
Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi , Yuda yang merasakan perutnya lapar pun terbangun dari tidurnya . Di lihatnya sekeliling kamar tapi tidak ada sosok Ria di dalam kamar itu .
Yuda pun bangkit dari ranjangnya . Dengan berjalan gontai dia turun ke bawah dengan tampilan acak - acakan orang bangun tidur .
Dilihatnya bi Sari sedang membersihkan ruang keluarga .
" Bi , tolong buatkan saya kopi ya " pinta Yuda sambil berjalan ke arah meja makan .
" Baik Den " balas Bi Sari .
Yuda pun membuka tudung saji yang menutupi makanan di atas meja itu .
" Bi tolong sekalian bawakan piring " pinta Yuda lagi .
" Iya Den " jawab Bi Sari .
Yuda pun menunggu Bi Sari sambil menopang kepalanya yang masih terasa berat .
" Ini Den kopi dan piringnya , silahkan " tak lama Bi Sari pun datang dengan membawa semua yang Yuda pinta .
" Terimakasih Bi , o ya Bi orang - orang pada kemana kok sepi sekali ? " tanya Yuda sebelum Bi Sari pergi .
" Tuan , Nyonya dan Neng Ria ada di taman belakang sedangkan Den Hendri ada di kamar tamu " jawab Bi Sari .
" Oooo ya sudah terimakasih ya Bi " ucap Yuda sopan .
" Sama - sama Den " balas Bi Sari lagi . Bi Sari pun pergi dari ruang makan .
Yuda pun sedang meminum kopinya , lalu dia mengambil nasi , lauk dan sayur yang ingin dia makan . Yuda sedang menikmati makanannya sampai terdengar suara dari arah belakangnya .
" Kamu belum siap Yud ? " tanya Hendri yang berjalan ke arah Yuda .
" Belum , aku baru aja bangun . Kenapa engga ada yang bangunin aku ? " ucap Yuda .
" Mungkin Ria engga enak kali bangunin . Udah cepetan kita harus sampai di kantor jam 11 an buat mempersiapkan semua dulu sebelum meeting " ucap Hendri .
" Iya sabar , aku lagi nikmatin sarapanku . Aku engga akan lama siap - siapnya santai aja " ucap Yuda acuh .
" Terserah deh " jawab singkat Hendri .
Hendri pun membiarkan sahabatnya meneruskan makan sarapannya . Dia hanya memainkan ponselnya .
Yuda yang sudah menghabiskan makanannya pun beralih menghabiskan kopinya .
" Alhamdulillah sudah selesai . Aku ke atas dulu mau mandi dan siap - siap " ujar Yuda sambil berdiri dan berbalik jalan ke arah kamarnya .
" Iya , jangan lama - lama " seru Hendri .
Yuda pun masuk ke kamarnya , langsung masuk ke kamar mandi . Setelah selesai mandi , Yuda berjalan ke arah lemari untuk memilih pakaian yang akan ia kenakan hari ini .
__ADS_1
Yuda memilih setelan jas berwarna biru navy dengan kemeja berwarna biru muda dan dasi dengan warna senada dengan jasnya . Tak lupa dia memakai jam tangan bermerk dan ikat pinggang bermerk juga .
Yuda tak lupa memakai pome untuk rambutnya agar tetap rapi . Serta menyemprotkan parfum beraroma maskulin favoritnya . Tampilan Yuda kini terlihat lebih segar dan formal .
Yuda yang sudah selesai mempersiapkan dirinya pun keluar dengan membawa tas kerjanya . Dia berjalan menuruni tangga dengan gagahnya . Dengan tangan yang satu ia masukkan ke dalam saku celananya sednagkan tangan satunya lagi menenteng tas kerjanya .
Ria , Hanan dan Lina yang baru selesai membersihkan taman belakang pun masuk ke dalam rumah .
" Kamu sudah rapi aja Yud , sudah mau berangkat ? " tanya Lina kepada sang anak .
" Iya Ma , aku harus prepare dulu di kantor sebelum meeting nanti sama klien " balas Yuda .
