
Hanan yang mendengar ucapan Hendri terlihat bingung sambil mengerutkan dahinya ia melihat ke arah putranya .
" Apa maksud ucapan dari Hendri , Yud ? " tanya Hanan bingung . Hendri hanya diam dan menundukkan kepalanya karena takut Yuda akan marah kepadanya .
Yuda yang sudah terlanjur ketahuan pun mencoba menjelaskan ke ayahnya itu .
" Hemmm . . . jadi begini Pa , kemarin waktu makan malam pertama kali Mama ngenalin Ria ke Yuda , Yuda kan menolak dia karena belum kenal dengan dia . Lalu setelahnya Yuda pikir untuk mencoba memenuhi keinginan Mama tapi Yuda butuh memastikan sifat asli Ria . Makanya Yuda membututi Ria setiap hari . Yuda mencari informasi segala sesuatunya tentang Ria . Yuda hanya ingin memastikan kalau Ria benar - benar cocok untuk Yuda . Setelah beberapa lama mengikuti Ria , Yuda merasa hati Yuda berdebar setiap melihat Ria . Tapi setiap Yuda ingin mendekati Ria selalu ada kutu kupret ini di dekat Ria . Yuda pikir Hendri dan Ria ada hubungan spesial membuat hati Yuda terasa panas Pa . Yuda sendiri juga bingung dengan apa yang sedang Yuda rasakan . Saat sedang berjauhan rasanya ingin dekat dengan Ria , tapi saat di dekat Ria Yuda sulit menahan gengsi Yuda untuk mengakui perasaan Yuda . Dan waktu makan malam itu Yuda sudah terpancing dengan ucapan Alma yang membuat rasa cemburu di hati Yuda membara . Tanpa sadar Yuda sudah menghina Ria untuk ke sekian kalinya yang membuat Ria memutuskan pergi pulang ke sini . Setelah Hendri menjelaskan semuanya , Yuda sadar kalau Yuda sudah sangat menyakiti perasaan Ria . Makanya sampai sekarang Ria masih enggan untuk berbicara dengan Yuda . Yuda sadar sih Pa dengan kesalahan Yuda " jelas Yuda kepada sang ayah dengan wajah lesu dan kepala tertunduk .
Hanan yang mendengar penjelasan putranya itu pun hanya bisa menghela nafasnya .
" Jadi kamu sudah terbakar api cemburu buta dengan hubungan Ria dan Hendri yang dekat ini ?" tanya Hanan memandang putranya . Yuda pun hanya bisa menganggukan kepalanya lemah .
" Berarti sebenarnya kamu sudah jatuh cinta dengan Ria ? " tanya Hanan .
" Iya Pa sepertinya " jawab Yuda .
" Kok sepertinya ? " tanya Hanan bingung .
" Yuda juga bingung dengan apa yang sedang Yuda rasakan . Tapi sekarang rasanya Yuda tidak mau melepaskan Ria begitu saja . Yuda engga mau jauh dari dia " jawab Yuda sambil memandang ke arah depan .
" Itu namanya kamu sedang jatuh cinta " kesal Hanan sambil mendorong bahu Yuda pelan . Hanan kesal melihat kebodohan putranya tentang percintaan .
" Emang begini ya Pa namanya jatuh cinta ? " tanya Yuda polos .
" Astaga anak ini " ucap Hanan sambil menepuk jidatnya sendiri . Sedangkan Hendri hanya terkekeh melihat tingkah bodoh sahabatnya itu .
Perbincangan ketiga laki - laki dewasa itu pun terpaksa berhenti karena hari mulai petang dan rumah sudah mulai ramai berdatangan orang - orang yang akan ikut acara tahlilan .
Acara tahlilan di mulai setelah sholat isya . Banyak orang datang untuk mendoakan mendiang Pak Satria ayah Ria .
Ria yang kondisinya sudah membaik memaksa ikut bergabung untuk mendoakan sang ayah . Ria memilih duduk dekat pintu kamarnya . Ria duduk di apit oleh kedua ibunya Bu Dewi dan Bu Lina . Sedangkan Yuda duduk bersebrangan dengan Ria . Sesekali Yuda mencuri pandang ke arah sang istri . Ria terlihat masih sedikit pucat dan masih sesekali meneteskan air matanya . Yuda merasa sakit saat melihat sang istri menangis .
