Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Lain Di Mulut Lain Di Hati


__ADS_3

Setelah beberapa saat , mereka bertiga pun sampai di depan gang masuk kos an Ria dan Arin . Hendri pun memarkirkan mobilnya di pinggir jalan .


" Terimakasih ya mas Hendri sudah mau mengantar kami pulang " ucap Ria .


" Sama - sama Ri , jangan sungkan - sungkan . Ayo aku bantu antar sampai ke kos kalian " ucap Hendri . Ria pun hanya membalas dengan menganggukan kepalanya .


Arin hanya diam saja mendengarkan percakapan Ria dan Hendri . Hendri pun keluar mobil disusul Arin mau mengambil barang bawakan mereka . Mereka mengeluarkan barang-barang Ria dan Arin .


Ria dengan berhati - hati beranjak untuk keluar dari mobil . Saat keluar dari mobil , tiba - tiba Ria terhuyung ke depan dan saat itu Hendri sedang meletakkan barang di dekat Ria dengan reflek Hendri menangkap tubuh Ria agar tidak terjatuh .


" Ri , kamu tidak apa - apa ?" tanya Hendri panik .


" Ga apa - apa mas , cuma masih agak pusing sedikit . Tadi waktu keluar mobil langsung kena sinar matahari tiba - tiba pandanganku gelap " jawab Ria sambil memijat keningnya .


" Sini aku bantu jalan ya " bujuk Hendri yang masih memegang bahu Ria . Ria hanya menganggukan kepalanya .


" Kamu kenapa Ri ? " tanya Arin yang terkejut .


" Tadi Ria mau terjatuh , Rin kamu bisa bawa barang nya sendirikan ? saya bantu megangi Ria berjalan " ucap Hendri pada Arin .


" Bisa aku bawa sendiri " jawab Arin singkat .


Mereka pun berjalan menuju kos an . Ria masih merasakan lemas , Hendri dengan hati - hati memegang bahu Ria agar tidak terjatuh . Arin dengan wajah datar hanya mengikuti dari belakang dengan dua tangannya yang sedang membawa tas .


" Masih pusing Ri ? " tanya Hendri .


" Masih mas , ga tahu nih kenapa masih pusing . Perasaan tadi engga sepusing ini " jawab Ria .


" Mau aku gendong saja , biar kamu tidak terjatuh ?" bujuk Hendri .


" Tidak usah mas , terimakasih aku masih kuat kok . Apalagi sudah deket juga " tolak Ria halus .


" Ya sudah aku pegangin saja " timpal Hendri . Ria pun hanya mengangguk .


Mereka pun sampai di depan kos .


" Sebentar ya aku taruh barang - barang ini dulu . Nanti aku bantu kamu jalan Ri " ucap Arin .


" Ya Rin , aku tunggu di sini " jawab Ria balik .


Arin pun berjalan masuk ke kos an . Hendri hanya memandanginya dengan senyum yang terus berkembang .


" Jaga matanya nanti kelilipan lho " goda Ria yang melihat Hendri tak berkedip sedikitpun .


" Hehehe . . . cantik banget teman kamu itu Ri . Tapi kenapa ya kalau sama aku dia judes banget ? " tanya Hendri .


" Arin emang begitu sikapnya mas kalau sama laki - laki yang baru ia kenal pasti bakalan di jutekin " jawab Ria .


" Ooo begitu . Hm Ri , boleh ga aku minta tolong sama kamu biar aku bisa deket sama Arin ? nanti caranya bagaimana aku kasih tau deh " pinta Hendri .

__ADS_1


" Boleh , tapi aku dapat apa nih ? " jawab Ria .


" Apa aja yang kamu mau deh asal gadis cantik itu bisa jadi milikku " ucap Hendri .


" Oke , nanti kita bikin rencana dulu ya . Tapi jangan sekarang ya mas , aku masih kurang fit nih . Aku rencana juga beberapa hari ini belum masuk kerja dulu biar fit 100% dulu lah " ujar Ria .


" Iya Ri , disehatkan dulu " jawab Hendri .


" Ayo Ri masuk . Sini aku bantu " seru Arin membuat Ria dan Hendri terkejut .


" Ish kamu nie kebiasaan mengagetkan orang saja " protes Ria .


" Ya sudah Ri aku pamit dulu ya , kamu istirahat ya " pamit Hendri .


" Iya mas hati - hati di jalan ya , terimakasih banyak ya mas maaf sudah merepotkan " balas Ria .


" Iya sama - sama Ri , saya pamit ya Arin . Senang bertemu dengan mu " pamit Hendri .


" Iya hati - hati " jawab Arin singkat .


Hendri pun pergi dari kos an . Ria pun masuk ke dalam kos dengan dibantu Arin .


Setelah masuk ke kamar mereka pun , Ria memilih berbaring di tempat tidur .


" Aku mandi dulu ya Ri " pamit Arin langsung masuk ke kamar mandi .


" Halo Assalamualaikum " ucap Ria .