" Kamu sudah sarapan belum ? " tanya Lina lagi .
" Sudah kok Ma , kalau gitu Yuda pamit dulu ya Ma , Pa , Ri takut telat " pamit Yuda .
" Iya hati - hati " jawab Lina mewakilkan .
Yuda pun menyalami kedua orang tuanya . Dan saat berhadapan dengan Ria , Yuda bingung harus melakukan apa . Dia hanya berpamitan secara khusus dengan Ria .
" Aku berangkat kerja dulu ya Ri " ucap Yuda lembut smabil menatap mata indah Ria .
" Iya mas hati - hati " jawab Ria singkat . Ria pun sama canggungnya dengan Yuda . Dia bingung harus melakukan apa .
" Ya terimakasih " balas Yuda sambil berbalik dan berjalan ke arah Hendri yang sudah menunggunya di ruang tamu .
Ria hanya bisa.menunduk malu dengan kedua orang tua Yuda .
Ria yang masih membeku berdiri di samping kedua mertuanya itu pun memilih untuk pergi .
" Pa , Bu , Ria ke kamar dulu ya mau merapikan barang - barang kami dulu " pamit Ria menahan malu .
" Iya nak sana , dan istirahat juga ya . Kamu dari datang tadi belum istirahat " ucap Lina .
" Iya Bu , Ria pamit dulu " ucap Ria lagi .
Ria pun berjalan ke arah kamar Yuda . Dia ingin merapikan kamar itu dan menata barang - barangnya juga . Semenjak datang tadi Ria belum sempat merapikan barang - barangnya karena membantu Lina membersihkan taman belakang .
Ria pun memulai dnegan merapikan ranjang bekas tempat Yuda tidur tadi . Setelah selesai Ria mulai membuka pintu lemari besar di kamar itu .
Barang - barang pribadi Yuda sangat banyak dan tertata rapi . Yuda memang tipe laki - laki yang suka akan kerapian .
Karena tidak ada tempat kosong di dalam lemari itu . Ria sedikit bingung harus bagaimana . Akhirnya dengan terpaksa Ria harus meminta ijin Yuda terlebih dulu untuk menyisihkan beberapa pakaian Yuda yang ada di lemari tersebut . Ria pun memilih menelepon sang suami . Ria mengambil tasnya dan mencari benda pipih kecil itu di dalam tasnya .
" Tut . . . Tut . . . Tut . . ." tiga kali nada tersambung akhirnya panggilan itu pun dijawab .
" Halo Assalamualaikum ada apa Ri ? " tanya Yuda di seberang telepon itu .
" Waalaikumsalam mas . Hmm ini mas aku kan mau menata pakaianku di dalam lemarimu . Tapi setelah aku buka ternyata tidak ada space untuk pakaianku . Hmm apa aku boleh menyingkirkan beberapa pakaianmu untuk mendapatkan tempat untuk pakaianku ? " tanya Ria ragu - ragu .
__ADS_1
" Lakukan saja sesuka hati kamu Ri , apapun yang ada di kamarku itu juga sudah menjadi milikmu jadi mulai sekarang kamu juga pemilik kamar itu . Kalau kamu ingin melakukan apapun di kamar itu silahkan saja tidak perlu ijin dulu denganku . Kamu mengerti ? " jawab Yuda .
" Iya mas aku mengerti . Terimakasih " jawab Ria .
" Sama - sama , ada lagi yang ingin kamu katakan ? " ucap Yuda tersenyum .
" Tidak ada mas cuma itu saja " jawab Ria malu - malu .
" Ya sudah aku tutup dulu ya , ini sudah mau smapai di kantor " jawab Yuda lagi .
" Iya mas " balas singkat Ria .
Akhirnya Yuda pun mematikan ponselnya . Dia tersenyum bahagia karena pelan - pelan Ria sedikit menerimanya .
Hendri yang melihat tingkah sahabatnya hanya melihat bingung ke arah Yuda .
" Kenapa kamu senyum - senyum sendiri begitu Yud ? ada apa ? " tanya Hendri heran .
