
Hari sudah mulai senja dan toko pun bersiap untuk tutup . Bu Kartika menutup tokonya lebih awal dari biasanya karena beliau memiliki acara . Dari buka toko hari ini pun Bu Kartika tidak datang ke toko . Baru 2 jam yang lalu Bu Kartika menyempatkan datang hanya untuk menyerahkan gaji karyawan dan menutup tokonya . Ria dan Arin pun ikut bersiap untuk pulang . Sebelum pulang Bu Kartika memanggil Ria dan Arin .
" Ria , Arin ini gaji kalian bulan ini . Ibu suka dengan cara kerja kalian . Semoga kalian masih betah kerja di sini ya " ucap Bu Kartika .
" Terimakasih banyak bu . InsyaAllah kami betah kok bekerja di sini . Bos nya baik hati begini masak tidak betah bu " jawab Ria menggoda .
" Terimakasih bu , aku juga betah kok kerja disini . Bosnya cantik dan baik hati begini " timpal Arin .
" Kalian ini selalu menggoda saya . Sudah sana kalian pulang . Pergunakan gaji kalian ini dengan baik ya jangan boros - boros " balas Bu Kartika .
" Baik Bos " jawab Ria dan Arin bersama .
" Dasar bocah nakal " ucap Bu Kartika .
Ria dan Arin pun tertawa bersama . Merekapun pulang dengan riang gembira . Senyum di wajah mereka terus mengembang . Mereka pulang ke kos mereka . Tak lupa mereka singgah di minimarket untuk membeli kebutuhan mereka . Setelah selesai merekapun kembali ke kos mereka . Sesampainya di kosan , tanpa basa basi Ria langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badannya . Ria langsung menunaikan ibadah shalat maghrib . Setelah selesai dia memakai riasan yang tipis dan natural .
" Ri , kamu mau kemana ? tumben selesai mandi kamu memakai make up ? " tanya Arin bingung .
" Eh aku belum cerita sama kamu ya Rin . Aku mau pergi sama mas Hendri malam mingguan . Tadi waktu di toko mas Hendri mengajakku pergi . Ya aku terima ajakannya , kapan lagi malam minggu ada yang mengajak keluar " jawab Ria sambil tersenyum .
" Ooo pergi sama Mas Hendri , jangan pulang malam banget ya Ri . Aku males kalau malem - malem sendirian " balas Arin .
" Iya aku sudah bilang sama Mas Hendri kok kalau aku ga bisa pulang malam " ucap Ria lagi .
Setelah sebentar berbincang , Arin pun beranjak dan masuk ke kamar mandi . Ria pun melanjutkan merias wajahnya . Ria terlihat segar dengan riasan minimalis yang biasa ia lakukan . Arin yang sudah selesai membersihkan diri pun keluar dari kamar mandi . Ia lalu merapikan barangnya yang tadi ia beli di minimarket .
" Mas Hendri mau mengajak kamu kemana Ri ?" tanya Arin sambil tangannya sibuk menatap barangnya .
" Mas Hendri tadi bilang mau mengajakku menonton bioskop , jalan - jalan dan makan malam . Emangnya kenapa Rin ? " tanya Ria sambil melirik Arin dan tersenyum tipis .
" Ah ga kenapa - kenapa aku hanya tanya saja " jawab Arin yang masih di sibukkan dengan kegiatannya .
" Kamu mau aku bawakan apa ? makanan atau jajanan ? " tanya Ria .
Arin pun membalikkan badannya menghadap punggung Ria setelah selesai pekerjaannya .
" Terserah kamu aja Ri " jawab Arin terlihat lesu .
Ria yang melihat wajah sahabatnya dari kaca pun membalikkan tubuhnya dan memandnagi Arin secara langsung . " Kamu kenapa Rin kok mukamu terlihat lemah dan lesu begitu ? " tanya Ria .
" Ah enggak apa - apa Ri mungkin hanya karena pengaruh aku yang lagi haid saja " jawab Arin .
" Bener nih kamu tidak apa - apa ? kalau engga apa aku batalin aja janjianku sama Mas Hendri biar aku bisa menemanimu disini " ucap Ria .
" Jangan Ri kasian Mas Hendri , aku tidak apa - apa kok . Kamu kalau mau pergi , pergi saja tenang saja ya " tolak Arin .
" Bener nih ? " tanya Ria balik .
" Bener aku tidak apa - apa kamu pergi saja . Nanti aku biat tidur saja " bujuk Arin .
" Hubungi aku kalau kamu butuh sesuatu ya Rin . Ponselmu aku minta jangan di matikan kalau sewaktu - waktu aku hubungi biar tersambung " pinta Ria .
