
Setelah menempuh perjalanan yang singkat , Lina dan Ria pun sampai di kediaman Hanandi . Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore tapi di dalam rumah masih terlihat sepi .
" Ma , Ria ijin ke kamar dulu ya . Ria mau bersih - bersih dulu sama sholat ashar " ijin Ria kepada Lina saat berjalan masuk ke dalam rumah .
" Iya sayang istirahatlah . Biar makan malam Mama sama Bi Sari yang menyiapkan " balas Lina .
" Terimakasih Ma , Ria ke atas dulu ya " ucap Ria lagi . Lina hanya membalas dengan anggukan kepala .
Ria pun berjalan lesu ke arah kamarnya di lantai 2 . Setelah sampai di atas , Ria lalu membuka pintu kamar dan langsung menutupnya . Ria berjalan ke arah kamar mandi .
Di dalam kamar mandi , Ria melihat pipinya yang masih merah bekas tamparan Alma di cermin .
" Kenapa belum hilang juga ya bekasnya ? Huu dasar wanita gila bisa - bisanya kasar begini sesama wanita " gumam Ria sambil membelai pipinya .
" Ah lebih baik aku berendam saja agar badan dan pikiranku rileks " ucap Ria sambil membuka kran air hangat .
Sambil menunggu airnya penuh , Ria pun membuka pakaiannya hanya menyisakan t*ngt*p dan celana pendek saja lalu menggosok giginya . Setelah airnya dirasa cukup , Ria pun masuk ke dalam bathup berisi air hangat itu .
" Ah enaknya , nyaman juga ya kalau berendam begini " ucap Ria merasakan tubuhnya nyaman dan aromaterapy yang ia teteskan menambah kenikmatan sendiri di tubuhnya . Sampai tak terasa Ria pun terlelap di dalam bathup itu . Dan dia lupa mematikan kran airnya .
Sedangkan di lantai 1 rumah itu terdengar bunyi mobil berhenti di depan teras rumah mewah tersebut . Lina yang sedang sibuk di dapur pun berhenti dengan aktifitasnya dan segera berjalan ke arah pintu utama .
" Sebentar ya Bi saya tinggal dulu , itu kayaknya bapak " pamit Lina kepada Bi Sari .
" Iya Nya " jawab Bi Sari .
Lina pun berjalan dan membuka pintu rumah itu . Terlihat laki - laki paruh baya yang masih gagah dan tampan di hadapannya .
" Assalamualaikum Ma " sapa laki - laki itu .
" Waalaikumsalam Pa , macet ya Pa kok jam segini baru pulang ? " tanya Lina kepada sang suami sambil meraih tangan sang suami untuk ia cium sekaligus mengambil tas kerja suaminya .
" Iya Ma , padahal Papa tadi keluar kantor jam setengah 5 engga tahunya nyampe rumah setengah 6 lumayan capek juga . Untung Papa engga menyetir sendiri " ucap Hanan setelah mengecup kening sang istri sambil berjalan masuk ke dalam rumah .
" Ya sudah Papa mandi dulu gih , nanti Mama buatkan wedang jahe kesukaan Papa biar capeknya cepet hilang " ucap Lina .
" Oke , Papa mandi dulu ya Ma " balas Hanan dan di balas anggukan oleh Lina .
Hanan pun pergi ke kamar nya untuk mandi dan sholat .
Sedangkan Lina berjalan ke dapur lagi untuk melanjutkan acara masak memasaknya lagi .
Jam berdenting menunjukkan pukul 6 sore . Setelah acara bersih - bersih badannya telah usai , Hanan pun keluar kamar dan berjalan menuju dapur untuk menemui sang istri yang tengah sibuk memasak .
" Ria mana Ma kok dari tadi tidak kelihatan ? " tanya Hanan kepada sang istri .
" Mama suruh istirahat di kamarnya Pa . Ada kejadian engga mengenakan tadi di toko " ucap Lina kepada sang suami sambil meletakkan secangkir wedang jahe hangat untuk suaminya .
" Kejadian tidak mengenakan apa Ma ? jangan buat penasaran dong " balas Hanan sambil mengambil cangkir wedang jahe lalu meminumnya .
