
Pagi hari di rumah sakit , Arin sedang bersiap - siap untuk berangkat kerja . Tadi malam dia sempatkan pulang ke kos untuk mengambil keperluannya dan Ria selama di rumah sakit . Arin tidak bisa meninggalkan pekerjaannya begitu saja , kasihan bu Kartika kalau hany sendirian . Dan Ria pun sudah ada yang mengawasi perawat - perawat di rumah sakit , setidaknya meringankan beban pikiran Arin .
" Ri , aku tinggal kerja dulu ya . Kamu kalau butuh apa - apa langsung pencet bel perawat ini saja . Sore dari toko aku langsung kesini lagi" ucap Arin sambil menunjukkan tombol bel untuk memanggil perawat .
" Iya Rin , aku dah agak mendingan kok . Pusingnya juga udah agak berkurang . Kamu ga usah khawatir " ujar Ria menenangkan .
" Jangan lupa makanannya di makan . Kalau mau turun ke kamar mandi panggil perawat saja daripada kenapa - kenapa " perintah Arin .
" Iya , kamu cerewet sekali " ucap Ria .
" Kamu kalau ga di bilangin , ga pernah nurut " balas Arin .
" Iya bu bos . Semua apa yang kamu perintahkan aku siap laksanakan " ujar Ria sambil tersenyum dan mengangkat tangannya yang terpasang selang infus memberi hormat .
" Ya udah sekarang aku berangkat dulu udah jam 6 lewat . Nanti kalau aku pulang mau di bawain apa . Eh tapi kamu belum boleh makan sembarangan ya . . . ga jadi nawarin deh " ucap Arin usil .
" Dasar kamu kalau ga niat nawarin jangan nawarin dong " kesal Ria .
" Hehehe . . . pergi dulu ya . Kalau ada apa - apa langsung kabarin ke aku . Ponsel jangan sampai mati " pesan Arin kepada sahabatnya itu .
Ria pun hanya menganggukan kepala .
Setelah berpesan banyak pada sahabatnya , Arinpun melangkah keluar kamar inap menuju tempat perawat untuk menitipkan sahabatnya itu .
Setelah bertemu perawat yang jaga , Arin bergegas keluar rumah sakit untuk pergi ke toko .
Di dalam ruang inap , Ria hanya berbaring sambil menonton televisi untuk menghilangkan jenuh . Jam masih menunjukkan pukul 8 pagi , terdengar pintu terbuka mengalihkan pandangan mata Ria yang sedang asyik menonton televisi .
" Selamat pagi mbak Mauria saya mau mengukur tensi dan suhu tubuhnya dulu ya " sapa perawat yang masuk ke dalam ruang perawatan Ria .
" Silahkan sus " Ria mempersilahkan perawat itu untuk melakukan tugasnya .
Setelah beberapa saat , " tensinya 110/90 dan suhu tubuhnya masih agak tinggi ya 38,5°C " ucap perawat memberi tahu Ria . Ria pun hanya menganggukan kepalanya .
" Biar demamnya cepat turun , minum air putih yang banyak ya mbak " perawat itu memberi saran kepada Ria .
" Baik sus , terimakasih " balas Ria . Tanpa ada yang menyadari di balik pintu kamar inap ada seseorang sedang memperhatikan percakapan antara Ria dan perawat itu .
" Kalau begitu saya keluar dulu ya mbak , silahkan dilanjut istirahatnya " pamit perawat .
" Terimakasih sus " balas Ria .
Saat pintu terbuka terdengar suara perawat itu sedang berbicara , " eh maaf saya tidak tahu kalau ada orang , anda mau bertemu dengan siapa ?" tanya si perawat . Tapi seseorang itu tanpa menjawab langsung pergi begitu saja .
__ADS_1
Ria tidak terlalu menghiraukan , dia kembali asyik berbaring sambil menonton siaran televisi kesukaannya . Tak lama terdengar pesan masuk dari ponsel nya .
