
Ria dan Lina pun telah sampai di toko kue Bu Kartika . Ria begitu senang , karena setelah beberapa hari pulang kampung akhirnya bisa kembali ke tempat itu lagi .
Ria dan Lina pun turun bersama dari mobil . Tapi saat akan masuk ke toko , Lina ingin membuat kejutan untuk sang sahabat . Lina pun meminta Ria untuk tidak masuk dulu dan bersembunyi . Dia ingin mengagetkan sahabatnya itu dengan ke datangan Ria .
" Selamat siang sahabat baikku " sapa Lina kepada Bu Kartika yang sedang duduk menunggu di meja kasir .
" Eh . . . Lin . . . kemana aja udah lama engga datang ke sini ? " seru Kartika sambil berdiri dan bersemangat menghampiri Lina sambil cipika cipiki .
" Engga kemana - mana , lagi sibuk aja ngurusin anak " jawab Lina sekenanya .
" Eleh - eleh mentang - mentang udah punya mantu . Kamu ke sini sendirian ? " ucap Kartika . Kartika sudah mengetahui kalau Yuda dan Ria sudah menikah . Lina sudah menceritakan itu lewat pesan singkat .
" Engga sama seseorang . Ayo sini masuk " seru Lina sambil memandang ke arah pintu masuk .
" Kamu sama siapa ? " kata Kartika penasaran , matanya mengikuti arah pandangan sang sahabat .
Ria pun berjalan masuk ke dalam toko .
" Selamat siang Bu Kartika !!! " sapa Ria sambil tersenyum setelah di dalam toko .
" Ya Allah RIA . . . Ah ibu senang sekali kamu datang !!!! " seru Kartika senang sambil menarik Ria ke dalam pelukannya .
" Iya bu saya kangen sama ibu , Alin dan toko ini " balas Ria membalas pelukan Kartika .
" Bagaimana kabar kamu ? Ibu ikut berbela sungkawa ya Ri atas meninggalnya ayah kamu . Maaf ibu tidak bisa datang ke sana karena toko sedang sibuk - sibuknya " ucap Kartika .
" Alhamdulillah kabar saya baik bu . Terimakasih bu , tidak apa - apa saya maklum kok " balas Ria dengan senyum manisnya .
" Ini kita engga di persilahkan duduk nih " keluh Lina memotong pembicaraan Kartika dan Ria .
" Ah iya aku sampai lupa . Ayo - ayo silahkan duduk " ucap Kartika mempersilahkan .
Lina dan Ria pun duduk di meja yang Kartika tunjuk . Meja dekat pintu masuk toko tempat favorit Lina .
" Kok tumben toko sepi Kar ? " tanya Lina .
" Ini kan sudah lewat jam makan siang , ya sepi lah " jawab Kartika . Lina pun hanya mengangguk saja .
" Kalian mau minum apa nih ? " tanya Kartika .
" Aku greentea aja Kar , kamu mau minum apa sayang ? " kata Lina .
" Saya sama aja Ma " jawab Ria .
" Oke kalau gitu aku pesankan dulu ya " balas Kartika .
" Bu , Arin kemana kok tidak kelihatan ? " tanya Ria kepada Kartika sebelum pergi .
" Arin di dapur Ri " jawab Kartika singkat .
" Boleh tidak kalau saya saja yang memesankan sekalian saya ingin bertemu Alin dan teman - teman yang lain ? " ucap Ria meminta ijin .
" Boleh banget Ri , ya sudah sana " balas Kartika sambil kembali duduk di hadapan Lina .
" Terimakasih Bu . Ma , Ria tinggal ketemu Arin sebentar ya " ijin Ria kepada sang mertua .
" Iya sayang , sana puas - puaskanlah kangen - kangenanmu sama sahabatmu itu " jawab Lina .
" Terimakasih Ma , Ria permisi dulu " ucap Ria dan diangguki Lina dan Kartika .
Ria pun berjalan ke arah dapur . Saat mulai dekat dengan pintu dapur , terdengar gelak tawa dari dalam dapur . Ria pun membuka pintu dapur dengan perlahan . Dan terlihat Arin sedang duduk membelakangi pintu .
Ria pun berjalan mengendap - endap mendekati sang sahabat sambil jari telunjuknya berada di bibirnya supaya teman yang sudah melihat kedatangannya untuk diam .
Saat Ria sudah berada di belakang Arin , Ria pun menutup kedua mata Arin dengan kedua tangannya . Arin sedikit terkejut karena ada yang tiba - tiba menutup kedua matanya itu .
" Eh . . . siapa ini tiba - tiba menutup mataku ?" tanya Arin sambil mencoba melepas tangan Ria agar matanya bisa terbuka .
