Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Taman Part 2


__ADS_3

" Terimakasih ya mas sudah membantu kami . Mas Hendri selalu ada jika kami membutuhkan pertolongan . Terimakasih banyak ya " ucap Ria sambil tersenyum .


" Sama - sama Ri , kebetulan saja atau memang kita jodoh ya Ri " goda Hendri .


" Ih mas Hendri bisa aja . Semua itu tidak ada yang kebetulan mas semua sudah takdir dari yang di atas " ujar Ria malu .


" Terimakasih ya mas sudah menolong kami " sahut Arin membuat Ria dan Hendri mengalihkan pandangannya ke Arin .


" Sama - sama Rin , kalau butuh sesuatu bilang aja padaku atau panggil saja namaku , aku pasti akan datang menolong kalian " ucap Hendri menyombongkan dirinya .


" Emang mas Hendri pahlawan bertopeng bisa datang kalau di panggil " balas Ria .


Hendri hanya tersenyum .


" Akhirnya usahaku terlihat ada respon darinya " gumam Hendri dalam hati .


" Habis dari sini kalian mau kemana ? " tanya Hendri .


" Paling kita langsung pulang " jawab singkat Ria .


" Bagaimana kalau kita jalan - jalan di pusat perbelanjaan terbesar di kota ini sekalian kita cari makan , bagaimana ? " ajak Hendri sambil memandang Ria dan Arin bergantian .


" Bagaimana Rin kamu mau atau ga ? " tanya Ria .


" Aku ikut kamu aja Ri . Kalau kamu ikut ya aku ikut kalau kamu mau pulang aja ya kita pulang aja " jawab Arin .


" Ayolah Ri temani aku makan , lagian ini juga masih sore . Nanti aku traktir deh " bujuk Hendri .


" Hhhmm . . . ya udah deh aku ikut aja itung - itung tanda terimakasihku karena mas Hendri sudah menolong kami . Iya kan Rin ? " jawab Ria dan di balas anggukan kepala Arin .


" Yeah terimakasih banyak ya Ri , Arin " seru Hendri .


" Ayo kita jalan sekarang mumpung masih sore jadi masih banyak waktu " ajak Hendri .


" Tapi keadaan mas Hendri bagaimana ? apa masih pusing ? " tanya Ria .


" Aku sudah tidak apa - apa . Pusingnya sudah sedikit hilang " jawab Hendri . Ria dan Arin pun hanya menganggukan kepalanya .


Mereka bertiga pun berjalan menuju mobil Hendri yang terparkir . Setelah sampai di parkiran mobil , kali ini Arin mendahului Ria membuka terlebih dahulu pintu bagian belakang agar dia bisa duduk di belakang .


" Aku di belakang ya Ri , gantian kamu yang temani mas Hendri di depan " ejek Arin . Ria dan Hendri pun hanya menggelengkan kepala mereka atas kelakuan Arin .


" Ya sudah aku di depan deh " Ria mengalah .


Mereka pun segera masuk ke dalam mobil dan segera meninggalkan taman itu .


Sepasang mata yang mengawasi mereka masih setia berada di sekeliling mereka . Dia melihat semua yang terjadi dan selalu mengawasi mereka .


" Untung ada Hendri datang yang bisa melindunginya . Maaf kan aku yang masih belum berani menampakkan diriku untukmu . Tapi tunggu tadi Hendri mengucapkan wanitaku apa maksudnya ? apa dia juga menyukai Ria ? ah Yuda kamu kenapa sih , sebenarnya apa yang kamu mau " ya Yuda lah yang dari tadi mengawasi Ria dan Arin . Kini dia merasa frustasi karena masih tidak bisa memahami perasaannya sendiri . Tadi ia memang sedang jogging di taman dan tidak sengaja melihat Ria dan Arin .


Dengan terburu - buru , ia mengikuti mobil yang Hendri kendarai .


" Mau pergi kemana mereka ? " ucap Yuda sendiri .


Mobil Hendri pun masuk ke parkiran pusat perbelanjaan itu . Di dalam mobil Ria dan Hendri banyak bercerita dan berinteraksi membuat Arin merasa curiga atas hubungan mereka berdua .


" Ria dan mas Hendri ini sangat dekat apa mereka memiliki hubungan khusus ya kok aku curiga dengan mereka " gumam Arin dalam hatinya .


Tak berselang lama mobil Yuda pun juga masuk ke parkiran pusat perbelanjaan . Dia mengambil topi dan jaket hoodienya yang ada di belakang jok belakang mobilnya agar tidak terlihat kalau dia mengikuti mereka .

__ADS_1


Yuda masih bisa melihat Hendri dan Ria jadi dia buru - buru keluar dari mobilnya itu .


" Aku harus cepat agar tidak kehilangan jejak mereka " ucap Yuda lirih .


Hendri , Ria dan Arin pun berjalan berdampingan . Mereka bertiga bercerita , bercanda dan tertawa bersama . Hubungan mereka bertiga sudah mulai mencair karena mereka sering bertemu . Arin pun mulai terbiasa dengan kehadiran Hendri diantara mereka .


