
Hari beranjak senja , terdengar suara sebuah mobil yang berhenti tepat di depan rumah Ria . Hendri yang sedang merebahkan tubuhnya di ruang tengah lalu beranjak bangun untuk melihat tamu yang datang .
Masih ada beberapa orang yang sedang mengobrol di depan . Hendri berjalan keluar untuk menyambut tamu yang datang . Seperti perkiraannya kalau tamu yang datang adalah kedua orang tua Yuda dari kota .
Terlihat ibu Lina dan Pak Hanan turun dari mobilnya . Hendri pun mendekati mereka ,
" Akhirnya Om dan Tante sampai juga . Aku sudah menunggu dari tadi Tan " sapa Hendri sambil meraih tangan Ibu Lina untuk dia cium punggung tangannya .
" Kamu itu menyambut kami bukannya ngucapin salam dulu " protes Lina .
" Hehehe iya deh maaf , Assalamualaikum Tan Om " balas Hendri .
" Waalaikumsalam nah gitu dong . Kok sepi Hen , Yuda , Ria dan keluarganya dimana ? " tanya Lina sambil menengok ke dalam rumah .
" Ada Tan , mereka baru istirahat di kamar mereka masing - masing . Apa kabar Om ? " ucap Hendri sambil salim dengan Pak Hanan .
" Alhamdulillah sehat Hen , cuma sedikit lelah saja . Perjalanannya sedikit terhambat tadi gara - gara ada kecelakaan di jalan tadi . Untung Om tidak menyetir sendiri kalau nyetir sendiri bisa encok nih pinggang " jawab Hanan .
" Ya maklum ya Om faktor U sih jadi mudah lelah " ledek Hendri .
" Faktor U apa maksudnya Hen ? " tanya Hanan bingung .
" U usia Om masa engga tahu , kalau engga tahu berarti Om kurang bergaul " ledek Hendri lagi .
" Ish kamu ini seneng banget ya ngeledekin orang tua . Dasar bocah gemblung " protes Hanan . Hendri hanya membalasnya dengan tertawa .
" Sudah - sudah ayo Hen kita masuk , Tante ingin segera ketemu Ria dan keluarganya " ajak Lina .
" O iya Hendri sampai lupa mengajak Om dan Tante masuk . Ya sudah ayo Om Tante silahkan masuk " ucap Hendri lagi .
Hanan , Lina dan Hendri pun berjalan masuk ke dalam rumah Ria . Di depan mereka di sambut oleh para tetangga yang sedang mengobrol .
" Bapak - bapak ini perkenalkan kedua orang tua Yuda " Hendri memperkenalkan Hanan dan Lina . Para tetangga pun hanya mengangguk angguk tanda mengerti .
" Assalamualaikum bapak - bapak . Perkenalkan nama saya Hanan dan di samping saya ini istri saya namanya Sarlina " ucap Hanan memperkenalkan dirinya dan sang istri .
" Waalaikumsalam Tuan selamat datang di desa kami . Salam kenal kami para tetangga di sini . Monggo silahkan masuk Tuan " jawab salah satu orang di situ .
" Terimakasih maaf saya permisi masuk dulu ya " balas Hanan sopan .
__ADS_1
" Monggo - monggo " jawab serempak orang - orang itu .
Hendri , Hanan dan Lina pun masuk . Bersamaan mereka masuk , Yuda keluar dari kamar Ria untuk melihat tamu yang datang . Karena dia mendengar ada orang yang datang . Yuda tersenyum melihat kedua orang tuanya berada di rumah itu .
" Papa Mama sudah lama datangnya ? " tanya Yuda seraya menghampiri kedua orang tuanya untuk berpelukan .
" Tidak baru saja kami sampai " jawab Hanan singkat sambil membalas memeluk putranya . Yuda pun beralih ke hadapan Lina yang sudah memasang wajah cemberut . Dan dengan tiba - tiba Lina menarik telinga Yuda .
" Dasar anak nakal kamu ya , menikahi anak orang tanpa memberitahu kami terlebih dahulu . Kamu anggap kami itu siapa hem " kesal Lina kepasa putra semata wayangnya sambil dia menarik telinga Yuda seperti anak kecil .
