Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Pandangan Pertama


__ADS_3

" Aku turun di sini saja mas . Terimakasih ya mas sudah mau mengantarku " pamit Ria sopan . " Terimakasih juga atas traktiran jagung bakar nya tadi ".


" Sama - sama Ri , sampe ketemu lagi ya " ucap Hendri .


" Iya mas , hati - hati dijalan ya . Selamat malam " jawab Ria sambil membuka sabuk pengaman dan membuka pintu untuk keluar .


" Malam juga Ri , semoga mimpi indah ya malam ini " timpal Hendri .


Ria hanya mengangguk . Setelah Ria keluar , Hendri tidak langsung menjalankan mobilnya . Ia masih terpaku memandangi Ria yang berjalan ke arah gang , " wanita yang menarik , baik , cantik dan lucu . Pantas tante Lina bersikeras menjadikannya menantu . Eits itu dia ketemu dengan siapa ? kok akrab sekali . Dilihat - lihat wanita itu manis juga . Wajib ini di tanyakan ke Ria siapa wanita itu " gumam Hendri yang masih memandangi Ria dan melihat Ria bertemu dengan seorang wanita di pintu gang itu . Sadar dari lamunannya , Hendri mulai memacu pedal gas mobilnya itu . " Besok harus aku tanyakan ke Ria wanita yang bertemu dengannya tadi " .


Ria yang baru keluar dari mobil Hendri pun langsung berjalan ke arah gang . Saat di pintu gang itu tanpa sengaja bertemu Arin yang baru pulang dari warung untuk membeli barang .


" Kamu baru pulang Ri ?" sapa Arin yang melihat Ria baru pulang .


" Astagfirullahalazim , Arin kamu ngagetin aja . Iya nih baru aja nyampe . Kamu darimana Rin ?" jawab Ria yang terkejut dengan kehadiran Arin yang tiba - tiba ada di depannya .


" Ini beli pe*ba*ut , tadi tiba - tiba aja kok keluar . Mana ga punya persediaan akhirnya terpaksa deh harus keluar beli . Kamu di anter siapa ? tuan Yuda ? " ucap Arin sambil memperlihatkan kantong plastik yang ia bawa .


" Bukan , aku dianter sama saudaranya . Terusin di kos aja yuk , udah malam banget nih " ajak Ria dengan wajah yang agak muram .


" Ya udah yuk pulang " Arin sambil menggandeng tangan Ria . Mereka pun berjalan santai menuju kos an .


Sampai di kos an , mereka langsung masuk ke kamar mereka . Sampai di dalam kamar , Ria langsung membuka lemari mengambil baju tidur dan langsung masuk ke dalam kamar . Setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian , Ria pun keluar dari kamar mandi .


" Gimana tadi acara makan malam nya Ri ?" tanya Arin sambil membawa 2 cangkir teh hangat untuknya dan Ria . Sewaktu Ria mandi tadi Arin pergi ke dapur untuk membuat teh untuk dirinya dan sahabatnya itu .


" Wah terimakasih Rin dah buatin aku teh " Ria langsung menyambar 1 cangkir teh yang ada di tangan Arin dan langsung duduk di lantai untuk menikmati teh hangat itu .


" Ih kamu itu kebiasaan kalau di tanya ga langsung jawab " kesal Arin melihat tingkah sahabatnya itu .


" Ssslluurrrpp . . . Ah enaknya . Hehehe maaf deh , kamu tadi tanya apa ?" Ria menyeruput teh nya .


" Tuh kan nyebelin , tadi acaranya gimana ? Cerita dong " sebal Arin .


Ria langsung tertunduk kepalanya , Ria masih merasakan sakit di hatinya . " Ya begitulah Rin , acaranya berantakan " ucap Ria sambil menahan agar tidak menangis .


" Hah berantakan ? kok bisa ? ada apa ? kamu kenapa Ri ? " tanya Arin bertubi - tubi .


" Kamu tanya tuh satu - satu dong , bingung jawabnya tau " Ria mencoba mengalihkan pembicaraan Arin .


" Ga usah mengalihkan pembicaraan . Apa yang sebenernya terjadi di sana ?" kesal Arin .


" Hhmmm . . . Bu Lina tadi waktu acara mengutarakan keinginannya untuk menjodohkan ku dengan tuan Yuda " ucap Ria .


" Uhukuhuk " Arin terbatuk saat meminum tehnya mendengar ucapan Ria itu .


" Hah menjodohkan Ri ? trus gimana ?" penasaran Arin .


