Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Naik Turun Emosinya


__ADS_3

Sampai di kantor kemarahan Yuda belum reda . Wajah dinginnya membuat semua pegawai yang berpapasan dengannya bergidik ngeri . Yuda pun berjalan tanpa menghiraukan orang - orang yang melintas di hadapannya . Sampai di depan ruangannya , Yuda langsung masuk dan membanting pintu ruangannya . Dia langsung menuju ke meja kerjanya dan duduk di kursi kebesarannya .


" Kenapa Hendri membohongiku ? Dia berani sekali mendekati wanita yang aku sukai . Tapi apa hak ku untuk marah , sedangkan aku juga tidak mengikat Ria untuk menjadi milikku . AAAARRRGGGHHHH !!! " gumam Yuda dalam hati . Dia merasa kalut dengan situasi yang dihadapinya .


" AAAARRRGGGHHHH . . . !!!! " dengan penuh emosi dia membuang semua barang yang ada di atas meja kerjanya . Membuat Hendri yang sedang di depan ruangannya segera masuk ke dalam .


" Ada apa Yud , kenapa kamu sepetti ini ? " tanya Hendri bingung yang melihat penampilan Yuda yang berantakan dan ruangan Yuda pun juga berantakan .


" Aku tidak menyuruhmu masuk . Siapa yang mengijinkanmu masuk KELUAR !!! " teriak Yuda kepada Hendri sambil memandang ke bawah dengan tangannya yang memegang kepalanya .


Yuda merasa frustasi karena bingung dengan hubungannya .


" Ada apa ? aku kesini karena mendengar keributan di sini makanya aku masuk tanpa ijinmu . Kau kenapa ? cerita denganku siapa tahu aku bisa membantumu " Hendri mencoba membujuk Yuda . Hendri pun mencoba mendekati Yuda .


" Kenapa kau berbohong denganku Hen ? apa kau sudah tidak menganggapku sebagai temanmu lagi ? " ucap Yuda sambil pandnagannya mengarah ke Hendri .


" Berbohong tentang apa ? aku selalu jujur denganmu . Aku tidak pernah berpikiran seperti itu " jawab Hendri .


" Jangan munafik Hen , kenyataannya kau sudah membohongiku . Kau bilang kalau kau dengan Ria tidak ada hubungan tapi kenyataannya Ria saja selalu memuji - mujimu di depan orang banyak . Dia menyukaimu , kau pasti senang bukan ? " balas Yuda tersenyum sinis .


" Memang tidak ada hubungan apa - apa antara kami . Aku juga tidak berniat ingin di puji . Aku hanya memperlakukan dia sebaik mungkin , kalau sampai dia menyukai perlakuan yang sudah ku perbuat apa salahnya . Toh kau juga bukan siapa - siapa Ria kenapa kamu yang marah ? " tanya Hendri tegas dihadapan muka Yuda .


" Aku memang bukan siapa - siapa dia tapi aku-" balas Yuda terputus karena dia tersadar dengan ucapan yang akan dia ucapkan .


" Tapi aku apa Yud ?" tanya Hendri memancing .


" Tapi aku tidak mau sampai Mamaku tahu dan membuatnya skait hati denganmu ataupun Ria . Karena bagi Mama kau dan Ria sudah dianggap seperti anaknya sendiri . Aku tidka mau beliau terluka karena perbuatanmu " ucap Yuda sambil mengalihkan pandangan matanya . Hendri yang emlihat tingkah temannya itu hanya tersenyum samar .

__ADS_1


" Kalau memang hanya itu yang kamu takutin , begini saja aku akan langsung bicara dengan tante Lina tentang hubunganku dengan Ria . Dan aku akan meminta restunya untuk hubungan kami . Bagaimana menurutmu ? " tantang Hendri .


" Apa kau sudah gila . Aku melarangmu , kau malah ingin memberitahu . Kamu mau menyakiti Mamaku " ucap Yuda lagi .


" Dari pada tante Lina tahu dari orang lain mending tante Lina tahu langsung dari kami . Dan aku yakin tante tidak akan sakit hati , mungkin malah sebaliknya tante Lina akan merestuiku . Bagaimana ? kalau kau setuju sekarang juga aku akan menghubungi tante Lina dan kita akan membuat pertemuan bersama agar semua selesai dengan indah " ujar Hendri sambil alisnya dia naik turunkan .


" Terserah kau saja , intinya aku tidak mau kalau sampai Mamaku terluka " ucap Yuda sambil dia membalikkan badannya dan pergi keluar dari ruangannya .


" Jangan pergi dulu , sini kita hubungi tante Lina dulu , beliau bisa bertemunya kapan agar kita bisa mengatur waktu yang tepat agar bisa datang semua " cegah Hendri .


" Terserah kau saja , jika kalian sudah menentukan waktunya kabari aku saja . Aku ada perlu keluar " Yuda pun melenggang pergi tanpa menghiraukan Hendri yang hanya memandanginya . Dengan senyum lebar Hendri pun mengikuti Yuda keluar dari ruangan itu .


