Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Memberi Waktu


__ADS_3

Setelah berbincang - bincang dengan Hendri , Ria pun memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang itu . Tak berapa lama akhirnya ia pun tertidur karena sudah lelah menangis .


Hendri keluar dari kamar Ria dan berjalan menuruni tangga . Hanan dan Lina masih menunggunya di ruang keluarga .


" Om dan Tante belum istirahat ? " tanya Hendri yang datang menghampiri mereka .


" Kami belum mengantuk Hen . Bagaimana Hen , apa Ria sudah cerita apa yang sedang terjadi dengan mereka ? " tanya balik Lina .


Hendri pun duduk sambil mengangguk menjawab pertanyaan dari Lina . Dia menyandarkan punggungnya dan mengusap wajahnya .


" Hanya kesalahpahaman saja Tan . Mungkin biasa terjadi kepada pengantin baru harus belajar beradaptasi " ucap Hendri .


" Tapi kenapa Yuda sampai semarah seperti itu ? " tanya Lina heran .


" Menurut Hendri kondisi Yuda saat ini karena sedang labil Tan . Dia kan beberapa hari ini kurang istirahat dan tadi pagi juga habis perjalanan jauh di tambah dia terlalu stres memikirkan meeting tadi siang . Mungkin faktor itu yang memicu Yuda tidak bisa mengendalikan emosinya " ucap Hendri memperkirakan .


" Semoga saja masalah mereka cepat selesai " ucap Lina berharap .


" Aamiin . . . kita doakan saja Tante " balas Hendri .


" Ya sudah Om dan Tante istirahat dulu ya Hen . Kamu juga istirahat jangan begadang terus " ujar Lina lagi .


" Siap Tan , Hendri juga udah ngantuk banget " Hendri pun beranjak dari duduknya dan pergi menuju ke kamarnya . Di susul Hanan dan Lina yang masuk ke kamarnya juga .


Pagi pun datang , Ria yang bangun pukul 5 pagi . Setelah selesai sholat subuh , Ria pun memilih mandi dan merapikan kamarnya . Ada sedikit rasa hampa di hatinya melihat dikamarnya tidak ada sosok Yuda .


" Maaf atas ucapanku mas . Mungkin benar katamu aku terlalu keras kepala dan mementingkan egoku sendiri . Aku selalu memikirkan kesakitanku sendiri tanpa mau tahu kesakitan orang lain . Begitu egoisnya diriku terhadapmu mas " gumam Ria dalam hati sambil tangannya merapikan selimut dan bantal di ranjangnya .


Setelah selesai mandi Ria enggan untuk keluar dari kamarnya . Dia merasa tidak enak hati kepada kedua mertuanya . Akhirnya Ria memilih untuk tetap di dalam kamarnya saja sebelum masalahnya dengan Yuda selesai .


Di hotel Yuda mengerjapkan matanya . Dia sedikit terkejut dengan kehadiran Hendri yang sudah duduk manis di sofa kamar hotel itu .


" Selamat pagi Tuan Yuda Hanandi Saputro " sapa Hendri yang melihat Yuda sudah bangun .


" Ssstthh . . . Sejak kapan kamu ada di sini Hen ? bagaimana bisa kamu masuk ke kamarku ? " tanya Yuda heran sambil tangannya memegang kepalanya yang masih terasa pusing .


" Aku dari jam 4 tadi udah jalan ke sini . Aku cuma mau memastikan kamu baik - baik aja atau tidak . Aku meminjam kunci duplikat dari receptionis makanya aku bisa masuk ke sini " ucap Hendri sambil menyesap secangkir kopi panas yang ia pesan tadi . Hendri sejak malam tidak bisa tenang memikirkan sang sahabat . Setelah beristirahat beberapa jam akhirnya di memutuskan untuk pergi ke hotel tempat Yuda menginap untuk memastikan kondisi Yuda .


" Kepalaku pusing sekali Hen ! ! ! " keluh Yuda yang mencoba bangun dari tempat tidurnya .


" Jangan dipaksa turun dulu Yud " Hendri pun menangkap tubuh Yuda yang hampir jatuh ke depan . Hendri pun membantu mendudukan tubuh Yuda di atas ranjangnya lagi .