" Assalamualaikum Ri , udah makan belum ? obatnya jangan lupa diminum ya . Tadi bu Kartika nanyain keadaan kamu . Beliau bilang nanti istirahat beliau mau datang menjenguk kamu " Arin mengirim pesan ke ponsel Ria .
" Walaikumsalam Rin , makanannya sudah aku makan sampai habis terus ibatnya juga udah aku minum kok . Sampaikan ke bu Kartika terimakasih sudah perhatian sama aku . Kalau sekiranya bu Kartika repot tidak menjengukku juga tidak apa - apa kok Rin " balas Ria .
Saat sedang asyik menulis balasan untuk Arin , terdengar pintu terbuka dan masuk seorang wanita paruh baya yang sudah baik kepadanya .
" Bagaimana perkembangan kesehatanmu Ri ?" tanya bu Lina kepada Ria sambil berjalan menghampiri ranjang tidur Ria dan duduk di sebelah ranjang itu .
" Alhamdulillah bu sudah ada perkembangannya . Pusing nya sudah agak berkurang , kalau perut masih seperti kemarin sama demamnya belum turun nih " jelas Ria pada bu Lina . Ya yang datang adalah ibu Lina .
" Kamu sudah makan belum ? " tanya bu Lina .
" Sudah bu , tadi setelah Arin berangkat kerja sarapan nya datang dan langsung saya makan . Obat dari perawat pun juga sudah saya minum " ucap Ria .
" Ya udah bagus . Arin masuk kerja ? brarti dari tadi kamu sendirian dong ?" tanya Lina .
" Iya bu Arin masuk kerja . Saya ga sendirian kok bu , itu ada perawat banyak . Ga apa - apa bu saya mah biasa sendiri " jawab Ria bercanda .
" Kamu itu saya tanya beneran malah dibercandain . Ini ibu buatin puding buah sama susu dan ini ibu juga bawain buah - buahan yang boleh kamu makan " ucap Lina sambil menaruh puding dan buah - buah di atas meja nakas di samping ranjang Ria .
" Wah terimakasih banyak bu , jadi tambah ngrepotin ini . Harusnya ibu ga usah repot - repot begini , saya jadi tambah ga enak hati " ujar Ria .
" Siapa yang repot , buat kamu ga repot Ri . Kamukan sudah ibu anggap kayak anak sendiri" ucap Lina .
" Kamu ini lucu ih . . . Pudingnya mau dimakan sekarang atau nanti ? kalau sekarang ibu ambilkan , kalau mau di makan nanti ibu simpan di lemari pendingin dulu " tanya Lina sambil meraih puding di atas nakas .
" Nanti saja bu , Ria masih kenyang ini " jawab Ria menolak .
" Ya udah ibu simpan ya " balas Lina sambil membawa puding itu untuk dimasukkan ke dalam lemari pendingin . Ria pun hanya menganggukkan kepalanya .
Beberapa saat kemudian jam makan siang pun tiba . Masuk seorang perawat yang membawakan jatah makan siang untuk Ria . Bu Lina yang masih setia menemani Ria pun menyiapkan meja khusus pasien dihadapan Ria agar bisa makan sendiri . Makanan pun di letakan di atas meja itu . Ria dengan perlahan memakan makanannya sampai habis . Walaupun rasanya hambar , Ria bertekad dengan makan yang banyak akan membuat badannya cepat sembuh .
Setelah selesai makan , bu Lina yang berada di samping Ria pun menyerahkan air putih yang sudah ia siapkan untuk Ria minum .
" Alhamdulillah " ucap syukur Ria .
Tok Tok Tok Tok
Terdengar suara pintu di ketuk dan terdengar juga pintu di buka .
" Assallamualaikum " sapa seorang wanita yang dari suaranya pun Ria dan Lina kenal .
__ADS_1
" Walaikumsalam " Ria dan bu Lina membalas salam bersama .
