Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Anggota Baru Keluarga Hanan


__ADS_3

Mobil pun berhenti tepat di depan halaman rumah Yuda . Jam menunjukkan pukul 5 pagi . Yuda pun membangunkan Hendri yang masih terlelap di bangkunya .


" Hen , bangun sudah sampai . Apa kamu mau tetap tidur di sini " ucap Yuda sambil membuka sabuk pengamannya .


Hendri yang mendengar panggilan Yuda pun menggeliatkan tubuhnya .


" Sudah sampai ya ? maaf ya Yud aku ketiduran sampai ke tujuan begini " ucap Hendri dengan suara khas orang bangun tidur .


" Engga apa - apa aku tahu kamu pasti udah capek . Udah ayo turun keburu habis waktu subuhnya " balas Yuda sambil bersiap keluar dari mobil .


" Ayo Ri turun , nanti biar barangnya aku yang keluarin " ucap Yuda sambil menengok ke arah Ria . Ria pun hanya menganggukkan kepalanya .


Hendri dan Yuda pun turun dari mobil dan berjalan ke arah bagasi untuk mengambil barang - barang mereka . Ria ikut turun dan menunggu Yuda di depan teras rumah .


Yuda sudah berjalan ke arah teras dengan membawa 2 tas di kedua tangannya dan 1 tas di bahu nya . 2 tas itu milik Yuda 1 dan milik Ria 1 .


" Sini mas biarku bawa sendiri tas ku itu " pinta Ria yang melihat Yuda kesulitan membawa tas itu .


" Tidak apa - apa aku bisa kok " tolak Yuda . Ria pun mengikuti keinginan suaminya itu .


" Udah yuk masuk di sini masih sedikit dingin " ajak Yuda lagi .


Srbelum mereka sampai di pintu utama , pintu itu terbuka lebih dahulu . Terlihat wanita paruh baya yang masih cantik menghampiri mereka .


" Kalian sudah sampai , ayo masuk Ria . Mama sudah menunggu kalian dari tadi " ucap Bu Lina yang menyambut kedatangan putra dan menantunya itu .


" Assalamualaikum Ma " sapa Yuda sambil mencium punggung tangan ibunya itu .


" Assalamualaikum Bu " sapa Ria yang ikut menyalami sang ibu mertua .


" Waalaikumsalam nak , udah yuk masuk " balas Lina kepada kedua anaknya .


" Hendri engga di ajak masuk nih Tante ? " ucap Hendri jahil .


" Terserah kamu mau ikut masuk atau cuma mau di sini aja , Tante sih lagi menyambut menantu Tante " balas Lina bercanda .


" O gitu ya mentang - mentang sekarang udah punya menantu , Hendri jadi di lupain nih " goda Hendri lagi .


" Dasar bocah nakal sukanya gangguin Tante aja . Sudah ayo masuk semua " kesal Lina yang terus di goda Hendri .


Yuda dan Ria hanya tersenyum melihat Hendri dan Lina yang sangat akrab itu .


" Bi , tolong ini bawakan barang - barang Yuda dan Ria ke kamarnya . Dan sekalian tolong bikinkan mereka teh hangat " seru Lina memanggil ART nya untuk membantu Yuda membawa barang - barangnya .


" Tidak usah Ma , biar Yuda saja yang bawa sekalian Yuda mau bersih - bersih dulu sama sholat subuh dulu " tolak Yuda secara halus .


" O ya sudah sana bersihkan dulu badan kalian . Setelah itu kita sarapan bareng ya , Mama sudah masak makanan spesial untuk kalian " ucap Bu Lina .


" Ria , bersih - bersih badan dulu gih . Ikut Yuda sana . Mama mau nyiapin sarapan dulu di meja makan " pinta Bu Lina kepada sang menantu .


" Iya Bu " balas Ria . Yuda pun berjalan ke arah kamarnya di ikuti oleh Ria yang berada di belakangnya .


" Tante , Hendri juga mau bersih - bersih dulu ya" ucap Hendri .


" Ya sudah sana " balas Lina .


Hendri pun berjalan ke kamar tamu yang biasa ia gunakan untuk menginap di rumah ini .


Yuda dan Ria sudah masuk ke dalam kamar Yuda . Kamar yang identik dengan laki - laki . Kamar bercat warna putih dengan kombinasi abu - abu . Ada 1 buah ranjang besar berukuran 180 x 200 dengan 2 lemari nakas di samping kanan dan kiri ranjang itu serta ada lemari 4 pintu yang besar dan ada meja di pojok kiri kamar serta sofa dan televisi yang menghadap ranjang .


Yuda masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan barang - barangnya di atas meja .


