
Setelah mengantarkan dokter Aris , Yuda pun pergi ke kamar tamu untuk menemani Ria . Sampai di kamar terlihat kedua orang tuanya .
" Terimakasih Ma sudah mau menemani Ria di sini " ucap Yuda kepada sang Mama dan berjalan mendekat ke arah sang ibu .
" Sama - sama nak , Ria juga anak Mama jadi jangan sungkan kalau kamu membutuhkan bantuan Mama dan Papa . Kami sudah sayang dengan Ria sebelum menikah denganmu " ucap Lina lembut sambil mengelus puncak kepala Ria yang masih belum sadar dari pingsannya .
" Apa tubuhnya sudah terasa menghangat Ma ?" tanya Yuda .
Lina pun mencoba memegang pipi menantunya , " Sudah lebih hangat daripada tadi " jawab Lina .
" Syukurlah kalau begitu . Mama sama Papa kalau mau istirahat atau makan malam dulu silahkan lho . Biar Yuda yang menjaga Ria di sini " ucap Yuda .
" Ya sudah Mama dan Papa makan malam dulu ya . Nanti biar Mama minta tolong Bi Sari buat bawakan makanan untukmu ke sini " balas Lina dan di balas anggukan oleh Yuda .
Lina pun beranjak dari tempat duduknya dan menghampiri sang suami yang sedang duduk di sofa .
" Ayo Pa kita makan malam dulu . Papa dari tadi belum makan kan ? " ajak Lina .
" Ya sudah ayo Ma . Yud , Papa tinggal dulu ya " pamit Hanan kepada sang putra .
" Iya Pa " balas Yuda sambil memandang kedua orang tuanya .
Setelah Lina dan Hanan keluar kamar . Yuda pun memilih duduk di samping Ria di tepi ranjang . Di pandanginya wajah pucat istrinya ,
" Ri , cepatlah sadar agar aku bisa mengutarakan permintaan maafku langsung kepadamu . Aku begitu takut kehilanganmu . Sadarlah Ri , dan silahkan kalau kamu mau marah - marah denganku lagi . Jangan seperti ini " ucap Yuda sambil menempelkan wajahnya ke kepala Ria . Ia belai wajah Ria dengan lembut .
Yuda sangat merasa bersalah atas insiden yang Ria alami . Apalagi hubungan mereka saat itu sedang tidak baik .
Sesaat kemudian , Yuda sedang memandangi dan menyentuh wajah Ria , Yuda merasakan ada sedikit pergerakan dari Ria .
Yuda pun sedikit kaget , " Ri , apa kamu sudah sadar ? " tanya Yuda antusias .
" Dingin . . . Dingin . . . " gumam Ria .
" Dingin ? sebentar aku ambilkan lagi selimut untukmu " jawab Yuda sambil berlari mengambil selimut lagi di kamarnya .
" Dingin bu . . . Dingin " gumam Ria lagi dengan mata yang masih terpejam .
Yuda pun datang dengan membawa selimut dan syal untuk menutupi kepala Ria . Yuda pun segera menyelimuti Ria dengan selimut yang ia bawa . Padahal Ria sudah memakai 2 lapis selimut yang tebal dan ini yang ketiga .
Yuda pun membalutkan syal yang ia bawa ke kepala Ria dan hanya menyisakan wajah Ria agar masih bisa bernafas .
" Ibu dingin bu . . . " lirih Ria lagi .
" Kenapa masih menggumam kedinginan ya ? apa aku balurkan minyak lagi saja ke tubuhnya" gumam Yuda . Yuda pun mengambil minyak kayu putih di atas nakas dan ia pun masuk ke dalam selimut . Dengan lembut ia balurkan minyak di seluruh tubuh Ria yang masih sedikit terasa dingin .
Selesai membalurkan , Yuda tidak lantas keluar dari selimut . Dia malah ikut berbaring di samping Ria dan memeluk Ria penuh kehangatan . Walaupun Yuda sendiri merasa sangat kepanasan tapi demi Ria , Yuda pun rela melakukan itu .