" Andai aku bisa menghapus air matamu itu . Aku bersumpah mulai detik ini akan selalu membahagiakanmu dan tidak akan membuatmu menangis lagi " gumam Yuda dalam hati sambil melihat ke arah sang istri .
Beberapa saat berlalu acara doa bersama pun telah selesai . Para tamu yang datang silih berganti berpamitan dengan Ria dan keluarganya . Yuda , Randi , Hendri dan Tuan Hanan pun mengantar tamu sampai di depan teras rumah . Setelah semua orang sudah pergi , menyisakan beberapa sanak saudara yang masih memilih menginap di rumah itu .
Tuan Hanan , Yuda , Randi dan Hendri pun masuk ke dalam rumah dan memilih duduk lesehan kembali di ruang tengah di ikuti oleh keluarga Ria yang lain .
" Ran , ibu kamu di mana ya ? " tanya Tuan Hanan kepada Randi .
" Engga tahu Om , mungkin di dapur atau tidak di kamar Dinda atau kamar mbak Ria " jawab Randi .
" Om bisa minta tolong kamu , tolong panggilkan ibu kamu sebentar karena ada sesuatu yang ingin Om bicarakan " pinta Hanan .
" Bisa Om , sebentar Randi carikan dulu " jawab Randi sambil beranjak berdiri meninggalkan Hanan dan yang lain .
" Yud , panggilkan Mama mu sebentar . Papa mau bicara . Kamu temani Ria sebentar " pinta Hanan kepada Yuda .
" Baik Pa " Yuda yang mengerti maksud dari ayahnya pun beranjak pergi menuju kamarnya dengan Ria .
Di dalam kamar ada Bu Lina yang sedang duduk di samping ranjang dan Ria sedang bersandar di kepala ranjangnya . Yuda pun masuk setelah mengetuk pintu .
__ADS_1
" Ma , itu di panggil Papa . Katanya ada yang mau di bicarakan " ucap Yuda sambil berjalan ke arah kedua wanita kesayangannya .
" Ada apa ya ? Ria ibu tinggal sebentar ya , Papanya Yuda mungkin butuh sesuatu . Tidak apa - apa kan ? " tanya Lina kepada snag menantu .
" Tidak apa - apa Bu , aku sudah membaik kok " ujar Ria sambil tersenyum .
" Baiklah ibu tinggal sebentar ya . Yuda jaga Ria sebentar , jangan di apa - apain lho menantu Mama " titah Lina sambil memandang tajam sang putra dan berjalan melewati putranya itu .
" Eh . . . iya Ma Yuda akan jagain . Sebenarnya yang anaknya Mama itu Yuda atau Ria sih ? " keluh Yuda pelan .
" Mama masih dengar Yuda " ucap Lina sambil membuka pintu kamar .
" Hehehe maaf Ma kirain Yuda engga denger " ucap Yuda sambil tersenyum .
Bu Lina pun tidak membalas ucapan putranya lagi dan menghilang dari kamar setelah pintu tertutup kembali .
Yuda memilih duduk di samping ranjang Ria . Dengan diam ia hanya menundukkan kepalanya karena takut memandang ke arah Ria . Beberapa saat mereka berdua hanya diam tenggelam dengan pikiran mereka masing - masing .
" Apa yang ingin Tuan bicarakan dengan saya tadi ? " setelah lama hanya saling diam akhirnya Ria memilih membuka pembicaraan terlebih dahulu .
" Eh . . . hmmm . . . ada beberapa yang ingin aku diskusikan denganmu Ri " ucap Yuda sedikit kaget dan ragu .
" Silahkan katakan saja , saya siap mendengarkan " ucap Ria dingin .
Yuda yang mendengarpun menghela nafasnya panjang dan dia hembuskan lagi agar tidak gugup .
