
Sore pun datang , kesibukan di rumah Bu Dewi mulai sedikit terurai . Semua suguhan untuk para tamu sudah siap . Hendri pun sudah bergabung dengan Yuda sekeluarga . Dia sampai di sana pukul 3 sore .
Sore ini Ria meminta kepada Yuda untuk menemaninya ke makam sang ayah . Ria ingin berziarah mendoakan sang ayah secara langsung . Yuda pun tidak keberatan , malah Bu Dewi , Dinda dan Randi pun juga ingin ikut bersama sang kakak .
Mereka memilih untuk berjalan kaki pergi ke makamnya . Yuda berjalan di depan dengan Hendri dan Randi di sisi kanan dan kirinya . Sedangkan para wanita berjalan di belakang mereka . Dengan mengobrol ringan , mereka pun sampai di makam sang ayah .
Saat memasuki kawasan makam , tiba - tiba Ria menghentikan langkahnya . Ria merasa dadanya berdegub kencang karena menahan kesedihan hatinya . Ria memegang dadanya dengan tangannya .
" Kamu kuat Ri , jangan kamu tangisi ayah terus . Kamu harus ikhlas . Kamu bisa Ria . . . kamu pasti bisa . " ucap Ria dalam hati sambil tangannya memegang dadanya dan kepalanya menunduk dan kedua matanya ia pejamkan .
" Mbak Ria , kenapa berhenti ? " tanya Dinda yang sudah berjalan ke depan mendahuluinya .
Ria pun tersadar , " Mbak engga kenapa - kenapa dek . Sudah ayo kita jalan lagi . " ucap Ria menenangkan sang adik .
Mereka pun melanjutkan jalannya kembali . Yuda dan yang lainnya lebih dulu sampai di pusaran sang ayah mertua . Randi pun mencabuti rumput liar yang tumbuh di makam dan sekitar makam sang ayah . Begitu pula dengan Yuda dan Hendri yang membantu Randi . Sedangkan Bu Dewi membersihkan papan nisan yang bertuliskan nama sang suami . Dengan lembut ia siramkan air dan ia usap papan nisan itu dengan lembut .
" Assalamualaikum mas . Aku datang bersama anak - anak dan menantumu . " gumam Bu Dewi dari dalam hati .
Setelah selesai , Bu Dewi pun memilih duduk di samping pusara sang suami untuk melantunkan doa . Ria dan Dinda yang baru sampai pun mengikuti sang ibu . Mereka duduk beralas tanah di samping sang ibu agar nyaman saat berdoa .
Sedangkan para lelaki yang sudah selesai mencabuti rumput menyusul para wanita duduk di samping pusara berseberangan dengan para wanita . Mereka semua khusyuk melantunkan doa untuk almarhum ayah Satria . Walaupun sudah di tahan tapi air mata Ria dan Dinda masih juga keluar di tengah mereka melantunkan doa untuk sang ayah . Yuda yang melihat sang istri menangis sedih pun merasa iba .
Setengah jam berlalu , mereka pun telah selesai membaca doa untuk ayah Satria . Mereka memilih segera pulang untuk bersiap - siap .
Mereka berjalan beriringan . Randi dan Hendri yang berjalan paling depan . Di belakangnya ada Bu Dewi bersama Dinda . Ibu merangkul pundak sang anak untuk menghiburnya . Sedangkan Yuda dan Ria berada di barisan paling belakang .
Ria berjalan dengan pelan , pikiran dan hatinya terasa masih tertinggal di makam . Yuda yang melihat sang istri tertinggal pun menghampirinya .
" Sayang sudah ya jangan bersedih lagi . Kamu sudah janjikan dengan ayah dan denganku untuk tidak bersedih lagi . " ucap Yuda yang berada di depan Ria .
Ria pun mendongakkan kepalanya . " Aku tidak sedih mas , hanya saja rasanya fikiran dan hatiku itu tertinggal di makam . Dada ini terasa sesak mas rasanya . " ucap Ria .
