Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Nasihat Ibu


__ADS_3

Subuh pun datang , dengan badan yang masih sedikit lelah Ria pun bangun dari tidurnya . Ia ingin bersiap menunaikan ibadahnya . Saat sedang bangun dari ranjangnya , dia sedikit terkejut dengan apa yang ia lihat . Dia melihat Yuda masih terlelap di bawah samping ranjangnya dengan beralaskan tikar .


Ada sedikit rasa kasihan di benaknya . Tapi rasa kesal dan marahnya masih menguasai dirinya . Tanpa peduli , Ria pun beranjak pergi keluar kamarnya untuk sholat . Setelah dia mengambil air wudhu , dia pun masuk lagi ke kamarnya . Masih di lihatnya Yuda dengan nyenyaknya .


" Tidur jam berapa orang ini ? sampai adzan subuh pun ia tidak mendengarnya . Apa aku bangunkan saja ya ? Ah tidak untuk apa nanti dia pikir aku sudah memaafkannya . Sudahlah aku biarkan saja terserah dia " gumam Ria dalam hati . Dia pun melanjutkan kegiatannya kembali .


Setelah sholat , Ria keluar dari kamarnya dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan . Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi . Ria tidak tahu siapa yang berada di dalam kamar mandi . Sedangkan ibu yang baru saja bangun pun keluar dari kamar Dinda dan berjalan menghampiri Ria di dapur .


" Kamu sedang apa Ri ? " tanya Bu Dewi .


" Ibu engga lihat aku sedang memasak " jawab Ria tanpa sadar .


" Kamu kenapa kok ngejawabnya kayak yang engga enak begitu ? ibu punya salah sama kamu ? " tanya Bu Dewi bingung .


" Eh bukan bu . . . bukan maksud Ria kasar sama ibu . Ria hanya terbawa dengan suasana hati Ria yang kesal dengan seseorang saja " jawab Ria yang tersadar dengan apa yang ia ucapkan kepada sang ibu .


" Pagi - pagi engga baik kalau di awali dengan marah - marah . Kamu sekarang sudah jadi istri orang . Kamu harus mulai belajar memenuhi kewajibanmu sebagai istri . Jangan egois Ri kalau jadi wanita . Kamu harus taat dan patuh kepada suamimu . Kita harus belajar menjadi wanita yang bijaksana dan sabar . Jangan mudah ke bawa perasaan , engga baik itu " ucap Bu Dewi menasehati anaknya .


" Kenapa ibu tiba - tiba membahas soal ini ? " tanya Ria tidak suka .


" Ibu hanya menasehatimu saja nak . Mau sampai kapan kamu memperlakukan suamimu seperti itu . Ibu melihatnya kok merasa kasihan saja . Dia sudah sangat baik membantu keluarga kita , menjaga kita tapi kamu perlakukan seperti itu kan kasihan Ri " ucap Bu Dewi lagi .


" Ria masih belum siap bu menerima dia . Biarkan saja bu , dia kalau tidak kuat menghadapi Ria yang seperti ini silahkan kalau mau menceraikan aku . Aku tidak keberatan kok " ujar Ria yang acuh sambil tangannya sibuk memasak .


" Hush kamu tuh dinasehati kok malah bicaranya ngawur . Kamu engga inget pesan ayah apa ? apalagi suamimu juga sudah berjanji di hadapan ayah waktu itu . Ibu yakin dia tidak akan melanggar janjinya " balas ibu sedikit kesal dengan anak sulungnya itu .


" Ibu kenapa sih membela dia terus ? Jangan bawa - bawa ayah bu . Kenapa ibu tidak memahami perasaan Ria sih ? " balas Ria kesal .


" Ibu tidak membelanya Ri , tapi ibu wajib mengingatkanmu . Karena kalau wanita sudah menikah itu harus patuh dan taat kepada suaminya . Kamu tidak mau kan memasukkan kami orang tuamu ke dalam neraka karena kamu membantah suamimu ? " balas Bu Dewi lagi .


" Ria engga mau bu tapi . . . . . sudah lah jangan bahas itu lagi . Kondisi Dinda bagaimana bu ?" ucap Ria mengalihkan pembicaraan .