" Ayo masuk Ri , jangan sungkan anggap saja kamarmu juga " ajak Yuda . Ria pun masuk dengan berjalan perlahan . Dia melihat - lihat sekeliling kamar itu .


" Silahkan duduk dulu Ri , aku mau mandi dulu kamu kalau mau istirahat tidur saja di ranjang itu biar nyaman " ucap Yuda sambil berjalan ke arah kamar mandinya .


Ria masih duduk terdiam melihat - lihat isi kamar Yuda .


" Apa aku harus tidur 1 ranjang dengannya ya ?" tanya Ria dalam hati .


" Tapi kalau aku minta kamar terpisah tidka enak juga dengan orang tuanya . Tapi kalau harus tidur 1 ranjang aku masih belum siap " gumam Ria dalam hati lagi .


Tak berselang lama Yuda keluar dari kamar mandinya dengan hanya memakai handuk yang ia lilitkan di pinggangnya . Sedikit ada rasa tidak enak dibenak Yuda . Tapi mau bagaimana lagi tadi dia lupa membawa baju gantinya .

__ADS_1


" Hhhmmm . . . maaf Ri , aku lupa membawa baju ganti" ucap Yuda tidak enak karena melihat Ria sedikit terkejut melihatnya keluar kamar mandi dengan memakai handuk saja .


" Eh tidak apa - apa mas " balas Ria sambil mengalihkan pandangannya . " Kalau begitu saya mau mandi dulu " ucap Ria dengan cepat smabil menyambar tasnya masuk ke dalam kamar mandi .


Yuda sedikit lega karena Ria memilih pergi . Jadi dia bisa memakai pakaiannya . Tadi sempat bingung harus bagaimana .


Yuda memilih memakai baju santai dengan celana pendek . Setelah berganti pakaian Yuda mengambil perlengkapan ibadahnya dan menunaikan ibadah sholat subuh .


Setelah sholat subuh , Yuda memilih merebahkan tubuhnya di atas ranjang . Dia merasa lelah dan mengantuk setelah perjalan dari kampung halaman Ria tadi malam .


Tak terasa Yuda pun memejamkan matanya dan terlelap begitu saja . Ria yang baru selesai mandi dan sudah berganti pakaian di dalam kamar mandi akhirnya keluar dan segera mengeluarkan perlengkapan ibadahnya lalu menunaikan ibadah sholat subuh .


Ria sedikit lega melihat Yuda tertidur di ranjangnya . Jadi dia bisa leluasa bergerak di dalam kamar itu . Setelah menjalankan ibadahnya , Ria memilih keluar dari kamarnya dan berjalan ke arah dapur untuk membantu sang mertua menyiapkan sarapan .


" Ada yang bisa Ria bantu Bu ? " tanya Ria dengan sang ibu mertua Lina .


" Eh Ria . . . engga ada sayang ini udah selesai semua tinggal di tata saja di meja makan " ucap Lina lembut .


" Kalau begitu Ria bantu menatanya ya Bu " ucap Ria lagi .


" Tidak usah nak , kamu pasti masih lelah . Kamu istirahat saja , ibu sudah di bantuin sama Bibi jadi kamu duduk saja ya " tolak Lina secara halus .


" Ria engga capek kok bu tadi di mobil juga cuma tidur saja makanya srkarang Ria tidak ngantuk sama sekali " ucap Ria sambil mengambil makanan yang masih berada di dapur .


" Ya sudah , hati - hati bawanya ya " balas Lina .


Tak berselang lama Tuan Hanan pun berjalan mendekati ruang makan .


" Eh Ria sudah datang . Sampai di rumah jam berapa nak ? " sapa Hanan .


" Assalamualaikum Pa , tadi jam 5 an baru sampai Pa " ucap Ria sambil mendekat ke arah Hanan dan menyalami ayah mertuanya itu .


" Yuda mana kok engga kelihatan ? " tanya Hanan lagi .


" Tadi setelah sholat subuh , Mas Yuda rebahan sampai ketiduran Pa . Kayaknya kecapekan soalnya tadi gantiim Mas Hendri nyetir Pa " jawab Ria sambil menaruh makanan - makanan yang di bawanya .


" Sudah selesai Ri , sini duduk " ajak Bu Lina yang sudah duduk di samping Hanan dan membawakan kopi untuk sang suami .


" Bi , tolong teh hangatnya bawa ke sini " pinta Lina kepada ART nya .


" Baik Nya " seru sang Bibi ART .


Bibi pun membawa nampan ke meja makan .


" Ini Nya teh hangatnya " ucap Bibi dan menyerahkan secangkir teh hangat kepada Lina .