" Iya ga akan aku matikan . Kamu di jemput jam berapa ? " tanya Arin lagi .
" Mas Hendri tadi bilang mau jemput jam 7 " jawab Ria yang melanjutkan merias wajahnya .
" Ini sudah jam 7 kurang 20 menit kamu cepet sedikit Ri meriasnya " ucap Arin itu membuat Ria sedikit terkejut .
" Hah kurang 20 menit , ya udah ah begini saja . Ini juga sudah lumayan . Yang penting ga terlihat kucel " ucap Ria membuat Arin menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu .
" Ponsel sudah , dompet sudah , tisu sudah parfum sudah apalagi ya ? " gumam Ria yang sedang mengecek barang bawaannya di dalam tas . Arin yang sedang tidak enak badan pun hanya menyimak saja .
" Sudah semua , aku sudah rapikan Rin ? " tanya Ria pada Arin .
" Sudah Ri " jawab Arin singkat .
" Udah gih sana nanti Mas Hendri ke buru datang lho " ucap Arin .
" Iya , aku pergi dulu ya Rin . Kalau ada apa - apa tolong kabari aku " pinta Ria .
__ADS_1
" Iya nanti aku kabari . Udah ih sana aku mau tidur nih . Jangan lupa bawa kunci cadangan ya . Dan tolong pintunya kamu tutupin dan kunci saja dari luar aku sudah malas buat bangun nih " pinta Arin yang sudah siap untuk memejamkan matanya .
" Iya nanti aku tutupin . Baik - baik di sini ya Rin . Sebelum jam 10 aku sudah pulang kok " pamit Ria dan di balas anggukan lemah dari Arin .
Ria pun keluar kamar dan mengunci kamar kos nya dengan kunci yang ia bawa . Ria berjalan menuju gang jalan besar . Dia menunggu Hendri yang belum menjemputnya . Setelah hampir setengah jam menunggu akhirnya yang ditunggu pun datang . Hendri memarkirkan mobilnya dipinggir jalan . Hendri pun keluar dari mobil dan menghampiri Ria .
" Maaf banget Ri aku telat menjemputmu . Semua ini gara - gara Yuda yang tiba - tiba ngasih aku kerjaan banyak banget . Maaf ya cantik " ucap Hendri
" Iya mas ga apa - apa aku juga belum lama kok menunggumu baru 25 menit " jawab Ria .
"Ayo kita berangkat sekarang ? " ajak Hendri .
" Ayo " sambut Ria .
Hebdri pun membukakan pintu mobil untuk Ria . Hendri membukakan pintu yang depan agar mereka mudah untuk berbincang . Ria pun menyambut baik perlakuan Hendri kepadanya .
" Silahkan masuk tuan putri " seloroh Hendri .
" Terimakasih pangeran " Ria pun membalasnya .
Setelah menutup pintu mobil , Hendri pun berlari kembali dan masuk ke dalam mobilnya di bagian kendali mobil .
Hendri pun bersiap untuk melajukan mobilnya .
" Sudah siap Ri ? " tanya Hendri smabil memandangi Ria yang duduk di sampingnya .
" Sudah mas " jawab singkat Ria .
" Bismillahirohmanirohim Let's Go " ucap Hendri . Ria pun hanya tersenyum .
" Mas tadi di kantor tidak terjadi apa - apa kan ?" tanya Ria .
" Ga terjadi apa - apa Ri , hanya Yuda saja yang uring - uringan " jawab Hendri .
" Sebenernya cara kita membalas tuan Yuda ini benar atau salah ya mas ?" tanya Ria lagi .
" Kalau menurutku sih udah bener Ri . Aku percaya sama tante Lina kalau apa yang kita lakuin ini sudah benar . Kita kan ingin membuat Yuda bisa membuka hatinya dan kau bisa membalasnya . Jadi kita perlu membuatnya terbakar cemburu terlebih dahulu dan buat dia tidak bisa mengendalikan dirinya dan akhirnya terbuka sama kita tentang isi hatinya Ri " jawab Hendri .
" Siapa Ri yang kamu maksud ? " tanya Hendri penasaran .
" Ah mas Hendri pura - pura ga tahu " goda Ria sambil melihat ke arah Hendri .
" Apa maksud kamu Arin ? " tanya Hendri penasaran .
" Siapa lagi kalau bukan dia " ucap Ria sambil menaik turunkan alisnya .
" Masak sih Ri dia cemburu ? " ucap Hendri tak percaya .
" Aku sih masih belum yakin Mas , tapi dilihat dari gelagat nya kayaknya Arin ga suka aku deket sama Mas Hendri deh " jawab Ria mengambang .
