Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Ke Kota Bersama Keluarga


__ADS_3

Pagi pun menjelang , semenjak subuh semua penghuni rumah ini sudah sibuk dengan berbagai aktifitas . Ibu Dewi yang tidak pernah meninggalkan rumah lama , meminta anak - anaknya untuk membersihkan rumah terlebih dahulu sebelum pergi agar hatinya tenang .


Ibu Dewi paling tidak bisa meninggalkan rumah dalam keadaan kotor dan berantakan .


Pagi ini Ria tidak memasak sarapan sendiri untuk keluarganya . Ria lebih memilih membeli sarapan di warung bubur dekat rumahnya . Sekalian mengenalkan makanan lokal kepada sang suami . Ria membeli sarapan dengan di temani sang suami sekalian jalan - jalan .


Yuda sangat menikmati suasana pagi di kampung Ria . Udara yang masih bersih dan masih banyak persawahan membuat suhu udara pagi di sana sterasa lebih dingin .


Setelah membeli sarapan , mereka berdua pun pulang ke rumah . Terlihat Randi yang sedang mengeluarkan barang - barang yang akan di bawa ke kota . Randi dan Dinda meminta ijin ke guru mereka untuk tidak masuk sekolah karena urusan keluarga ini .


" Sudah istirahat dulu Ran , kita sarapan dulu . Tadi mbak Ria beli bubur sayur di tempat e Bu Minah sana . " ucap Ria .


" Iya mbak tanggung tinggal sedikit . " balas Randi .


" Sudah ayo sarapan dulu , perut mas sudah lapar nih . " balas Yuda sambil merangkul bahu adik iparnya itu , Randi pun pasrah .


Ria mengambilkan piring untuk menuang makanannya . Ibu Dewi dan Dinda membantunya . Yuda dan Randi pun ikut bergabung . Mereka pun makan sarapannya dengan riang hati .


Setelah sarapan jam sudah menunjukkan pukul 8 dan pekerjaan rumah sudah selesai . Mereka pun bersiap - siap untuk meninggalkan rumah . Randi juga sudah meminta tolong tetangga dekatnya untuk memberi makan ayamnya .


Yuda dan Randi mulai menyusun tas bawaan mereka di bagasi belakang . Ibu Dewi dan Ria sudah menunggu di samping rumah sedangkan Dinda sedang mengunci pintu dan jendela rumah .


Setelah semuanya sudah beres , mereka pun masuk ke dalam mobil . Ria memilih duduk di belakang bersama ibu dan Dinda . Sedangkan di depan ada Randi dan Yuda yang sedang menyetir .


Mobil pun meninggalkan rumah Ria . Mereka menikmati perjalanan ini dengan senang hati .


Yuda mengendarai mobilnya sambil berbincang dengan Randi . Dia ingin tahu perkembangan Randi . Dan setelah mendengar cerita dari Randi , Yuda pun senang dan menyemangati adik iparnya .


Sedangkan Ria sibuk berbincang dengan sang ibu dan adik bungsunya itu .


Jalanan hari ini relatif sepi tidak ada kemancetan yang panjang yang bisa menyita waktu . Setengah perjalanan telah mereka tempuh .


Yuda merasa sedikit mengantuk karena tadi malam begadang untuk mengecek email dari Hendri dan bangun pagi sekali .


Yuda pun memilih untuk berbelok ke rest area . Sebelumnya dia sudang meminta ijin kepada bu Dewi untuk berhenti sebentar dan ingin mencari kopi . Bu Dewi pun dengan biasa mengijinkannya .


Setelah mobil berhenti di area parkir . Yuda pun membuka seat beltnya dan melihat ke arah belakang .


" Apa ada yang mau di beli juga ? atau mau ke toilet sekalian saja biar nanti kita tidak berhenti lagi ? tanya Yuda kepada Ria , Bu Dewi dan Dinda .


" Iya mas aku mau ke toilet dulu kebelet pipis . " seru Dinda .


" Kalau aku kayaknya pengen minuman hangat juga . Aku ikut mas Yuda turun saja buat milih . Ibu mau ikut kami atau mau titip di belikan apa gitu ? " ucap Ria .


" Engga nak ibu engga pengen apa - apa masih kenyang . Ibu tunggu di sini saja . " balas Dewi .


" Ya sudah kami turun dulunya bu . Ibu di sini biar di temani Randi . " ucap Ria lagi dan Ibu pun menganggukan kepalanya .


