Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Wawancara


__ADS_3

Pintu lift terbuka di lantai 7 . Terlihat banyak calon pegawai yang menunggu antrian untuk wawancara . Ria hanya terpaku melihat banyaknya calon pegawai yang ada di depan pandangannya itu .


" Apa aku cocok bekerja di sini , sainganku banyak sekali dan mereka lebih menarik " kata Ria dalam hati . Dia merasa kurang percaya diri . Tapi terbayang keluarganya di rumah , semangat yang sempat kendur kini mulai membara lagi .


" Semangat Ria demi keluargamu di rumah " kata hati Ria menyemangati .


" Bismillah apa pun hasilnya yang penting sudah berusaha " gumam Ria .


Ria pun melangkah maju mendekati kerumunan orang - orang yang menunggu .


" Hai , boleh saya duduk di sini ? " tanya Ria kepada wanita di sebelahnya .


" Hai juga , silahkan masih kosong kok " jawab wanita itu .


" Kenalin nama saya Mauria , panggil saja Ria " kata Ria memperkenalkan diri .


" Aku Arina panggil saja Arin " jawab Arin sambil tersenyum .


" Kamu sudah lama menunggu di sini ? " tanya Ria lagi .


" Lumayan , ada sih 30 menitan " jawab Arin .


Dalam waktu singkat Ria dan Arin pun sudah saling akrab . Mereka bertukar cerita dan pengalaman mereka masing - masing . Sampai pada waktunya Arin di panggil terlebih dahulu untuk wawancara di dalam . Ria yang sedang menunggu pun hanya bisa melihat - lihat suasana yang ada di kantor itu . Tak berselang lama Arin pun keluar dari ruangan tersebut .


Dengan penasaran Ria pun mendekati Arin , "Bagaimana Rin , kamu lancar wawancaranya ?" tanya Ria . Arin yang sedang kecewa hanya bisa menggelengkan kepalanya .


Ria yang melihat gelengan kepala Arin pun tidak bertanya lebih banyak lagi .


" Nona Mauria !!! "


Terdengar panggilan namanya untuk giliran masuk wawancara . Ria pun menoleh dan mengangguk ,


" Sebentar ya Rin aku masuk dulu , tunggu aku di sini " pinta Ria .


Mereka berdua memang janjian untuk pulang bersama-sama . Arin pun hanya mengangguk tanda setuju . Ria melangkah masuk ke ruangan wawancara , terlihat ada 2 orang di dalam ruangan tersebut .


" Selamat siang bapak dan ibu " sapa Ria .


" Siang , silahkan duduk " jawab salah satu orang di depannya .

__ADS_1


Wawancara pun di mulai pertanyaan demi pertanyaan berhasil Ria jawab dengan tenang . Setelah selesai dengan semua pertanyaan yang mereka ajukan , mereka mengutarakan keputusannya .


" Terimakasih nona Mauria anda sudah berkenan dan meluangkan waktu untuk datang memenuhi panggilan dari kami . Tapi maaf seperti nya anda belum memenuhi kriteria calon pegawai yang kami cari " ucap bapak staf HRD itu .


" Mungkin di kesempatan yang lain kita bisa bekerjasama . Sekali lagi mohon maaf " kata staf HRD itu lagi


Bagai di sambar petir , Ria yang mendengar keputusan dari HRD itu hanya bisa terpaku . Telinganya terasa berdenging , seakan tidak terdengar suara apapun yang Ria dengar . Tubuhnya terasa lemas , dan matanya terasa panas . Tanpa sadar air matanya meluncur begitu saja di pipi nya . Staf HRD itu pun memaklumi melihat reaksi Ria .


" Nona anda tidak apa - apa ? " tanya HRD itu . Ria pun tersadar dari lamunannya hanya bisa mengangguk dan segera berdiri berpamitan untuk keluar dari ruangan tersebut .


" Maaf ayah , maaf ibu , Ria belum bisa membahagiakan ayah dan ibu " lirih Ria dalam hati .


Dia keluar dan berjalan mendekati Arin yang sedang menunggunya . Arin yang melihat Ria berjalan dengan lunglai pun tahu akan hasil yang Ria terima .


" Kita sama Ri , sabar ya " hibur Arin .


Ria hanya mengangguk dan memandangi Arin sendu .


" Aku hanya sedih belum bisa bekerja di sini , berarti aku belum bisa membahagiakan orang tua ku " lirih Ria .


Arin hanya bisa menyemangati teman baru nya itu ," Ayo semangat Ri , masih banyak kok lowongan pekerjaan di kota ini " hibur Arin .