" Aku paham dengan yang kamu rasakan . Tapi jika kamu seperti ini terus kasihan ayah di sana . Perjalanannya menuju ke alam barzah sedikit tersendat karena putrinya masih belum mengikhlaskan kepergiannya . Apa kamu tidak kasihan ? Dan lihatlah keluargamu , mereka akan kuat jika kamu juga kuat sayang . Tapi jika kamu runtuh mereka juga akan runtuh . " ucap Yuda menasihati sambil menatap ke arah sang istri .
Ria yang mendengar nasihat dari sang suami pun menunduk . Air matanya jatuh tak tertahankan lagi .
" Aku sudah berusaha untuk tidak bersedih lagi mas . Aku sudah berusaha kuat tapi dada ini terasa sesak mas . Aku ingin meringankan perjalanan ayah di alam sana . Aku juga tidak mau melihat keluargaku terpuruk tapi air mata ini selalu tidak bisa di ajak kompromi mas . Dada ini sakit sekali saat aku paksa untuk menahannya . " ucap Ria dengan tangis . Yuda yang melihat istrinya menangis pun memeluknya dengan hangat .
" Aku tidak melarangmu untuk menangis . Jika kamu ingin menangis , ya menangislah tapi jangan berlarut - larut ya . Kasihan ayah dan keluargamu . Oke !! " ucap Yuda dengan lembut . Ria pun mengangguk lemah .
" Ya sudah ayo kita pulang . Kita harus siap - siap dulukan . " ajak Yuda sambil menghapus air mata Ria dengan tangannya . Ria pun mengangguk . Mereka pun melanjutkan perjalanannya menuju rumah . Yuda dengan penuh kehangatan merangkul pundak Ria dengan lembut .
Sesampainya di rumah , mereka mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam rumah . Setelah selesai mereka pun masuk ke dalam rumah .
Di dalam sudah ada Hanan dan Lina yang menunggu . Hanan dan Lina tadi pergi ke hotel untuk beristirahat .
__ADS_1
Bu Dewi yang melihat sang besan pun menyalaminya dan pamit ingin membersihkan badannya terlebih dahulu . Begitupun kedua adik Ria . Hanan dan Lina pun mempersilahkannya .
Yuda , Hendri dan Ria pun masuk ke dalam rumah . Mereka menyalami Hanan dan Lina .
" Kamu sampai di sini jam berapa Hen ? " tanya Lina .
" Tadi jam 3 sore Tan . Tante dan Om ini baru dari hotel ? " tanya balik Hendri .
" Iya , tadi kami beristirahat dulu di hotel . " balas Lina lagi . Hendri pun mangangguk paham .
" Pa , Ma maaf Ria tinggal sebentar . Ria mau mandi dan bersiap - siap untuk acara nanti . " pamit Ria .
" Iya nak engga apa - apa santai saja . " balas Lina .
Ria pun berjalan ke arah kamarnya untuk mengambil baju ganti dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya .
Setelah selesai , Ria pun keluar dari kamar dan menuju ke kamar mandi . Sesampainya di dapur , Ria melihat jika kedua kamar mandinya sedang di gunakan . Akhirnya Ria memilih keluar menemui kedua mertuanya untuk menunggu ke kamar mandi .
" Loh sayang kok tidak jadi mandinya ? " tanya Lina yang melihat sang menantu keluar dengan baju di tangannya dan handuk di bahunya .
" Itu kamar mandinya sedang di pakai dua - duanya Ma . " balas Ria . Lina pun mengerti .
Mereka pun melanjutkan mengobrolnya . Yuda dan Hendri juga masih ikut menemani Hanan dan Lina .
" Silahkan Tuan dan Bu Lina di minum dulu . " ucap Bu Dewi sambil meletakkan cangkir di atas meja .
" Terimakasih bu Dewi , malah jadi merepotkan . " sungkan Lina .
" Ah , tidak Bu Lina hanya air ini . Monggo lho kalau mau di minum . " balas Bu Dewi lagi sambil duduk di samping Ria .
" Ibu sudah selesai mandinya ? " tanya Ria .