Tak berselang lama Yuda pun ikut terlelap dengan posisi memeluk Ria . Bi Sari datang dna mengetuk pintu kamar . Tapi tidak ada jawaban dari dalam kamar . Dan Bi Sari pun mencoba membuka pintu kamar dan melihat Tuan dan Nona mudanya sedang tertidur . Akhirnya Bi Sari pun memilih untuk membawa kembali makanan yang ia bawa .
Saat sampai di bawah Lina yang sedang makan di ruang makan pun heran melihat kedatangan Bi Sari yang masih membawa nampan makanan untuk putranya .
" Lho Bi kok makanannya di bawa turun lagi ? " tanya Lina heran .
" Iya Nya , tadi Bibi sudah ke kamar Den Yuda tapi tidak di bukakan pintu . Terus akhirnya Bibi buka pintu kamarnya ternyata Den Yuda sedang tidur Nya . Saya tidak enak kalau mengganggunya " ucap Bi Sari sambil meletakkan nampan makanan yang ia bawa di meja makan .
" Oh begitu , Ya sudah Bi biar di sini dulu . Nanti biar saya bawa sendiri ke atas . Terimakasih ya Bi " ucap Lina .
" Sama - sama Nya , Bibi permisi dulu mau ke belakang " pamit Bi Sari dan di balas anggukan oleh Lina . Bi Sari pun pergi dari ruang makan .
" Nanti setelah makan biar Mama antar makanan ini ke atas " ucap Lina kepada sang suami yang masih menikmati makanannya .
" Biarkan saja dulu Ma . Kasihan kalau di ganggu . Mungkin Yuda juga masih capek biarkan dia istirahat juga " ucap Hanan sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya .
" Ya sudah biar mereka istirahat dulu . Biar makanan ini Mama simpan dulu saja " balas Lina dan di balas anggukan oleh Hanan . Mereka pun melanjutkan makan malamnya .
Hampir 2 jam berlalu , Yuda masih tertidur di samping Ria dengan wajah yang memerah dan keringat yang mengucur deras . Walaupun merasakan kepanasan tapi Yuda tidak terusik karena dia sendiri masih merasa lelah . Saat Yuda masih terlelap , Ria dengan pelan - pelan membuka matanya . Dia tersadar dari pingsannya karena merasakan berat di tubuhnya .
Ria mengerjap - ngerjapkan matanya melihat ke sekelilling .
__ADS_1
" Dimana aku ? bukankah aku tadi ada di dalam kamar mandi kamarku ? " gumam Ria dalam hati .
" Ah kepalaku kenapa pusing sekali . Dan ini apa kenapa berat sekali di badanku ? " gumam Ria dalam hati lagi .
Karena merasakan ada hembusan nafas di sampingnya , Ria pun menengok ke samping . Alangkah terkejutnya ia saat melihat Yuda tidur di sampingnya dengan jarak yang dekat sambil memeluknya .
" Mas Yuda ? sejak kapan dia ada di sini ?kenapa dia tidur di sini ? ada apa ini sebenarnya ? kenapa aku engga inget apa - apa ? Ah dia memelukku " gumam Ria sambil mencoba menyingkirkan tangan kekar suaminya itu dari perutnya .
Yuda yang merasa tidurnya terusik pun membuka matanya . Dan ia melihat Ria sudah membuka matanya .
" Syukurlah kamu sudah sadar Ri " ucap Yuda lembut kepada Ria .
Ria yang baru menyadari Yuda terbangunpun sedikit terkejut , " Sudah bangun mas ? memangnya aku kenapa ? " tanya Ria heran .
Yuda pun bangun dan membuka satu per satu selimut yang digunakan Ria hanya menyisakan 1 selimut saja . Dengan wajah yang merah dan keringat mengucur deras , Yuda pun duduk bersandar di samping Ria . Yuda mengelap keringat yang ada di wajahnya .
