
" Ti - tidak nak wa - waktu a - ayah sudah tidak banyak lagi . Ayah ingin melihatmu menikah , agar ada yang menjagamu jika ayah tiada . Kabulkan permintaan ayah ya nak " ucap ayah Ria lagi .
" Ria akan mengabulkan permintaa ayah tapi bagaimana Ria akan bisa menikah ayah , kalau laki - lakinya saja Ria tidak punya " jawab Ria .
" AKU YANG AKAN MENIKAHIMU RIA " seru Yuda yang sudah tidak tahan mendengar kepiluan keluarga Ria .
Ria dan keluarganya terkejut akan teriakan Yuda . Mereka secara bersama menoleh ke arah sumber suara itu . Hendri pun ikut tercengang mendengar apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu . Hendri hanya memandang wajah serius Yuda yang masih menatap ke arah Ria .
" Tuan Yuda , Mas Hendri ? " Ria sangat terkejut dengan kehadiran Yuda dan Hendri di rumahnya .
Yuda yang di pandang pun melangkah masuk menghampiri keluarga Ria yang berada di dalam kamar orang tua Ria .
" Selamat siang bapak dan ibu maaf saya sudah lancang masuk ke rumah dan kamar ini tanpa ijin terlebih dahulu . Saya juga tidak sengaja mendengar semua percakapan bapak dengan Ria . Jika bapak mengijinkan , saya mohon ijin menikahi putri bapak untuk memenuhi keinginan bapak yang bapak impikan . Saya tahu mungkin kalian merasa heran kenapa ada orang asing yang tiba - tiba datang dan ingin menikahi putri kalian . Tapi jujur saja bapak saya kesini dengan tujuan yang baik . Saya sudah menyimpan perasaan suka dengan putri bapak sejak lama " jelas Yuda kepada ayah Ria sambil ia berjongkok di samping tempat tidur ayahnya . Ria yang mendengar ucapan Yuda hanya bisa terpaku tidak percaya .
" Nak , kamu siapa ? " tanya singkat ayah Ria lemah .
" Nama saya Yuda bapak , saya teman Ria dari kota " jawab Yuda .
" Jadi bagaimana pak , apa bapak mengijinkan saya untuk menikahi Ria ? " tanya Yuda . Ria yang mendengar pun menatap tajam ke arah Yuda yang berada di samping nya .
" Tuan apa - apaan ini ? apa anda masih belum puas menghina dan mempermainkan saya ? " bisik Ria di depan wajah Yuda .
" Tidak Ria aku memang bersungguh - sungguh mau menikahi kamu demi bapak kamu juga " bisik Yuda kepada Ria .
Saat keduanya sibuk berdebat , kondisi ayah Ria semakin memburuk . Ayah Ria tiba - tiba merasa sesak di dada dan tidak bisa mengambil nafas .
" Ayah . . . ayah kenapa ? Ria lihat ayahmu ! " seru ibu tiba - tiba membuat Ria dan Yuda bersamaan menoleh ke arah ayahnya Ria .
" Ibu ayah kenapa lagi ? ayah . . . ayah kenapa ?" tanya Ria panik .
" Ri , ayo kita bawa ayahmu ke rumah sakit sekarang pakai mobilku saja . Ayo cepat . . . Hen cepat siapkan mobil " Yuda yang ikut panik pun langsung mengangkat tubuh ayah Ria dan ia gendong untuk masuk ke dalam mobil . Situasinya menjadi sangat tegang . Semua keluarga menjadi sangat panik .
Para tetangga yang berjaga di depan rumah pun ikut panik . Hendri sudah siap di tempatnya , Yuda yang sedang menggendong ayah Ria pun sudah mendekati mobil dengan di bantu oleh beberapa tetangga laki - laki di sana .
Ria , ibunya dan adik - adiknya pun tidak bisa lagi menahan tangisannya . Mereka berlari mengikuti Yuda dari belakang .
Ria segera masuk ke dalam mobil bagian belakang sendiri dan menerima ayahnya yang sedang di masukkan oleh Yuda dan para tetangga .
" Ayah . . . ayah tahan sebentar ya kita akan ke rumah sakit . Ayah pasti kuat kan " ucap Ria sambil menangis melihat keadaan ayahnya yang semakin kritis .
" Bapak ibu saya minta tolong untuk menjaga rumah Ria sementara waktu ya . Kami pamit dulu permisi " pamit Yuda sopan dan ia menitipkan pesan agar ada yang menjaga rumah Ria .
