Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Hanandi Family 2


__ADS_3

" YUDA HANANDI SAPUTRO " jawab Hanan yakin . Ia dan istrinya sudah sepakat untuk memamai anaknya ini . Saat perikasa kandungan di bulan ke 6 , dokter sudah memastikan jenis kelaminnya laki - laki .


" Nama yang bagus pak , saya catat di sini ya " puji si perawat . Hanan hanya mengangguk tanda setuju .


" O ya sus bagaimana kondisi istri saya ?" tanya Hanan yang masih mengkhawatirkan istrinya itu .


" Operasinya masih berjalan pak , mungkin agak lama pak soalnya inikan termasuk operasi besar jadi mohon doanya dan bersabar ya pak " jawab perawat itu menenangkan .


Hanan pun hanya mengangguk sambil menatap putranya sendu .


" Mohon maaf sebelumnya pak , waktu melihatnya sudah habis . Saya minta bapak untuk keluar dulu . Supaya bayinya bisa beristirahat dulu " pinta perawat itu sopan .


" Baiklah " Hanan pun mengiyakan permintaan perawat itu . Ia memutuskan untu menunggu istrinya lagi di ruang tunggu operasi . Sudah 1 jam lebih ia menunggu , tapi belum juga terlihat istrinya selesai di operasi .


2 jam lebih dia menunggu akhirnya yang ditunggu pun keluar . Terlihat sang istri yang masih tertutup matanya dan wajahnya yang terlihat sangat pucat . Hanan mendekati tempat tidur yang membawa istrinya itu . Di kecupnya kening istrinya itu .


" Tenang saja pak , istri anda baik - baik saja . Operasinya berhasil dan sekarang ini hanya tinggal pengaruh obat anastesi nya saja " ucap perawat yang membawa istrinya menenangkan Hanan .


Lina pun di tempatkan di ruang perawatan . Hanan dengan setia menunggu Lina di sampingnya . Sambil menggenggam tangan Lina , Hanan bergumam dalam hati "bagaimana caranya aku menjelaskan padanya kalau sekarang dia tidak memiliki rahim lagi . Aku takut dia tidak bisa menerimanya " .


Saat Hanan sibuk dengan pikirannya , genggaman tangannya terasa ada yang bergerak . Lina yang mulai tersadar dari tidur nya pun merasakan sakit di kepalanya dan di perutnya . "Jangan banyak bergerak dulu sayang , sebelum 2 jam ini kamu tidak boleh banyak bergerak dulu ya " larang Hanan kepada Lina yang berusaha untuk bangun .


" Aku haus sekali mas , tenggorokanku terasa kering banger " pinta Lina


" Maaf sayang kamu belum boleh minum sebelum 2 jam . Maaf kan aku karena melarangmu . Aku hanya mengikuti perintah dokter saja " Hanan menjelaskan supaya istrinya tidak marah .


" Mas , berapa lama aku tidur ? bagaimana kondisi anak kita ?" tanya Lina


" Kamu tidur 3 jam an . Alhamdulillah anak kita sehat , aku sudah melihatnya tadi . Dia sangat tampan mirip denganku " hibur Hanan .


" Itu tuh ga adilnya . Aku yang gendong 9 bulan , perutku yang di belek , aku juga yang kesakitan . Giliran keluar si anak mukanya mirip bapaknya " Lina cemberut


" Hehehe , kalau ga ada aku emang jadi tuh anak " hibur Hanan . Hanan tersenyum menghadapi istrinya itu . Ia salut dengan istrinya walaupun masih menahan sakit bekas operasinya masih bisa - bisanya bercanda .


" Udah ga usah cemberut gitu nanti aku cium lho bibir kamu yang maju itu " goda Hanan


" Ish "

__ADS_1


" Udah boleh minum belum ini , aku haus banget mas " pinta Lina .


" Belum sayang , sabar ya " hibur Hanan sambil mengecup kening istrinya .