" Kamu tadi aku temukan di kamar mandi , pingsan di dalam bathup yang penuh dengan air . Badan kamu dingin sekali . Dan dokter bilang kamu kena hipotermia . Jadi kami berusaha membuat badanmu hangat lagi . Tadi kami mengigau kedinginan , terus aku membalur tubuhmu dengan minyak kayu putih . Karena merasa lelah sekali aku jadi tertidur di sampingmu . Dan maaf aku tadi memelukmu karena kamu masih kedinginan , aku pikir kalau kamu aku peluk akan menambah kehangatan di tubuhmu " ucap Yuda sambil masih sibuk menghapus keringat yang masih keluar di wjahanya . Sedangkan Ria mendengarkan cerita Yuda sambil berbaring .
" Sekarang aku lega akhirnya kamu sadar juga " ucap Yuda tersenyum sambil memandang lembut sang istri .
" Memangnya aku lama ya pingsannya ? " tanya Ria salah tingkah karena di pandang lembut oleh Yuda .
" Hem lumayan sih , kalau di hitung dari awal aku menemukanmu ya kurang lebih 2 jam an . Tapi waktu kamu pingsan di kamar mandi aku tidak tahu berapa lamanya " ucap Yuda . Ria pun hanya diam menerawang ke depan .
" Bagaimana kondisimu sekarang ? apa masih terasa dingin ? apa ada yang terasa sakit ? " tanya Yuda lagi .
" Sudah tidak terasa dingin sekali kayak tadi . Tubuhku juga tidak ada yang terasa sakit sama sekali . Hanya kepalaku saja terasa pusing sekali " jawab Ria .
" Ya sudah kamu berbaring saja dulu . Aku mau keluar sebentar untuk mengambilkanmu makanan . Kamu pasti sudah laparkan ? " tanya Yuda dan di balas anggukan oleh Ria .
" Ya sudah aku ambil makanan dulu . Kamu berbaring saja jangan kemana - mana dulu " perintah Yuda .
" Iya " jawab Ria singkat .
Yuda pun turun dari ranjang dan berjalan kuar dari kamar . Saat Yuda keluar , pikiran Ria kemana - mana .
" Kalau iya , ah aku malu sekali " gumam Ria dalam hati lagi .
Tak berselang lama Yuda pun datang dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuknya dan Ria .
Yuda meletakkan nampan itu di atas meja dekat sofa . Yuda mengambil semangkuk bubur yang sudah Mama buatkan untuk Ria .
" Sini aku suapin makan " ucap Yuda yang membawa mangkuk itu dan berjalan mendekat ke arah Ria .
" Tidak usah aku bisa sendiri mas " tolak Ria .
" Tidak merepotkan kok " balas Yuda yang sudah duduk di samping Ria di tepi ranjang .
" Tidak usah mas aku bisa sendiri , Aduh kepalaku " Ria mencoba untuk bangun tapi kepalanya sangat pusing sekali membuatnya kesulitan untuk bangun .
" Sini aku bantu bangun , aku tidak terima penolakan lagi " Yuda pun meletakkan mangkuknya dan membantu Ria bangun dan menyandarkannya di kepala ranjang . Ria hanya diam patuh dengan perlakuan Yuda .
Yuda pun duduk mendekat ke Ria dan mengambil mangkuk bubur itu lalu memulai menyuapi istrinya dengan lembut .
" Makanlah yang banyak , setelah makan ada obat dan vitamin yang harus kamu minum " ucap Yuda sambil telaten menyuapi istrinya . Ria hanya patuh dengan perintah sang suami .
Ria ingin menanyakan beberapa pertanyaan yang ada di kepalanya tapi dia masih merasa malu untuk mengutarakannya .
Yuda yang sedang menyuapi Ria sesekali memandang ke arah istrinya itu dengan senyum yang terus mengembang . Ria yang terus menerus di pandangi seperti itu merasa malu .
" Sekarang apa yang kamu rasain ? masih pusing ? " tanya Yuda .
" Iya kepalaku pusing banget rasanya berat sekali " jawab Ria malu - malu .
" Sudah mas makannya , aku sudah kenyang " ucap Ria .