" Kayaknya misi kita ini akan mendapatkan 2 umpan sekaligus ya Ri " ucap Hendri sambil tersenyum penuh arti . Ria pun hanya mengangguk dan memandang ke depan dengan tatapan kosong .
" Kita sudah sampai , ayo Ri " ajak Hendri . Ria pun mengikuti ajakan Hendri . Mereka keluar dari mobil dan jalan berdampingan memasuki pusat perbelanjakan menuju bioskop .
" Maaf Ri , aku mau minta ijin boleh ga aku menggandeng tangan kamu agar kamu tidak hilang " ucap Hendri .
" Boleh mas . Kita kan sama - sama tahu tujuan kita jadi aku tidak mau menghalangi niat kita " jawba Ria .
Hendri pun meraih tangan Ria dan menggandengnya dengan lembut .
" Kita nonton dulu habis itu kita makan ya " ucap Hendri .
" Aku ikut Mas Hendri saja " jawab Ria .
" Kamu emang anak baik " balas Hendri sambil mengusap rambut Ria .
" Ih mas Hendri rambutku jadi berantakan kan " keluh Ria . Hendri pun hanya tertawa dengan tangannya yang masih menggenggam tangan Ria .
Merekapun akhirnya memasuki bioskop . Hendri menyuruh Ria memilih film yang dia inginkan sedangkan Hendri akan antri untuk membeli pop corn dan minuman .
__ADS_1
Setelah memilih film nya dan membeli tiketnya Ria pun menghampiri Hendri yang masih antri untuk membeli pop corn .
" Kamu sudah selesai milih filmnya ?" tanya Hendri .
" Sudah mas " jawab Ria singkat .
" Sebentar ya , sebentar lagi giliran kita " ucap Hendri . Ria pun hanya mengangguk .
Akhirnya kini giliran Hendri . Hendri membeli pop cor ukuran sedang sama coklat panas 2 untuk nya dan Ria . Ria pun dengan setia menunggu di samping Hendri . Mereka benar - benar terlihat seperti sepasang pemuda pemudi yang sedang di mabuk cinta . Setelah pesanan Hendri siap , Hendri pun membawanya .
" Sini mas aku bantu bawakan " pinta Ria .
" Ini aja coklat panas 1 untukmu . Yang lain biar aku saja yang bawa " balas Hendri dan di balas anggukan oleh Ria .
Mereka berjalan menuju teater film yang akan mereka tonton . Setelah sampai di depan pintu teater mereka menunggu sebentar dan pintu teater pun terbuka . Dengan melangkah perlahan Hendri dan Ria pun masuk ke dalam teater film yang mau ia tonton . Di dalam teater mereka mencari tempat duduk yang telah Ria pilih . Ria memilih tempat duduk di bagian tengah deretan paling atas . Menurut Ria duduk di situ merupakan posisi yang pas untuk menonton film di bioskop . Setelah 15 menit menunggu akhirnya film yang mereka tunggu pun mulai di putar . Ria memilih film yang bergenre romantis komedi membuat yang menonton pun tertawa .
" Ternyata kamu suka yang film yang bergenre komedi begini Ri ? " tanya Hendri berbisik .
" Iya mas aku paling suka menonton film yang seperti ini . Ringan tidak perlu berfikir melihatnya " jawab Ria berbisik juga .
" Ternyata selera kita sama Ri . Aku juga tidak terlalu suka film yang membuat kuta berfikir . Kita nonton bioskop untuk hiburan bukan untuk berfikir betul tidak ? " ucap Hendri .
" Betul seratus buat Mas Hendri " balas Ria sambil tersenyum .
Setelah 1 setengah jam berlalu film pun berakhir . Hendri dan Ria pun bersiap untuk keluar dari teater itu . Mereka menunggu orang - orang keluar terlebih dahulu agar sedikit longgar . Setelah longgar mereka pun berdiri dan jalan turun menuju pintu keluar .
Setelah keluar mereka pun berjalan memutari pusat perbelanjaan untuk memilih restoran yang diinginkan .
" Enaknya makan apa ya Ri ? " tanya Hendri yang masih dengan lembutnya menggandeng tangan Ria .
" Apa ya mas ? aku belum pernah makan di restoran di pusat perbelanjaan sini " jawab Ria yang juga bingung .
" Kalau makan steak kita pernah . Hhmm kalau makanan masakan Korea kamu mau ga ? atau yang lain " ucap Hendri .
" Aku belum pernah sih masakan Korea tapi aku ga tertarik makan di restoran itu mas . Kalau boleh memilih , boleh tidak kalau kita makan di luar pusat perbelanjaan sini ? Aku kok pingin makan masakan padang ya mas " pinta Ria .