Yuda pun bergegas masuk ke dalam mobil .
" Ayo Hen , kita berangkat ke rumah sakit " ucap Yuda . Hendri pun segera memacu kendaraannya dengan sedikit lebih kencang tak lupa ia menyalakan lampu hazard untuk memberi tanda jika ia membawa seseorang dalam keadaan darurat .
Ibu Ria dan adik - adiknya berada di tengah dengan tangis dan doa yang terus mereka ucapkan .
__ADS_1
" Rumah sakitnya ke arah mana ya ? " tanya Hendri . Adik laki - laki Ria yang mendengar pun langsung memberikan arahan kepada Hendri .
Jarak antara rumah sakit dan rumah Ria lumayan jauh . Dengan kecepatan di atas rata - rata saja , mereka baru sampai di rumah sakit 45 menit kemudian .
Sekarang mereka sudah sampai dan langsung menuju ke UGD . Setelah mobil berhenti , Yuda langsung turun dan membuka pintu mobil . Di ikuti oleh Hendri yang akan membantu Yuda . Ibu dan adik - adik Ria turun terlebih dahulu agar Yuda bisa mengangkat tubuh ayah Ria .
Dengan hati - hati , Yuda mengangkat tubuh renta laki - laki paruh baya itu . Hendri sudah memanggil perawat agar membawakan brankar untuk ayah Ria . Yuda mengangkat dan menggendong ayah Ria sendirian .
Setelah berhasil keluar dari mobil , Yuda meletakan tubuh ayah Ria itu di atas brankar tersebut . Dengan cepat para perawat segera membawa masuk ayah Ria . Dokter jaga pun langsung memeriksa kondisi ayah Ria .
Hendri mengajak adik laki - laki Ria untuk mengurus administrasi di rumah sakit ini . Sedangkan Yuda , Ria , ibunya dan adik perempuannya menunggu dokter yang sedang memeriksa ayah Ria itu . Ria duduk dengan memeluk sang adik yang terlihat menangis terus .
Yuda melihat ke arah ibu Ria yang terlihat tertunduk lemah tak berdaya . Yuda pun mendekati ibu Ria itu dan berjongkok di hadapan wanita paruh baya tersebut .
" Ibu aku tahu isi perasaanmu saat ini . Ibu pasti sedang memikirkan ayah Ria yang berada di dalam . Tapi bu , ibu harus yakin jika ayah Ria adalah laki - laki yang kuat , beliau pasti akan bisa melawan penyakitnya tersebut . Yang di butuhkan ayah sekarang yaitu doa ibu agar ayah tetap kuat . Jadi sekarang ibu hapus air mata ibu dan gantilah dengan lantunan doa dari mulut ibu ya " hibur Yuda kepada ibunya Ria . Ibu Ria pun menatap wajah Yuda .
" Sebenarnya kamu siapa nak , kenapa kamu begitu peduli dengan keluarga kami ? kami pun juga baru mengenalmu kenapa kamu begitu baik dengan kami " tanya ibu Ria lirih .
" Aku adalah laki - laki yang akan menjaga Ria sepenuh hatiku bu . Saat ini mungkin aku orang asing bagi kalian tapi tidak lama lagi aku akan menjadi bagian dari keluarga ini . Bu percaya dan yakinlah kepadaku , kalau aku akan selalu membahagiakan Ria sepenuh hatiku karena aku benar - benar mencintainya " jawab Yuda yakin . Ria yang mendengarkan pembicaraan Yuda dan ibunya merasa tidak peduli .
" Laki - laki ini pasti sedang bersandiwara . Dulu dia sudah mati - matian menolakku dan sudah menghina aku dan keluargaku sekarang dia datang bak pahlawan kesiangan . Entah apa yang kau cari Tuan aku tidak bisa percaya begitu saja denganmu " gumam Ria dalam hati .
" Tapi nak kami bukanlah keluarga yang sepadan denganmu , kami hanya orang desa yang hidup sederhana . Apa keluargamu akan menerima ini semua ?" ucap ibu Ria .
" Ibu tidak perlu khawatir keluargaku tidak pernah memandang orang dari segi materi ataupun kedudukannya . Yang terpenting bagi kami adalah hati dan sikapnya . Ria juga sudah mengenal orang tuaku ibu . Jadi sekarang ibu tinggal mengijinkanku dan merestui kami saja " balas Yuda . Ibu Ria hanya menganggukkan kepalanya .