" Tapi kamu masih sedikit makannya , satu suap lagi ya " bujuk Yuda . Ria pun hanya mengiyakan keinginan suaminya itu .
Setelah suapan terakhir , Yuda pun meletakkan mangkuknya di nakas dan mengambil segelas air yang sudah ada di atas nakas untuk Ria .
__ADS_1
" Minumlah " pinta Yuda sambil menyodorkan gelas ke arah Ria . Ria pun mengambilnya dan meneguk air minum itu .
" Mau minum obat sekarang atau nanti ? " tanya Yuda .
" Nanti saja mas " jawab Ria singkat .
" Ya sudah " balas Yuda sambil emngambil gelas dari tangan Ria .
Setelah meletakkan gelas di atas nakas , Yyda pun duduk menghadap ke arah Ria yang masih bersandar di kepala ranjang .
" Ri , aku ingin meminta maaf kepadamu atas kejadian kemarin dan tadi siang . Tidak seharusnya aku meninggalkanmu begitu . Apalagi dalam keadaan marah . Aku merasa gagal melindungimu sebagai suami . Maafkan aku ya Ri " ucap Yuda lembut sambil menggenggam kedua tangan Ria dengan kedua tangannya .
Ria yang mendengarkan ucapan Yuda mencoba untuk tenang karena entah mengapa hatinya terasa bergemuruh dan jatung berdetak kencang sekali .
" Aku yang seharusnya meminta maaf kepadamu mas karena aku sudah membuatmu marah dan kecewa kepadaku . Entah kenapa kemarin aku dikuasai perasaan benci terhadapmu . Tidak seharusnya aku mengungkit masa lalu yang menyakitkan itu . Karena kita sudah sepakat untuk melupakannya . Aku yang minta maaf kepadamu mas . Aku yang egois sudah mementingkan perasaanku sendiri tanpa memikirkan perasaanmu " ucap Ria dengan mata yang berkaca - kaca .
" Tidak Ri kamu tidak salah . Di sini aku yang bersalah Ri . Aku yang tidak bisa memahami perasaanmu . Kemarin aku sudah di selimuti emosi jadi aku tidak bisa mengendalikan diriku sendiri . Dan seharusnya aku tidak meninggalkanmu seperti itu . Seharusnya kemarin kita selesaikan dengan kepala dingin . Tapi aku begitu bodohnya malah meninggalkanmu begitu saja . Sekali lagi maafkan aku ya Ri " ucap Yuda lagi .
" Sudah mas kita saling memaafkan saja . Aku juga sudah memaafkan semua kesalahanmu sebelum kamu meminta maaf kepadaku jadi kesalahpahaman kita selesai sampai di sini saja " ucap Ria sambil memandang ke arah Yuda .
" Iya Ri kita saling maaf memaafkan saja lebih enak . Dan kita buka lembaran baru kehidupan kita kedepan bersama - sama " balas Yuda dan diangguki Ria .
" Mas juga sudah memperingatkan Alma agar dia menjauhi kita di kemudian hari . Mas tidak terima kamu di sakiti seperti itu " ujar Yuda .
" Hah . . . mas tahu dari mana kejadian tadi ? " tanya Ria kaget kalau suaminya tahu insiden tadi di toko kue .
" Tadi Mama yang mengirimiku video kejadian di toko tadi . Aku selama ini hanya bisa menahan amarahku dengan kelakuan Alma karena aku tidak memiliki bukti . Tapi sekarang cukup aku sudah tidak tahan lagi melihat tingkah Alma kepadamu . Aku tidak terima kamu dilukai seperti itu . Akhirnya aku putuskan semua hubunganku dengannya mau bisnis ataupun hubungan pertemanan . Aku tidak sudi memiliki teman yang tidak bisa menghormati dan menghargai sesama wanita seperti dia " ujar Yuda .
" Sudah mas tidak baik memendam dendam . Aku juga sudah tidak apa - apa jadi tidak usah di pikirkan lagi ya " ucap Ria menenangkan .