" Aku ingin ke kamar mandi . Tapi kepala ini terasa pusing sekali " keluh Yuda .


" Lebih baik kamu istirahat saja dulu di sini . Aku sudah pesankan sarapan untukmu dan itu sudah di antar ke sini " ucap Hendri yang duduk di samping Yuda di pinggir ranjang itu . Yuda tidak membalas ucapan Hendri . Dia hanya memijat kening kepalanya sambil menyandarkan kepalanya di kapala ranjang itu .


" Kamu butuh apalagi biar aku siapkan ? kondisimu kacau sekali Yud " ujar Hendri yang melihat penampilan Yuda yang berantakan dengan mata sembab dan rambut acak - acakan .


" Engga butuh apa - apa Hen , aku hanya butuh sendiri saja " ucap Yuda yang menghentikan kegiatan memijit keningnya dan mendongakan kepalanya nenerawang jauh pandangan kosongnya ke langit - langit kamar itu .


" Jangan seperti ini Yud , kasihan kedua orang tuamu . Semalam mereka panik sekali melihatmu pergi tanpa pamit seperti itu . Kamu harus jaga emosionalmu agar penyakitmu itu tidak kambuh " ucap Hendri menasehati .


" Sudah kambuh Hen , tadi malam aku sampai dipapah oleh petugas hotel karena aku sudah tidak sanggup untuk berjalan lagi . Aku pergi juga agar membuat suasana rumah baik - baik saja . Kalau aku tetap di sana , aku takut lepas kontrol dan membuat kedua orang tuaku kecewa Hen " ujar Yuda yang masih mendongakkan kepalanya memandang langit - langit kamar itu . Tanpa di duga air matanya pun mengalir .


" Aku tadi malam sudah bicara dengan Ria . Dia sudah menyadari kesalahannya Yud , dia menyadari kalau yang dia ucapkan sudah sangat menyinggung perasaanmu . Maaf aku harus ikut campur dalam masalah rumah tanggamu . Dia titip ke aku permintaan maaf untukmu darinya . Dia berjanji akan mencoba membuka hatinya dengan lapang dan legowo . Dia juga akan belajar membuka lembaran baru denganmu dan melupakan masalalu " ucap Hendri . Yuda yang mendengarpun merasa tidak percaya .

__ADS_1


" Apa benar itu semua yang Ria ucapkan denganmu Hen ? jangan coba - coba kamu membohongiku hanya agar aku senang " ucap Yuda tidak percaya .


" Buat apa aku berbohong denganmu Yud engga ada untungnya . Kalau kamu mau percaya ya syukur tapi kalau kamu tidak percaya denganku ya terserah " ucap Hendri yakin . Yuda hanya memandang mata Hendri tidak ada kebohongan dari sorot matanya .


" Hah . . . Tapi aku ingin di sini dulu Hen , aku ingin menenangkan pikiran dan hatiku terlebih dahulu " ucap Yuda lagi .


" Ya terserah kamu , aku mau ke kantor dulu . Jangan lupa sarapan lalu minum obatmu . Ponselmu jangan dimatikan lagi dan yang penting kabari kedua orang tuamu . Punya ponsel itu di pakai jangan cuma buat pajangan aja . Nanti aku kesini lagi lihat perkembangan kondisimu . Ini aku bawakan beberapa baju ganti untukmu . Kalau kondisimu memburuk segera kabari aku " ucap Hendri lagi . Yuda hanya mengangguk dan merebahkan kembali tubuhnya . Dia masih merasa tidak enak badan . Kepalanya masih terasa sangat pusing dan badannya sedikit terasa kaku .


Hendri pun pergi keluar dari kamar hotel tempat Yuda menginap . Yuda masih rebahan , dia menyalakan kembali ponsel yang sejak tadi malam ia matikan . Tak berselang lama banyak suara pemberitahuan yang masuk .


Banyak panggilan tak terjawab dari Lina , Hendri dan Ria . Dan banyak juga pesan yang masuk dari ketiga orang itu dan beberapa rekan kerjanya .


Yuda membuka satu persatu pesan yang masuk ke dalam ponselnya . Dia membaca semua pesan itu dan membalasnya .