" Kamu tuh kebiasaan kalau diajak bicara selalu seperti ini . Ya sudahlah terserah kamu , Tapi kamu harus selalu ingat apa yang ibu katakan Ri . Demamnya sudah tidak terlalu tinggi seperti tadi malam . Sekarang dia masih tidur tuh " jawab ibu sambil berlalu untuk mengambil air wudhu .


Ria pun melanjutkan masaknya . Dan keluarlah Randi dari kamar mandi .


" Dari tadi kamu yang dikamar mandi ? ngapain aja Ran di kamar mandi sampai lama begitu ? " tanya Ria yang melihat adiknya keluar .


" Biasa mbak rutinitas pagi . Mbak masak apa ?" tanya Randi .


" Mbak masak nasi goreng sama telur dadar sama ayam goreng . Kamu hari ini mau berangkat sekolah ? " tanya Ria balik .


" Iya mbak , engga apa - apa kan aku mulai masuk sekolah ? " balas Randi .


" Ya engga apa - apa lebih baik begitu biar kamu tidak tertinggal pelajaran jauh . Mas Hendri tidur di kamarmu ? " jawab Ria .


" Iya , tuh masih tidur . Kayaknya tadi malam Mas Hendri sama Mas Yuda nemenin orang - orang sampai larut malam deh mbak . Soalnya aku denger pintu di tutup tuh sekitar jam 2 an " ucap Randi lagi .


" Jam 2 ? ngapain aja orang - orang itu ? sampai selarut itu " ucap Ria sedikit terkejut .


" Engga tahu aku . Ya sudah aku sholat dulu ya mbak . Sama mau siap - siap juga " pamit Randi kepada kakaknya .


" Iya sudah sana " balas Ria .

__ADS_1


" Pantas saja dia tidak dengar adzan subuh . Mulai tidur jam segitu . Apa aku bangunkan saja ya biar tidak terlewat waktu subuh ? " gumam Ria dalam hati .


" Ri , suami kamu belum bangun ? " tanya Bu Dewi yang mengagetkan Ria yang sedang melamun .


" Astagfirullah ibu bikin Ria kaget saja . Belum bangun tuh masih tidur di kamar " jawab Ria sambil mengaduk - aduk nasi goreng di atas penggorengan itu .


" Engga kamu bangunkan ? waktu subuh mau lewat lho ini . Sudah sana bangunkan dulu " ucap ibu .


" Biarkan saja bu , dia baru tidur jam 2 tadi " jawab Ria acuh .


" Kok kamu tahu ? " tanya Bu Dewi lagi .


" Randi yang ngasih tahu . Kalau Ria sih engga mau tahu bu " jawab Ria .


" Ih dasar kamu ini keras kepala sekali . Sudah sana bangunkan suamimu . Engga baik kamu begini terus . Sudah matikan kompornya , bangunkan dulu suamimu " ucap Bu Dewi kesal .


" Tapi bu - " ucapan Ria terpotong .


" Engga ada tapi tapian . Udah sana cepat bangunkan suamimu " titah sang ibu . Ria pun dengan terpaksa menurut perkataan ibunya .


Ria pun masuk ke dalam kamarnya , ia melihat Yuda yang masih terlelap di tidurnya .


" Bagaimana cara membangunkannya ? nanti kalau aku berbicara dengannya dia pasti akan berpikir macam - macam lagi . Ah ibu menyebalkan sekali " lirih Ria dalam hati . Dia bingung harus membangunkan Yuda dengan cara apa .


" Oh iya aku pasang alarm di ponselnya saja . Dan aku dekatkan saja ponsel itu di telinganya . Pandai sekali kamu Ria " gumam Ria senang dalam hati .


Ria pun menyambar ponsel Yuda yang ada di atas meja . Saat menyalakannya terlihat ponsel dalam keadaan terkunci .


" Pakai ponselku saja lah kalau begitu " gumamnya lagi .


Ria pun mengambil ponselnya di dalam saku . Ponsel Yuda pun ia kembalikan lagi di tempatnya . Ia pun lalu menyetel alarm dari ponselnya . Setelah selesai menyetel , dia taruh ponselnya itu di samping kepala Yuda . Ria juga sudah menyetel nada suara yang nyaring dan menyetel volume suara yang sangat keras .


