
Kondisi Ria berangsur membaik . Malam itu mereka tidur tidak ada jarak lagi . Ria tidak berkeberatan Yuda tidur di sampingnya . Yuda yang merasakan perubahan kepada Ria pun senang . Hubungan dingin antara mereka mulai mencair .
Esok harinya , Ria sudah bangun terlebih dahulu . Ia merasa lebih baik hanya tinggal pusing sedikit di kepalanya belum hilang . Ia melaksanakan ibadah sholat terlebih dahulu . Setelah sholat , Ria berniat untuk membangunkan sang suami . Saat ia duduk di sisi ranjang suaminya , ia tatap wajah damai tidur suaminya . Tanpa ia sadari senyum tipis mengembang di wajahnya .
" Aku akan membuka hatiku untukmu . Aku merasa beruntung di cintai laki - laki sebaik dan setulus sepertimu " Ria bergumam dalam hatinya sambil memandangi wajah tampan sang suami .
" Kalau di lihat tampan juga suamiku ini . Walau terkadang terlihat dingin dan angkuh tapi aku akui dia sangat tampan dan lembut " gumam Ria dalam hati lagi .
" Sudah puas memandangiku seperti itu ? aku sadar kalau aku ini tampan " ucap Yuda tiba - tiba membuat Ria yang sedang memandanginya terkejut .
" Sejak kapan kamu sudah bangun ? " ucap Ria terkejut .
" Sejak ada wanita cantik dan baik hati memandangiku penuh kagum " balas Yuda tersenyum .
" Ish kau menggodaku terus " Ria pun salah tingkah dan beranjak berdiri . Namun saat ingin melangkah pergi dengan cepat Yuda mencekal tangannya .
" Jangan marah aku hanya bercanda . Kamu kalau marah bikin gemes " goda Yuda lagi .
" Lepas aku mau keluar . Mas engga sholat apa ? " ucap Ria sambil duduk di tepi ranjang samping Yuda .
" Iya mas mau sholat tapi kamu engga marahkan ? " tanya Yuda .
" Engga aku engga marah . Ya sudah sana cepat bangun keburu subuhnya lewat " balas Ria .
" Iya , tapi kamu jangan keluar dulu tunggu aku disini sebentar ada yang mau aku bicarakan denganmu " pinta Yuda .
" Iya aku tungguin " balas Ria .
Yuda pun bergegas bangun dari tempat tidurnya dan langsung masuk ke kamar mandi . Sedangkan Ria memilih duduk bersandar di ranjangnya .
Yuda keluar dari kamar mandi dan sudah siap dengan pakaian yang rapi untuk sholat . Yuda pun menjalankan ibadah sholatnya dengan khusyuk . Ria yang masih merasa sedikit pusing hanya duduk bersandar sambil memijat kening kepalanya menunggu Yuda .
Setelah beberapa menit Yuda pun telah selesai melaksanakan sholat subuhnya . Di lihatnya sang istri yang sedang memijit kening kepalanya .
" Bagaimana kondisimu ? apa masih terasa dingin ? " tanya Yuda sambil menghampiri Ria lalu menggenggam tangan Ria .
" Sudah mendingan tidak terasa dingin lagi cuma kepalaku masih sedikit pusing " jawab Ria .
" Untuk istirahat dulu saja Ri . Nanti biar aku suruh Bi Sari mengantarkan sarapanmu kesini " ucap Yuda .
" Tidak mas aku sudah baik - baik saja . Aku tidak enak kalau harus di kamar terus - terusan . Apalagi kondisiku sudah membaik , aku ingin membatu Mama menyiapkan sarapan" tolak Ria .
" Ya sudah terserah kamu tapi jangan terlalu di paksakan " balas Yuda dan di balas anggukan oleh Ria .
