
" Wah ada gadia cantik satu lagi . Siapa namanya neng ? " tanya Hendri sambil memandangi Ria .
Ria yang merasa di tanya dan dipandangi pun melihat ke arah Hendri . " Nama saya Ria mas " jawab Ria malu - malu .
" Dia gadis yang mau tante kenalin ke kalian semua " sahut Lina . " Ria ini anaknya cantik , sopan , sederhana , ibadahnya rajin dan yang utama dia sangat berbakti kepada kedua orang tuany " puji Lina sambil memegang tangan Ria dan memandang sini ke arah Alma .
" Wah calon istri idaman ini " goda Hendri .
" Mau ga neng jadi teman abang " goda Hendri lagi membuat Ria mengerutkan dahinya .
"Kayak pernah lihat laki - laki ini , tapi dimana ya ? " gumam Ria dalam hati .
" Enak aja kamu langsung nyamber . Ini tante dulu yang nemu " protes Lina .
" Ish tante masa mau berteman aja ga boleh " sahut Hendri . Lina hanya menatapnya tajam tanda tidak suka .
Hanan hanya menggelengkan kepalanya atas sikap istrinya itu , sedangkan Yuda hanya fokus dengan makanannya . Ia tidak ada rasa tertarik dengan apa yang ibu dan temannya itu perebutkan . Sedangkan Alma yang ada di sampingnya hanya bisa cemberut dan kesal karena merasa kehadirannya tidak di anggap .
" Ayo Ri tambah lagi " bujuk Lina .
" Terimakasih bu sudah cukup " tolak Ria halus .
" Apaan sih manggilnya pakai ibu juga , ngarep ya dijadiin anak sama tante Lina " sendir Alma ketus .
Ria terkejut atas sindiran Alma itu .
" Saya yang menyuruh Ria untuk memanggil dengan sebutan itu , kenapa kamu yang protes , saya yang dipanggil saja seneng - seneng aja " Lina membalas perkataan kasar dari Alma .
" Tapi kenapa tante ngebolehin dia manggil ibu , sedangkan sama aku tante ga ngijinin ? " tanya Alma .
" Mau tau alasannya , karena tante mau menjodohkan Yuda dan Ria . Tante sudah cocok dengan Ria " jawab Lina .
" Uuhukuhuk "
" Uhukuhuk "
" Uhukuhuk " Hanan , Ria dan Yuda secara bersamaan tersedak makanan yang baru mereka masukkan ke dalam mulutnya karena terkejut mendengar ucapan dari Lina .
" Apa Ma ? " Seru Yuda sambil meminum air di gelas yang sudah di sediakan .
" Ibu ngomong apa tadi ?" tanya Ria sambil melongo .
" Sayang kamu bercandakan ?" tanya Hanan tak percaya dengan ucapan istrinya .
Melihat ekspresi semua orang yang ada di meja makan membuat Lina bingung , " emang kenapa , salah ya dengan keinginan mama ?"
Hendri pun tak kalah terkejut . Dia sangat senang dengan ide ibu temannya itu . " Tante memang the best " sambil tertawa dan mengacungkan jempolnya . Jangan tanya ekspresi Alma , tidak hanya terkejut dia juga bertambah kesal dengan wanita paruh baya itu . Ia bertambah tidak suka dengan Ria .
" Sayang , Yuda kan umurnya sudah cukup untuk berumah tangga . Aku lihat dia juga ga pernah mengajak teman wanitanya yang ia kenalkan sama kita . Aku kan juga pengen segera punya cucu . Dan aku lihat Ria cocok sama Yuda . Bagaimana menurutmu sayang ? " tanya Lina kepada suaminya itu .
" Tapi sayang tanya dulu sama anak - anaknya mau atau tidak " tawar Hanan .
" Mau kan Yud sama Ria ? " tanya Lina pada anaknya .
" Mam , jangan bercanda deh . Aku kenal sama dia saja ga . Ketemu juga baru 2 kali ini . Apa lagi umurku dan dia pasti jaraknya jauh . Dia juga bukan tipeku " tolak Yuda . Membuat Ria hanya bisa menunduk karena menahan kesal .
" Di coba dan di jalanin aja dulu Yud , mama yakin kalau kamu sudah mengenal Ria lebih jauh pasti kamu akan jatuh cinta . Mama saja sudah sangat cocok dengan Ria " bujuk Lina .