Arin terus bertanya dan Ria hanya terkekeh diam melihat sang sahabat yang mulai kesal .
" Aku hitung sampai 3 kalau tidak segera di buka , aku cubit ya tangannya . Satu . . . Dua . . . Ti . . . !!! " ucap Arin sedikit kesal . Saat hitungan mau ke angka tiga akhirnya Ria memilih melepaskan tangannya .
" Tega sekali mau menyakiti sahabat sendiri " ucap Ria . Arin yang mendengar suara sahabatnya pun terkejut dan segera membalikkan badannya .
__ADS_1
" Hah . . . RIA . . . beneran ini kamu ? " ucap Arin tidak percaya .
" Ya beneran emangnya aku hantu . . . " keluh Ria .
" Aaaahhhhh . . . RIAAAA . . . aku senang bisa ketemu kamu lagi " Arin pun segera berdiri dan memeluk sang sahabat .
Ria yang tiba - tiba di peluk Arin pun sedikit terkejut dan terhuyung ke belakang . Ria pun membalas pelukan sang sahabat .
" Ria , aku kangen banget sama kamu . Kenapa kamu pergi engga pamit sama aku ? malam itu aku khawatir dan takut mikirin kamu " ucap Arin yang masih memeluk Ria dengan hangat .
" Maafkan aku Rin yang harus pergi tanpa pamit denganmu . Waktu itu keadaan ayahku sudah tidak baik , makanya aku langsung pulang begitu saja tanpa pamit dengan kalian " balas Ria sambil mengurai pelukan Arin .
" Aku ikut berbelasungkawa ya Ri atas meninggalnya ayah kamu . Maaf aku tidak bisa datang kesana karena toko lagi ramai - ramainya " ucap Arin .
" Ah engga apa - apa Lin santai aja . Doakan saja ayahku disana " jawab Ria santai .
" Oh iya hampir lupa , mbak Linda tadi di suruh bu Kartika untuk buatkan greentea 2 buat Bu Lina " ucap Ria kepada staf dapur .
" Baik Ri saya buatkan " ucap Linda .
" Terimakasih ya mbak " balas Ria . Linda hanya mengangguk kepalanya .
" Eh . . . eh Ri apa bener kamu sudah menikah dengan tuan Yuda ? " tanya Arin penasaran sambil menarik Ria untuk duduk di sampingnya . Ria hanya membalas dengan anggukan saja .
" Bagaimana ceritanya kok bisa kamu nikah sama orang itu ? " tanya Arin lagi .
" Panjang ceritanya Rin . Kamu tahu dari siapa aku menikah dengan tuan Yuda ? " tanya Ria .
" Hehehe . . . dari Mas Hendri " ucap Arin malu - malu .
" Kalau tahu dari mas Hendri , engga mungkin kamu engga di ceritain kronologinya " kata Ria curiga .
" Iya sih sebenernya aku sudah tahu kronologinya tapikan lebih mantap lagi kalau kamu langsung yang cerita " balas Arin senyum - senyum .
" Wooo dasar kamu Rin sukanya gosip aja " ujar Ria .
" Biarin , lagian yang di gosipin juga sahabat sendiri " ucap Arin . Ria hanya mendengus kesal melihat tingkah sahabatnya itu .
" Bagaimana Ri sakit engga waktu di jebol pertama kali ? " tanya Arin .
" Jangan pura - pura engga tahu deh , itu tuh malam pertama " goda Arin sambil menaik - naikan kedua alisnya .
" Boro - boro malam pertama , hari ini aja dia lagi ngambek sama aku " kesal Ria karena di goda terus dengan sahabatnya itu .
" Ngambek kenapa ? masak pengantin baru sudah bertengkar aja " tanya Arin heran . Ria hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar .
" Salahku sih Rin buat dia marah . Sebenarnyakan aku menikah dengannya karena terpaksa . Sebelum ayahku pergi , beliau memintaku segera menikah . Tanpa aku tahu dia tiba - tiba datang ke rumah dan langsung bilang kalau mau menikahi aku di depan kedua orang tuaku . Di situ aku merasa tambah marah dengannya . Sampai akhirnya ayahku sekarat dan memaksaku untuk menerima dia menjadi suamiku . Akhirnya aku kabulkan permintaan terakhir ayah itu . Kami pun menikah secara agama di rumah sakit . Tapi jujur Rin waktu itu dihatiku hanya ada rasa kesal dan marah kepada Mas Yuda . Aku selalu ketus , acuh dan tidak memperdulikan kehadirannya di sampingku . Padahal aku juga melihat kalau dia sudah banyak berubah setelah menikah . Dia banyak membantu keluargaku sampai pemakaman ayah . Akhirnya kemarin itu aku sudah menyinggung perasaannya dengan mengatakan kalau aku mau ikut pulang dengannya ke kota ini hanya sebagai ajang membayar hutang atas semua bantuannya kepada keluargaku kemarin Rin . Tak aku sangka dia marah denganku dan tanpa sadar dia juga mengungkapkan perasaannya kepadaku kalau dia sudah lama jatuh cinta denganku " ucap Ria mencurahkan hatinya .