" Ri , ada yang ingin aku katakan kepadamu . Begini , kita kan menikah secara agama tidak banyak orang yang tahu kalau kita sudah menikah . Papa sama Mama memintaku untuk menikah ulang denganmu secara negara dan kita mengadakan acara resepsi yang meriah sesuai permintaan Papa dan Mama . Mereka kan cuma memiliki anak aku saja jadi mereka ingin pernikahan anaknya dilakukan secara megah apalagi Papa dan Mama kan memiliki banyak rekan bisnis akupun juga sama jadi untuk menghindari fitnahan orang bagaimana menurrutmu kalau keinginan Papa dan Mama ini kita wujudkan ? aku sudah mendaftarkan dokumen kita untuk menikah secara resmi . Untuk masalah ibumu , beliau juga tidak keberatan kalau di adakan acara resepsi di sini . Papa dan Mama sudah mengutarakannya itu langsung dengan ibumu . Tinggal kamu saja bagaimana ? " tanya Yuda menceritakan niatnya .
" Aku sih ikut saja mas . Yang utama sih kita menikah ulang secara negara untuk acara resepsi aku ikut pengaturanmu saja . Tapi kalau boleh , aku minta acara resepsinya itu dilakukan setelah 40 harian ayah ya mas . Kamu tahukan kondisi keluargaku masih berduka , aku mohon pengertiannya " ucap Ria .
" Iya aku tahu itu Ri , untuk mempersiapkan acara itu semua kan juga butuh proses tidak bisa instan . Kata Mama setelah 40 harian ayah baru kita bisa mengadakan acara itu . Jadi kamu tidak perlu khawatir ya " balas Yuda sambil membelai wajah Ria dengan lembut .
" Kalau begitu aku setuju saja mas " jawab Ria . Yuda pun tersenyum bahagia .
" Oh iya mas ada satu lagi yang mau aku katakan padamu . Mas aku ingin minta ijin denganmu , apa aku boleh masih bekerja di toko kue itu ? biar aku ada kegiatan mas , di sini aku selalu dilarang Bi Sari kalau mau membantu membersihkan rumah . Aku bosan kalau hanya diam di rumah mas . Kalau di tokokan aku akan ada kegiatan . Kemarin bu Kartika sudah mengijinkan aku kalau aku masih mau bekerja di sana . Aku tinggal meminta ijin denganmu dan Mama Papa . Bagaimana mas apakah boleh ? " tanya Ria .
" Kalau kamu menyukai pekerjaanmu itu , aku tidak melarangnya Ri . Silahkan saja aku mengijinkanmu . Asal kamu bisa menjaga dirimu baik - baik " balas Yuda .
" Bener nih mas aku kamu ijinkan ? " tanya ulang Ria dan Yuda pun hanya mengangguk sambil tersenyum .
" Alhamdulillah aku senang sekali . Terimakasih ya mas , aku janji setiap hari aku akan pulang terlebih dahulu sebelum kamu sampai di rumah " ucap Ria senang sambil memeluk Yuda .
" Iya kamu atur saja , aku senang kalau kamu juga senang Ri " ucap Yuda sambil membalas pelukan dari Ria .
" Ya sudah aku mau keluar dulu mas mau bantuin Mama menyiapkan sarapan . Mas Yuda mau pergi ke kantor kan ? aku siapkan bajunya dulu " ucap Ria . Yuda hanya mengangguk .
Ria pun berdiri ke arah lemari dan memilihkan setelan baju kerja untuk Yuda . Sedangkan Yuda melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya . Setelah menyiapkan pakaian untuk suaminya , Ria pun keluar kamar dna berjalan turun ke lantai 1 menuju dapur .
Di dapur , terlihat Lina dan Bi Sari yang tengah sibuk mempersiapkan sarapan .
" Selamat pagi Ma , Bi Sari " sapa Ria .
" Selamat pagi sayang " balas Lina .
" Pagi Neng Ria " balas Bi Sari .
__ADS_1
" Sayang kenapa kamu ke sini ? kamu kan masih sakit , istirahat di kamar aja gih " ucap Lina menghampiri sang menantu .