" Tapi tante jangan maksa Yuda terus . Kalau dia ga mau ya sudah , toh masih ada wanita yang lebih cocok mendampingi Yuda . Lagian wanita ini ga ada pantes - pantesnya ada di samping Yuda . Kampungan begini , aku yakin keluarganya pasti dari kelas bawah " protes Alma tidak sopan . " Kamu hanya mengincar harta keluarga Yuda kan " tuduh Alma .
__ADS_1
" ALMA ! ! ! kamu ga usah ikut campur , dan satu lagi jangan harap tante memilih kamu . Sikap kamu aja seperti itu , tidak ada sopan - sopan nya sama orang tua , kamu juga suka sekali umbar aurat kamu . Kamu juga suka merendahkan orang lain . Tante hanya mau pasangan Yuda kelak memiliki sikap yang sopan santun dan berahklak baik . Ga kayak kamu " Lina sudah sangat emosi dengan kelakuan Alma .
" Bu Lina apa yang di ucapkan mbak Alma ada benarnya bu . Saya memang tidak selevel ibu dan sekeluarga . Saya hanya anak kampung dari keluarga tidak berada . Yang pergi merantau untuk meringankan beban orang tua saya . Saya tidak mau dianggap wanita matre karena mengincar anak ibu untuk menghidupi keluarga saya . Bagi saya harga diri saya lebih utama bu , walaupun saya tidak memiliki harta berlimpah tapi saya berusaha menjaga harkat dan martabat keluarga saya dimana saja . Dengan tidak mengurangi rasa hormat saya , lebih baik ibu pikirkan lagi keputusan ibu untuk menjodohkan saya dengan anak ibu . Saya tidak mau kalau membuat keluarga ibu ini dipandang rendah karena memilih saya " akhirnya Ria mengeluarkan suaranya . Ia sudah berusaha menahan emosinya atas ucapan Alma kepadanya . Ada rasa sakit hati yang ia rasakan . Apa lagi Alma membawa - bawa nama keluarganya .
" Maaf bu , om dan tuan Yuda sekiranya acara makan malam ini sudah selesai saya mau ijin pamit pulang dulu takut kemalaman " Ria memohon pamit kepada si tuan rumah . Raut wajah Ria pun terlihat sendu .
" Sebentar Ria , ibu sudah sangat yakin memilih kamu untuk menjadi bagian dari keluarga ini . Bukan maksud ibu untuk merendahkan kamu , tapi ibu memilih kamu karena menurut ibu kamu memang wanita yang sangat baik untuk Yuda . Ibu mohon maaf kalau suasananya menjadi seperti ini , ibu tahu posisi kamu . Dan satu lagi ibu dan papa nya Yuda tidak pernah memandang orang dari status nya ataupun kekayaannya . Bagi kami hati dan perilaku yang baik lebih utama daripada uang " ucapan Lina sambil melirik tajam ke arah Alma , tangan Lina pun menggenggam tangan Ria dan membelainya dengan lembut .
" Tidak apa - apa bu , saya yang mohon maaf karena kehadiran saya acara anda jadi berantakan begini . Saya mohon pamit ya bu kalau sudah tidak ada yang mau dibicarakan lagi " ucap Ria .
" Ya sudah nak kalau kamu ingin pulang , tapi mau ya di antar supir ibu . Ini sudah malam nak ga baik untuk anak gadis keluar malam - malam " tawar Lina .
Ria hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju . Pikirnya benar juga apa yang diucapkan bu Lina itu .
" Biar aku saja Tan yang nganter gadis cantik ini" Hendri menawarkan mengantar Ria .
" Ayo neng cantik mau kan diantar abang " goda Hendri .
" Bu , aku kok malah takut ya kalau di anter mas - mas itu " ucap Ria pada Lina .
" Hehehe gapapa Ri , Hendri itu anak yang baik kok ibu jamin itu . Kalau sampe ada apa - apa denganmu biar ibu yang menghukumnya " Lina terkekeh dengan ucapan Ria itu .
" Jangan takut sama abang neng , abang mah sudah jinak . Tuh pawangnya ada di samping kamu " ejek Hendri sambil mengangkat dagunya menghadap ke Lina .
" Dasar anak nakal awas kamu ya . Hen , tolong antar Ria ya , tante titip dia sama kamu . Tolong anter dengan selamat dan ga kurang apapun " pinta Lina .