" Pertama tama aku ingin meminta maaf kepadamu atas semua kesalahan yang sudah aku buat . Aku sadar kesalahanku sangat besar kepadamu , tapi mulai detik ini aku berjanji kepada diriku sendiri dan sekarang di hadapanmu , aku akan menebus kesalahanku dengan menerima semua konsekuensinya atas sikap kamu kepadaku atau perkataanmu kepadaku sekalipun itu menyakitkan untukku , aku akan menerimanya sebagai hukuman darimu . Aku sudah berjanji kepada ayahmu aku akan selalu membahagiakanmu sepanjang hidupku . Aku tidak akan membiarkan setetes air matamu jatuh . Kamu mau kan mulai memaafkanku dan menerimaku di sisimu ? " ucap Yuda .
" Aku sangat memahami kamu Ri . Aku tahu kamu setengah hati menerima pernikahan ini . Kamu terpaksa menikah denganku demi ayah kamu , aku sangat mengerti itu . Aku akan sabar menunggumu sampai kamu siap menerimaku dengan lapang hati " ucap Yuda teduh sambil memandang lembut Ria .
" Terimakasih , maaf jika beberapa waktu lalu sikap atau ucapan saya menyinggung anda tuan . Bukan maksud saya seperti itu tapi saya butuh waktu membiasakan diri saya " ucap Ria lagi .
" Iya aku tahu . Aku juga masih butuh belajar untuk memahami semua yang harus aku lakukan untukmu " ujar Yuda dan di balas anggukan lemah oleh Ria .
" Boleh tidak aku meminta sesuatu darimu ? " tanya Yuda pelan .
" Minta apa tuan ? " tanya balik Ria .
" Mulai sekarang jangan panggil aku tuan ya kedengarannya engga enak " pinta Yuda .
" Saya harus memanggil pakai apa kalau memanggil tuan tidak boleh ? " tanya Ria lagi .
" Terserah senyaman kamu aja . Tapi jangan Mas juga ya biar beda sama yang lain " ucap Yuda sambil tersenyum .
" Ih ngelunjak ya , nantilah aku pikirkan " jawab Ria ketus .
" Maaf deh . O ya ada beberapa hal yang mau aku diskusikan denganmu " ucap Yuda .
" Silahkan katakan saja " balas Ria .
" Pertama aku mau ngasih tahu kalau besok Papa dan Mama mau membawa rombongan ke sini untuk melamarmu secara resmi " ucap Yuda .
__ADS_1
" Hah . . . rombongan ? lamaran ? buat apa ? " tanya Ria heran campur bingung .
" Kata Papa untuk menghargai kamu dan keluarga kamu . Papa Mama tidak mau kamu menganggap menjadi mainan kami karena tidak di hargai saat menikah . Papa dan Mama takut keluargamu menilai aku tidak memiliki keluarga karena tidak melamarmu secara resmi . Ya intinya sih untuk menghormatimu dan keluargamu " jelas Yuda .
" Tapikan kita sudah menikah di depan penghulu ? " Ria masih bingung .
" Aku tahu kamu pasti bingung kan . Aku juga bingung Ri . Tapi ya sudah lah anggap saja itu keinginan orang tua jadi aku turuti saja . Anggap saja kita belum menikah " ucap Yuda santai .
" Emang bisa begitu ? " kesal Ria . Yuda hanya membalas dengan senyuman dan sambil mengangkat tangan telunjuk dan jari tengahnya berbentuk V .
" Ya sudah terserah para orang tua saja lah . Tapi saya tidak mau terlalu banyak orang . Saya mau hanya keluarga saja " ucap Ria .
" Iya ini hanya keluarga saja kok " jawab singkat Yuda .
" Hhhmmm masih ada satu lagi yang mau aku diskusikan denganmu " ucap Yuda bingung .
" Apa lagi ? " ucap Ria .
" Begini Ri , akukan sudah hampir tiga hari meninggalkan pekerjaanku dengan mendadak . Sedangkan kantor lagi banyak sekali pekerjaan . Apalagi Hendri juga ikut ke sini , jadi aku tidak bisa melepaskan pekerjaan terlalu lama lagi .Tidak ada orang yang bisa aku percaya di kantor selain Hendri . Hmm . . . lusa aku ada meeting yang harus aku hadiri karena tidak bisa aku undur lagi jadwalnya karena sudah beberapa kali aku batalkan . Karena sekarang kamu sudah jadi istriku , aku ingin mengajakmu pulang bareng ke kota . Bagaimana menurutmu ? " tanya Yuda ragu sambil menunduk .