" Ria sudah baikan Ma , Ria sudah engga apa - apa kok . Boleh ya Ria bantu memasaknya " ucap Ria .
" Kamu yakin udah sehat ? " tanya Lina dan langsung dibalas anggukan oleh Ria .
" Ya sudah Mama ijinkan , tapi kamu bantu yang ringan - ringan saja ya . Kalau sudah terasa capek cepat istirahat " ucap Lina .
" Iya Ma " jawab Ria sambil berjalan masuk ke dapur .
" Bibi boleh mengerjakan yang lain biar ini saya dan Ria yang meneruskan " pinta Lina kepada Bi Sari .
" Baik nyah " jawab Bi Sari . Bi Sari pun keluar dari dapur .
" Mama mau masak apa pagi ini ? " tanya Ria sambil melihat - lihat bahan masakan di atas meja dapur .
" Mama mau masak ayam kecap sama nasi butter sama ini tumis daging brokoli " balas Lina .
" Ria bantu bikin nasi butternya dulu Ma " ucap Ria .
" Iya ini bahannya udah Mama siapin " balas Lina lagi .
Ria pun memulai menumis bahan - bahannya . Dengan lihai dan cepat nasi butter buatan Ria pun telah matang . Ria menuangkan nasi butter itu ke dalam mangkuk besar untuk di sajikan ke meja makan .
Setelah nasi butter , Ria mulai memasak ayam kecap dan tumis daging brokoli sekaligus karena bahan - bahannya sudah di siapkan oleh Lina . Lina sangat kagum dengan Ria yang dengan cekatan mengerjakan pekerjaan dapur .
Tak butuh waktu yang lama masakan mereka pun telah matang . Ria dan Lina pun mensajikannya ke wadah - wadah untuk di plating . Setelah semua siap , mereka pun membawanya ke meja makan .
Jam sudah menunjukan pukul setengah 7 , Yuda yang sudah rapi dengan pakaian kerjanya turun ke bawah untuk menemui keluarganya . Begitupun Hanan yang sudah rapi dengan pakaian santainya dan berjalan ke arah meja makan .
" Pagi istriku " sapa Hanan kepada sang istri Lina .
" Pagi Ri " sapa Hanan kepada Ria .
" Pagi Pa " jawab Ria sambil menahan senyum dan berjalan ke arah dpaur untuk membuatkan minum untuk Papa mertuanya dan suaminya .
" Pagi Pa ih malu di dengar Ria " balas Lina kesal . Hanan hanya tersenyum .
" Pagi Yud " balas Hanan .
" Pagi sayang , sudah rapi mau ke kantor Yud ? " tanya Lina sambil duduk di kursinya .
" Iya Ma , ada meeting pagi ini " jawab Yuda sambil duduk di kursinya .
Ria pun datang sambil membawa nampan berisi 4 minuman .
" Ini kopi untuk Papa , jus untuk Mama dan aku dan ini cappucino untuk mas Yuda " ucap Ria sambil memberikan satu per satu minuman yang ia bawa .
" Terimakasih sayang " balas Yuda lembut dan di balas senyuman oleh Ria .
Lina dan Hanan pun tak luput menyaksikan interaksi mereka berdua .
Ria pun duduk di kursinya di sebelah Yuda . Ria mengambilkan nasi dan lauk terlebih dahulu untuk suaminya . Sedangkan Hanan memilih menikmati kopinya terlebih dahulu dan Lina lebih memilih memakan buah terlebih dahulu .
Setelah mengambilkan makanan untuk Yuda , Ria berikan kepada suaminya . Yuda pun menerimanya . Ria pun berganti mengambil untuk dirinya sendiri .
Yuda memulai menyantap makanannya , " wah nasinya enak sekali Ma siapa yang memasaknya ? Bi Sari atau Mama ? " tanya Yuda . Ria yang mendengar pertanyaan suaminya itu hanya diam menahan senyum .
" Ini semua yang masak istri kamu Yud , Mama cuma kebagian nyiap - nyiapin bahannya aja . Semua yang masak istrimu " balas Lina . Ria hanya tersenyum .