Yuda pun turun dari mobil dan di ikuti oleh Ria dan Dinda . Dinda sedikit berlari ke arah toilet sedangkan Ria dan Yuda masuk ke minimarket untuk membeli minuman yang diinginkan .


Yuda memilih membeli Americano Coffe sedangkan Ria memilih Cappucino Latte dan Ria membelikan untuk kedua adiknya hot choco . Pesanan Yuda pertama jadi dia pun memilih menunggu Ria di depan minimarket yang ada tempat duduknya .


Yuda membawa kopinya dan duduk menghadap parkiran mobil . Saat melihat - lihat sekeliling rest area tersebut , Yuda sedikit terkejut melihat sebuah mobil yang berhenti di area depan rest area tersebut . Yuda sedikit menyipitkan matanya untuk memastikan bentuk mobil itu .

__ADS_1


" Mobil itu terlihat seperti mobil yang mengintai rumah Ria . " gumamnya dalam hati .


" Tapi bisa jadi bukan . Mobil seperti itukan banyak sekali di sini . Kalau mau pasti aku harus melihat plat nomor mobil itu . " gumam Yuda dalam hati .


Saat sedang memperhatikan mobil itu , Yuda di kagetkan dengan kedatangan Ria dan Dinda .


" Ayo mas kami sudah selesai . " ucap Ria tersenyum .


" Oh , sudah ? " tanya Yuda dan dibalas anghukan oleh Ria .


Yuda pun beranjak dari duduknya . Mereka bertiga pun berjalan ke arah mobilnya dan segera masuk .


Yuda menyalakan mobilnya dan mulai menjalankan mobil . Yuda melirik mobil yang di lewatinya .


" Kalau dia mengikutiku berarti benar dugaanku . Aku harus waspada . " gumamnya dalam hati .


Yuda pun keluar dari rest area dan masuk ke jalan besar lagi . Tak berselang lama , Yuda yang ia lihat tadi sudah berada di belakangnya .


Yuda melihatnya dari spion . Dia ingin memastikan plat nomer mobil itu tapi tidak bisa . Dia pun mencari cara agar bisa tahu palt nomer mobil tersebut .


" Din , mas boleh minta tolong lihatkan plat nomer mobil hitam yang berada di belakang kita . " ucap Yuda yang baru menemukan cara di kepalanya .


Dinda pun menengok ke belakang dan melihat plat nomer mobil di belakang .


" Nomer plat nya B ×××× ×B mas . " jawab Dinda .


" Baik terimakasih . " balas Yuda .


" Engga apa - apa Ri , hanya saja mobilnya mirip dengan punya nya klienku . Makanya untuk memastikannya aku harus liat platnya biar pasti . " jawab Yuda berbohong .


" Oh aku kira ada apa - apa . " ucap Ria percaya .


" Maaf Ri aku harus berbohong denganmu karena kau tidak mau kamu dan keluargamu panik . " gumam Yuda dalam hati .


Yuda pun mengendarai mobilnya dengan masih melihat ke spion .


Waktu berlalu , mereka pun telah sampai di depan kediaman Hanandi . Mereka di sambut dengan hangat . Bu Lina sendiri yang menyambut mereka di teras rumah .


Yuda yang baru turun dari mobil pun melihat ke arah pintu gerbang . Dan terlihat ada mobil hitam yang melintas di depan gerbangnya .


" Berani benar mereka mengikutiku sampai di sini . " gumam Yuda kesal .


Lina mempersilahkan Ria dan keluarganya untuk masuk . Sedangkan Yuda memilih untu berjalan ke arah depan gerbang .


Saat Yuda keluar dari pintu gerbang dan berjalan mendekati mobil , mobil itu langsung tancap gas dan kabur .


" Ah sial siapa sih mereka ? beraninya dia mengintai rumahku seperti ini . " kesal Yuda .


Yuda pun berjalan kembali ke arah pintu gerbang . Di pos satpam , Yuda meminta keamanan rumah untuk di tingkatkan lagi keamanan rumah ini . Dan para satpam pun mengikuti perintah sang majikan .


Yuda berjalan ke arah rumah dan masuk ke dalam .


" Darimana Yud ? " tanya Lina saat melihat putranya masuk . Lina sedang duduk di ruang tamu bersama besannya dan adik - adik Ria .

__ADS_1


" Dari luar Ma menemui para penjaga keamanan . " balas Yuda sambil duduk di samping Lina . Lina pun memahaminya .