Ria sedikit terkejut dengan penjelasan yang Yuda utarakan . Dengan berat hati pun Ria bertanya , " Kapan rencananya pulang ke kota ?"
" Rencananya sih antara besok malam setelah tahlilan tiga hari atau pagi lusa setelah subuh . Karena pertemuannya setelah makan siang sekitar jam 2 siangan " ucap Yuda sambil mengangkat kepalanya melihat ke arah Ria .
Ria hanya tertunduk tanpa mengucapkan sepatah katapun . Terlihat keengganan di raut wajah Ria .
" Aku tahu Ri kamu pasti berat meninggalkan rumah ini apalagi ayah Satria baru saja meninggalkanmu dan keluargamu . Aku sangat paham dengan apa yang sedang kamu rasakan . Kamu pikirkan dulu saja , aku tidak memaksamu menjawab sekarang . Masih ada hari esok , aku sabar kok menunggu jawabanmu . Dan aku tidak akan memaksamu untuk ikut pulang bareng denganku . Semua terserah kepadamu " ucap pasrah Yuda karena melihat penolakan di mata Ria .
" Ya sudah sekarang kamu istirahatlah dulu . Aku tinggal keluar dulu ya karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan sekarang . Kamu tidak apa - apakan aku tinggal " pamit Yuda di balas anggukan lemah oleh Ria .
Yuda pun beranjak berdiri dan keluar dari kamar Ria . Dengan wajah lesu , ia pun bergabung dengan keluarganya dan keluarga Ria yang sedang membicarakan acara besok . Bu Lina yang melihat sang pitra keluar dari kamar pun curiga .
" Yud , kenapa kok wajah kamu lesu begitu ? " tanya Bu Lina membuat orang lain yang disana pun ikut melihat ke arah Yuda .
" Ah engga ada apa - apa Ma , Yuda cuma lagi mikirin kerjaan aja . Ayo Hen , kita terusin kerjaan yang ketunda tadi . Maaf Ma Pa dan yang lainnya saya tinggal dulu ada kerjaan yang harus kami selesaikan " ucap Yuda sambil mengambil perlengkapan kerjanya yang ada di lemari di ruang tengah . Hendri yang bingung dengan kelakuan sahabatnya pun hanya bisa mengikuti perintah sahabatnya itu .
" Maaf permisi saya tinggal dulu ya " pamit Hendri kepada semua orang di ruang tengah . Yuda dan Hendri pun pergi masuk ke kamar Randi . Kamar Randi sedang kosong , karena sang punya kamar sedang ikut berkumpul di ruang tengah .
Ria yang berada di dalam kamarnya hanya diam merenung memikirkan permintaan sang suami . Dia bingung memutuskan langkah yang harus dia pilih .
Sesampainya di dalam kamar Randi , Yuda langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang kamar itu sambil mengusap wajahnya . Hendri yang melihat tingkah sahabatnya membuat ia bertambah penasaran .
" Yud , ada apa sih ? bukannya pekerjaan kita sudah selesai dari tadi " tanya Hendri heran .
" Aku sudah bicara dengan Ria Hen tentang kepulangan kita " ucap Yuda sambil memandang kosong langit - langit kamar itu .
" Terus Ria mau kan ikut pulang dengan kita ? " tanya Hendri antusias .
" Itu dia Hen , aku tidak tahu dia mau atau tidak . Dia hanya diam saja tapi saat aku lihat dari matanya seperti ada penolakan dari diri dia . Aku tidak mau memaksanya Hen , aku hanya bisa menyuruhnya berpikir terlebih dahulu sebelum memberi jawaban kepadaku . Tapi sepertinya feelingku dia tidak mau ikut pulang dengan kita deh " jawab Yuda lesu .
" Tapikan seharusnya dia ikut dengan kita Yud , diakan sudah menjadi istrimu " ujar Hendri .
__ADS_1
" Iya Hen , seharusnya seperti itu tapi . . . ah sudahlah aku mau menyiapkan hatiku saja kalau memang Ria tidak mau pulang bareng dengan kita aku akan mencoba menerimanya " ucap Yuda frustasi . Hendri hanya diam mendengar kegalauan sahabatnya itu .