" Siap bu bos " timpal Hendri .
Ria beranjak berdiri dan mendorong kursi ke belakang . Ia mendekati Hanan , "Om saya mohon pamit dulu , terimakasih undangannya dan jamuan makan malamnya yang lezat ini . Mohon maaf ya om karena kehadiran Ria makan malam om jadi tidak nyaman " pamit Ria .
" Tidak apa - apa nak , om malah seneng kamu mau meluangkan waktu datang ke sini . Maaf atas sikap putra om ini ya " balas Hanan .
" Yud , ini tamu nya mau pulang . Say hai dululah . Jangan begitu dong Yud , kerja nya terusin nanti " protes ibunya itu .
" Mam , aku sedang ada kerjaan ini " kesal Yuda .
" Iya mama tahu , tapi yang sopan dong kan ada tamu yang mau berpamitan " ucap Lina tak kalah kesal .
" Iya "
Hanan hanya menggelengkan kepala atas sikap Yuda . Yuda sangat tidak memperdulikan sekitarnya kadang membuat Hanan dan Lina sangat malu sama tamu yang mereka undang datang ke rumah .
" Kenapa sikapnya berbeda lagi sama tadi siang , tadi siang ga begitu " gumam Ria dalam hati bingung .
" Tuan saya pamit pulang dulu , terimakasih atas undangan dan jamuannya " pamit Ria sambil menjabat tangan Yuda
" Hem , sama - sama " jawab singkat Yuda sambil melepas tangannya .
" Ish ada ya orang kaya gini . Bikin sebal aja " umpat Ria dalam hati .
" Maaf ya nak atas sikap anak ibu jangan kamu masukan ke dalam hati ya " pinta ibu Lina .
" Iya bu saya maklumi kok " ucap Ria sambil berlalu melewati Yuda dan Alma .
" Pamit duluan ya mbak Alma , hati - hati mbak kalau kelamaan pakai baju seperti itu nanti lama kelamaan bisa masuk angin lho " sindir Ria .
"Ppppmmmffff" Hendri yang mendengar sindiran Ria ke Alma membuat ia harus menahan tawanya itu .
" Dasar bocah tau apa kamu " kesal Alma .
__ADS_1
" Ayo mas kita jalan , gerah nih lama - lama disini " sindir Ria lagi . Lina yang mendengar hanya tersenyum sedangkan Hanan hanya menggelengkan kepalanya tak percaya Ria mau membalas Alma .
" Ayok . . . Om , Tante kita pergi dulu ya mau nganter tuan putri ini dulu , Yud gue pergi dulu ya " pamit Hendri kepada tuan rumah . Sambil tertawa dan mengacungkan jempolnya kepada Ria , dia berjalan keluar rumah menuju mobil nya .
" Pulang dulu ya bu , sampai ketemu di toko lagi " Ria pamit lagi dengan Lina sambil memeluk wanita paruh baya itu .
" Terimakasih ya Ri , maaf atas semuanya , jangan kapok main kesini ya " pinta bu Lina . Ria pun hanya mengangguk tanda setuju .
Ria pun jalan keluar menyusul Hendri yang diantar langsung oleh Lina . Ria lalu mencium punggung tangan Lina dan langsung masuk ke dalam mobil Hendri .
" Hen , hati - hati di jalan ya , ga usah ngebut - ngebut , pokoknya kalau sampe ada apa - apa dengan Ria awas kamu " ancam Lina pada Hendri
" Siap tante jangan khawatir . Udah siap neng mari kita jalan , Dadah tante " seru Hendri sambil melambaikan tangannya .
Mobil Hendri pun melaju meninggalkan kediaman Hanandi , Lina pun masuk ke dalam rumah menghampiri sang suami yang masih berada di meja makan dengan anaknya dan Alma .
" Alma kamu ga pulang udah malam . Ga baik anak perempuan main ke rumah bujangan sampai malam begini . Dan tante takut kamu akan masuk angin kalau kelamaan pakai baju seperti itu apalagi hawanya lagi dingin kayak gini " usir Lina halus .
" Tante mengusirku ? aku juga mau pulang kok Tan , ayo Yud antarkan aku pulang . Kan tadi kamu yang mengajakku ke sini " kesal Alma .
" Tante ada perlu sama Yuda , kamu pulang dengan sopir tante aja ya " tolak Lina tidak setuju .
