
" Siapa yang jahat ? Siapa yang membohongimu ? " ucap seseorang yang berada di belakang Ria .
" Mas Yuda ~ !!!! " seru Ria sambil mendongakkan kepalanya .
" Kata ibu dan Mama , mas Yuda sudah keluar rumah ? " tanya heran Ria .
" Iya aku sudah keluar rumah untuk pergi jogging . Terus apa maksudmu mengatai aku membohongimu dan aku jahat ? " ucap Yuda bersandiwara sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada .
" Itu ta - tadi aku kira mas Yuda sudah berangkat ke bandara dan meninggalkan aku ." ucap Ria gugup . Ria merasa takut jika sampai suaminya itu marah atas semua perkataannya .
" Kenapa bisa berfikiran seperti itu ? Mana mungkin aku akan pergi berlibur tanpamu untuk apa ? " ucap Yuda berpura - pura marah .
" Ya maafkan aku kalau aku berfikiran jelek seperti itu . Habis tidak ada yang membangunkanku padahalkan semua orang tahu kalau kita akan pergi pagi ini . " ucap Ria mulai sedikit kesal .
" Siapa bilang kita akan pergi pagi ini ?" tanya Yuda lagi .
" Kemarin kan mas Yuda sendiri yang bilang denganku kalau penerbangan kita pagi hari . Kenapa sekarang balik tanya . " balas Ria kesal .
" Memang iya aku bilang penerbangan kita pagi tapi sudah aku mundurkan nanti siang ." ucap Yuda datar .
" Hah maksud mas Yuda apa ? aku engga ngerti sama sekali ." tanya Ria bingung . Bu Dewi dan Bu Lina yang melihat wajah bingung Ria hanya bisa menahan tawanya .
Yuda pun mendekati Ria dna ia tangkup wajah Ria dengan kedua tangannya .
" Maaf sayang aku sedang mengerjaimu . Sebenarnya aku sudah mengatur ulang jadwal penerbangan kita . Kita akan berangkat liburan nanti siang . Aku mundurkan agar kita bisa mengantar ibu dan adik - adikmu pulang terlebih dahulu agar kamu lega karena bisa mengantarkan mereka . Maaf untuk hal ini aku buat kamu kesal . Ini hanya permainan maafkan aku sayang ." ucap Yuda memohon .
Ria yang mendengarkan penjelasan dari Yuda masih merasa bingung .
" Sebentar maksud mas Yuda , jadi kita berangkat liburannya nanti siang tidak jadi pagi ini ? " tanya Ria dan Yuda pun mengangguk .
__ADS_1
" Kita jadi bisa mengantarkan ibu pulang ? walaupun hanya di teras rumah ? " tanya Ria lagi . Yuda pun mengangguk lagi .
" Lalu tadi kenapa ibu bilang kalau mas Yuda sudah keluar rumah ? kalian mengerjai aku ya ?" tanya Ria kesal dengan menatap ke semua orang .
Bu Dewi dan Bu Lina hanya bisa nyengir lalu meminta maaf .
" Maaf sayang Mama hanya di suruh Yuda buat mengerjaimu ." ucap Lina .
" Maaf Ri , ibu juga hanya ikut - ikut saja ini semua rencana nak Yuda . Dia ingin memberimu kejutan dengan cara ini . Jadi kamu tidak perlu marah . " ucap Bu Dewi .
Ria pun menatap ke arah suaminya dengan wajah kesal . Sedangkan Yuda hanya memegang kedua telinganya tanda mengakui kesalahannya .
" Jadi ini semua kerjaan mas ya . Tahu tidak kalau jantung ini mau copot disaat aku tidak menemukan mu dimana pun ." ucap Ria kesal .
" Maaf . . . aku hanya berniat memberimu kejutan sayang . Jangan marah ya please . " rayu Yuda .
Ria yang mendengarkan ucapan suaminya pun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar .
" Benar kamu tidak marah denganku ? " tanya Yuda tidak percaya , Ria pun membalas dengan mengangguk . Yuda pun merasa lega .
" Buat apa marah menghabiskan energi saja ." ucap Ria santai sambil duduk di kursi meja makan .
Yuda , Bu Dewi dan Bu Lina pun hanya saling pandang . Mereka pun menyusul Ria ikut duduk di kursi meja makan mereka .
