
Hendri dan Ria begitu menikmati makanan yang sedang mereka makan . Mereka saling melempar candaan satu sama lain . Mereka saling tertawa . Sampai tidak terasa makanan mereka pun habis . Di atas meja masih tersisa beberapa lauk yang mereka tidak inginkan . Dalam hati Ria , ia teringat akan sahabatnya yang ada di kos . Ria pun berinisiatif untuk membawakan Arin sebungkus makanan yang ia makan ini . Supaya sahabatnya itu juga merasakan kelezatan makanan itu .
" Mas Hendri boleh tidak kalau aku membungkus makanan satu porsi untuk Arin ?" tanya Ria kepada Hendri .
" Boleh banget Ri , nanti minta di pisah saja nasi , lauk dan sayurnya biar tetap enak sana gih pesen " jawab Hendri yang begitu senang dengan keinginanya Ria . Ria pun langsung memanggil pelayan untuk memesan makanan untuk Arin . Pelayan pun datang dan mendengarkan pesanan Ria .
" Maaf mas saya mau pesan untuk di bawa pulang nasi putih 1 , sayur dan sambal hijaunya di pisah dan luknya rendang daging 1 sama ayam pop nya 1 di pisah juga ya " ucap Ria memesan .
" Baik mbak saya siapkan dulu mohon ditunggu sebentar ya " balas pelayan
" Baik mas terimakasih " balas Ria lagi dan pelayan pun beranjak meninggalkan Ria dan Hendri .
" Terimakasih ya mas . Nanti mau titip pesan untuk Arin tidak mas ?" goda Ria smabil menaik turunkan alisnya .
" Ah kalau bisa aku mau banget Ri , tapi gimana ya misi kita belum berhasil nih " jawab Hendri .
" Iya ya mas . Kenapa sih mas Hendri tidak terus terang saja pada Arin kalau mas Hendri suka sama Arin ? " tanya Ria .
" Aa-aku belum berani Ri . Apalagi Arin kalau lihat aku kayak yang tidak bersahabat banget . Makanya dengan misi kita ini , aku ingin melihat reaksi Arin . Kalau dia merasa terganggu dan sakit hati kepadamu berarti dia memiliki rasa cemburu , itu artinya dia juga memiliki rasa kepadaku . Baru deh kalau dia seperti itu aku akan mengatakan semuanya kepadanya . Sekarang yang terpenting kita jalani saja rencana kita . Aku hanya ingin membantumu Ri , ya sekaligus ingin tahu juga isi hati sahabatmu itu . Itung - itung bonuslah buat aku " jelas Hendri sambil tersenyum .
" Iya mas aku juga paham , cuma aku takut Arin akan salah paham padaku dan hubungan kami jadi tidak baik " ucap Ria takut .
" Kalau sampai itu terjadi nanti kita jelaskan dan ceritakan yang sebenarnya saja Ri . Sudah tidak perlu kamu takuti , aku akan selalu membantu mu setiap aku membutuhkanku " hibur Hendri bersamaan dengan itu pelayan datang dengan membawa pesanan yang Ria inginkan .
" Maaf permisi silahkan mbak ini pesanannya " ucap pelayan ramah itu .
" Oh oke mas terimakasih banyak " balas Ria .
__ADS_1
" Sama - sama saya permisi dulu " pamit pelayan itu dengan sopan . Ria dna Hendri pun membalas dengan sopan .
" Sudah jam 9 lebih nih Ri , ayo aku antar kamu pulang . Kasian Arin juga kalau kamu pulang sampai malam sekali " ajak Hendri .
" Ayo mas " balas Ria setuju . Mereka pun beranjak dari duduknya dan melangkah ke kasir . Setelah membayar mereka pun keluar dari rumah makan itu dan berjalan menuju parkiran .
Setelah smapai di parkiran ,mereka masuk kedalam mobil dan mobil pun meninggalkan rumah makan itu .
Senyum manis Ria menghiasi wajahnya . Dia merasa sangat bahagia karena memiliki teman sebaik Hendri . Hendri pun tak kalah merasa bahagia juga . Baru kali ini dia menemukan seorang teman yang satu frekuensi dengannya . Mereka pun melanjutkan obrolan asyik mereka di dalam mobil . Mereka merasa sangat senang karena malam minggu mereka berhasil dan tidak aada halangan apapun .
Di Pusat Perbelanjaan Lain
" Ayolah Yud , temani aku ke toko itu . Aku ingin melihat - lihat . Siapa tahu di sana ada barang yang aku butuhkan " ajak Alma .
" Kamu sebenarnya mencari apa Alma ? sudah hampir 3 jam aku menemani kamu kesana kemari tapi tidak ada satu barang pun yang kamu beli . Aku capek dan laper Alma " keluh Yuda . Yuda sudah terlalu kesal dengan tingkah temannya itu . Sejak di kantor tadi , ia sudah tidak berminat menemani wanita itu . Tapi dengan paksaan Alma bisa mengajak Yuda pergi ke pusat perbelanjaan ini . Alma memang berniat hanya ingin berjalan - jalan berdua dengan Yuda . Dengan banyak tipu muslihat , Alma berhasil membohongi Yuda . Supaya Yuda mau menemaninya jalan - jalan .