" Tadi waktu Mama sama Ria di toko tiba - tiba si Alma datang Pa , dia memaki - maki Ria karena Ria tanpa sengaja menabrak Alma saat masuk ke dalam toko dan bajunya kotor kena kue yang Ria bawa . Mama pikir cuma kejadian seperti itu makanya Mama engga ikut campur . Tapi di luar perkiraan Mama ternyata mereka berdebat hebat Pa karena Ria tidak terima dihina terus oleh Alma , sampai - sampai dengan beraninya si Alma anak kurang ajar itu menampar pipi Ria hanya karena dia tidak terima Ria mengaku sebagai istrinya Yuda . Setelah di tampar Ria tidak membalasnya Pa , Ria hanya membalas dengan kata - kata saja yang menambah kemarahan Alma , Alma berniat mau menampar Ria lagi tapi Mama halangi . Mama sudah engga bisa menahan diri Pa lihat menantu Mama dihina dan di sakiti sama orang seperti Alma . Akhirnya Mama tunjukkan foto2 pernikahan Ria dan Yuda sebagai bukti biar si Alma itu percaya kalau Yuda sudah menikahi Ria . Akhirnya Alma pun pergi dari toko dengan wajah yang kesal dan marah " Lina menceritakan kejadian di toko kepada suaminya . Hanan sedikit terkejut dengan insiden yang terjadi .
" Terus sekarang kondisi Ria bagaimana Ma ? " tanya Hanan khawatir .
" Kondisinya sih baik - baik saja Pa , tadi bekas tamparan Alma juga sudah kami kompres di sana . Cuma Mama perhatiin semenjak pulang dan di mobil tadi Ria banyak diamnya Pa , beda saat berangkat tadi dia banyak cerita dan banyak mengobrol dengan Mama . Waktu sampai rumah tadi juga kelihatan lesu lemes gitu . Mama lihat dia jalan ke arah kamar seperti yang engga punya tenaga tuh Pa . Aduh . . . Mama jadi khawatir sendiri ini " ucap Lina khawatir juga .
__ADS_1
" Apa engga sebaiknya kita cek ke kamarnya saja Ma ? Papa takut terjadi apa - apa sama Ria" ajak Hanan .
" Iya Pa betul juga . Ya sudah ayo kita ke kamar Yuda " balas Lina sambil menarik tangan Hanan untuk berjalan ke arah kamar Yuda dan Ria .
" ASSALAMUALAIKUM " seru seseorang yang datang dengan tiba - tiba . Hanan dan Lina pun menghentikan langkahnya .
" Waalaikumsalam , Yud kamu kenapa wajah kamu panik sekali ? " ucap Lina heran melihat putranya yang datang tiba - tiba dengan raut wajah panik .
" Ria ada di mana Ma ? dari tadi aku hubungi ke ponselnya kok tidak ada jawaban ? " tanya Yuda kepada kedua orang tuanya .
" Dia ada di kamar mu , tadi setelah pulang Mama suruh istirahat di kamar . Kamu kenapa panik begitu ? " jawab Lina .
" Engga apa - apa Ma , kalau begitu Yuda ke kamar dulu mau lihat kondisi Ria " balas Yuda .
" Kita tunggu di sini saja Ma , sudah ada Yuda " ajak Hanan . Lina pun mengiyakan keinginan suaminya .
" Ya sudah sana Yud kamu lihat keadaan istrimu " ucap Lina . Yuda pun hanya membalas dengan anggukan kepala saja .
Yuda pun berlari ke arah kamarnya . Setelah sampai di depan kamar , Yuda langsung membuka pintu dan masuk ke dalam kamar itu . Yuda mengernyit karena tidak terlihat Ria di mana - mana .
" Ri . . . Ria !!! " panggil Yuda . Yuda mendengar kemericik air dari dalam kamar mandi .
" DOR . . . DOR . . . DOR "
" Ri . . . kamu di dalam ? " tidak terdengar jawaban dari dalam kamar mandi .
" DOR . . . DOR . . . DOR "
" Riii . . . Ria . . . " panggil Yuda lagi .
Tapi tetap tidak ada jawaban dari dalam kamar mandi . Hati Yuda semakin bergemuruh panik akhirnya Yuda pun memutuskan untuk membuka paksa pintu kamar mandi .
" RIA . . . " Yuda terkejut melihat Ria yang memejamkan matanya di dalam bathup yang penuh dengan air . Yuda pun langsung mematikan kran airnya dan langsung mengangkat tubuh Ria dari dalam bathup .