" Terimakasih ya Bi " balas Lina sambil mengambil cangkir teh tersebut .


" Ini Ri teh hangat diminum dulu . Sama Mama mau kenalin ini Bi Sari , ini bibi yang bantu - batu kita di sini . Jadi kalau Ria butuh apa - apa bilang saja sama Bi Sari ini saja ya . Dan Bi Sari ini Mauria panggil saja Ria , dia sekarang jadi anggota keluarga kita istrinya Yuda jadi mohon bantuannya ya Bi kalau Ria butuh apa - apa mohon di bantu " Lina memperkenalkan Ria dengan ART di rumahnya .


" Baik Nya , bibi siap melayani Nona muda di sini " balas Bi Sari ramah .


" Jangan panggil saya Nona muda Bi , panggil saya Ria saja biar enak dengernya " protes Ria .


" Tidak bisa begitu Non , saya panggil suami No saja Den masak saya harus panggil nama saja kepada istrinya " ucap Bi Sari kekeh .


" Tapi Bibi kan lebih tua dari saya " ucap Ria lagi . Lina dan Hanan hanya menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan sang menantu dan ART nya itu .


" Sudah begini saja , bagaimana kalau Bi Sari panggil Ria nya pakai Neng saja . Jadi Neng Ria , bagaimana Ri kamu masih keberatan ? " ucap Lina menengahi sambil tersenyum .


" Iya sudah Ma panggil itu saja juga engga apa - apa dari pada Nona engga enak dengernya " balas Ria pasrah .


" Iya sudah saya panggil pakai Neng saja kalau begitu . Kalau begitu saya tinggal dulu ya Nya , Tuan dan Neng Ria masih banyak pekerjaan di belakang " pamit Bi Sari kepada majikannya .


" Iya Bi silahkan " balas Lina .


Bi Sari pun pergi meninggalkan ruang makan . Hanan hanya senyum - senyum mendengar perdebatan sang menantu dan ARTnya itu . Dia merasa lucu melihat kejadian tadi .


" Papa kenapa senyum - senyum begitu emang ada yang lucu ? " tanya Lina penasaran .


" Engga lihat tingkah Bi Sari yang kekeh sampai berdebat sama Ria tadi Papa rasa lucu aja . Dari dulu sikapnya engga berubah - berubah . Selalu keras dengan pendiriannya . Mama sering kan berdebat sama Bi Sari " ujar Hanan .


" Iya , Bi Sari itu kalau sudah punya pendirian susah banget di goyahkan . Sering banget Mama yang harus ngalah sama dia . Kadang Mama sampai bingung yang majikannya itu Mama atau Bi Sari . Tapi Mama suka sama kerjanya jadi Mama tidak masalah dengan sikap Bi Sari yang seperti itu . Kamu harus banyak memaklumi dia ya Ri , anggap aja yang waras yang ngalah " ucap Lina sambil melihat ke arah Ria . Ria dan Hanan hanya bisa tertawa mendengar ucapan Lina .

__ADS_1


" Hahahaha Mama bisa aja , emang Bi Sari engga waras " ujar Hanan sambil tertawa .


" Pada ngetawain apa nih kok engga ngajak - ajak ? " tanya Hendri yang baru selesai mandi .


" Engga ada apa - apa " ucap Lina singkat sambil tersenyum .


" Tante lagi PMS ya dari tadi sama Hendri sensi banget " keluh Hendri sambil duduk di seberang Ria .


" Enak aja , bosen aja lihat kamu lagi kamu lagi " ucap Lina terkekeh .


" Ih gitu amat sama Hendri " ucap Hendri lagi .


" Sudah - sudah kok malah berantem sih . Kenapa Mama suka banget godain Hendri " ucap Hanan menengahi .


" Biarin aja Pa , anak nakal ini juga sukanya gangguin Mama " adu Lina .


" Asyik dibelain Om Hanan " ucap Hendri senang .


" Siapa yang belain kamu ? Om cuma tanya sama istri om aja " ucap Hanan datar .


Hendri yang mendengar pun hanya mengerucutkan bibirnya . " Ternyata om sama aja " keluh Hendri membuat Hanan , Lina dan Ria tertawa .


" Yuda mana Ri , udah laper banget nih " tanya Hendri .


" Ketiduran mas , aku engga enak kalau mau bangunin . Kayaknya capek banget " ucap Ria sambil meminum teh hangatnya .


" Aku juga mau teh dong Tan " Hendri yang melihat Ria minum teh pun membuat dia pengen juga .


" Mau teh apa kopi ? " tanya Lina .


" Hhhmmm kopi aja deh biar nanti engga ngantuk " ucap Hendri .