" Ah tidak ada apa - apa , cuma lagi seneng aja " jawab Yuda .
Sedangkan Ria menghela nafasnya dengan kasar . Dia merasa gugup selama menelepon suaminya .
" Kenapa aku jadi gugup begini ? kan hanya telepon saja kenapa aku jadi salah tingkah sendiri ? " tanya Ria dalam hatinya .
Ria pun memutuskan melanjutkan merapikan pakaiannnya lagi untuk mengusir kebingungan hatinya itu . Ria menumpukkan pakaian - pakaian Yuda yang masih bisa di tumpuk lagi . Ria juga menumpuk celana - celana juga .
Sekarang ada ruang untuk pakaian - pakaiannya . Ria pun dengan rapi menyimpan pakaian - pakaiannya itu .
Setelah semua sudah selesai , Ria merapikan kembali kamar itu . Setelah selesai semua , Ria pun memilih membaringkan tubuhnya di atas ranjang itu . Tubuhnya terasa lelah sekali . Tak terasa Ria pun tertidur dengan nyenyaknya .
Sedangkan Yuda sudah bersiap untuk pergi ke tempat meeting . Mereka akan mengadakan meeting itu di sebuah restoran ternama di kota itu .
Yuda dan Hendri sudah bersiap . Mereka berjalan dari ruangannya menuju lobby kantor . Setiap karyawati yang melihat kedua laki - laki tampan itu hanya bisa terpesona dalam diam . Mereka sangat mengagumi bos mereka yang tampan dan gagah berwibawa itu . Hendri sang assisten pun tak kalah tampan dengan sang bos .
Mereka pun menuju mobil yang sudah siap ada berada di depan lobby . Setelah mereka masuk ke dalam mobil , mobil pun berjalan meninggalkan gedung perkantoran Hanandi Group .
45 menit berlalu , Yuda dan Hendri pun telah sampai di tempat meeting . Klien yang akan mereka temui belum datang . Masih ada waktu untuk mereka mempersiapkan diri .
Setengah jam berlalu akhirnya klien yang mereka tunggu pun telah tiba . Mereka menyambut kliennya dengan ramah dan berwibawa . Yuda di kenal pebisnis yang cerdas di kalangan pebisnis lainnya .
Makanya banyak pebisnis yang ingin bekerja sama dengan perusahaan yang Yuda pimpin sekarang . Di tangan Yuda , perusahaan milik sang ayah berkembang pesat . Tidak hanya di dalam negeri saja , Yuda sudah mulai ingin melebarkan sayapnya untuk merambah pasar luar negeri .
Yuda tidak kenal lelah dan pantang menyerah . Dia akan melakukan apapun agar cita - citanya tercapai . Yuda bercita - cita membawa nama perusahaan dang ayah ini sampai ke mancanegara .
Banyak pebisnis yang iri akan keberhadilan Yuda . Tapi banyak pebisnis juga yang salut dengan kegigihan Yuda memimpin perusahan sang ayah walaupun umurnya masih muda .
Di pertemuan kali ini sangat penting bagi Yuda . Karena di pertemuan ini menjadi titik awal Yuda untuk masuk ke pasar internasional . Anggap saja sebagai batu loncatan Yuda untuk melebarkan sayapnya .
Makanya Yuda rela untuk pulang tengah malam , rela tidak tidur untuk menyiapkan proposal dan rela kehilangan waktu bersama dengan Ria dan keluarganya . Karena pertemuan ini akan bisa menjadi titik balik perusahaan yang akan menjadi lebih besar lagi .
__ADS_1
Semua Yuda lakukan demi keluarganya dan perusahaannya . Tanggung jawabnya sebagai penerus satu - satunya Hanandi Group sangat berat . Tapi semua Yuda lakukan dengan ikhlas dan lapang dada , makanya dia menjalani pekerjaannya dengan senang hati . Baginya perusahaan ayahnya adalah jantung bagi kehidupan keluarganya dan jantung kehidupan keluarga keryawannya .