" Ri . . . Ria bangun Ri " panggil Yuda sambil menggendong tubuh Ria yang lemas dan dingin . Yuda pun membawa Ria ke arah ranjangnya dan meletakkan Ria di atas ranjangnya itu .
" Ri . . . Ria bangun Ri . . . " panggil Yuda terus menerus sambil mengambil handuk dan ia balutkan ke tubuh Ria dan ia juga mengambil selimut untuk menghangatkan tubuh istrinya . Yuda berjalan ke arah pintu kamar .
" MAMA . . . PAPA . . . TOLONGIN YUDA " teriak Yuda di ambang pintu kamarnya .
Lina dan Hanan yang sedang berada di ruang keluarga pun terkejut dengan teriakan sang anak .
" Ada apa itu Pa , Yuda kok teriak - teriak begitu ? " tanya Lina terkejut .
" Papa juga engga tahu Ma , ayo kita lihat dulu " ajak Hanan dan mereka pun segera berjalan ke arah kamar sang anak .
" Papa . . . Mama . . . Tolongin Yuda !!!! " teriak Yuda lagi .
" Ri bangun Ri . . . Ria bangun sayang aku mohon " ucap Yuda sambil menggosokkan tangannya di telapak kaki Ria , air matanya pun jatuh menetes melihat kondisi sang istri yang seperti itu .
" Ada apa Yud , kenapa kamu teriak - teriak begitu ? " tanya Lina saat masuk ke dalam kamar putranya .
" Ma . . . Ria Ma . . . " ucap Yuda panik dengan tangannya yang masih sibuk menggosok telapak kaki Ria dengan mata berkaca - kaca .
" Astagfirullah . . . Ria kenapa Yud ? " tanya Lina terkejut lalu mendekati sang menantu . Lina memegang wajah Ria yang terasa sangat dingin .
__ADS_1
" Tadi waktu Yuda masuk ke kamar , Ria engga ada di atas ranjang ini Ma . Terus Yuda denger gemericik air dari dalam kamar mandi . Yuda pikir Ria sedang mandi , tapi waktu Yuda gedor pintunya tidak di jawab oleh Ria . Akhirnya Yuda dobrak pintu itu , Ria sudah mau tenggelam di dalam bathup itu Ma . Dari tadi engga ada respon dari dia Ma . Yuda takut terjadi apa - apa sama Ria " ucap Yuda menjelaskan .
" Astaghfirullah kok bisa sih . Pantas saja dari tadi Mama tunggu dia kok engga turun - turun " balas Lina lagi .
" Papa hubungi dokter keluarga dulu ya Ma " ucap Hanan ikut panik dan berjalan keluar untuk menelepon dokter langganannya .
" Iya Pa . Yud , cepat ambilkan baju ganti buat Ria . Kamu gantikan dulu baju Ria yang basah ini dengan yang kering . Kalau sudah kamu bawa Ria ke kamar tamu sebelah dulu . Nanti Mama mau minta tolong Bi Sari buat mengganti sprei dan selimut ranjang ini yang basah . Kamu tungguin Ria terus jangan di tinggal . Mama cuma sebentar " titah Lina .
" Baik Ma " balas Yuda . Lina pun keluar dari kamar Yuda untuk memanggil Bi Sari .
Yuda pun segera mengambil baju ganti untuk Ria . Setelah itu Yuda mencoba membuka selimut yang membungkus tubuh Ria . Dengan sedikit gugup Yuda membuka satu persatu pakaian yang masih melekat di tubuh Ria . Setelah semua pakaian sudah terlepas dengan telaten Yuda mengelap tubuh Ria yang basah menggunakan handuk yang kering . Yuda mencoba menahan nafsunya , dia hanya bisa menelan ludahnya saja . Setelah semua pakaian terlepas , Yuda menggeser tubuh Ria di tempat yang kering agar baju gantinya tidak ikut basah lagi . Setelah selesai mengganti pakaian Ria , Yuda pun mengangkat tubuh Ria dan ia pindahkan ke kamar sebelah agar Ria lebih nyaman . Yuda baringkan tubuh Ria di atas ranjang dan ia ikut berbaring di samping Ria . Yuda dengan lembut memeluk Ria dari samping agar Ria merasa hangat .
" Bangun Ri aku mohon . . . bangunlah . Maafkan aku karena sudah meninggalkanmu sendiri . Bangun Ri . . . " ucap Yuda lembut di telinga Ria .