" Baik nak ibu mengijinkanmu dan merestuimu . Ibu minta jagalah Ria dan bahagiakanlah dia " ucap Ibu berharap sambil beliau menatap ketulusan dimata Yuda .
Tak berselang lama dokter yang memeriksa ayah Ria pun keluar .
Ria melihatnya dan segera berdiri untuk menanyakan kondisi ayahnya . Di ikuti oleh Yuda dan ibu Ria .
" Permisi dokter bagaimana keadaan ayah saya dokter ? " tanya Ria was - was .
" Begini nak , ayah anda terkena radang paru - paru akut . Paru - paru ayah anda sudah tertutup dan di selimuti cairan yang membuatnya susah untuk bernafas . Dan yang memperburuk kondisi ayah anda sepertinya beliau memiliki penyakit lain yang baru akan kami cari . Jadi kami akan mengambil sampel darah ayah anda untuk kami periksa lebih teliti lagi " Dokter menjelaskan kepada keluarga pasiennya .
" Tapi sekarang ayah saya sudah sadar dok ?" tanya Ria lagi .
" Sudah silahkan kalau mau menemani . Saya permisi dulu " ucap dokter .
Ria dan keluarganya pun langsung masuk ke bilik kamar ayahnya . Terlihat ayahnya terbaring dengan selang oksigen di hidungnya dan selang infus di tangan kirinya . Yuda ikut masuk ke dalam bilik itu .
" Ayah . . . ayah apa yang di rasakan ? ayah sangat membuat kami takut " tanya Ria dengan wajah nya yang terlihat lelah dan sembab karena banyak menangis .
" Ayah tidak apa - apa nak , Ria sekarang dengarkan ayah dan ayah mohon turuti permintaan ayah yang tadi nak . Waktu ayah tidak banyak segeralah nak " desak sang ayah .
" Tapi ayah , kondisi ayah saja begini bagaimana aku bisa memenuhi keinginan ayah itu ? " Ria mencoba mencari alasan untuk menghindari pernikahan itu .
__ADS_1
" Ayah tidak apa - apa nak . Kondisi ayah baik - baik saja . Sekarang bersiaplah sebelum terlambat . Ayah akan tenang kalau kamu sudah ada yang menjaga " ucap ayah Ria lemah .
" Tapi ayah - " ucapan Ria terpotong karena Yuda mencegahnya .
" Kamu jangan menolak lagi keinginan ayah kamu . Turuti saja agar kamu tidak akan menyesal di kemudian hari " bisik Yuda di telinga Ria . Ria hanya menatap tidak suka ke arah Yuda .
" Nak , siapa namamu tadi ? " tanya ayah kepada Yuda .
" Nama saya Yuda bapak " jawab Yuda mendekati ayah Ria . Ria pun memilih menggeser posisinya .
" Nak , apa kamu benar - benar ingin menikahi putri saya ? " tanya ayah lagi .
" Saya bersungguh - sungguh bapak ingin menikahi putri bapak . Makanya saya rela datang jauh - jauh kemari untuk menjemput Ria . Tapi karena bapak menginginkan putri bapak segera menikah ini membuka jalan saya untuk bisa memiliki Ria . Saya bersungguh - sungguh cinta dengan putri bapak . Dan saya juga sudah berjanji dengan ibu dan ibu sudah merestui saya " jawab Yuda .
" Kalau begitu segeralah persiapkan pernikahan ini sebelum waktuku habis " ucap ayah Ria .
" Ayah kenapa bilang seperti itu . Ayag pasti akan sembuh " kata Ria sedikit kesal karena di paksa untuk menikah terus .
" Tidak nak , ayah sudah tidak kuat lagi cepatlah persiapkan pernikahan kalian . Panggil penghulu ke sini dan panggil lah pak RT untuk menjadi saksi pernikahan kalian " ucap ayah Ria sambil matanya melihat ke arah Yuda .
Yuda yang mendengarkan perintah calon mertuanya itupun segera mencari Hendri . Hendri yang baru selesai mengurus administrasi pun berjalan ke arah ruang UGD dan bertemu Yuda .