" Awalnya aku , papa nya Yuda dan tuan Yuda juga kaget kayak kamu tadi Rin . Bahkan menganggap bu Lina itu hanya bercanda tapi bu Lina meyakinkan kami kalau dia tidak bercanda " jawab Ria .


" Yang bikin berantakan acara tadi itu karena kehadiran Alma . Alma diundang tuan Yuda tanpa sepengetahuan bu Lina . Bu Lina sempat kesal dengan tuan Yuda karena mengundang Alma . Ga habis akal bu Lina pun ikut mengundang mas Hendri yang tadi mengantarku pulang . Di tengah acara makan malam tadi si nenek lampir Alma mencoba untuk selalu menghinaku , merendahkanku dan itu memicu emosi bu Lina yang mencoba membelaku . Bu Lina memang tidak suka dengan teman wanita anaknya itu Rin . Aku juga sebenarnya sakit hati dengan semua ucapan Alma tadi . Sampai sekarang rasanya masih nyesek Rin kalau ingat ucapan - ucapan wanita itu " akhirnya air mata yang sudah ditahan Ria sejak tadipun meluncur begitu saja di pipi Ria .


" Dia boleh menghinaku atau merendahkanku tapi jangan dengan keluargaku . Memang kami dari keluarga tak berada tapi kami juga punya harga diri " sambil menghapus air mata yang terus keluar . Arin hanya mendengarkan semua cerita sahabatnya itu .


" Aku juga ga berharap atau berniat untuk menerima keinginan bu Lina itu . Apalagi mengincar harta mereka , ga ada pikiran ke situ sama sekali . Semiskin - miskinnya kami tidak pernah sekalipun aku dan keluargaku berpikiran mengincar harta keluarga bu Lina . Aku ada salah apa coba Rin sampai dia menghinaku seperti itu " tangis Ria semakin menjadi - jadi .


Arin pun mencoba menenangkan sahabatnya itu ,


" Sabar Ri , coba tadi aku ikut . Bakalan aku bejeg - bejeg tuh mulut wanita kurang ajar itu . Aku yang denger ceritamu saja ikut kesel . Terus reaksi tuan Yuda atau keluarganya lihat kamu dihina gimana Ri ? kesal Arin .


" Kalau bu Lina selalu membelaku Rin , makanya makan malamnya berantakan karena insiden adu mulut bu Lina sama si nenek lampir itu . Jangan tanya reaksi tuan Yuda , dia mah datar - datar saja ga ada reaksinya sama sekali . Kalau Om Hanan papanya tuan Yuda ikut kesal juga dengan perilaku Alma " Ria yang masih di selimuti rasa sakit hati masih mencurahkan kekecewaannya dengan menceritakan dan menangis dengan sahabatnya itu .


" Aku harus bagaimana Rin kalau besok ketemu sama bu Lina ?" tanya Ria bingung . " Aku belum bisa ngelupain kata - kata pedas si nenek lampir itu Rin , kalau aku ketemu bu Lina pasti kondisinya tidak akan sama seperti biasanya " .


" Apa besok kamu ijin libur dulu Ri , kamu ga usah berangkat kerja dulu . Besok biar aku ijinin ke bu Kartika kalau kamu lagi sakit . Bagaimana ?" usul Arin . " Kamu tenangin dulu hati dan pikiranmu biar bisa mengambil keputusan ke depannya " .

__ADS_1


" Ya udah besok aku ijin ga masuk kerja dulu ya Rin . Aku minta tolong ya ijinin ke bu Kartika " pinta Ria .


" Iya besok aku ijinin kamu . Udah ga usah nangis lagi , orang kayak gitu ga usah di tangisi " hibur Arin smabil mengelus bahu sahabatnya itu .


" Terimakasih ya Rin kamu sudah membantuku dan mau mendengarkan ceritaku " ucap Ria sambil menggenggam tangan satunya Arin .


" Iya sama - sama . Tidur yuk udah malam banget nih , besok aku harus kerja " ajak Arin . Ria pun menganggukan kepalanya tanda setuju . Ria juga sudah merasa mengantuk dan agak pusing kepalanya .


Akhirnya merekapun bersiap untuk tidur . Tak berapa lama akhirnya mereka pun tertidur dengan lelapnya .


Pagi pun datang , setelah melaksanakan sholat shubuh , Ria yang merasa kepalanya pusing pun merebahkan tubuhnya lagi di atas tempat tidur . Arin yang baru pulang mencari sarapan pun masuk ke kamar dan merasa heran .


" Ri , kamu kenapa ? kok tumben habis sholat kamu mau tidur lagi " tanya Arin heran .