" Aduh . . . aduh Mama ih sakit . . . lepasin Ma " protes Yuda yang kesakitan .
" Biarin saja Mama kesal sama kamu . Menikah tanpa memberitahu kami terlebih dahulu . Kamu sudah tidak menganggap kami orang tuamu IYA ? " kesal Lina yang masih menarik telinga putranya dengan pelan .
" Bukan seperti itu Mama . Aduh lepasin dulu biar aku jelasin " bujuk Yuda yang kesakitan .
Lina pun melepaskan tangannya dari telinga sang anak , " Cepat jelasin ke Mama " ucap Lina sedikit keras kepada sang putra .
" Mama kejam banget telinga anak sendiri di tarik kenceng amat sakit tahu Ma " protes Yuda sambil mengusap telinganya yang terasa panas dan pedih . Hendri yang melihat sahabatnya kesakitan hanya bisa tertawa lirih .
" Biarin itu balasannya untuk anak nakal kayak kamu itu . Sudah engga usah drama cepat jelaskan semua kepada Mama dan Papa kenapa kamu mengambil keputusan tanpa memberi tahu kami terlebih dahulu ? " kesal Lina .
" Iya terserah kamu " jawab Lina singkat .
" Aku sampai lupa mempersilahkan kalian untuk duduk . Silahkan duduk dulu Om Tante biar enak ceritanya " ajak Hendri .
Merekapun duduk melingkar diatas tikar yang berada di tengah ruangan rumah sederhana itu .
Yuda pun memulai ceritanya dari awal sampai akhir bisa menikahi Ria . Tak lupa ia ceritakan juga kejadian - kejadian yang terjadi . Sampai ke kejadian kepergian ayah Ria untuk selama - lamanya .
Hanan dan Lina mendengarkan setiap cerita yang di ucapkan dari mulut putranya . Hendri juga ikut menambahkan jika ada cerita Yuda yang kurang agar kedua orang tua Yuda bisa lebih jelas lagi .
Hanan dan Lina sebenarnya tidak betul - betul marah dengan putranya . Apalagi setelah mendengarkan cerita dari Yuda , mereka malah merasa bangga karena memiliki seorang anak yang pemberani .
" Papa rasa apa yang kamu lakukan sudah benar Yud , apalagi sekarang ayahnya Ria sudah meninggal sedangkan adik - adiknya masih sekolah jadi kamu bisa menggantikan posisi ayahnya yang bisa melindungi , mengayomi dan membimbing keluarga Ria ini " ucap Hanan setelah selesai mendengarka semua cerita Yuda .
" Iya Pa , aku sudah berjanji dengan ayah kalau aku akan bertanggung jawab melindungi dan menjaga keluarga ini . Aku harus menepati janjiku kan Pa ? " jawab Yuda .
" Harus nak , janji adalah hutang jika kamu ingkar hutang janjimu itu akan di ganti dengan amal kamu nanti akhirat nanti kalau sampai kamu ingkar janji " jawab Hanan .
__ADS_1
" Iya Pa InsyaAllah Yuda akan berusaha menepati janji Yuda untuk keluarga ini " jawab yakin Yuda .
" Sekarang kondisi Ria bagaimana Yud , Mama mau lihat menantu Mama ? tanya Lina .
" Ria masih sangat syok Ma , dia hanya duduk diam dengan tatapan mata yang kosong , air matanya mengalir terus Ma . Yuda sampai bingung kenapa sebegitunya dia merasa kehilangan ayahnya . Dari tadi pagi dia belum makan atau minum apa - apa Ma . Yuda harus bagaimana ya ? " ucap lesu Yuda .
" Kehilangan seorang ayah untuk anak perempuan itu sungguh menyakitkan rasanya Yud . Ayah bagi anak perempuan adalah cinta pertama bagi mereka . Jadi kamu sabar saja menghadapinya . Sekarang coba temanin Mama melihat kondisi istrimu " balas Lina memberi semangat kepada putranya itu .
" Ayo Ma Yuda antar , Hen tolong beri tahu Randi kalau Mama Papa ku datang biar dia memberitahu ibu . Aku antar mama dulu ke kamar " balas Yuda meminta tolong Hendri untuk memanggil Randi di kamar . Hendri pun mengangguk lalu berdiri mencari Randi .