Setelah membaca dan membalas pesan dari rekan kerjanya . Yuda memilih menghubungi sang Mama . Yuda hanya ingin memberi kabar agar sang ibu tidak khawatir dengan kondisinya lagi . Yuda pun menekan nomor telepon sang ibu .


" Tut . . . Tut . . . Tut . . . Halo . . . !!! " terdengar suara dari seberang telepon .


" Halo Assalamualaikum Ma " balas Yuda .


" Waalaikumsalam Yud , kamu tadi malam kemana aja Mama berkali - kali telepon kamu tapi nomor kamu tidak aktif ? Mama khawatir dengan kondisimu nak " tanya Lina khawatir .


" Mama tidak perlu khawatir lagi ya , Yuda baik - baik saja kok . Sekarang Yuda lagi menginap di hotel dan sementara waktu mungkin Yuda tidak bisa pulang dulu ya Ma karena harus menyelesaikan pekerjaan Yuda yang ada di luar kota " bohong Yuda .


" Iya nak Mama ngerti tapi ponselmu jangan kamu matikan lagi . Mama khawatir kalau tidak bisa menghubungimu " balas Lina .


" Iya Ma maaf , tadi malam ponsel Yuda habis baterai jadi mati sendiri " kilah Yuda .


" Iya sudah kamu hati - hati ya , jaga dirimu baik - baik . Jangan lupa makan dan sholat ya nak " ucap Lina menasihati .


" Iya pasti Mama jagain untukmu nak . Cepat lah pulang ya " ucap Mama .


" Ya sudah Yuda matikan dulu ya Ma . Yuda mau nerusin pekerjaan Yuda dulu " ucap Yuda berbohong .


" Iya nak " jawab Lina .


" Assalamualaikum Ma " ucap Yuda .


" Waalaikumsalam hati - hati ya " ucap Lina lagi .Yuda pun mematikan ponselnya .


Setelah mengabari sang ibu Yuda pun mulai membuka satu persatu pesan yang Ria kirimkan .


" Mas ada dimana ? maafkan aku kalau ucapanku sudah sangat menyakitimu . Sekarang aku sadar atas kesalahanku . Aku terlalu memikirkan rasa sakit hatiku sendiri tanpa memikirkan sakit hatimu juga . Aku begitu egois sampai tidak bisa melihat ketulusan hatimu . Mas pulanglah kita selesaikan masalah kita . Kasihan Mama dan Papa kalau melihat kita seperti ini " tulis Ria .


" Apa benar dia sudah mulai membuka hatinya kepadaku ? " gumam Yuda . Yuda pun membuka pesan yang lain .


" Mas kenapa ponselmu tidak aktif ? kamu dimana ? kamu baik - baik sajakan ? " tulis Ria lagi .


" Kalau memang mas belum mau pulang , ya sudah tidak apa - apa . Aku akan menunggumu di rumah . Jaga kesehatanmu baik - baik . Sekali lagi maafkan aku mas , aku sudah egois kepadamu . Mataku seolah tertutup , sehingga tidak bisa melihat ketulusan hatimu . Maafkan aku mas " pesan Ria yang lain .


Yuda hanya bisa menggenggam erat ponselnya . Dia masih enggan untuk membalas atau berkomunikasi dengan istrinya itu . Apalagi sekarang kondisinya masih tidak baik .


" Aku sudah memaafkanmu Ri . Sebenarnya aku tidak bisa jauh darimu . Tapi aku masih butuh waktu untuk menenangkan hati dan pikiranku . Aku tidak mau kalau aku sampai menyakitimu lagi . Berikan aku waktu Ri , agar kita bisa sama - sama melangkah ke kehidupan baru kita dengan hati yang baru juga " ucap Yuda berbicara sendiri .


Yuda pun meletakkan ponselnya di atas nakas . Yuda mencoba bangun dari tempat tidurnya . Dengan jalan pelan dan berpegangan , Yuda berjalan menuju sofa dan meja yang sudah tersaji makanan untuk dia sarapan . Yuda sangat merasa lapar karena sejak tadi malam ia belum makan sesuap nasi pun .

__ADS_1


Yuda pun menghabiskan sarapannya dan meminum segelas susu yang sudah Hendri pesankan untuknya . Setelah sarapan Yuda masih duduk bersandar di sofa itu . Dia masih memikirkan langkah berikutnya yang akan dia pilih .


