Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Masa Lalu


__ADS_3

" Iiii - itu , nanti aku jelaskan kepadamu dan aku ceritakan semuanya samamu . Sekarang lebih baik kita bersih-bersih dulu dan istirahat . Kamu pasti lelahkan habis perjalanan jauh . " ucap Yuda lembut .


Ria hanya diam memandang sang suami lalu mengangguk .


" Ma , Pa kami ke kamar dulu mau bersih-bersih dan istirahat sebentar." pamit Yuda .


" Iya nak , kalian istirahat saja . Ria sayang tidak perlu kamu pikirkan tentang wanita tadi . Biar nanti Yuda yang akan menceritakan semua kepadamu . Jangan berburuk sangka terlebih dahulu ya sayang . " balas Bu Lina lembut .


" Iya Ma ." jawab Ria singkat .


Yuda pun mengajak Ria untuk pergi ke kamar mereka . Sesampainya di kamar , merekapun bergantian untuk mandi dan berganti pakaian . Setelah selesai berganti pakaian , mereka pun menjalankan sholat berjamaah yang belum mereka kerjakan .


Setelah selesai melipat mukenanya , Ria memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang . Tidak dapat di pungkiri jika di dalam hati dan pikirannya terganggu dengan kejadian yang baru saja terjadi .


Yuda yang baru selesai berdzikir pun melihat ke arah istrinya yang terlihat sedang melamun dengan pandangan menerawang jauh ke depan .


" Pasti Ria masih kepikiran dengan kejadian yang baru saja terjadi . Apa sebaiknya aku ceritakan semua masa laluku saja kepadanya . Mungkin ini sudah waktunya , Ria tahu semua perjalanan masa laluku ." ucap Yuda dalam hati .

__ADS_1


Yuda berjalan mendekati sang istri lalu duduk di tepi ranjang di sisi sang istri lalu membelai lembut kepala istrinya itu .


" Kamu pasti memikirkan kejadian tadikan sayang ?" tanya Yuda dengan lembut sambil menatap Ria .


Ria yang masih melamun pun sedikit tersentak kaget , " eh udah selesai ya mas ? Ga kok aku hanya capek saja ." kilah Ria .


" Jangan bohong , tanya saja apa yang mau kamu tanyakan . Mas sudah siap kok untuk menceritakan semuanya kepadamu . " jawab Yuda sambil menatap Ria .


" Aku tidak mau memaksamu mas , aku takut nanti jika memaksamu bercerita itu akan mengingat kan mu akan lukamu yang lalu ." balas Ria lagi .


" Aku dan Miranda adalah teman dari sekolah menengah atas . Saat itu kami hanyalah teman bermain dan belajar kelompok . Miranda adalah wanita yang cantik dari dulu dia banyak disukai teman laki-laki di sekolah kami . Aku pun juga terpesona dengan kecantikan dia saat itu . Aku dan Miranda sering terlibat proyek bersama . Setiap sekolahan kami ada acara selalu kami berdua di libatkan . Dari kedekatan - kedekatan ini membuat aku semakin suka kepadanya dan jatuh hati kepadanya . Sampai pada akhirnya, saat acara perpisahan sekolah, aku beranikan mengutarakan perasaanku kepadanya dan dia pun menerimanya . Saat itu aku sangat bahagia . Sampai akhirnya kamipun masuk ke kampus yang sama . Hubungan kami pun semakin dekat . Aku pun mengenalkannya kepada Mama dan Papa setelah 2 tahun kami berhubungan . Singkat cerita setelah selesai kuliah aku melanjutkan ikut mengurus perusahaan yang Papa punya . Saat itu aku masih menjadi staf biasa karena memang keinginanku untuk mengawali karir dari jabatan yang terendah . Setelah sekian tahun berhubungan dengan Miranda semakin terlihat sifat buruknya . Dia suka sekali berbelanja barang - barang bermerek . Padahal jika di lihat latar belakang keluarganya juga bukan dari orang yang berlimpah kekayaan . Di situ aku belum curiga apa - apa kepadanya karena masih di mabuk asmara . Tak jarang pun aku terkadang juga membelikan barang - barang yang ia minta . Dari tas , pakaian sampai jam tangan . Sampai akhirnya aku naik jabatan dan diangkat menjadi wakil nya Papa . Sifat borosnya Miranda pun semakin menjadi-jadi . Itu pun aku masih belum menyadarinya , padahal sudah di peringatkan oleh Mama . Namun tidak aku dengarkan , malah ingin mengajak Miranda untuk menikah . Karena saat itu aku berfikir sudah terlalu lama berpacaran dengannya . Sampai pada akhirnya persiapan pernikahan pun selesai dan tinggal menunggu hari H saja . Hari H pun tiba saat tiba-tiba Hendri dan kedua orang tuaku menghampiri ku yang saat itu masih bersiap-siap untuk acara pernikahan ku itu . Saat itu wajah Hendri dan Mama Papa terlihat suram , aku yang melihat pun merasakan tidak enak . Mereka mendekatiku , mama langsung memelukku menangis . Aku tambah bingung . Hanya 1 kalimat yang mama ucapkan dan membuatku runtuh . " Kata Yuda terdiam .