" Bi , tolong bikinkan kopi buat Hendri ya " srru Lina kepada Bi Sari yang sedang membersihkan dapur .


" Baik Nya " jawab Bi Sari dari dapur .


" Nanti langsung mau ngantor Hen ? " tanya Hanan .


" Iya Om , ada meeting " jawab Hendri singkat .


" Om kira masih mau libur dulu " tanya Hanan lagi .


" Kalau masih bisa libur mau aja om tapi ini pertemuannya sudah engga bisa di undur lagi soalnya sudah 3x Yuda ngundurin jadwal meeting dengan klien ini . Kemarin kita sudah di kasih peringatan kalau di undur lagi mereka mau batalin kerja sama dengan kita kan rugi buat kita om " ucap Hendri .


" Ini Den kopinya " ucap Bi Sari sambil menaruh kopi panas di depan Hendri .


" Makasih Bi " ucap Hendri singkat . Bi Sari pun beranjak pergi dari ruang makan itu .


" O begitu , ya sudah kita mulai saja sarapannya . Kayaknya Yuda nyenyak banget tidurnya . Sudah biarkan saja nanti biar di bawakan sarapan ke kamarnya saja " ucap Hanan .


" Iya Om aku udah laper banget ini " ucap Hendri sambil mengambil nasi ke piringnya .


Mereka pun memulai sarapan pagi itu . Ria sedikit gusar sesekali ia akan menengok ke arah belakang atas berharap sang suami muncul namun harapan tinggal harapan orang yang di tunggu tak kunjung datang juga . Akhirnya dia pun memulai makannya tanpa sang suami .


" Biar nanti kubawakan sarapannya ke kamar saja lah " gumam Ria dalam hati .


" Jangan kaget ya Ri kalau besok - besok Yuda bangun kesiangan atau pulang kemalaman atau bahkan engga pulang ke rumah . Anak itu kalau sudah gila kerja pasti akan lupa segalanya . Lupa makan dan lupa waktu . Kamu harus banyak bersabar ya Ri , syukur - syukur kamu bisa merubah kebiasan gila kerjanya Yuda itu . Mama akan sangat bersyukur sekali " ucap Lina memberitahu kebiasaan sang anak .


" Iya Bu , Ria paham mas Yuda memang terlihat pekerja keras . InsyaAllah sebisa mungkin Ria akan mengurusi semua kebutuhannya ini sudah tugas Ria sebagai istri mas Yuda " ucap Ria datar .


" Terimakasih ya nak kamu sudah mau jadi pendamping anak ibu itu " ucap Lina sambil membelai rambut Ria lembut .


" Iya bu InsyaAllah . Ria juga masih butuh bantuan ibu agar Ria bisa memahami sifat , watak dan kebiasaan mas Yuda " ucap Ria .


" Yuda itu memang kelihatannya saja angkuh , kaku , keras dan pendiam tapi aslinya itu dia laki - laki yang baik , lembut dan manja Ri . Dia tidak pernah bergaul , kalau pas libur kerja , dia lebih memilih olahraga dan membaca buku di perpustakaan di rumah . Umpama dia mau jalan - jalan yang diajak ya cuma 1 orang tuh orangnya di depan kamu " ucap Lina sambil melihat ke arah Hendri . Hendri hanya tersenyum saja smabil mengunyah sarapan nya .


" Tapi sama mbak Alma , mas Yuda juga dekat kan bu ? " tanya Ria penasaran .


" Alma itu teman Yuda jaman masih kecil . Mereka memang dekat tapi Yuda kadang suka curhat dengan ibu kalau Yuda merasa risih dekat - dekat Alma karena Alma menaruh hati dengan Yuda . Alma terobsesi banget dengan Yuda tapi Yuda sama sekali tidak tertarik oleh Alma . Yuda hanya menganggap Alma hanya sebagai temannya saja engga lebih " jelas Lina , Ria hanya diam mendengar penjelasan Lina .


"Baru denganmu ini Yuda memperlihatkan rasa sukanya dengan wanita . Memang dia awal - awal merasa gengsi untuk mengakuinya tapi sebenarnya dia sudah jatuh cinta denganmu semenjak melihatmu untuk pertama kali Ri " ucap Lina membuat Ria salah tingkah . Ria hanya menunduk menyembunyikan pipi merahnya yang malu akan ucapan snag mertua itu .


" Apa benar yang di katakan Bu Lina tentang Mas Yuda ini ? tapi masa Bu Lina mau berbohong untuk apa ? ah kenapa aku jadi slaah tingkah begini ? " gumam Ria dalam hati .

__ADS_1


__ADS_2