Setelah beberapa saat menunggu , Lina datang lagi ke kamar Yuda bersama Bi Sari yang membawa sprei dan selimut baru untuk mengganti sprei dan selimut yang basah di kamar Yuda .
Sedangkan Hanan sudah datang bersama dengan dokter keluarga mereka .
Dokter pun memeriksa kondisi Ria . Yuda dengan setia menunggu di samping Ria .
Dokterpun telah selesai memeriksa kondisi Ria .
" Bagaimana Ris kondisi istri ku ? kenapa dari tadi dia belum bangun dari pingsannya ? " tanya Yuda khawatir .
" Nona Ria terkena hipotermia Yud . Badan Nona sangat dingin sekali , aku anjurkan untuk Nona di beri beberapa selimut yang tebal dan usahakan jangan terkena angin terlebih dahulu . AC tolong di matikan dulu dan tolong seluruh badannya anda berikan minyak kayu putih agar badannya hangat . Semoga nanti kalau suhu tubuhnya sudah menghangat Nona InsyaAllah akan sadar " ucap dokter Aris menjelaskan . Yuda , Hanan dan Lina pun memperhatikan setiap apa yang dokter Aris bicarakan .
" Nanti aku kasih resep vitamin dan obat untuk memulihkan kondisi Nona " ucap dokter Aris itu lagi .
" Baik Ris , tapi istri ku tidak kenapa - kenapa kan ? " tanya Yuda kurang yakin .
" InsyaAllah istrimu baik - baik saja Yud . Nona hanya butuh kehangatan saja " ucap dokter Aris .
" Alhamdulillah kalau begitu . Terimakasih ya Ris , Ma Pa titip Ria sebentar , Yuda mau mengantar Aris dulu ke depan . Dan tolong mintakan Bi Sari membawakan selimut untuk Ria ke sini " ucap Yuda sambil berdiri dan menghampiri ke dua orang tuanya . Lina hanya membalas dengan mengangguk .
" Paman Bibi Aris mohon pamit dulu , semoga Nona Ria segera pulih " Dokter Aris berpamitan dengan Hanan dan Lina .
" Terimakasih ya nak Aris sudah meluangkan waktunya untuk datang ke sini " ucap Lina berterimakasih .
" Iya Ris , paman ucapkan terimakasih banyak . Salam ya untuk ayahmu " timpal Hanan .
" Iya paman nanti Aris sampaikan , Aris permisi dulu paman Bibi " Dokter Aris dan Yuda pun berjalan keluar kamar . Lina menghampiri sang menantu dan duduk di samping ranjang . Hanan meminta Bi Sari untuk mengambilkan beberapa selimut untuk menantunya itu .
" Terimakasih ya Ris sudah mau datang ke sini" ucap Yuda .
" Sama - sama Yud seperti sama siapa aja kamu itu , aku kan juga sahabatmu kan . Ayah sama paman Hanan juga sahabatkan . Jadi tidak perlu sungkan " balas dokter Aris kepada Yuda saat mereka berjalan keluar . Dokter Aris memang sahabat Yuda . Ayah nya adalah sahabat Hanan di masa muda . Ayah dokter Aris adalah dokter keluarga Hanandi . Tadi saat Hanan menghubungi ayah dokter Aris , ayah dokter Aris tidak bisa datang karena ada operasi yang sebentar lagi dilakukannya makanya ayah dokter Aris meminta Aris yang datang memeriksa kondisi Ria .
" Sekali lagi terimakasih Ris , sekarang aku bisa sedikit lega " ucap Yuda .
" Iya Yud , tapi kalau sampai 2 - 3 jam istrimu belum sadar juga segera hubungi aku biar aku perilsa lagi lebih lanjut " ucap dokter Aris lagi .
" Oke nanti aku kabari lagi " balas Yuda .
" Satu lagi , kamu masih hutang cerita denganku bagaimana bisa kamu menikah tapi aku sahabatmu sampai tidak tahu " keluh dokter Aris .
" Ceritanya panjang kapan - kapan aku ceritakan . Sekarang pulanglah , aku masih harus menjaga istriku dulu " ucap Yuda mempersilahkan .
__ADS_1
" Baik - baik aku pulang dulu " Pamit dokter Aris sambil menjabat tangan Yuda .
Dokter Aris pun pergi dan Yuda segera berlari ke kamar Ria . Terlihat Ria yang sudah terbungkus dengan beberapa selimut untuk menghangatkan tubuhnya .