" Ya udah deh kalau gitu . Aku tidur lagi aja , lagian ga boleh ngapa - ngapain juga " ucap Lina .


" Ya udah kamu tidur lagi aja . Aku ijin keluar sebentar ya mau lihat anak kita sama mau nyari makanan dan minuman buat kamu . Nanti kamu aku titipin ke suster ya " pamit Hanan


" Iya ga apa-apa tinggal aja . Aku mau tidur lagi aja masih capek rasanya . Tapi jangan lama - lama " pinta Lina


" Iya ga lama kok " Hanan beranjak dari duduknya dan keluar menuju ruang perawat .


" Sus , maaf mengganggu saya mau keluar sebentar , saya titip istri saya ya , dan kalau dia bangun jangan sampaikan tentang rahim dulu biar nanti saya saja yang menyampaikannya sendiri " Hanan berpesan kepada perawat .


" Iya pak , silahkan " ucap perawat mengerti .


Satu jam berlalu , Hanan pun lembali ke kamar rawat istrinya . Di lihatnya sang istri masih tertidur . Tadi ia sempatkan sholat isya terlebih dahulu di mushola rumah sakit . Karena dari tadi dia belum sempat sholat isya . Hanan pun duduk di lantai beralaskan kain yang ia bawa di tas perlengkapan melahirkan dan langsung membuka 1 bungkus nasi yang ia beli di luar tadi . Dari tadi ia belum sempat makan atau pun minum . Saat sedang makan Lina pun terbangun dari tidurnya .


" Mas , sudah boleh minum belum ? aku udah ga kuat haus sekali " mohon Lina .


" Sebentar lagi ya sayang , maaf aku ga bisa melanggar permintaan dokter " sesal Hanan


" Tapi tenggorokanku sakit sekali mas , Rasanya tuh kering banget " rengek Lina


" Maaf ya setengah jam lagi sayang " rayu Hanan


" Ish ya sudah lah " kesal Lina .


Hanan pun melanjutkan makannya di luar ruangan , ia tidak enak kalau sampai Lina melihatnya makan ataupun minum .


" Lhoh pak kok makan di luar kenapa tidak di dalam saja ?" tanya seorang perawat yang melewatinya .


" Saya ga enak sama istri saya sus , kasian dia kalau lihat saya makan ataupun minum . Diakan belum boleh minum dulu sebelum 2 jam setelah operasi tadi " jawab Hanan datar . Perawat itupun hanya mengangguk dan meninggalkan Hanan yang masih melanjutkan makannya . Setelah makan Hananpun masuk ke ruangan istrinya , dilihatnya jam yang melingkar di tangannya , sudah 2 jam terhitung setelah istrinya itu operasi waktunya memperbolehkan istrinya minum walaupun sedikit . Lina yang di ijinkan suaminya minum pun merasa senang . Iya minum air putih yang tadi Hanan belikan . Dengan memakai sedotan sedikit demi sedikit dia air masuk ke mulutnya . Lega rasanya tenggorokan Lina yang sudah iya tahan dari tadi .


"Alhamdulillah nikmat nya " ucap Lina bersyukur .


Tapi berbeda dengan Hanan , dalam pikirannya berkecamuk rasa bercampur . Dalam hati nya tidak ingin memberi tahu perihal kondisi istrinya , tp kalau tidak di beri tahu sekarang nanti juga Lina akan tahu dari orang lain akan menambah sakit hatinya .

__ADS_1


Akhirnya Hanan pun memutuskan memberi tahu kondisi Lina , " Hhmmm sayang , bagaimana rasanya sekarang ?" tanya sendu Hanan .