" Apa mas yang di ucapkan Mama ?" tanya Ria penasaran .


" Mama hanya mengucapkan ,( Sabar ya nak , Miranda tidak ada kabar dan entah pergi kemana, dia kabur nak . ) Saat itu bagai di sambar petir aku hanya diam terpaku melihat ke arah Papa dan Hendri . Dalam pikiranku tidak percaya jika Miranda akan membuatku dan keluargaku malu seperti ini . Setelah Mama melepaskan pelukannya , aku pun hanya tersenyum kecut sambil terus berusaha menghubungi nomor Miranda . Dan benar nomor nya tidak aktif dan hanya ada suara operator yang kudengar . Berkali-kali aku coba tetap nihil sampai tanpa sadar aku melempar handphoneku sampai hancur karena membentur tembok . Emosiku naik , Papa dan Mama mencoba menenangkan ku saat itu . Aku bingung harus apa , acara akan di mulai 1 jam lagi . Undangan juga pasti sudah akan berdatangan . Aku kalut bingung entah harus apa . Sampai akhirnya Papa dan Hendri yang mengatasi kekacauan di vanue . Banyak para undangan yang marah dan merasa di bohongi . Papa , Mama dan Hendri serta keluarga yang lain pun sampai harus menahan malu karena mendadak harus membatalkan acara . Aku sampai tidak berani menampakkan wajahku di hadapan mereka semua . Aku marah , kecewa , malu dan merasa bersalah karena sudah membuat nama kedua orang tuaku tercoreng . Sampai akhirnya aku dan keluargaku semua memilih meninggalkan tempat acara dan pulang ke rumah . Di dalam perjalanan pun aku hanya bisa diam membisu begitupun keluargaku yang lain . Sesampainya aku dan kedua orang tuaku serta Hendri di rumah . Kami dikejutkan dengan pertengkaran antara satpam kami dengan beberapa pria bertubuh besar di depan gerbang kami . Aku yang masih merasa terguncang pun mencoba untuk turun mencari tahu apa yang terjadi . Papa , Mama dan Hendri pun ikut turun . Kami menemui pria-pria besar itu dan menanyakan maksud kedatangan mereka kemari . Mereka pun mengutarakan maksud kedatangan mereka ke sini . Dan alangkah terkejutnya kami dengan apa yang di ucapkan para pria-pria itu . Kamu tahu apa yang di ucapkan mereka ?" tanya Yuda menggoda sang istri yang masih fokus menyimaknya bercerita .


Ria hanya menggelengkan kepala , " Mana aku tahu emang aku ada di situ ?" jawab Ria kesal . Yuda tersenyum melihat respon sang istri . Saat tahu karena di goda sang suami , Ria hanya membalas dengan mencubit kecil sang suami yang sudah menggodanya .

__ADS_1


" Cepetan di lanjuti malah diam dan ganggu aku , gimana sih mas . Aku udah penasaran ini ." jawab Ria .


" Iya iya aku lanjutin . " balas Yuda . Yuda pun melanjutkan ceritanya lagi .