" Ri , itu ada tas cantik sekali cocok kalau kamu yang pakai . Ayo kita lihat " ajak Hendri .


" Ga ah mas , di lihat dari tokonya saja pasti harganya mahal . Ga ah aku belum gajian " tolak Ria .


" Ga usah di lihat harganya Ri , kalau kamu suka beli saja aku yang akan membelikan hitung - hitung hadiah dariku untukmu " bujuk Hendri .


" Ga ah mas , hadiah apa coba ulang tahunku pun masih jauh . Maaf ya mas aku ga terbiasa terima barang begitu saja . Apalagi kita juga baru kenal , ga enak ih nanti dikiranya aku wanita murahan lagi " tolak Ria lagi .


" Hush kamu itu , aku ga pernah ya nganggep kamu wanita seperti itu . Anggap saja hadiah permintaan maafku kepadamu karena sudah membuat kamu sakit dan hatus ditawat di rumah sakit . Aku masih ga enak hati sama kamu karena itu Ri . Please di mau ya . . . kita lihat dulu kalau kamu suka yang itu ya kita beli tapi kalau kamu ga suka kita cari yang lain " bujuk Hendri lagi .


" Ya Allah mas aku malah sudah ga mikirin soal itu . Anggap saja memang sudah takdirnya aku harus sakit mas . Tapi untuk menyenangkan hati mas Hendri aku terima deh permintaan mas Hendri " ucap Ria . Arin dari tadi hanya diam dan melndengarkan obrolan Ria dan Hendri itu .


" Aein kamu juga pilih saja tas yang kamu suka . Ini hadiah dariku karena kamu sudah mau menjadi temanku " ucap Hendri .


" Hah aku juga dapat nih ? yang bener ? " tanya Arin tidak percaya . Dan di balas Hendri dengan anggukan kepala tanda setuju .


" Udah Rin , pilih aja yang kamu suka mumpung gratis " ucap Ria sambil tersenyum . Arin pun hanya menganggukan kepalanya .


" Iya Ri , beruntungnya kita " jawab Arin .


" Aku tunggu di sana ya " Hendri menunjuk sebuah sofa dekat meja kasir untuk menunggu . Ria dan Arin pun hanya mengangguk dan melanjutkan melihat - lihat tas yang mereka sukai dan inginkan .


Setelah 15 menit berlalu akhirnya Ria dan Arin menemukan tas yang mereka inginkan . Merekapun menghampiri Hendri yang sednag sibuk melihat ponsel nya .


" Mas Hendri , kita sudah selesai nih " sapa Ria .


" Sudah mas , kami memilih dengan yang kami sukai dan kami perlukan " jawab Ria .


" Tas yang aku tunjuk tadi kamu tidak suka ya ?" tanya Hendri lagi .


" Tas yang tadi bagus sih mas , tapi setelah aku lihat dan aku timbang akan fungsinya menurutku kurang mas . Aku mencari yang memang berfungsi untukku bukan cuma uang bagus di tenteng saja mas tapi tidak bermanfaat banyak " jelas Ria .


" Oke deh kalau begitu , kamu memang wanita yang teliti dan banyak pertimbangan yang positif , bagus itu " setuju Hendri sambil mengacungkan ibu jarinya .


Hendri pun membawa tas itu untuk di bayar . Setelah selesai mereka pergi keluar toko dna menuju restoran untuk makan bersama .


Yuda yang dari tadi mengawasi pun masih dengan setia mengawasi mereka . Ada perasaan curiga yang menghinggapi hatinya .


" Hendri membelikannya tas , apa dia memiliki perasaan dengan Ria ? " gumam Yuda dalam hati .


Hendri , Ria dan Arin pun masuk ke dalam restoran steak . Dari sekian banyak restoran Ria lebih memilih restoran steak ini . Mereka pun mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka . Akhirnya mereka duduk di tempat yang paling ujung karena dilihat tempat itu yang jarang di lalui banyak orang .


Mereka pun duduk berseberangan . Arin dan Ria duduk bersebelahan dan Hendri duduk di seberang mereka . Pelayan pun datang dengan membawa buku menu untuk mereka bertiga .


" Silahkan tuan dan nona mau pesan apa ?" tanya pelayan itu ramah .


" Kamu mau pesan apa Ri ? " tanya Hendri .


" Apa ya mas , aku bingung nih " jawab Ria .


" Kalau tenderloin mushrom suka tidak ? " tanya Hendri .


" Hhhmmm aku tenderloin blackpapper saja mas . Aku kurang suka dengan jamur . Kamu mau pesan apa Rin ? " ucap Ria .

__ADS_1


" Aku tenderloin chesse sauce saja Ri . Aku suka keju " jawab Arin .


" Oke kalau begitu . Jadi kami pesan tenderloin blackpapper 1 , tenderloin chesse sauce 1 dan wagyu mushrom sauce 1 . Minumnya apa nih ?" tanya Hendri .


" Aku orange juice saja mas " jawab Ria .


" Samain aja mas " sahut Arin . Hendri pun mengangguk .


" Minumnya orange juice 3 ya mbak " ucap Hendri pada pelayan .