" Kamu yang masak ini semua sayang ? " tanya Yuda kepada sang istri , Ria pun hanya mengangguk .
" Wah kamu memang jago kalau urusan masak memasak " puji Yuda .
" Sudah mas jangan terlalu memujiku , semua wanita kan pasti bisa memasak " ujar Ria malu .
" Apa seenak itu sampai si anak nakal ini memuji masakanmu seperti itu ? coba Ma ambilkan buat Papa . Bikin Papa penasaran aja" ucap Hanan penasaran . Lina pun langsung mengambilkannya .
" Beneran enak Pa aku tidka bohong " ucap Yuda lagi .
Lina pun menyerahkan sepiring makanan yang sudah ia ambilkan . Hanan pun langsung mencobanya .
" Wah bener enak sekali , beda seperti yang Mama buat " puji Hanan .
__ADS_1
" Terimakasih Pa , tapi masakan Mama juga enak " ujar Ria malu .
" Coba Mama cicipi " ucap Lina tak mau kalah sambil mengambil sendok suaminya dan nasi dari piring suaminya .
" Hhmmm betul Ri ini enak beda sama yang saya buat . Kamu tambahin apa ? " ucap Lina .
" Engga ada bahan khusus kok Ma , Ria cuma menambahkan minyak wijen sedikit sama ini Ria kasih daun bawang agar harum " ucap Ria .
" Ooo pantes beda kalau Mama tidak pakai minyak wijen dan daun bawang . Tapi ini enak betul " puji Lina sambil mengambil nasi dari piring Hanan lagi .
" Ih Mama ambil sendiri itu masih banyak kenapa makanan Papa yang Mama makan " keluh Hanan sambil menarik piring dari hadapan istrinya dan Lina hanya tersenyum memandang ke arah suaminya .
Yuda dan Ria yang melihat kedua orang tuanya hanya tersenyum . Mereka pun melanjutkan makannya sambil mengobrol santai .
" Pa Ma , Yuda sudah bicara dengan Ria . Ria sudah setuju untuk membuat acara resepsi pernikahan untuk kami . Yuda juga sudah mendaftarkan dokumen kami di KUA . Jadi mulai sekarang Mama bisa mulai merancang acaranya sama Ria . Yuda serahkan semua kepada Mama dan Ria saja karena untuk beberapa waktu ke depan pekerjaan Yuda sangat banyak karena hasil pertemuan kemarin lusa sudah di setujui . Yuda mungkin akan meluangkan waktu saat akhir minggu untuk fitting baju atau yang lainnya yang membutuhkan kehadiran Yuda " ucap Yuda .
Hanan dan Lina pun senang mendengar ucapan dari anaknya .
" Benarkah ? Mama bahagia akhirnya yang Mama tunggu - tunggu telah datang juga . Terimakasih sayang karena sudah mengabulkan keinginan kami " ucap Lina .
" Sama - sama Ma . Tapi maaf Ma Pa acaranya kita adakan setelah 40 hari kepergian ayah ya . Mohon dimaklumi Ria dan keluarga Ria masih berduka " balas Ria .
" Iya nak Mama tahu itu . Kami tidak masalah , apalagi untuk merencanakan acara besarkan tidak bisa buru - buru . Iyakan Pa ? " ucap Lina .
" Iya Ma , kita akan mengadakannya pertengahan bulan depan atau akhir bulan depan saja . Yang penting hubungan kalian bisa resmi secara agama maupun negara " balas Hanan .
" Iya Pa " balas Yuda .
" Sudah mau jam setengah 8 Yuda berangkat kerja dulu ya Pa Ma . Nanti malam kita lanjutkan lagi . Yuda pamit dulu ya " pamit Yuda sambil berdiri merapikan pakaiannya .
" Iya nak hati - hati di jalan " balas Lina .
" Papa tidak ke kantor dulu ya Yud , kemarin Papa sudah dari sana " ucap Hanan sambil menjulurkan tangannya untuk di cium sang putra .