Arin yang mendengar curahan hati sahabatnya itu sedikit terperangah tidak percaya kalau sahabatnya itu memiliki pemikiran yang picik seperti itu .
" Hah kamu ngelakuin itu semua ? apa yang lagi kamu pikirin Ri ? aku engga habis pikir kamu sebenci itu dengan tuan Yuda " ucap Arin .
" Entah Rin kenapa pikiran itu muncul begitu saja . Mungkin aku terlanjur benci saat dulu mas Yuda menghinaku . Tapi jujur dari lubuk hatiku Rin , sekarang aku merasa terlalu egois dan merasa bersalah kepadanya karena sudah mengatakan hal jahat kepadanya . Padahal aku tahu kalau dia benar - benar tulus membantu keluargaku . Aku juga merasakan perubahan itu . Sekarang dia marah denganku , aku rasa wajar sih karena mulut jahat ini hanya mementingkan perasaanku sendiri tanpa mau memikirkan perasaan orang lain " ucap Ria .
" Aku sebenarnya sudah tahu kalau tuan Yuda benar - benar cinta denganmu Ri . Di malam itu dia begitu takut dan khawatir dengan keadaanmu . Dia berlari kesana kemari di area kos kita hanya untuk mencarimu . Sampai akhirnya dia memutuskan pergi ke kampungmu pun aku juga tahu . Di situ aku baru sadar kalau dia benar - benar tulus dan cinta denganmu " ucap Arin .
" Kenapa waktu itu kamu tidak mengabari aku kalau mas Yuda dan mas Hendri datang ke kampungku ? " ujar Ria .
" Maaf Ri aku lupa , karena sudah malam banget dan aku sudah capek setelah masuk kamar kos dan mendapat kabar dari mas Hendri , aku langsung ketiduran . Jadi aku lupa mengabarimu . Maaf deh " ucap Arin .
" Ya sudah lah , masa lalu biarlah berlalu . Sekarang kita harus berjalan ke depan untuk menyongsong masa depan bukan ? " ucap Ria .
" Yaps betul . Kalau boleh tahu sekarang apa yang di rasakan hatimu kepada tuan Yuda Ri ? " tanya Arin .
" Entah Rin aku juga bingung . Yang jelas sih aku merasa bersalah dan kepikiran dengan keadaannya sekarang . Karena perdebatan kami tadi malam dia pergi dari rumah . Aku sudah coba mengirim pesan dan meneleponnya tapi semua pesanku tidak ada yang di balas dan teleponku tidak ada yang diangkat " ucap Ria lesu .
" Mungkin dia butuh waktu untuk menenangkan diri Ri . Atau mungkin dia sedang meredam emosinya supaya tidak menyakitimu lagi " ujar Arin .
" Entahlah . . . " balas Ria .
Saat sedang asyik berbincang , mbak Linda pun memberitahu kalau Ria di suruh keluar oleh bu Lina . Jam pun juga menunjukkan pukul 2 jam istirahat Arin juga sudah sedikit terlewat .
" Astagfirullah sudah jam 2 , istirahatku kelebihan . Ayo Ri kita keluar , aku bisa - bisa di murka bu Kartika " ucap Arin sambil beranjak berdiri dan berjalan keluar dapur dengan sedikit menarik tangan Ria .
__ADS_1
Setelah keluar mereka melihat bu Kartika sedang melayani pelanggan dan bu Lina duduk manis sambil menikmati teh nya dan sepotong chessecake favoritnya .
Arin pun menghampiri Kartika dan Ria menghampiri Lina .
" Maaf bu istirahat saya sedikit terlambat gara - gara ke asyikan cerita dengan Ria " ucap Arin kepada bu Kartika .
" Tidak apa - apa Rin , sekarang bantu saya melayani orang - orang ini " ucap Kartika .
" Baik bu " balas Arin .
Ria yang mendekati Lina pun segera duduk di samping sang mertua .
" Maaf ya Ma jadi lama , ke asyikan cerita - cerita sampai lupa waktu " ucap Ria sungkan .