" Kamu memang wanita yang baik Ri . Sifatmu itulah yang membuatku jatuh cinta kepadamu " ucap Yuda membuat pipi Ria merona menahan malu . Yuda pun tersenyum melihat sang istri yang malu - malu mendengar ucapannya .
" Hhhmm . . . mas apa aku boleh bertanya sesuatu ? " tanya Ria .
" Boleh silahkan mau tanya apa katakan saja " jawab Yuda .
" Apa tadi mas yang menemukanku di kamar mandi ? " tanya Ria .
" Iya aku yang menemukanmu " jawab Yuda .
" Berarti mas juga yang mengangkatku dari dalam bathup ? " tanya Ria lagi malu - malu .
" Iya siapa lagi kalau bukan aku " jawab Yuda tersenyum .
" Terus siapa yang menggantikan baju ? " tanya Ria ragu - ragu .
" Ya aku juga yang menggantikan bajumu " jawab Yuda dengan tersenyum menggoda . Yuda juga menahan tawanya .
" T*b*hmu indah sekali di pandang . Untung aku masih bisa menahannya kalau tidak entahlah apa yang akan terjadi " ucap Yuda berbisik menggoda Ria . Ria yang mendengar ucapan Yuda hanya terkejut sampai kedua matanya melotot . Dan wajahnya pias . Yuda yang melihat reaksi Ria pun tidak sanggup menahan tawanya lagi akhirnya dia pun tertawa terbahak melihat wajah malu - malu Ria yang berhasil ia goda .
" Tenang saja Ri , aku belum ngapa - ngapain kamu kok . Aku hanya melihatnya saja dan mengganti pakaianmu yang basah saja . Jadi tenanglah " ucap Yuda sambil tertawa .
" Ish tenang saja bagaimana aku kan jadi malu " ucap Ria kesal .
" Hahahaha kamu lucu kalau begitu " ucap Yuda lagi .
" Kenapa harus mas Yuda sih yang menggantikan pakaianku kenapa bukan Mama saja . Aku kan jadi malu dan risih mas " ucap Ria lagi .
" Mama tadi sibuk mengurus yang lain Ri . Terus kalau bukan aku siapa lagi dong kalau Mama sendiri juga sibuk apa harus Papa kan tidak mungkin . Sudah tidak perlu malu , aku kan juga suami kamu jadi tidak perlu malu . Apa kamu mau memberikanku upah plus - plus nih agar malu kamu hilang " goda Yuda sambil menaik - naikkan kedua alisnya .
Ria yang merasa di goda lagi hanya melotot karena kaget , " Ish seneng banget menggodaku " Ria mencoba ingin memukul Yuda tapi tangannya lebih cepat di tangkap oleh Yuda . Dan dengan gerakan cepat Yuda menarik Ria ke dalam pelukannya .
" Jangan marah , aku hanya menggodamu saja . Aku tidak akan memaksamu kalau kamu belum siap . Aku akan menunggumu , aku hanya mau melakukannya jika kamu sendiri yang memberikannya kepadaku jadi jangan takut lagi . Mulai sekarang kita jalani hidup bersama dengan hubungan yang lebih baik lagi ya " ucap Yuda lembut sambil memeluk hangat tubuh istrinya . Ria pun tidak menolak pelukan Yuda itu karena dia sendiri juga merasa kenyamanan di dekapan sang suami .
" Iya mas kita mulai lagi lembaran kehidupan baru kita . Masa lalu kita tutup masa depan kita buka " balas Ria . Yuda pun senang mendengar jawaban dari Ria . Yuda pun mengurai pelukannya dan menangkup wajah Ria untuk memandanginya .
" Terimakasih karena kamu sudah mau menerimaku dan mau masuk ke dalam kehidupanku . Aku sangat menyayangimu " ucap Yuda sambil mengecup kening Ria .
Ria yang di perlakukan secara lembut oleh Yuda hanya bisa terharu . " Sama - sama mas " balas Ria sambil memeluk kembali Yuda dengan erat .
__ADS_1