"Terimakasih Rin , kamu sudah mau menyemangati aku . Sekarang aku sudah bersemangat lagi untuk terus berusaha mencari pekerjaan di kota ini " ujar Ria .


" Nah gitu dong , sekarang kita berteman ?" tanya Arin .


" So pasti dong sekarang kita berteman ya " jawab Ria . Merekapun akhirnya beranjak pergi meninggalkan kantor itu . Mereka berencana untuk jalan - jalan di area itu .


Kantor itu memang terletak di tengah kota jadi di sekitar kantor tersebut banyak pertokoan yang berjejer . Ria dan Arin saling bergandengan tangan menyusuri jalan trotoar yang banyak pertokoan .


" Banyak sekali toko - toko besar di sini " tanya Ria heran .


"Iya Ri , disinikan pusat kotanya jadi banyak lah toko - toko besar di sini " jawab Arin .


Saat melintas di depan toko kue tanpa sengaja Ria melihat ada tulisan lowongan pekerjaan . Ria yang bersemangat melihat tulisan itu pun menarik Arin masuk ke toko kue tersebut .


" Selamat siang , maaf apa benar anda sedang mencari pegawai untuk toko ini ?" tanya Ria sopan .


" Siang juga , iya benar toko ini sedang membutuhkan 2 pelayan wanita . Apa kau mau melamar pekerjaan di sini ? " jawab pemilik toko tersebut .

__ADS_1


" Saya mau bu kalau di terima disini " seru Ria senang .


" Kamu gimana Rin mau tidak kerja di toko ini ?" tanya Ria kepada temannya itu .


" Hhmm . . . ga apa - apa sih sekarang yang penting kerja dulu " jawab Arin sambil tersenyum .


" Kami berdua mau bu bekerja di sini " kata Ria kepada pemilik toko .


" Ya sudah kalau begitu kalian berdua saya terima kerja di sini . Mulai minggu depan saja kalian bekerja . Sekarang kalian boleh lihat - lihat dulu yang ada di toko ini . Minggu depan kalian datang pagi ya pukul 07.00 , toko buka pukul 08.00 . Kita memang bersiap - siap nya dari pagi agar toko buka tempat ini sudah bersih . Kalian mengerti ?" tanya pemilik toko .


" Siap bu , kami mengerti " ucap Ria .


" Ngomong - ngomong nama kalian siapa ?" tanya pemilik toko itu .


" Nama saya Mauria bu panggil saja Ria " jawab Ria .


" Kalau nama saya Arina bu panggil saja Arin" timpal Arin .


" Baik , kalau nama ku Kartika , silahkan kalian mau memanggil saya apa , ibu boleh tante pun juga boleh sesuka hati kalian saja " ucap Kartika sambil tersenyum .


" Kita panggil Bu saja ah biar sopan " jawab Ria mewakili .


Setelah puas melihat - lihat toko kue itu , mereka berdua pun berpamitan pulang dengan bu Kartika . Tiba - tiba saat di luar Ria berhenti melangkah ,


" besok jika aku mulai bekerja harus tinggal dimana ? " tanya nya dalam hati .


" Kenapa Ri , kok tiba - tiba berhenti ? " tanya Arin .


" Itu , aku bingung mulai minggu depan aku harus tinggal dimana , di sini aku tidak punya sanak keluarga . Dan keluarga ku pun bukan dari keluarga berada , kalau aku meminta uang untuk menyewa rumah atau kos kayaknya aku tidak berani . Aku memiliki tabungan sendiri , kalau hanya untuk makan 1 bulan sebelum gajian masih cukup tp kalau untuk kos kayaknya masih kurang " kata Ria bingung .


" Aku kira kenapa , bagaimana kalau kita patungan untuk membayar kos bersama ? nanti kita cari sama - sama kos yang dekat sini saja biar kita tidak perlu repot - repot naik transportasi " jawab Arin .


" Apa kamu tidak tinggal dengan keluarga mu ?" tanya Ria .


" Keluargaku ada di Bandung , aku disini juga sendiri . Ada sih tante disini tp ga enak ah kalau harus numpang . Aku memang berencana untuk ngekos di sini , kebetulan banget sekarang ada kamu jadi kita bisa tinggal sama - sama " jawab Arin .


" Alhamdulillah kalau begitu , brarti sekarang kita lebih baik nyari kosnya dulu . Biar nanti kalau sudah mendekati waktunya kerja kita tinggal membawa barang - barang kita " ucap Ria .


" Setuju , ayo " jawab Arin semangat .

__ADS_1


__ADS_2