Yuda dan Bu Lina pun masuk ke dalam kamar Ria . Terlihat Ria yang masih duduk termenung memandang ke arah depan dengan tatapan kosong serta air mata yang masih mengalir .
Yuda berjalan perlahan mendekati snag istri .
" Ri , lihat siapa yang datang ? Mama datang lho Ri jauh - jauh ke sini hanya mau ketemu kamu " ucap Yuda yang duduk di hadapan Ria sambil tangannya menghapus air mata Ria dengan lembut . Sedangka Bu Lina memilih duduk di samping ranjang Ria .
Lina yang melihat kondisi sang menantu yang seperti mayat hidup pun tidak bisa menahan air matanya lagi .
" Lihatlah Ri Mamaku sudah ada di samping kamu . Kamu sayang kan sama Mamaku ? Mamaku juga sayang sekali lho sama kamu . Sadarlah Ri aku mohon " ucap Yuda yang menangis lagi melihat kondisi sang istri .
" Aku mohon Ri sadarlah , kasihan ibu dan adik - adik kamu . Dan apa kamu tidak mau membalas perbuatanku lagi . Aku sayang sekali sama kamu Ria . Aku mohon sadarlah " ucap Yuda lagi sambil air matanya keluar karena merasa sesak di dadanya . Dia sudah berusaha menahan kesabarannya daritadi .
Dan tiba - tiba Yuda berdiri menghadap ke dinding dengan luapan kekesalan di dadanya , ia pukul dinding itu dan menagis meratapi keadaan sang istri yang depresi .
Lina yang melihat sang putra merasa pilu . Ia dekati Yuda dan menarik tangan Yuda lalu ia peluk sang putra yang masih menahan luapan kekesalan di hatinya . Lina memeluk Yuda dengan erat , Yuda pun merasa damai berada di pelukan sang ibu . Ia tumpahkan air matanya di bahu sang Mama .
" Sabar nak . . . Mama tahu apa yang kamu rasakan . Mama tahu ada penyesalan juga yang kamu rasakan karena merasa seperti memaksa Ria untuk menikah denganmu . Kamu merasa bersalahkan dengannya . Tapi dengarkan Mama , anak Mama ini tidak salah . Kamu tidak salah Yud , kondisi Ria yang seperti ini murni karena dia sangat kehilangan sang ayah cinta pertamanya . Jadi kamu harus bersabar dan jangan merasa bersalah lagi . Sabar ya nak . . . " hibur Lina yang masih memeluk sang anak yang masih menangis di bahunya . Lina pun juga menangis melihat kondisi kedua anaknya .
" Sulit Ma bagiku menghilangkan rasa bersalahku terhadapnya . Aku sudah terlalu banyak membuatnya menangis dan terluka Ma . Aku tidak pantas mendapatkannya " jawab Yuda lirih di bahu sang ibu .
" Tidak nak , kau sangat pantas untuknya . Hanya saja hati Ria masih tertutup awan duka . Jadi mama sarankan rawatlah dia sepenuh hatimu , ajak dia ke psikolog agar bisa membantumu memulihkan kembali kondisi Ria seperti sedia kala . Mama akan terus ada di samping kamu . Pasti kelak suatu hari Ria akan merasakan ketulusan cinta darimu dan dia akan membalas cintamu itu " hibur Lina lagi .
" Iya Ma aku akan merawatnya sepenuh jiwa dan ragaku . Akan aku curahkan segala rasa cintaku kepadanya . Sampai nanti dia akan jatuh cinta juga kepadaku . Bantu aku ya Ma . . . Dan terimakasih sekarang aku sedikit lebih ringan menjalankan ujian ini " jawab Yuda yang melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya .
" Nah ini baru anak Mama yang pantang menyerah . Mama dan Papa akan selalu mendukungmu sayang " balas Lina sambil membantu menghapus air mata Yuda .
" Terimaksih Ma , Mama memang selallu ada dikala aku membutuhkan " ucap Yuda sambil menggenggam kedua tangan sang ibu lalu dia cium punggung tangan itu dengan penuh kasih sayang .
" Sama - sama nak " jawab Lina yang merasa terharu dengan perlakuan sang putra kepadanya .
__ADS_1