" Ga tau Rin kok kepalaku pusing banget " keluh Ria .


" Kamu sakit ? " tanya Arin lagi .


" Kayaknya , tapi ga tau nih kepalaku rasanya berat banget " jawab Ria .


" Kok jadi sakit beneran sih . Ya udah sarapan dulu nih habis itu minum obat biar cepet sembuh " ucap Arin agak panik .


" Ga ***** makan nih Rin , perutku rasanya ga enak nih " keluh Ria lagi . Arin yang bingung pun mendekati Ria dan menempelkan punggung tangannya untuk mengukur suhu temannya itu , " Panas ih Ri , kamu demam deh kayaknya " .


" Masa sih Rin ? aku udah dari tadi malam sih ngerasa badan ga enak banget " heran Ria juga .


" Kayaknya kamu masuk angin deh . Sekarang sarapan dulu Ri , enak ga enak di paksain ya biar bisa minum obat " pinta Arin . Ria hanya menganggukan kepalanya dan mencoba bangun dari tempat tidur .


" Mau aku suapin ? " Arin menawarkan , Ria hanya menggelengkan kepalanya .


" Ga usah Rin , aku bisa sendiri kok . Lagian kamu juga harus bersiap - siap untuk berangkat kerja kan" Ria memaklumi sahabatnya itu .


" Kamu gapapa kalau aku tinggal kerja ?" panik Arin harus ninggalin sahabatnya yang sedang sakit .


" Gapapa aku bisa jaga diri kok " Ria mencoba menenangkan sahabatnya itu .


15 menit berlalu Arin pun sudah siap pergi bekerja . Arin membawa makanannya untuk dimakan di tempat kerja karena sudah terlambat masuk .


" Aku berangkat dulu ya Ri , sarapanku aku bawa saja , nanti aku makan di toko saja soalnya dah siang nih " pamit Arin .


" Iya Rin terserah kamu yang penting tetep kamu makan ya biar ada tenaga . Maaf ya karena ngurusin aku dulu kamu jadi terlambat masuk kerja deh " sesal Ria .


" Iya gapapa , aku berangkat dulu ya " Arin melangkah keluar kamar sambil menyambar kantong palstik makanannya .


"Assalamualaikum" Arin mengucapkan salam


" Walaikumsalam" jawab Ria yang sudah terbaring lagi diatas tempat tidur setelah menghabiskan sarapannya dan minum obat .


Setelah 15 menit , Arin pun sampai di toko . Di dalam toko sudah berdiri bu Kartika menunggu kehadirannya .


" Baru datang Rin ? Ria mana kok kamu sendiri ?" tanya bu Kartika .


" Maaf bu saya terlambat , tadi ngurusin Ria dulu yang lagi sakit bu . Ria minta ijin ga masuk karena ga enak badan . Tadi dia ngeluh pusing dan perutnya ga enak bu . Saya periksa ternyata demam juga " jelas Arin .


" Ya sudah kalau memang Ria sakit saya ijinkan . Dari mulai kapan sakitnya ?" tanya bu Kartika memaklumi .


" Kalau demamnya baru tadi pagi bu , tapi kata Ria , semenjak tadi malam sudah ngerasain pusing bu " jelas Arin lagi .


" Ya sudah , kamu bisa mulai kerjanya . Kamu sudah sarapan belum ?" tanya bu Kartika lagi .


Dengan nyengir Arin pun menjawab " belum bu , tadi ribet ngurusin Ria dulu . Makanya nih makanan saya bawa kesini " Arin sambil menunjukkan kantong plastik berisi makanan yang dia bawa tadi .


" Kamu tuh kebiasaan kalau disuruh sarapan suka nunda - nunda . Ya udah sana sarapan dulu . Kerjaan ini biar ibu saja yang ngerjain " ucap Kartika sambil menunjuk perlengkapan membersihkan meja .


Arin hanya tersenyum dan menyerahkan perlengkapan , " sebentar ya bu saya sarapan dulu . Ga lama kok " hibur Arin sambil lari ke dapur untuk menyelesaikan sarapannya . Kartika yang melihat kelakuan Arinpun hanya menggeleng - gelengkan kepalanya .

__ADS_1


Setelah 10 menit berlalu , Arin pun keluar dari dapur . Ia sudah menyelesaikan sarapannya . "Sudah selesai Rin ?" tanya bu Kartika heran .


" Sudah dong bu , kan sesuai janji saya ga akan lama . Makanya tadi makannya kayak ga dikunyah . Tapi saya pas laper juga bu jadi bisa cepet habisnya " ucap Arin sambil nyengir .