" Papa mana Ma kok tidak kelihatan ? " tanya Yuda .


" Papa kamu berangkat ke kantor , katanya mau sidak pegawai lagi . " balas Lina lagi .


" Sidak ? emang ada masalah di kantor ? " tanay Yuda bingung .


" Tidak ada masalah , cuma Papa pengen mengecek saja selama kamu cuti Yud . " ucap Lina .


" Oh begitu , Ria mana Ma ? " tanya Yuda lagi .


" Tadi Ria pamit ke kamar katanya mau sholat dzuhur sama ganti pakaian . " balas Lina lagi .


" Oh , Yuda menyusul Ria dulunya Ma . Ibu , Randi dan Dinda istirahat lah . Ibu pasti lelahkan ? " ucap Yuda .


" Iya nak nanti ibu istirahat . Kamu kalau mau ke kamar dulu silahkan saja . " balas Bu Dewi .


" Iya Bu Dewi yang diucapkan Yuda betul , ibu istirahat dulu saja , kasian itu nak Randi dan Dinda pasti capek kan . Kamarnya sudah saya siapkan , mari saya antar . " ucap Lina .


Bu Dewi , Dinda dan Randi sedikit canggung mereka hanya saling pandang - pandangan saja .


" Tidak perlu sungkan Bu , anggap saja seperti rumah sendiri . Iyakan Ma ? " ucap Yuda yang menyadari kecanggungan mertuanya itu .


" Iya bu tidak perlu sungkan . Kita ini kan saudara kan jadi tidak perlu malu . " ucap Lina . Bu Dewi yang mendengarkannya pun merasa sedikit lega .


" Terimakasih Bu Lina , maaf jadi merepotkan anda . " ucap Bu Dewi sungkan .


" Ah tidak merepotkan sama sekali . Mari saya tunjukkan kamar - kamarnya . " ajak Lina sambil beranjak berdiri . Bu Dewi , Randi dan Dinda pun ikut berdiri dan berjalan mengikuti Lina .


" Nanti barang - barangnya biar Bi Sari dan pelayan lain yang membawakannya Bu . Ibu istirahat saja . " ucap Yuda yang ikut mengantarkan mertuanya .


Lina membukakan kamar tamu ke 1 untuk Bu Dewi .


" Nah ini kamarnya Bu Dewi . Silahkan kalau mau sholat , bersih - bersih badan atau mau tidur silahkan saja ya jangan sungkan - sungkan . " ucap Lina .


" Terimakasih Bu Lina . " balas Bu Dewi yang melihat kamar yang begitu luas dan ada ranjang Queen size di tengah ruangan , dan dikamar itu ada tv , ac dan lain - lain .


" Wah besar sekali kamar ini . " gumam Bu Dewi dalam hati .


" Sama - sama ibu . Sekarang ayo ibu antarkan kalian ke kamar kalian masing - masing . " ucap Lina lagi .


" Maaf Bu Lina , Dinda sama ibu saja boleh tidak ? dari pada menggunakan banyak kamar , kan lebih baik meringkasnya . Saya bisa tidur dengan ibu . " tolak Dinda dengan halus .


" Betul kata Dinda Bu , biar dia tidur dengan saya saja . Lagi pula kamar ini besar , cukup kalau hanya untuk saya dengan Dinda Bu . " ucap Bu Dewi .


" Ya sudah kalau mau Dinda sama Bu Dewi seperti itu saya ikut saja . Berarti nak Randi saja yang pisah kamar ya ? " tanya Lina dan di balas anggukan oleh Randi dan yang lainnya .


" Ya sudah kalau begitu nak Randi di antar sama mas Yuda ya . Engga apa - apa kan ? ibu mau minta tolong Bi Sari dan yang lain untuk membawa barang - barnag kalian . " tanya Bu Lina . Randi pun hanya mengangguk .


Yuda dna Randi pun berjalan ke lantai 2 . Sedangkan Lina berjalan ke arah pavilium belakang tempat para pelayan pada berkumpul . Sedangkan Bu Dewi dan Dinda masih mengagumi kemewahan rumah dan kamar ini .


Setelah mengantar Randi , Yuda pun memilih masuk ke dalam kamarnya . Yuda penasaran apa yang di lakukan Ria sampai dari masuk ke rumah tadi tidak terlihat . Yuda menggelengkan kepalanya karena ternyata Ria sedang tertidur diatas sofa dengan nyenyaknya .

__ADS_1


__ADS_2