Hari ini dia memilih untuk tidak masuk ke kantor karena kondisinya yang belum membaik . Setelah beberapa saat hanya duduk termenung , Yuda pun emmilih untuk kembali ke ranjangnya lagi . Dia meminum obatnya dan berbaring kembali di atas ranjangnya .


Satu hari ini dia memilih untuk bermalas - malasan saja di dalam kamar hotel itu sambil memulihkan kondisinya . Setelah beberapa kali hanya membolak balikkan tubuhnya . Yuda pun akhirnya terlelap kembali karena pengaruh dari obat yang dia minum .


Sedangkan Ria di rumah akhirnya memutuskan untuk keluar dari kamar di siang hari . Setelah dia berusaha menguatkan hatinya , Ria pun memilih menemui kedua mertuanya yang sedang makan siang .


" Selamat siang Pa , Ma " sapa Ria .


" Siang nak , sini duduk . Bagaimana kamu sudah baikan Ri ? " tanya Lina .


" Sudah mendingan Ma , aku hanya kurang tidur saja " kilah Ria .


" Syukurlah kalau begitu . Ayo makan siang bareng , Mama masak makanan kesukaanmu lho " ucap Lina lagi .


" Terimakasih Ma , maaf ya Ma Ria tidak membantu Mama " ucap Ria tidak enak hati .


" Tidak apa - apa nak , kamu kan sedang tidak enak badan Mama maklum kok " ucap Lina .


Ria pagi tadi membuat alasan tidak enak badan saat di panggil Bi Sari untuk sarapan . Sampai akhirnya Bi Sari di suruh Lina untuk mengantarkan sarapan Ria ke kamarnya . Ria sebenarnya tidak enak tapi pagi tadi dia benar - benar enggan untuk keluar kamar .


Ria , Hanan dan Lina pun makan siang bersama .


" Pa , Mama setelah ini minta ijin mau ke toko kue ya , sudah lama Mama tidak ke sana " ucap Lina kepada sang suami di sela makan siangnya .


" Ya Ma , perlu Papa antar atau tidak ? " balas Hanan .


" Tidak usah Pa , Mama di antar supir saja . Katanya Papa mau ke kantor ? " ucap Lina lagi .


" Iya Papa mau ngecek aja " balas Hanan lagi .


" Ma , apa Ria boleh ikut Mama ke toko kue ? Ria mau ketemu Alin . Sudah lama kami tidak bertemu " Ria yang mendengar percakapan sang mertua pun jadi ingin ikut keluar rumah .


" Mama sih seneng - seneng aja kamu mau ikut , Tapi kondisi kamu bagaimana ? " tanya Lina khawatir .


" Aku sudah tidak apa - apa kok Ma " ucap Ria .


" Ya sudah di ajak aja Ma . Lagian kasihan Ria juga kalau di rumah sendirian " timpal Hanan .


" Ya sudah , nanti setelah makan kita siap - siap" ucap Lina .


" Terimakasih Ma , Pa " ucap Ria senang .


" Sama - sama sayang " balas Lina sambil mengusap kepala Ria .


Mereka pun melanjutkan makan siangnya . Setelah selesai makan mereka pun masuk ke kamar mereka masing - masing untuk bersiap pergi .


Ria siang ini memakai pakaian kasual . Kaos rajut lengan panjang dan celana jeans panjang . Rambutnya dia kucir ekor kuda . Tak lupa dia poles wajahnya dengan make up tipis kesukaannya biar tidak terlihat pucat . Setelah selesai berdandan , Ria mengambil sepatu kets favoritnya .


Setelah semua di rasa cukup , Ria pun keluar dari kamarnya sambil mengalungkan tas selempangnya .


Ria turun ke bawah dan menunggu sang ibu mertua di ruang keluarga . Ria menunggu Lina sambil memainkan ponselnya . Dia mengecek pesan yang dia kirimkan kepada sang suami .


" Ponselnya sudah aktif , pesan - pesanku juga sudah dibaca . Kenapa dia tidak membalasnya ? Apa dia masih marah denganku ? Hah . . . aku biarkan dia tenang dulu sajalah . Mungkin dia masih butuh waktu " gumam Ria dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2