" Tapi tante tadikan Yuda yang mengajak saya ke sini kenapa sekarang saya pulang dengan sopir . Saya mau Yuda yang mengantar saya pulang " paksa Alma .
" Kamu ga dengar ucapanku , tante ada perlu sama Yuda . Kalau kamu ga mau pulang dengan sopir ya sudah silahkan cari taksi atau mobil online . Saya dan papa nya Yuda sudah capek silahkan keluar dari rumah kami " Lina sudah tidak bisa menahan emosinya lagi . Lina sangat kesal dengan tingkah anak dan teman wanita ga punya sopan snatun itu .
" Mam , jangan kasar begitu dong . Biar Yuda antar dulu Alma pulang ya " akhirnya Yuda bersuara untuk membel temannya itu .
" Kalau sampai kamu antar wanita itu jangan panggil aku mamamu lagi Yud " kesal Lina karena Yuda lebih membela Alma .
" Mam bukan maksud Yuda membela Alma , tapi - "
" Tidak ada tapi - tapian , keputusan mama sudah bulat silahkan kamu pilih mengantar dia atau kamu menuruti mama yang sudah melahirkanmu " Lina memotong perkataan putranya itu . Lina beranjak meninggalkan meja makan dan pergi menuju ke ruang tengah .
" Gimana ini Pa ? aku kan cuma mau nganter Alma saja , kenapa mama sebegitu bencinya dengan Alma " tanya Yuda kepada papa nya itu .
" Ya kamu tahu sendirikan bagaiman Alma terhadap mama mu ga ada sopan - sopannya . Menurut papa sih turuti aja kemauan mama kamu . Biar Alma diantar sopir pulang " jawab Hanan sambil beranjak meninggalkan meja makan menyusul istrinya .
" Aku ga mau pulang dengan sopir Yud . Kamu yang harus mengantarkan aku Yud " rengek Alma sambil bergelayut di lengan Yuda .
" Sudah lah Alma kamu pulang dengan sopir ya , aku lebih memilih mama ku daripada kamu . Bagiku mama ku adalah segalanya " ucap Yuda .
" Tapi Yud - "
" Ga ada tapi - tapian Alma . Aku ada keperluan dengan keluarga ku dulu " Yuda berdiri meninggalkan Alma sendiri di meja makan dan menyusul kedua orang tuanya .
Alma yang kesal pun pergi keluar rumah tanpa berpamitan dengan si tuan rumah . Ia keluar sambil menghentak - hentakkan kakinya . "Awas kamu wanita kampung , tunggu pembalasanku " umpat Alma dalam hati mengancam Ria .
Di ruang tengah sudah duduk Yuda dan kedua orang tuanya . Lina masih sangat kesal kepada anaknya itu karena sudah mengacaukan acara makan malam perkenalan yang sudah ia susun untuk putranya itu . " Kamu bagaimana sih Yud , acara yang mama bikin kenapa kamu kacaukan seperti ini ? mama hanya mau ngenalin kamu dengan Ria . Mama mau kamu segera menikah , umur kamu sudah sangat matang Yuda . Mama dan papa juga ingin segera menimamg cucu sebelum kami pergi " kesal Lina .
" Bukan maksud Yuda mengacaukan acara makan malam ini Mam , tapi Yuda belum ada niatan untuk menikah . Yuda belum bisa melupakan kejadian beberapa tahun lalu yang menyakiti hati Yuda Mam " ucap Yuda sendu .
" Apa salahnya dicoba dulu Yud , siapa tahu Ria bisa membuat kamu melupakan kejadian itu " rayu Lina .
" Tapi Mam , Yuda takut kejadian yang lalu terulang lagi " balas Yuda .
" Belajarlah melupakan Yuda , coba buka lembaran baru lagi dan jangan takut " Hanan ikut menasihati .
" Mama tahu betapa kamu tersakiti atas kejadian itu tapi jangan terus menghukum kami dengan kamu tidak berniat menikah . Anak mama cuma kamu , siapa lagi penerus kami kalau bukan kamu . Kalau kamu tidak menikah bagaimana keluarga ini memiliki keturunan . Sedangkan mama " Lina tak sanggup meneruskan ucapannya lagi . Hanan pun hanya bisa merangkul istri tercintanya itu memberi semangat istrinya itu .
__ADS_1