" Tidak apa - apa sayang , Mama juga masih ingin santai di sini dulu kok jadi tidak terburu - buru . Itu di minum dulu teh mu sudah dingin lho " ucap Lina sambil mengusap kepala Ria dengan lembut .
" Iya Ma " balas Ria .
" Kamu mau makan kue tidak ? kalau mau pesan aja ya jangan sungkan " ucap Lina lagi .
" Iya Ma , Ria ke sana dulu ya mau pesan kue " balas Ria dan di balas anggukan oleh Lina .
Ria pun berjalan ke arah belakang etalase kue . Di sana Arin sedang sibuk melayani para pelanggannya .
" Apa perlu bantuan ? " tanya Ria .
" Tidak usah Ri , nanti merepotkanmu " balas Arin sambil mengambil kue - kue yang menjadi pesanan sang pelanggan .
" Tidak repot kok aku bantu ya " balas Ria . Arin pun hanya bisa mengangguk pasrah .
Ria pun mulai membantu Arin melayani para pelanggan . Sedikit demi sedikit akhirnya semua pelanggan itu pergi dari toko kue dengan puas .
Arin dan Ria pun akhirnya bisa bernafas dengan lega . Tanpa aba - aba mereka kompak duduk lesehan di belakang etalase sambil mengelap peluh mereka . Saat tersadar dengan apa yang mereka lakukan , Arin dan Ria tertawa bersama dengan saling pandang .
" Hahaha . . . Bisa bareng gini ya , aku kangen saat - saat kita seperti ini Rin " ucap Ria sambil tertawa .
" Iya ya Ri , walaupun baru beberapa hari tapi rasanya sudah lama kita tidak ketemu " balas Arin .
Bu Kartika yang melihat interaksi dua sahabat itu pun tersenyum .
" Ibu kangen deh lihat kebersamaan kalian lagi seperti ini " ucap Kartika kepada Arin dan Ria .
" Iya bu aku juga kangen . Di rumah aku engga ada kegiatan bikin bosen " keluh Ria .
" Kerja lagi di sini saja Ri , kan lumayan jadi ada kegiatan " ucap Kartika kepada Ria .
" Saya sih mau banget bu , tapi coba deh nanti saya ijin dulu sama Mama , Papa dan Mas Yuda semoga di ijinin ya " ucap Ria .
" Mau ibu bantu minta ijinnya ? " kata Kartika menawarkan diri .
" Apa tidak merepotkan ibu ? " tanya Ria lagi .
" Tentu saja tidak merepotkan . Ibu malah dengan senang hati membantumu " jawab Kartika sambil berjalan ke arah Lina .
Ria dan Arin hanya bisa diam melihat Kartika mendekat Lina .
" Aduh bu Kartika kok mau langsung bicara sama Mama ya . Gimana nih Rin , Mama marah ga ya ? " ucap Ria takut .
" Aku rasa bu Lina tidak akan marah Ri . Lagian kamu kan juga kerja di toko miliknya . Mana mungkin dia akan marah sama menantu kesayangannya ini " goda Arin sambil menoel dagu Ria .
" Ish kamu ini , sudah ah aku ke sana dulu . Ini aku ambil kue coklat 1 potong ya Rin " ucap Ria sambil mengambil kue yang dia mau dan segera mendatangi meja sang ibu mertua .
Saat Ria berjalan dengan cepat , tiba - tiba tanpa sengaja dia menabrak seseorang yang baru datang ke toko itu .
" Ahhh . . . mata kamu di mana sih jalan kok ga hati - hati " keluh orang itu .
" Maaf . . . maafkan saya Nona , saya tidak sengaja " ucap Ria . Orang yang di tabrak Ria itu adalah seorang wanita .
" Pakaian mahalku jadi kotorkan karena kena kue coklatmu ini " keluh wanita itu . Kue yang di bawa Ria tanpa sengaja jatuh dan mengenai pakaian wanita itu .
" Sekali lagi maaf , nanti saya bantu bersihkan " ucap Ria sambil membersihkan lantai yang terkena kuenya yang jatuh .
" Makanya kalau jalan lihat - lihat ada orang ga di depanmu " omel si wanita sambil tangannya sibuk membersihkan pakaiannya yang terkena noda coklat .
__ADS_1
Setelah selesai membersihkan lantai dan memungut kue yang jatuh tadi , Ria pun segera berdiri dan melihat keadaan orang yang di tabraknya . Alangkah terkejutnya dia saat melihat orang yang tanpa sengaja dia tabrak .
" Ah , kenapa harus bertemu dengan dia di sini sih . Aku malas sekali meladeni wanita gila ini " gumam Ria dalam hati .