Yuda pun pergi menuju ke toilet , " Hampir saja aku mengungkapkan perasaanku kepada Hendri . Bodohnya aku , kenapa sulit sekali untuk mengungkapkan ini semua . Sekarang aku harus apa ? sungguh ini sangat menggangguku " lirih Yuda sambil dia mencuci wajahnya dan membasuhnya di wastafel .


" Apa yang akan Mama katakan nanti kalau Hendri meminta restunya ? apa Mama akan merestuinya ? aku tidak rela kalau Ria menjadi milik laki - laki lain . Apa aku harus mengatakan terlebih dahulu kepada Mama tentang perasaanku dengan Ria , agar Mama bisa menolak hubungan Hendri dan Ria nanti " gumam Yuda pelan dengan dia masih membasuh wajahnya agar emosinya mereda .


" Tapi kenapa aku tidak mempunyai nyali untuk mengatakan itu semua dengan orang lain . AAARRRGGGHHH . . . kenapa hati ini sungguh membingungkan . Ria kenapa kau membuatku gila begini , kenapa kau tidak bisa merasakan apa yang aku rasakan Ri " gumam Yuda terus menerus .


" Halo Assalamualaikum Tante " sapa Hendri .


" Walaikumsalam Hen , ada apa tumben kamu telepon tante ? " tanya Lina di seberang .


" Begini Tante , sepertinya misi kita 90% berhasil dan kita tinggal sedikit lagi akan mencapai kesuksesan . Yang kita butuhkan hanya pernyataan cinta Yuda secara langsung dengan Ria . Dan Hendri sudah memiliki rencana akhir kita ini . Hendri berencana mengumpulkan kita semua dengan acara makan malam atau semacamnya . Nanti Ria akan Hendri ajak untuk makan malam itu . Dan di acara itu nanti kita akan tahu hasil misi kita nanti . Menurut Tante bagaimana ? " tanya Hendri meminta pendapat .


" Apa kamu sudah yakin kesuksesan rencana kita nanti ? kalau Tante sih ikut saja dengan rencana kalian . Kalau memang mau kumpul - kumpul lebih baik di rumah sini saja Hen , nanti biar tante siapkan semuanya " ucap Lina .


" Hendri sudah yakin Tan , sekalian Hendri ingin meminta ijin ingin mengundang seseorang nanti ya " ujar Hendri .

__ADS_1


" Siapa Hen ? " tanya Lina lagi .


" Ada deh Tan , nanti Tante juga tahu . Kira - kira acara ini enaknya mau dilakukan kapan ya Tan ? tanya Hendri .


" Terserah kamu , Ria dan Yuda bisanya kapan . Tante ikut jadwal kalian saja " balas Lina .


" Kalau begitu nanti Hendri tanyakan dengan Ria dulu ya Tan . Nanti Tante aku kabari lagi bagaimana ? " ucap Hendri .


" Ya sudah begitu juga boleh nanti pastinya kabari tante ya " jawab Lina .


" Siap Tan , kalau begitu Hendri telepon Ria dulu ya " ucap Hendri lagi .


" Ya sudah sana . Tante juga mau nemenin si Om lagi " balas Lina lagi .


" Hendri pamit ya Tan , Assalamualaikum "


" Ya Tante tunggu kabarmu . Walaikumsalam " balas Lina .


Hendri pun mematikan ponselnya lalu mengirim pesan kepada Ria .


" Assalamualaikum Ri lagi apa ? " tulis Hendri .


Tapi pesan itu tidak langsung terbalas . Dan akhirnya Hendri memilih melanjutkan pekerjaannya lagi . Sedangkan Yuda memilih pergi ke pantry dan meminta OB untuk membuatkan secangkir kopi untuknya . Yuda duduk dan tatapan Yuda terlihat kosong . OB yang melihat pun hanya heran dan memenuhi permintaan Bosnya itu .


Setelah kopinya siap OB itu pun menyajikan di hadapan Yuda dan langsung memilih keluar dari pantry . Yuda hanya terdiam dengan tatapannya yang masih kosong . Di bayangannya hanya ada wajah Ria yang tersenyum dengan Hendri dan ada wajah Ria yang menangis di depannya . Perasaan Yuda saat ini begitu terasa campur aduk . Tapi yang tidak bisa ia pungkiri rasa kagumnya dan ketertarikannya dengan Ria tidak bisa di bohongi lagi .


" Aku harus berjuang mendapatkan hatinya . Jangan menyerah sebelum bertanding . Semangat Yud . . . semangat " gumam Yuda dalam hati .

__ADS_1


Setelah berusaha menyemangati hatinya , dengan kemantapan hati pun Yuda siap menghadapi acara berkumpul nanti . Dia akan berjuang mendapatkan hati Ria . Agar Ria bisa menjadi miliknya seorang . Apapun hasilnya nanti Yuda sudah menyiapkan hatinya . Tapi dia tidak mau menyerah terlebih dahulu sebelum dia berusaha semaksimal mungkin .


" Aku tidak akan mundur sebelum aku mencoba berjuang . Tolong beri kesempatan untukku nanti Ri , aku akan membahagiakanmu . Aku tidak akan pernah menyakitimu lagi . Ya Allah bantu buka hatinya " .


__ADS_2