"Eh jeng Kartika . Mari masuk jeng " sapa bu Lina .
" Lhoh jeng Lina ada di sini ? " bu Kartika bingung karena melihat Lina ada di ruangan itu .
" Iya jeng , saya nemenin Ria . Kasian dari tadi sendirian " balas Lina .
" Apa kabar bu Kartika ? maaf ya bu saya belum lama kerja sudah banyak ijinnya " sapa Ria mengalihkan perhatian Kartika .
" Alhamdulillah kabar saya baik Ri . Ah gapapa namanya juga halangan . Bagaimana sekarang kondisi kamu ? " tanya Kartika .
" Alhamdulillah bu ada kemajuan . Kondisi saya lebih baik dari pada kemarin " jawab Ria .
" Alhamdulillah syukurlah . Kasihan tuh Arin , kemarin dia sampai ketakutan kayak gitu . Untung kamu ga kenapa - kenapa ya Ri " Kartika bercerita atas kepanikan Arin kemarin .
" Iya bu , Ria bersyukur banget punya sahabat seperti Arin bu . Anaknya baik , lucu dan perhatian banget . Padahal kami bersahabat belum lama lho bu . Saya sama Arin kenal juga waktu wawancara di kantor Hanandi Jaya Group . Kami sama - sama di tolak masuk ke kantor itu . Tapi kami tidak putus asa dan akhirnya kami kerja di tempat bu Kartika . Jadi kami itu juga sahabatan baru 2 minggu lebih bu . Ya bagaimana ga deket kerja bareng , tempat tinggal bareng sampai tidurpun bareng " Ria bercerita tentang dia dan Arin dari awal bertemu sampai akhirnya jadi sahabat . Cerita Ria itu membuat bu Lina dan bu Kartika saling pandang terkejut .
" Kamu bilang di tolak kerja di perusahaan apa Ri ? " tanya Lina kurang yakin .
" Hanandi Jaya Group bu " jawab Ria .
" Lhah itukan perusahaan milik suami jeng Lina" ujar bu Kartika spontan .
Ria yang mendengar ucapan bu Kartika tidak percaya , " Hah masa sih bu ?" .
" Iya Ri itu punya Papa nya Yuda dan sekarang dipegang sama Yuda " jawab bu Lina .
" Oo pantes saya itu pas pertama kali liat tuan Yuda di toko itu merasa kayak pernah ketemu cuma saya itu pelupa jadi ya ga inget ketemu dimana nya " ujar Ria .
Mereka bertiga pun bercerita macam - macam bahan cerita . Sampai akhirnya pada pukul 1 lebih sedikit bu Kartika pamit pulang ke toko kue lagi merasa sudah terlalu lama ninggalin Arin sendirian di toko .
" Ibu pamit dulu ya Ri , kasihan Arin kalau sendiri . Semoga kamu cepat sembuh ya Ri " pamit bu Kartika kepada Ria .
" Pamit duluan jeng , kapan - kapan kita sambung lagi ceritanya " pamit Kartika kepada Lina .
" Makasih bu sudah menyempatkan waktu ke sini hanya mau menengok saya . Maaf sekali lagi saya belum bisa masuk kerja seperti biasa nunggu kondisi badan saya sehat dulu geh bu " ucap Ria .
" Iya Ri gapapa yang penting sekarang kamu sehat dulu . Ga usah mikir kerjaan dulu . Semuanya sudah di urus sama Arin " ucap Kartika . Ria pun hanya mengangguk .
" Hati - hati di jalan jeng " ucap bu Lina sambil cium pipi kanan dan kiri bu Kartika .
" Iya makasih jeng . Assalamualaikum " pamit Kartika smabil mengucapkan salam .
__ADS_1
" Walaikumsalam " jawab Ria dan Lina bersama .
Kartika pun keluar kamar . Dan kini di dalam kamar hanya tinggal Ria dan bu Lina .