" Hen , tolong kamu cari penghulu atau ustad atau apalah di sini yang bisa menikahkan aku dengan Ria saat ini juga . Dan tolong kamu panggil atau jemput saja pak RT tempat tinggal Ria dan beberapa orang untuk menjadi saksi pernikahan kami . Dan tolong urus surat - suratnya juga . Mungkin saat ini aku hanya bisa menikah dengan Ria hanya secara agama terlebih dahulu karena sangat mendesak . Besok setelah semua surat - surat sudah siap kami akan mendaftarkannya ke KUA agar pernikahan kami bisa sah secara negara juga . Jadi aku minta tolong persiapkan ini semua secepat mungkin ya " titah Yuda . Hendri yang disuruh pun hanya bisa menurut .
" Tapi Yud , aku tidak tahu pak RT di tempat tinggal Ria itu . Kalau untuk surat - surat bisa nanti aku uruskan " Hendri sedikit bingung harus memulai dari mana tugas dari Yuda itu .
" Iya ya bagaimana ini !" Yuda pun ikut pusing memikirkan persiapan pernikahan yang mendadak ini . Dia memijat kepalanya karena terasa pusing .
" Aku bisa membantumu mas " ucap tiba - tiba adik laki - laki Ria yang ada di samping Hendri itu .
Yuda dan Hendri pun melihat ke arah anak laki - laki itu dengan senang .
" Betul juga kenapa tidak terpikirkan olehku . Kamu bisakan membantuku mempersiapkan pernikahan kakakmu demi ayahmu ? " ucap Yuda . Randi adik Ria pun mengangguk .
" Tapi ayahku tidak kenapa - kenapa kan mas ? " tanya Randi khawatir .
" Tenang ayah kamu tidak apa - apa , mas akan menjaganya untukmu . Sekarang kalian cepatlah mengajak orang - orang yang mas katakan tadi agar apa yang menjadi permintaan dan keinginan ayahmu cepat tercapai Ok " bujuk Yuda .
" Baik mas aku pergi dulu tolong jagakan keluargaku dulu " ucap Randi , dibalas anggukan oleh Yuda .
" Aku pergi dulu Yud dan kalau bisa kamu hubungi orang tuamu beri tahu mereka tentang apa yang akan kamu lakuin di sini " saran Hendri kepada sahabatnya itu .
" Iya setelah ini aku akan menghubungi Mama dan Papa . Sudah sana cepat pergi kita tidak punya waktu yang banyak " ucap Yuda .
Hendri dan Randi pun pergi untuk menjemput penghulu dan para saksi pernikahan Yuda dan Ria .
Yuda memandang kepergian Hendri dan Randi . Ria yang di liputi kekesalan datang menemui Yuda yang masih berdiri diam melihat sahabatnya pergi .
__ADS_1
" Apa yang Tuan rencanakan ? apa tuan kurang puas sudah menghina dan menyakiti hati saya ? sekarang untuk apa tuan ada di sini dan berbicara seenaknya mau menikahiku ? apa menurut tuan saya ini boneka yang bisa tuan mainkan begini ? " Ria meluapkan kekesalannya kepada Yuda . Dia sudah tidak bisa menahan emosi di dirinya . Dia sudah terlalu lelah dengan keadaan yang sedang menimpa dirinya dan keluarganya . Yuda terkejut dengan kedatangan Ria yang tiba - tiba itu .
" Ria !!! dengarkan aku baik - baik Ri , aku akui aku memang sudah berkali - kali menyakiti hatimu dan menghina dirimu dan keluargamu . Tapi semua itu tidak dari hatiku Ri . Hatiku selalu memusuhiku setelah aku menyakitimu . Ri , aku sudah terlalu lama menyimpan perasaan di dalam hatiku sendiri ini . Aku tidak pernah berani mengutarakan perasaanku secara langsung denganmu . Tapi setelah aku tahu sandiwaramu dengan Hendri aku sudah sadar sepenuhnya tentang hati dan perasaanku kepadamu . Makanya aku datang kemari untuk menjemputmu dan meminta restu kepada kedua orang tuamu itu . Tapi sepertinya takdir memilihkan jalan yang lebih indah . Takdir membuka kesempatan bagiku untuk memilikimu . Jadi sekarang aku meminta maaf setulus hatiku kepadamu atas semua yang telah aku lakukan kepadamu . Dan aku berjanji akan selalu menjagamu dan membahagiakanmu sepanjang hidupku . Kamu mau kan terima aku ? " Yuda menjelaskan dan bertanya kepada Ria sambil ia menggenggam tangan Ria dengan lembut . Di pandangnya wajah cantik wanita pujaannya .