" Dasar kamu , kebiasaan banget kalau makan ga pernah dinikmati " ujar bu Kartika . Arin pun hanya tersenyum mendengan ucapan bu Kartika .


Arin pun melanjutkan pekerjaan . Setelah pekerjaannya selesai , Arin duduk beristirahat di tempat biasanya ia dan Ria menunggu pelanggan datang . Tidak berselang lama pelanggan pertama pun datang .


" Selamat pagi , selamat datang di toko kami bisa saya bantu ?" sapa Arin ramah .


" Selamat pagi juga mbak , saya mau pesan apple pie yang kecil itu 2 , sama lapis surabayanya 1 yang ukuran 20 x 20 ya " pesan si pelanggan .


" Ok bu saya siapkan dulu pesanan nya , ada tambahan lagi ?" tanya Arin .


" O ya sama puding buahnya 2 toples sekalian aja " jawab si pelanggan lagi . Arin hanya menganggukkan kepalanya sambil menyiapkan pesanan si pelanggan .


" Ini bu pesanannya sudah siap " sahut Arin .


" O ya mbak terimakasih " pelanggan itupun melangkah ke kasir , membayar tagihannya dan pergi keluar .


Arin yang sudah menyelesaikan tuganya pun duduk lagi ke tempatnya . Dan tak berselang lama datang pelanggan kedua nya hari ini .


" Selamat pagi , selamat datang di toko kami bisa saya bantu ?" sapa Arin ramah .


" Selamat pagi mbk " pelanggan itupun melenggang mencari tempat duduk yang mau ia pakai .


Arin yang tau tugasnya , ia pun jalan menghampiri pelanggannya itu . " Silahkan tuan mau pesan apa ?" sambil menyerahkan buku menu kepada laki - laki di depannya itu .


Pelanggan itupun membuka - buka buku menu untuk memilih makanan atau minuman yang diinginkan , " Black coffe sama croissant coklatnya 2 " laki - laki itu mengutarakan pesanannya .


" Baik , saya ulangi pesanannya ya Black coffe 1 dan croisant coklatnya 2 . Ada tambahan lagi ?" tanya Arin ramah .


" Tidak " jawab singkat laki - laki itu .


" Baik saya siapkan dulu pesananya " ucap Arin .


Pelanggan itupun hanya menganggukkan kepalanya . " Manis sekali , dan dilihat lebih dekat kelihatan cantiknya . Hm patut di usahakan merebut hatinya ini " gumam laki - laki itu .


Bu Kartika yang baru keluar dari dapur pun melihat laki - laki itu dan menghampirinya , "Apa kabarmu Hen ? " tanya bu Kartika . Ya pelanggan laki - laki itu adalah Hendri .


" Alhamdulillah baik tante . Tante sendiri bagaimana kabarnya ?" tanya Hendri balik .


" Tante baik nak , tumben pagi - pagi sudah di sini ada angin apa ini " selidik Kartika .


" Ga ada apa - apa tante , aku hanya ingin menemui Ria " jawab Hendri .


" Ria ? kamu mengenalnya dimana ? " tanya Kartika heran .


" Kemarin malam aku diundang acara makan malam sama tante Lina dirumahnya dan di sana aku ketemu sama Ria dan berkenalan sama dia tan " jelas Hendri .


" Oooo . . . Ria hari ini ijin karena sakit " jawab bu Kartika . Hendri pun terkejut , " Sakit apa dia tante ?" tanyanya lagi .


Arin pun datang dengan membawa nampan pesanan Hendri . " Silahkan tuan ini pesanan anda " ucap Arin smabil meletakkan pesanan Hendri .


Hendri pun teralihkan perhatiannya dan memandang ke arah Arin , "baru kali ini aku terpesona pada pandangan pertama , dia sangat cantik " gumam Hendri dalam hati .


" Sakit demam Hen , Hen kenapa kamu kok bengong begitu ? " tanya Kartika bingung .


" Eh gimana Tan ?" kaget Hendri .


" Kamu kenapa ? kok tante ajak ngomong kok kamu ga fokus gitu " .


" Gapapa Tan . Kira - kira Ria kapan ya masuk kerjanya ?" tanya Hendri mengalihkan pembicaraan .


" Ya ga tau Hen , sampai dia sembuh aja . Emang ada perlu apa kamu sama Ria kayak penting banget ?" tanya Kartika lagi .

__ADS_1


" Ah gapapa tante cuma mau ngobrol aja " dalih Hendri .


__ADS_2