" Alhamdulillah sekarang ga terlalu pusing kayak tadi " jawab Lina santai


" Sayang aku mau bilang sesuatu , kira - kira kamu siap tidak ?" tanya Hanan ragu


" Kenapa sih mas kayak serius banget , anak kita ga kenapa - kenapa kan ?" Lina panik


" Anak kita sehat sayang . Aku mau bilang tentang kondisimu . Tapi aku mohon kepada mu untuk menerima apapun yang aku sampaikan . Aku yakin yang akan aku sampaikan akan sakit rasanya tapi tolong ingat kalau semua ini takdir dari ALLAH SWT " pinta Hanan . Lina yang mendengar kan permintaan suaminya hanya menganggukkan kepala tanda setuju , walaupun dalam benaknya bertanya - tanya .


" Ehem ehem " Hanan mengawali dengan berdehem .


" Sayang . . . saat tadi di perjalanan ke rumah sakit ini kamu sudah pingsan . Dan setelah dokter memeriksamu , dokter berkata kalau rahimmu bermasalah dan . . . " Hanan berhenti berkata untuk minum sejenak .


" Dan apa mas " tanya Lina tidak sabar


" Dan dokter menyarankan untuk mengangkat rahimmu setelah melahirkan anak kita " ucap Hanan .


" JEDER " bagai tersambar petir Lina langsung terdiam tanpa berkata apapun . Matanya nanar dan berkaca - kaca .


" Maafkan aku sayang , aku terpaksa menyetujui itu semua demi keselamatan mu dana anak kita . Aku pun sama hancurnya denganmu . Tapi aku percaya kita akan bisa melalui ini semua bersama - sama . Aku tidak masalah kalau hanya memiliki Yuda di hidupku yang terpenting kamu selalu ada di sampingku " hibur Hanan .


Air mata Lina pun tak terasa menetes di pipi . Ia merasakan hidupnya bagaikan runtuh . Bagi seorang wanita rahim adalah harta yang tak ternilai harganya begitupun Lina . Kehilangan rahimnya sama saja kehilangan separuh hidupnya .


" Maaf kan aku sayang , aku tidak sanggup kalau harus kehilangan kalian berdua . Aku tahu ini berat untukmu tapi lihat lah aku dan ingat masih ada anak kita yang menunggumu " hibur Hanan .


Lina pun tersadar dari lamunannya . Menurutnya benar juga kata suaminya , walaupun sudah tidak memiliki rahim tapi Lina masih memiliki bayi mungil yang akan menjadi pangerannya . Lina pun menghapus air matanya , dan ia genggam tangan suaminya yang terlihat kacau itu .


" InsyaALLAH aku ikhlas mas , tidak perlu minta maaf , seperti katamu tadi ini semua takdir ALLAH SWT . Aku sudah bahagia kok walaupun hanya memiliki 1 putra . Yang terpenting aku masih ada di smapingmu membesarkan anak kita dan mendidiknya " kata Lina berbesar hati walaupun di lihat air matanya tidak berhenti mengalir .


" Terimakasih sayang , kamu sudah mau memahami posisiku . Aku berjanji akan selalu mendukungmu di situasi apapun " ucap Hanan sambil dikecupnya kening istri tercintanya .


Setelah seminggu Lina dan bayinya di rawat , akhirnya mereka di ijinkan untuk keluar rumah sakit . Mereka akhirnya bisa pulang ke rumah . Rumah sudah disiapkan menyambut Lina dan bayinya . Dan keluarga itu pun melalui hari - hari bahagia mengurus dan mendidik si pangeran kecil itu .


Hari berganti hari , bulan berganti bulan hingga tahun berganti tahun , kini Yuda tumbuh menjadi pria yang tampan , pandai , mandiri dan bijaksana . Sekarang perusahaan yang Hanan dirikan , dipimpin oleh putranya itu . Di tangan Yuda , perusahaan yang ia pimpin maju dengan pesat . Kini perusahaan itu berkembang sampai ke luar negeri . Yuda adalah lulusan S2 bisnis ekonomi di London . Ia lulus dengan cumlaude . Tidak heran kalau ia pandai dalam melihat strategi pasar .


Hanan dan Lina sangat bangga dengan putra semata wayangnya itu .

__ADS_1


__ADS_2