" Mereka hanya mengucapkan , " Tuan Yuda Hanandi ya , cepat bayar hutangnya . Sudah jatuh tempo ini " . Aku , Mama , Papa dan Hendri kaget setengah mati karena kami merasa tidak punya hutang waktu itu . Aku pun memandang ke arah Papa dan Papa hanya menggeleng lemah tanda Papa pun tidak memiliki hutang . Begitupun Hendri . Akhirnya kami memutuskan mengajak pria-pria tersebut untuk masuk ke dalam rumah dan menanyakan jelasnya tentang hutang itu . Setelah masuk rumah dan berbincang-bincang akhirnya kami tahu kalau yang berhutang itu Miranda dan yang bikin marah dia memakai namaku . Dan nilai nominal hutang itu yang bikin kami syok . Miranda berhutang sampai hampir 2,5 milyar . Aku yang mendengar sampai merasa lesu . Wanita yang begitu aku cintai ternyata begitu menorehkan luka yang begitu dalam . Bukan hanya hatiku yang terluka tapi juga hati dan nama orang tuaku yang tercemar . Papa yang mendengar itupun hanya menghela nafasnya dengan panjang . Aku bingung mau membayar hutang - hutang itu pakai apa . Saat itu tabunganku pun telah habis untuk mempersiapkan acara pernikahan . Akhirnya Papa meminjamkan aku uang itu untuk membayar hutang itu . Awalnya Papa mau membayar nya namun aku menolaknya karena aku merasa malu terhadap kedua orang tua ku . Akhirnya dengan kesepakatan pinjaman aku pun mengiyakan . Aku mengganti uang Papa dengan cara di potong gaji atau bonus yang sudah di sepakati sebelumnya . Dan saat itu juga perusahaan belum sebesar sekarang . Makanya setelah kejadian itu aku bertekad untuk membayar rasa malu kedua orang tuaku dengan bekerja keras membangun perusahaan Papa yang ia rintis . Aku sampai seperti robot . Aku merasa mati rasa terhadap semua wanita saat itu . Senyum , tawa ku lenyap seiring luka yang Miranda torehkan kepadaku . Namun saat aku bertemu denganmu saat pertama kali aku melihatmu , entah kenapa hati ini bergetar . Ada rasa yang aneh yang aku rasakan . Kamu jangan termakan ucapan Miranda jika kamu hanya pelampiasan ku saja . Tidak Ria , kamu bukan pelampiasanku . Kejadian itu sudah 4 tahun yang lalu . Dan yang bisa kamu pastikan jika kamu adalah cintaku dan pelabuhan hatiku yang terakhir. Kamu adalah obat dan pelipur laraku . Aku sudah menutup rapat lukaku dari dulu dan di tambah kehadiranmu bagai obat dna vitamin untukku . Aku sudah melupakan lukaku itu . Jadi kamu percayakan dengan ucapanku ?" ucap Yuda .


Ria yang mendengar kata-kata sang suami pun merasa terharu . Dan dia hanya mengangguk an kepalanya tanda dia percaya dengan ucapan sang suami .


" Aku percaya dengan ucapan dan cerita kamu mas . Masa lalu mu adalah masa lalu mu yang perlu kamu tutup rapat . Dan sekarang ada aku masa depan mu . Kita buka lembaran baru masa depan bersama . Jadi tidak perlu kamu ungkit atau ceritakan lagi masa lalumu itu lagi . Sekarang yang penting kita melangkah ke depan tanpa menengok ke belakang lagi ya . " balas Ria sambil menggenggam tangan Yuda .


Yuda pun tersenyum dan menarik Ria ke dalam dekapannya . Di peluknya tubuh mungil Ria itu penuh kehangatan. " Terimakasih sayang , kamu sudah hadir di dalam hidupku . Terimakasih sudah merubah robot ini menjadi manusia lagi . Tolong beri warna dalam hidupku yang hampa ini . " ucap Yuda sambil mengelus punggung Ria yang masih dia peluk . Tanpa Ria sadari ada air mata yang keluar dari mata sang suami .


" Iya mas , kita jalani masa depan ini bersama sama ya . Tidak perlu kamu ingat lagi masa lalu mu . Dan hilangkan rasa benci mu terhadap Miranda biar hidupmu lebih baik . Ikhlaskan apa yang terjadi . Kamu akan merasa ringan menjalaninya . Bisa ya ? Aku bantu deh ." pinta Ria .


Yuda perlahan melepas pelukan ke istrinya smabil menghapus air mata yang keluar agar Ria tidak melihatnya menangis .


" Akan mas coba ya sayang ." balas Yuda . Ria pun tersenyum memandangnya .

__ADS_1


__ADS_2