" Iya Pa tidak apa - apa biar Yuda handel sendiri . Pamit dulu " balaa Yuda sambil mencium punggung tangan sang ayah .
" Pamit dulu Ma " ucap Yuda beralih sang ibu dan mencium punggung tangan sang ibu .
" Iya nak hati - hati " balas Lina .
" Pa Ma Ria antar mas Yuda ke depan dulu " pamit Ria yang ikut berdiri di samping suaminya .
" Iya Ri " balas Lina .
Yuda pun berjalan ke arah keluar rumah sambil menenteng tas kerjanya , Ria mengikutinya dari belakang . Saat sampai di teras Yuda menghentikan langkahnya .
" Terimakasih ya Ri kamu sudah melayaniku dengan baik . Aku suka pakaian kerja yang kamu ambilkan . Sangat pas dan cocok " puji Yuda pada Ria yang sudah mengambilkan pakaian yang sesuai dengan seleranya . Hari ini Yuda mengenakan setelan jas slim fit berwarna coklat tua dengan kemeja krem dan dasi yang berwana senada dengan jasnya . Tak lupa Ria juga menyiapkan sepatu pantofel berwana coklat dan jam tangan bermerk dengan warna senada dengan kemejanya .
" Sama - sama mas ini sudah jadi tugasku " balas Ria yang berdiri di hadapan Yuda .
" Oh iya ada yang mau aku berikan untukmu , tolong pegangkan tas ini dulu " ucap Yuda sambil menyerahkan tas kerjanya kepada Ria . Ria pun mengambil tas itu .
Lalu Yuda mengeluarkan dompet dari sakunya .
" Ini Ri kartu ATM dan kartu kredit untukmu . Pakailah untuk memenuhi kebutuhanmu . Dan gunakan juga untuk biaya acara pernikahan kita . Untuk kebutuhan rumah aku sudah memberikannya kepada Mama jadi kamu tidak perlu repot mengurus keperluan rumah . Ini kamu pergunakan untuk diri kamu sendiri . Jika ingin membeli apa - apa pakai saja tidak perlu sungkan " Yuda menyerahkan dua kartu unlimited dari dalam dompetnya .
" Tidak perlu mas , aku sudah punya kartu ATM sendiri jadi mas tidak perlu memberiku lagi . Apalagi aku juga tidak butuh apa - apa di sini semua sudah terpenuhi " tolak Ria .
" Sudah jangan di tolak , aku memberi ini bentuk tanggung jawabku sebagai suami . Anggap saja ini nafkah dariku untukmu jadi kamu tidak boleh menolaknya " ucap Yuda sambil meraih tangan Ria untuk menerima kartu itu .
" Kalau mas Yuda maunya begitu baiklah aku terima kartu - kartu ini . Terimakasih mas " balas Ria sambil memegang kedua kartu itu .
" Sama - sama . Ya sudah mas pergi dulu ya . Jika ada perlu apa - apa telepon saja , oke " ucap Yuda sambil mengambil tasnya dari Ria .
" Iya mas hati - hati " balas Ria sambil meraih tangan suaminya dan di ciumnya punggung tangan Yuda . Lalu Yuda membalasnya dengan mencium kening Ria dengan lembut .
" Mas pergi dulu . Assalamualaikum " pamit Yuda .
" Waalaikumsalam " balas Ria dengan jantung yang sangat berdebar karena perlakuan manis dari suaminya .
Yuda pun masuk ke dalam mobilnya dan segera berlalu keluar dari rumahnya . Sedangkan Ria masih setia menunggu kepergian sang suami sampai mobil Yuda sudah tak terlihat dari pandangannya .
" Pagi yang indah untuk kami . Semoga di kehidupan baru ini membuat kebaikan untuk kami semua " gumam Ria dalam hati . Setelah mobil Yuda tak terlihat Ria pun memilih masuk ke dalam rumah lagi .
__ADS_1