" Terserah kamu saja " jawab Yuda datar dan acuh .
" Bagaimana kalau disana ? kata temanku shusi disana begitu lezat " Alma menunjuk sebuah restoran jepang .
" Kau tahukan aku tidak terlalu suka masakan jepang . Cari restoran yang lain " tolak Yuda . Yuda memang tidak menyukai makanan dari luar . Tidak semua juga sih makanan luar dia tidak suka hanya ada beberapa yang masih bisalah ia tolerin untuk masuk ke mulutnya . Yuda memang tipe laki - laki yang lebih menyukai masakan rumahan . Makanya dia jarang sekali makan di restoran kalau tidak bertemu dengan klien , dia lebih memilih makan masakan Ibu tercintanya itu .
" Bagaimana kalau masakan Korea sana itu ? Mau kan kamu Yud ? " ajak Alma sambil tangannya menunjuk salah satu restoran yang berada di pojok kanan pusat perbelanjaan itu .
" Ya udah ayo , tapi setelah makan kita pulang " ucap Yuda memperingatkan .
" Tapi Yud inikan masih sore , kita jalan - jalan dulu ya " paksa Alma .
__ADS_1
" Al , aku lelah sekali . Kita sudah hampir tiga jam kamu masih bilang belum jalan - jalan . Kalau kamu tidak mau dengan apa yang aku mau ya silahkan kamu jalan - jalan sendiri saja , aku mau pulang " tegas Yuda .
" Tapi Yud - "
" Tidak ada tapi - tapian mau tidak ? " tegas Yuda lagi .
" Ya sudah deh aku ikut mau kamu aja " pasrah Alma . " Kenapa sih Yud buat mendapatkanmu sangat sulit sekali . Apa sih kekuranganku ? " gumam Alma dalam hati .
Mereka berdua pun berjalan menuju restoran . Alma menggelayut di lengan Yuda begitu lekatnya . Sedangkan Yuda tidak nyaman dengan apa yang Alma lakukan . Karena bagi Yuda , Alma hanya seorang teman tidak lebih .
" Alma lepasin tanganku . Jalan seperti biasa saja tidak perlu melekat begini " Yuda mencoba menarik tangannya dari gelayutan Alma .
" Kenapa sih Yud aku kan hanya ingin memeluk tangan kamu saja " ucap Alma sambil menghempaskan tangan Yuda .
" Kita kan hanya teman jadi bersikaplah sleayaknya teman . Aku peringatkan ini untuk terakhir kalinya , aku tidak nyaman dengan yang kamu lakukan Alma " ucap Yuda tegas .
" Ish " kesal Alma sambil menghentakkan kakinya dan berjalan ke arah meja yang ingi ia duduki .
Mereka pun duduk di meja paling pojok kanan belankang sendiri restoran itu . Mereka duduk berseberangan . Setelah di peringatkan Yuda , Alma lebih terlihat diam . Dia enggan untuk berbicara sama Yuda karena dia begitu kesal dengan teman lelakinya itu . Yuda yang di perlakuakan seperti itu tidak ambil pusing . Dia bahkan menikmati nya dengan khidmat .
Mereka memesan beberapa makanan yang ingin mereka makan . Sampai setelah makanan datang ke meja mereka tidak ada percakapan apapun dari keduanya . Mereka memilih fokus ke ponsel masing - masing .
Makanan pun datang . Mereka menikmati nya dengan saling diam . Alma diam karena dia begitu kesal dengan temannya itu . Dia juga tidak mau memancing kemarahan temannya itu karena takut kalau temannya itu akan menghindar darinya . Alma begitu tahu sifat Yuda . Dia paling tidak ingin kalau sampai membuat Yuda marah karena itu akan membuat hubungan mereka menjadi tidak baik .
Yuda pun juga memilih diam dan hanya menikmati makanannya . Karena di dalam hati dan pikirannya hanya ada seorang wanita yang ia damba . Apalagi emosinya masih menggebu saat melihat kedekatan Hendri dengan wanita yang dia taksir . Dia hanya bisa menahannya karena hubungannya dengan wanita itu belumlah jelas . Yuda masih menunggu hatinya siap dengan sebuah hubungan setelah sakit yang dia rasa . Saat ini di pikirannya hanya bertanya - tanya , " ia sedang apa ? ada dimana ? dengan siapa ? " .
Saat di kator tadi , ia berencana untuk mengikuti wanita dambaannya itu tapi kedatangan Alma membuyarkan semua rencana yang sudah Yuda rancang . Itu salah satu penyebab Yuda uring - uringan kepada temannya itu .
__ADS_1