" Boleh juga Ri , aku juga udah lama ga makan masakan padang . Ya udah yuk kita ke sana , aku tahu rumah makan masakan padang yang enak di deket - deket sini " ajak Hendri .
" Ayo mas . Ga sabar nih pengen nyobain maskaan padang pilihan mas Hendri " jawab Ria .
Akhirnya mereka pun berjalan menuju parkiran . Setelah sampai mereka langsung masuk ke dalam mobil . Mobil pun meninggalkan parkiran pusat perbelanjaan itu .
Tidak ada percakapan diantara selama perjalan menuju rumah makan padang . Ria hanya melihat keluar dan Hendri yang tengah fokus memandangi jalanan depan yang saat ini sedang macet karena banyaknya orang yang keluar disaat weekend begini .
Setelah hampir setengah jam berlalu akhirnya merekapun sampai di tempat yang Hendri tuju . Rumah makan padangnya terlihat besar dan ramai .
" Ayo Ri , ini rumah makan langgananku sejak dulu . ayo masuk " ajak Hendri . Ria pun mengangguk lalu keluar mobil . Hendri yang sudah ada di depan rumah makan pun menunggu Ria .
Setelah Ria mendekat , Hendri pun langsung meraih tangan Ria dengan lembut dan mengajaknya ke tempat favoritnya kalau makan di sini . Tempat itu terletak ada di bagian belakang rumah makan itu . Ada meja dan kursi saling berhadapan . Tempat itu terasa sejuk . Mereka pun duduk di pojok kanan belakang sendiri dekat dengan sebuah pagar .
" Kamu tahu tidak Ri , rumah makan ini ada di pinggir sungai . Pagar ini untuk keselamatan pembeli . Kalau kita datang di waktu siang hari pemandangn di sini sangat indah . Karena ini malam gelap semua jadi hanya udara sejuk saja yang terasa . Besok kapan - kapan kalau pas kamu libur aku ajak kamu ke sini lagi waktu siang pasti kamu akan suka " jelas Hendri .
" Pantas ya mas udaranya sejuk . Bener ya kapan - kapan kita ke sini lagi kalau pas siang hari . Kalau aku belum lihat langsung aku belum percaya omongan mas Hendri kalau pemandangan di sini bagus " ucap Ria .
" Kamu tidak percaya sama aku ? wah ini sih keterlaluan . Masa laki - laki baik hati , ganteng dan rendah hati kayak aku begini kamu tidak percaya . Ish Ish Ish tak patut . . . tak patut " ucap Hendri sambil menggelengkan kepalanya .
" Emang laki - laki macam Mas Hendri mah sulit di percaya Wew " ledek Ria sambil menjulurkan lidahnya menggoda Hendri .
" Wah bener - bener kamu ya , awas ya kalau apa yang aku ucapakan bener aku hukum kamu" ancam Hendri .
" Siapa takut ? " tantang Ria .
Makanan yang mereka tunggu pun datang . Ada banyak lauk yang diantar oleh pelayan . Pelayan juga mengantarkan 2 piring nasi dan 2 gelas es jeruk yang di pesan . Ria melototkan matanya . Ia tidak percaya kalau Hendri memesan begitu banyak variasi lauk .
" Mari kita makan , terserah kamu mau makan apa Ri tinggal ambil saja . Di sini memang begitu semua lauk yang mereka jual mereka sediakan langsung di depan pembeli . Kita tinggal ambil saja apa yang ingin kita makan . Nanti kita tinggal bayar yang kita makan saja . Jadi tidak semua ini kita bayar . Tapi kalau kamu mau makan semua ini ya silahkan aku sih tidak keberatan . Sangguplah aku kalau di suruh bayar semua ini " ucap Hendri menjelaskan karena dia tahu Ria sedikit terkejut dengan apa yang pelayan itu antar .
" O begitu aku baru tahu mas . Aku hanya kaget saja kita hanya berdua kok mas Hendri pesan segitu banyaknya makanan kan bisa mubadzir sayang lah . Mana sanggup aku menghabiskan ini semua . Ini cukup untuk 10 orang mah " balas Ria . Hendri pun hanya tersenyum mendengarkan ucapan Ria .
" Kamu ambil saja yang kamu inginkan jangan sungkan - sungkan " ucap Hendri .
__ADS_1
" Siap bos . Terimakasih ya mas sudah mengajakku keluar malam ini . Aku seneng banget . Terimakasih ya " Ria berterimakasih kepada Hendri sambil menyuapkan nasi ke dalam mulutnya .
" Iya Ri sama - sama . Aku juga seneng kok jalan sama kamu " jawab Hendri sambil tersenyum juga .