" Sudah , kalau ibu belum selesai mana mungkin ibu ada di sini . Pertanyaanmu itu aneh Ri . " jawab Bu Dewi .
" Iya juga ya . Kalau gitu Ria mau mandi dulu . Mas bajumu sudah aku siapkan . " ucap Ria sambil melihat ke arah sang suami .
" Iya terimakasih . " balas Yuda singkat . Ria pun beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah kamar mandi .
Yuda dan Hendri masih menunggu antrian untuk mandi . Mereka pun melanjutkan obrolan mereka lagi .
" Ibu besok ke kotanya bareng sama aku dan Ria saja ya , nanti biar Mama sama Papa bareng sama Hendri . " ucap Yuda kepada sang mertua .
" Iya nak Yuda ibu ikut saja pengaturanmu . " jawab Dewi . Yuda pun tersenyum .
" Nanti di sana ibu menginap di rumah kami saja ya . Biar ramai rumah itu . " Timpal Lina .
__ADS_1
" Apa tidak merepotkan ? " Tanya Bu Dewi .
" Merepotkan bagaimana , kita ini kan satu keluarga tidak ada yang direpotkan . Jadi tidak perlu sungkan ya . Iya kan Pa ? " balas Lina lagi sambil melihat ke arah sang suami .
" Yang dikatakan istri saya itu betul bu Dewi . Jadi jangan sungkan - sungkan lagi sama kami ya . " ucap Hanan . Bu Dewi pun hanya tersenyum mendengar jawaban dari Hanan .
" Terimakasih banyak Tuan dan Bu Lina karena sudah mau menerima keluarga kami dengan baik . Kalian menganggap kami sebagai keluarga sendiri . Sekali lagi terimakasih . " ucap Bu Dewi .
" Sama - sama bu . Bu Dewi juga sudah mau menerima Yuda sebagai menantu ibu . Apalagi ibu juga memperlakukannya seperti anak sendiri . Saya betul - betul bersyukur . " balas Lina .
" Kita sama Bu . Jadi kita saling mendoakan anak - anak saja ya bu . " ucap Bu Dewi dan diangguki oleh Lina .
Yuda dan Hendri hanya diam mendengar percakapan para orang tua .
Tak berselang lama Ria pun selesai mandinya .
" Mas aku sudah selesai , gantian gih sana mandi . " ucap Ria .
" Iya sayang , Ma aku mandi dulu ya . " pamit Yuda . Dan di balas anggukan oleh para orang tua .
Yuda pun meninggalkan ruang tengah dan masuk ke dalam kamar untuk mengambil pakaiannya .
" Ini mas pakaianmu . " ucap Ria sambil menyodorkan pakaian sang suami .
" Terimakaaih sayang ." balas Yuda sambil menerima pakaiannya .
Yuda terpesona dengan penampilan Ria . Ria sore ini memakai gamis panjang .
" Kamu cantik kalau pakai pakaian seperti itu . Terlihat anggun . " puji Yuda .
" Apa iya ? mas gombal ih . " ucap Ria tidak percaya .
Yuda pun terkekeh melihat wajah istrinya menahan malu .
" Kamu lucu kalau lagi ngambek begini . " ucap Yuda lagi .
" Sudah ih jangan menggodaku terus . Sudah sana cepat mandi nanti keburu acaranya di mulai . " tanya Ria
" Iya , aku mandi dulu ya sayang . Muuaach . . . " ucap Yuda sambil tiba - tiba mengecup bibir Ria . Apa yang dilakukan oleh Yuda , membuat Ria membeku seribu bahasa .
Yuda pun berjalan keluar dengan riang karena berhasil mencuri cium dari istrinya itu .
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8 . Acara pun sudah di mulai . Suasana penuh khidmat . Lantunan doa menggema memenuhi rumah sederhana itu . Banyak orang yang datang untuk mendoakan Pak Satria .
Yuda , Ria dan yang lainnya pun ikut bergabung . Mereka dengan khusyuk mendoakan ayah Satria .
__ADS_1