali ini aku rasakan Ri " jawab Hendri sambil tangannya memegang dadanya dan pandangannya ke atas seakan sedang menghayal wajah Arin .
" Itu namanya getar - getar asmara mas . Itu tandanya mas Hendri sedang jatuh cinta dengan Arin . Kenapa mas Hendri tidak langsung menyatakan perasaan mas sendiri ?" tanya Ria .
" Ya kamu tahu - " pembicaraan mereka terhenti karena kedatangan pelayan yang mengantarkan makanan mereka .
" Maaf mengganggu lagi tuan . Silahkan ini pesanan anda dan ini pesanan anda nona . Selamat menikmati " ucap pelayan itu sambil berbalik dan pergi .
" Kita makan dulu aja nanti kita terusin " ajak Hendri . Ria pun hanya menurutinya .
Mereka makan sambil sedikit di selingi dengan saling melempar canda . Ria selalu tersenyum lebar jika saat bersama Hendri .
" Kamu tahu sendiri kan Ri , bagaimana sikap Arin kepadaku . Aku ingin melihat dulu apa dia memiliki perasaan juga denganku . Makanya aku mau membantumu dan tante Lina untuk menjalankan rencana ini . Kedepan akan terlihat dia terpengaruh tidak dengan kedekatan kita . Kalau dia terpengaruh berarti dia juga memiliki perasaan denganku . Satu dayung dua tiga pulau terlampaui deh jadinya ya kan " ucap Hendri sambil menaik turunkan alisnya .
" Iya juga ya mas . Tapi persahabatanku dengan Arin juga di pertaruhkan dong ? wah bahaya ini" balas Ria .
" Ya engga lah nanti kalau salah pahamnya Arin sudah berlebihan aku akan menjelaskannya semua sama dia . Kamu tenang saja " balas Hendri sambil menepuk punggung tangan Ria dengan lembut .
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata jahat yang dari tadi memperhatikan mereka berdua .
" Bukankah itu Hendri dengan wanita kampung yang di bawa tante Lina waktu itu . Ngapain mereka ada di sini , tapi kok itu Hendri memegang tangannya ? mending aku foto saja mereka , agar Yuda dan orang tuanya tahu kelakuan wanita yang kata mereka baik dan sopan ternyata murahan juga " gumam wanita itu pelan .
" Alma kamu sedang apa sih dari tadi di panggil kok engga dengar . Kamu sedang apa sih ?" tanya seorang wanita lain .
" Sebentar aku sedang ada urusan jangan ganggu dulu " ucap Alma yang masih sibuk memfoto Hendri dan Ria . Ya Alma yang dari tadi memperhatikan mereka berdua .
" Aku akan membuka topengmu di hadapan Yuda " ucap Alma lirih dengan tersenyum licik .
__ADS_1