" Baik tuan , saya ulangi pesanannya ya tenderloin blackpapper 1 , tenderloin chesse sauce 1 dan wagyu mushrom sauce 1 minumnya orange juice 3 . Ada tambahan lagi ?" tanya si pelayan .


" Tidak mbak itu saja " jawab Hendri .


" Baik tuan mohon di tunggu sebentar pesanannya ya " ucap pelayan disambut aggukan kepala ketiga orang di depannya .


" Berarti mulai besok kamu sudah mulai bekerja lagi ya Ri ? " tanya Hendri sambil menunggu makanan mereka datang .


" Iya mas karena aku rasa badanku sudah 100% sehat . Ga enak mas kalau lama ijin liburnya . Apalagi aku juga karyawan baru di toko itu " ucap Ria .


" Ga apa - apa kali Ri kamu ijinnya kelamaan lagian itu toko kan milik bu Lina calon mertuamu juga " goda Hendri .


" Apaan sih mas Hendri ini . Calon mertua dari mana coba . Sampai sekarang saja hubungan saya dan tuan Yuda tidak ada kelanjutannya . Aku tidak terlalu mengharapkan mas . Takut kalau nanti akhirnya kecewa " jawab Ria . Pelayan pun datang dengan membawa pesanan minuman mereka .


" Silahkan " ucap pelayan itu .


" Terimakasih " sahut mereka bertiga . Pelayan pun mengangguk dan segera meninggalkan mereka lagi .


" Kalau menjalin hubungan denganku kamu mau atau tidak Ri ? " tanya Hendri .


" UhukUhuk " Arin tersedak minuman yang sedang ia minum .


" Kamu gapapa Rin ?" tanya Ria panik dibalas Arin dengan anggukan . Ria pun melanjutkan perbincangan mereka .


" Ga lucu ah mas , mas Hendri bercanda saja . Apa alasan mas Hendri menjalin hubungan denganku ? aku tidak ada kelebihannya mas " ucap Ria .


" Kamu istimewa Ri . Kamu beda dengan wanita lain yang pernah aku kenal . Kamu memiliki prinsip setiap tindakan mu . Dan yang paling utama aku sangat nyaman kalau berada di dekatmu " jawab Hendri membuat Ria dan Arin melotot tidak percaya akan jawaban manis Hendri .


" Jangan berlebihan memujiku mas nanti aku bisa terbang lho " ucap Ria bercanda .


" Bener Ri , aku tekagum - kagum denganmu saat pertama kita bertemu " jawab Hendri yakin .


" Maaf Ri , aku ke toilet sebentar ya " pamit Arin dan Ria hanya menjawab dengan anggukan saja . Arin pun beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke toilet .


Hendri yang melihat Arin pergi pun hanya tersenyum puas , " akhirnya umpan pun di sambar ikan . Aku akan berjuang terus sampai bisa mendapatkanmu Arin " gumam Hendri dalam hati sambil tersenyum .


" Mas kenapa kamu malah menyatakan suka denganku ? aku jadi bingung nih " tanya Ria lirih sambil dia mencondongkan badannya maju ke arah Hendri .


" Tenang aja Ri , ini hanya salah satu strategiku untuk memberi umpan pada sahabtmu itu . Kamu ikutin aja apa yang aku lakukan " ujar Hendri sambil menyentuh punggung tangan Ria untuk menenangkan badannya pun tak kalah mencondong ke depan . Jika dilihat mereka berdua seperti akan berciuman .


Yuda yang mengawasi mereka dari jauh terlihat kesal dengan tangannya yang mengepal .


" Apa - apaan mereka berdua itu . Hendri berani kau menyentuh tangan Ria " gerutu Yuda dalam hati nya . Yuda merasa hatinya panas melihat interaksi antara Hendri dan Ria .


" Tapi kenapa aku harus marah , aku bukan siapa - siapa Ria dan aku pun belum bisa menerimanya . AAAARRRRGGGGHHHH aku harus bagaimana ? " Yuda merasa frustasi dengan perasaan dia sendiri . Yuda belum menyadari akan perasaannya terhadap Ria . Dia terus mengingkari perasaannya kalau dia memiliki perasaan kepada Ria . Tapi dia terlalu gengsi untuk mengungkapkannya . Saking frustasinya tanpa sadar Yuda memukul meja dengan kepalan tangannya membuat gelas minumnya pun terjatuh dan tumpah .


" Lebih baik aku pergi sekarang sebelum mereka menemukanku di sini " lirih Yuda . Diapun beranjak pergi dan menyelipkan selembar uang untuk membayar minuman yang sudah ia tumpahkan tadi . Buru - buru ia pergi keluar dari restoran itu dan segera menuju ke parkiran .


Sesampainya di dalam mobil , terlihat wajah kesal Yuda . Dia bingung harus bagaimana . Satu sisi dia menyukai Ria , tapi satu sisi lagi dia takut akan trauma di tinggalkannya . Dan yang paling utama dia terlalu gengsi untuk menyatakan kalau dia menyukai Ria karena dari awal dia mati - matian sudah menolak Ria .

__ADS_1


__ADS_2