" Waalaikumsalam Ria , kamu sudah keluar dari rumah sakit ya nak ? maaf ya ibu tidak bisa datang karena harus nemenin si Om ini . Kamu pulang dengan siapa Ri ? " tanya seseorang di saluran ponsel itu .


" Alhamdulillah sudah bu . Ini baru aja masuk ke kos . Engga apa - apa bu , tadi ada Arin dan mas Hendri juga datang jadi bantuin saya keliar rumah sakit dan mengantar kami ke kos bu " jawab Ria .


" Alhamdulillah kalau sudah ada Hendri . Nanti kalau acaranya sudah selesai ibu mampir deh ke kos an kamu " ucap suara itu lagi .


" Kalau bu Lina repot tidak kesini juga ga apa - apa bu , jangan repot - repot bu saya jadi ga enak " ucap Ria kepada Lina , ya yang menelepon Ria adalah Lina .


" Ga repot Ri , ibu senang bisa membatu kamu . Sekarang istirahat dulu gih , nanti ibu kabari lagi ya " jawab Lina .


" Iya bu terimakasih banyak . Ria mau istirahat dulu ya . Assalamualaikum " pamit Ria .


" Waalaikumsalam Ri , cepat sembuh ya " balas Lina dan disertai dengan menutup panggilan telepon nya .


" Siapa yang telepon Ri ?" tanya Arin tiba - tiba mengejutkan Ria yang sedang menaruh ponselnya di meja .


" Astagfirullah Arin kebiasaan banget mengagetkan orang saja . Itu bu Lina tadi yang telepon tanya kabarku saja " jawab Ria sambil merebahkan badannya lagi di tempat tidur .


" Ooo . . . aku mau beli makan kamu mau makan apa Ri ? laper nih dari tadi belum makan" tanya Arin .


" Apa aja Rin , asal jangan yang pedes - pedes dulu perutku masih agak perih nih " jawab Ria .

__ADS_1


" Oke , aku tinggal sebentar ya . Kamu ga apa-apa kan aku tinggal ? " ucap Arin lagi .


" Ga apa-apa , santai aja " jawab Ria lagi . Arin pun pergi keluar kamar untuk mencari makan .


## Di kantor Hanandi


Tok Tok Tok


" Masuk "


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam darimana aja ? jam segini baru datang " tanya Yuda .


" Maaf deh , aku baru dari rumah sakit . Tadi niatnya cuma mau jenguk Ria aja . Ternyata dia sudah di perbolehkan pulang sekalian aja aku bantu dia keluar rumah sakit dan aku anterin ke tempat tinggalnya " jawab Hendri .


" Pamit dulu kalau ada urusan di luar kantor bro . Tadi ada devisi keuangan tanya berkas buat rapat nanti . Sedangkan aku lagi repot meriksa hasil rapat kemarin . Aku kan ga bisa ngehandel ini semua sendirian bro . Jangan seenaknya pergi tanpa ijin lah bro " keluh Yuda .


" Iya iya maaf . Tadi juga aku spontan aja mutusin nganterin Ria kasian kan kalau harus naik kendaraan umum . Tadi aja keluar mobil udah mau pingsan lagi . Maaf deh " jawab Hendri santai .


" Ya udah sana lanjutin kerjaanmu . Satu jam lagi rapat sudah di mulai , siapkan semua berkas - berkasnya untuk rapat nanti " pinta Yuda datar .


" Oke aku ke ruanganku dulu " pamit Hendri dan dibalas dengan anggukan kepala Yuda pelan dan Yuda kembali fokus ke pekerjaannya lagi .


Hendri pun keluar ruangan Yuda .


" Dia mau pingsan ? apa dia belum sehat ? kenapa memaksa buat keluar sih ? " gumam Yuda dalam hati . Pikirannya jadi tidak fokus .


" Ah , ngapain juga aku mikirin dia . Fokus Yuda fokus " gumam Yuda lagi .


Dia mencoba untuk fokus kembali ke pekerjaannya . Tapi bayangan wajah Ria terus menerus berkeliaran di pikirannya .


" Ah kenapa ada dia terus . Apa yang sedang terjadi pada hatiku ini "


" Aku tidak boleh suka padanya . Aku tidak mau sakit hati lagi . Tapi kenapa pikiran ini selalu ada dia . Aaaaaaarrgggghhhh " kesal Yuda dalam hati sampai tidak sadar dia mengacak-acak rambutnya .


" Besok aku akan coba lihat dia di toko . Dia sudah masuk atau belum ? "


" Tapi alasan apalagi aku ke sana "


" Ah sudahlah pikirkan itu nanti " gumam Yuda .


" Pikirkan apa Yud yang nanti ? " tanya Hendri tiba-tiba yang sudah ada di dalam ruangan Yuda .


" Ehh . . . masuk asal masuk permisi dulu atau ketuk pintu dulu " kesal Yuda .


" Dari tadi sudah ku ketuk tapi ga ada jawaban darimu ya sudah aku masuk aja " jawab santai Hendri .


" Dasar anak buah ga punya akhlak " seloroh Yuda lagi .

__ADS_1


__ADS_2