" Sayang kamu bener engga marah sama aku dan yang lainnya ? " tanya Yuda heran .
" Engga kenapa harus marah . Seharusnya kan aku bahagia karena bisa mengantarkan ibu dan yang lainnya pulang . " ucap Ria santai sambil mengambilkan makanan untuk sang suami .
Yuda dan yang lainnya pun merasa lega . Kini Tuan Hanan , Dinda , Randi dan Hendri pun sudah bergabung di meja makan . Mereka menikamti sarapan yang dimasak Bu Dewi , Bu Lina dan Dinda .
__ADS_1
Mereka menikmati makanannya sambil bercerita dan bersenda gurau . Setelah makan , mereka pun berkumpul di ruang keluarga . Sedangkan para wanita sedang merapikan meja makan . Setelah selesai para wanita pun ikut bergabung .
Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi , ini saatnya Bu Dewi beserta adik - adik Ria berpamitan untuk pulang . Mereka sedang mengeluarkan barang - barang mereka dari kamar . Randi dibantu oleh Hendri dan Yuda membawa barang - barang mereka untuk dimasukkan ke dalam mobil Hendri .
Sedangkan Bu Dewi dan Dinda sedang berpamitan dengan semua orang yang ada di rumah tersebut . Bahkan sampai semua pelayan pun .
" Tuan Hanan dan Bu Lina sekali lagi saya ucapkan terimakasih sebanyak - banyaknya karena anda berdua sudah mau menerima saya dan anak - anak saya tinggal di sini untuk beberapa hari ini . Saya mohon maaf kalau ada salah selama tinggal di sini ." ucap Bu Dewi lembut .
" Sama - sama bu , saya yang mohon maaf jika selama ibu tinggal di sini kami kurang melayani ibu dengan baik . Kami senang ibu mau tinggal bersama kami , rumah ini menjadi ramai . Kapan - kapan jika ibu ingin ke sini lagi , silahkan bu pintu rumah ini terbuka lebar untuk ibu dan keluarga . Jangan sungkan kami sudah menganggap ibu seperti keluarga sendiri . " balas Lina .
" Iya Bu , kita ini sudah seperti keluarga sendiri jadi tidak perlu sungkan jika ibu atau adik - adik Ria yang lain ingin ke sini silahkan saja . " timpal Hanan .
Bu Dewi pun hanya tersenyum dan menganggukan kepala saja . Dia merasa bersyukur karena mempunyai besan yang begitu baik .
Setelah berbincang sebentar mereka pun saling berjabat tangan tanda perpisahan .
Kini giliran Ria yang merasa berat melepas kepergiaan sang ibu .
" Ibu pergi dulu ya nak , jaga dirimu baik - baik . Lain waktu ibu akan ke sini lagi . Jadilah istri yang baik dan penurut . Jangan lupa sholat lima waktunya . Dan satu lagi jangan lupa segera kasih ibu cucu . " ucap Bu Dewi berbisik saat mengutarakan keinginanya memiliki cucu sambil memeluk putri kesayangannya itu .
Ria yang mendengar ucapan sang ibu hanya bisa mendelik .
" Doakan saja bu yang terbaik untukku . " balas Ria singkat sambil ia mengurai pelukan . Dan bergantian dengan Dinda .
Bu Dewi pun beralih ke Yuda . " Ibu pamit dulu nak , tolong jaga Ria dengan baik . Ibu titip dia bersamamu . " ucao Bu Dewi lembut .
" Iya bu pasti akan aku jaga dan rawat dengan baik . Ibu tenang saja , InsyaAllah kapan - kapan jika aku libur agak panjang kami akan ke kampung menjenguk ibu dan adik - adik . " balas Yuda . Bu Dewi hanya tersenyum mendengar jawaban dari Yuda .
" Ya sudah ibu pergi dulu keburu siang nanti . " ucap Bu Dewi sambil masuk ke dalam mobilnya Hendri .
__ADS_1
Dinda dan Randi pun mecium tangan semua orng yang ada di sana . Setelah selesai mereka pun masuk ke dalam mobil .
Hendri yang sudah berpamitan juga akhirnya masuk ke dalam mobil . Hendri pun menyalakan mobilnya . Setelah membaca doa , Hendri pun melajukan mobilnya . Mobil pun bergerak meninggalkan kediaman Hanandi .