Ria menyetel alarm nya 2 menit ke depan . Ria duduk di samping Yuda . Dua menit pun tiba , ponsel itu berbunyi dengan sangat nyaring . Yuda yang masih terlelap pun , terlonjak kaget mendengar alarm ponsel itu dan dengan tiba - tiba terbangun dari tidurnya . Tanpa sadar dia bangun dengan terkejut dan menubruk tubuh Ria yang sedang duduk bersila di sampingnya .


Ria yang melihat wajah terkejut Yuda pun menahan tawanya . Tanpa persiapan yang pas , saat badannya di tubruk Yuda dengan tiba - tiba badan kecilnya pun tidak seimbang dan lansung terbaring di lantai bersama Yuda yang posisinya berada di atas tubuh Ria . Mereka terdiam saling pandang .


Ria pun ikut terkejut dengan kejadian itu , tanpa sadar wajahnya memerah . Dengan mata yang masih melotot melihat ke arah wajah Yuda yang ada di atas tubuhnya . Sedangkan muka Yuda yang terkejut dan masih setengah sadar . Yuda memandangi wajah sang istri . Dan tangannya tanpa sadar membelai lembut wajah Ria .


" Cantiknya bidadari surga ini " ucap Yuda belum sadar sepenuhnya .


" Ria yang mendengar dan merasakan belaian dari Yuda pun tersadar dan tersentak kaget karena posisinya tertindih badan kekar Yuda .


" Apa - apaan sih ? lepaskan tanganmu dan cepat bangun berat tahu " keluh Ria yang mencoba memberontak berusaha mengeluarkan tubuhnya dari himpitan Yuda .


" Astagfirullah " Yuda yang sudah penuh kesadarannya pun terkejut dengan posisinya sekarang . Dia pun segera bangun dan duduk di depan Ria .


" Maafkan aku Ri , aku tadi hanya terkejut dengan suara alarm , dan engga sengaja menubrukmu seperti ini . Maaf ya " ucap Yuda salah tingkah karena menahan malu .


" Sudah subuh , ibu menyuruhku membangunkan tuan . Saya tinggal dulu " ucap Ria formal sambil beranjak berdiri dan merapikan pakaiannya dan melangkah keluar dari kamar . Tanpa di sadari Yuda , wajah Ria terlihat memerah karena menahan malu atas kejadian tadi .


Ria pun keluar dari kamar , saat menutup pintu dia pun memegangi dadanya .


" Ada apa ini kenapa dadaku terasa berdebar sekali ? rasa apa ini kok aneh sekali seperti ini ?" gumam Ria dalam hati .

__ADS_1


" Ah bukan apa - apa lah . Mungkin aku yang masih terkejut saja dengan apa yang terjadi tadi " lirih Ria .


Ria pun pergi ke dapur lagi . Sedangkan Yuda di dalam kamar merasa bercampur aduk perasaannya . Dia merasa senang , terkejut dan malu membuat wajahnya merah karena malu .


" Apa yang aku lakukan tadi ? kenapa rasanya bahagia gini ? semoga ini awal yang indah untukku . Aku jadi semangat gini , ayo Yud kamu pasti bisa meluluhkan hatinya " gumam Yuda senang dalam hati .


Yuda pun beranjak dari duduknya , dia rapikan tempat tidurnya . Lalu ia keluar dari kamar dan mengambil air wudhu . Dia melihat Ria sedang menyiapkan sarapan . Tanpa saling bertegur sapa Yuda pun melewati Ria begitu saja . Ia masih merasa malu atas kejadian tadi .


Yuda mengganti pakaiannya dan bersiap akan pergi ke mushola dekat rumah Ria . Saat Yuda sudah siap dan keluar dari kamar , Hendri meminta Yuda untuk menunggunya , ia ingin ikut Yuda sholat subuh di mushola . Hendri tadi di bangunkan Randi . Yuda pun menunggu sahabatnya itu di teras rumah .


" Sejuknya udara di sini . Baru kali ini aku merasakan suasana pagi seperti ini " lirih Yuda yang duduk santai di teras .


Ibu yang melihat pintu terbuka mencoba melihat ke depan .


" Eh nak Yuda sudah siap , mau sholat di mushola nak ? " tanya ibu kepada sang menantu yang terlihat rapi . Kali ini Yuda memakai celana panjang dan baju koko yang selalu ia bawa kemana - mana . Yuda adalah laki - laki yang tidak pernah lupa akan kewajibannya menunaikan ibadah . Sesibuk apapun pekerjaannya , ia selalu tidak lupa untuk sholat . Makanya dia selalu menaruh baju koko dan sajadah di dalam mobilnya .


" Eh ibu , iya bu saya mau sholat di mushola berjamaah dengan warga yang lain . Kan lebih afdol begitu kan bu " jawab Yuda .


" Iya betul nak , kalau laki - laki memang paling baik sholat subuh itu berjamaah di mushola pahalanya lebih banyak " jawab ibu .


" Iya bu " balas Yuda singkat .


" Ini menunggu siapa ? nak Hendri ?" tanya ibu lagi .


" Nunggu Hendri bu . Kalau Randi dari tadi saya belum melihatnya " jawab Yuda .


" Kalau Randi jarang nak ke mushola , soalnya diakan harus siap - siap ke sekolah jadi kadang bangun kesiangan biar tidak terlalu terburu - buru makanya dia kalau sholat di rumah . Tapi kalau libur pasti sholat di mushola ikut ayahnya" jawab ibu .


" Ayo Yud aku sudah siap " seru Hendri tiba - tiba . " Eh ada ibu " Hendri salah tingkah sendiri .


" Ya sudah sana pergi keburu subuhnya lewat " pinta bu Dewi .


" Iya bu kami pergi dulu , ayo Hen , Assalamualaikum " pamit Yuda . Yuda dan Hendri pun pergi ke mushola .


Ibu pun masuk dengan membawa sapu yang ia ambil di luar rumah . Ibu mulai menyapu dari dapur , ia melihat Ria sedang menuangkan nasi goreng nya ke mangkok besar .


" Suami kamu rajin ibadahnya ya Ri , ibu senang mempunyai menantu yang tidak lupa dengan kewajiban ibadahnya " ucap Bu Dewi sambil tangannya menggerakkan sapu .


" Iya bu , Om Hanan dan Bu Lina selalu menomor satukan agama bu . Makanya Ria senang kalau di dekat mereka " jawab Ria sambil tangannya mengerjakan pekerjaannya .


" Kamu senang dengan orang tuanya berarti kamu senang juga dengan anaknya kan ? " go Bu Dewi kepada putrinya .


" Ih ibu senang sekali menggodaku . Aku memang senang di dekat orang tuanya tapi anaknya nyebelin bu . Apa karena dia anak tunggal ya bu jadinya seenaknya sendiri memperlakukan orang " balas Ria .


" Hush kamu itu engga baik menjelekkan suamimu di depan orang lain pamali Ri . Sejelek - jeleknya suamimu kamu berkewajiban untuk menutupinya . Kamu itu ibarat pakaian untuk suamimu dan sebaliknya suamimu itu juga ibarat pakaian untukmu jadi jangan suka membuka aib suamimu , kalau kamu membuka aib suamimu kepada orang lain sama saja kamu membuka pakaianmu di hadapan orang lain . Apa kamu tidak malu ? " Bu Dewi menasehati putrinya lagi .


" Iya - iya bu maaf , udah engga usah ceramah lagi , engga selesai - selesai ini pekerjaanku " ucap Ria .


" Kamu itu di nasihati orang tua kok begitu " balas Bu Dewi lagi .


" Iya maaf , sudah ya kita lanjut lagi nanti . Ria mau lihat kondisi Dinda dulu ya " ujar Ria sambil buru - buru pergi meninggalkan sang ibu yang masih terhenti menyapunya karena menasihati anaknya itu .


" Dasar anak jaman sekarang kalau di nasihati pasti kabur " lirih Bu Dewi sambil geleng - geleng kepalanya melihat tingkah putrinya itu .

__ADS_1


__ADS_2