
" Ah , kenapa harus bertemu dengan dia di sini sih . Aku malas sekali meladeni wanita gila ini " gumam Ria dalam hati .
" Maaf nona Alma saya tidak sengaja . Karena terburu - buru jadi menabrak anda yang tiba - tiba masuk " ucap Ria lembut .
Alma yang merasa namanya disebut pun mendongakkan wajahnya . " O ternyata kamu wanita kampung . Pantas saja ceroboh seperti ini " ucap Alma merendahkan .
" Saya kan sudah meminta maaf tidak perlu anda menghina saya " balas Ria .
" Aku tidak menghinamu tapi kenyataannya kan kamu memang wanita dari kampung . Aku heran kenapa tante Lina begitu suka sama kamu , di lihat dari mana coba . Di bandingkan dengan aku , kamu jauh sekali " ucap Alma lagi .
Ria hanya diam menahan geram di hatinya .
" Kamu pasti memakai susuk atau pelet ya biar bisa menarik perhatian laki - laki kaya agar taraf hidupmu bisa naik " hina Alma . Ria sudah merasakan sesak di dadanya tangannya terkepal tapi dia masih berusaha menahan sakit hatinya .
" Untung Yuda tidak terpengaruh sama susukmu atau peletmu . Untung dia masih sadar siapa kamu sebenarnya " hina Alma terus menerus .
Mendengar perkataan Alma itu , Ria tersenyum , " Anda yakin kalau tuan Yuda tidak tergoda denganku ? apa anda tahu siapa istri tuan Yuda saat ini ? " ucap Ria sinis .
Alma yang mendengar ucapan Ria sedikit terkejut , " Apa maksud kamu ? Istri Yuda ? " kata Alma heran .
" Iya istri Tuan Yuda . Anda pasti belum tahu ya kalau tuan Yuda sudah menikah , kasihan sekali . Katanya sahabatnya , tapi sahabat sendiri menikah anda tidak tahu " ucap Ria merendahkan .
Alma yang mendengar ucapan Ria pun semakin marah , " Jangan mencoba membohongiku , apa maksud perkataanmu ? " seru Alma .
Ria yang senang sudah berhasil memancing amarah Alma pun berjalan mendekat ke arah Alma . " Dengarkan saya baik - baik , Tuan Yuda saat ini adalah suamiku . Kami sudah menikah beberapa hari yang lalu jadi kenalkan saya Nona Mauria Sabrina Saputro istri dari Yuda Hanandi Saputro " balas Ria dengan mantap berbicara di depan wajah Alma yang penuh amarah .
Alma yang mendengar ucapan Ria pun menatap tajam ke arah Ria dengan mata merahnya . Dengan tiba - tiba dia pun melayangkan tamparan di pipi Ria .
" Jaga bicaramu , tidak mungkin Yuda menikahimu . Dia tidak tertarik denganmu " seru Alma . Ria yang pipinya terasa panas hanya tersenyum sinis ke arah Alma sambil memegang pipinya .
" APA YANG DI UCAPKAN RIA KEPADAMU ITU SEMUA ADALAH BENAR !!! " teriak Lina yang sudah tidak bisa menahan amarahnya . Dari awal Lina sudah menyaksikan pertengkaran Alma dengan Ria . Dia sudah menahannya dari tadi karena melihat kode dari Ria yang menahan sang mertuanya agar tidak ikut campur . Tapi saat Lina melihat Ria di tampar , kesabarannya sudah habis .
" Berani - beraninya kamu menampar Menantu kesayanganku . Apa hakmu menampar dia HAH ?!? " seru Lina sambil berjalan mendekat ke arah Alma dan Ria .
Alma yang melihat Lina pun terkejut , " Tante sejak kapan ada di sini ? " ucapnya .
" Jangan mengalihkan pembicaraan . Apa hakmu menampar menantuku ?" ucap Lina sambil memeluk Ria . Alma yang mendengarkan ucapan Lina hanya bisa terpaku .
" Kau tidak apa - apa sayang ? mana yang sakit ? " ucap Lina lembut sambil membelai wajah sang menantu .
" Tidak apa - apa Ma hanya pedih saja " balas Ria .
Lina pun melihat pipi Ria merah bekas tamparan Alma . Hatinya bertambah geram ,
" Dari dulu saya tidak pernah suka denganmu . Kamu tidak memiliki sopan santun dan lemah lembut . Saya heran kenapa anak saya bisa memiliki teman sepertimu . Tapi saya masih bersyukur anak saya tidak menikah denganmu melainkan menikah dengan Ria yang memiliki sopan santun dan kelembutan . Saya tidak terima anak menantu saya , kamu tampar seperti ini . Saya akan melaporkan ke pihak berwajib agar kamu mendapatkan balasan atas sikapmu " hardik Lina kepada Alma .
" Menantu ? Heh . . . pasti Tante berbohongkan . Tante hanya akting kan ? " ucap Alma tidak percaya .
" Kamu pasti tidak percayakan , tenang Alma tante punya buktinya " ucap Lina sambil mengambil ponselnya di mejanya tadi .
Setelah mengambil ponselnya , Lina berjalan kembali ke arah Alma .
" Ini buktinya kalau Ria dan Yuda sudah menikah dan sah menjadi suami istri " ucap Lina sambil memperlihatkan video dan foto saat Yuda mengucapkan ijab kobul .
Alma pun mengambil ponsel Lina dan melihatnya dengan seksama , " Tidak mungkin ini pasti rekayasa Tante saja kan . Agar Yuda tidak bisa menikahiku karena tante tidak suka denganku . Iya kan ? " ucap Alma tidak percaya .
" Terserah kamu mau percaya atau tidak . Yang jelas video ini dan foto - foto ini semua asli tidak ada yang merekayasa atau mengeditnya " ucap Lina mantap sambil mengambil ponselnya .
Alma hanya terpaku diam . Dia merasa kalah dengan Ria . " Kalian pasti berbohongkan ? " ucapnya lagi .
" Terserah kamu mau bicara apa . Yang jelas perbuatanmu hari ini akan saya laporkan ke polisi . Ini sudah termasuk tindak kriminal penganiayaan . Jadi kamu tunggu saja surat penangkapanmu " ucap Lina berapi - api .
" Ma , tidak perlu lapor ke polisi . Ria tidak apa - apa kok . Nanti ini di kompres saja pasti hilang " ucap Ria lembut kepada snag mertua .
" Tidak Ri , kita perlu memberinya pelajaran agar tidak seenaknya saja merendahkan orang lain " ucap Lina . Alma hanya diam di hadapan Lina dan Ria .
" Tidak perlu Ma , dengan Mama sudah membuka jati diri Ria sudah cukup membuat dia seperti itu . Kalau kita lapor polisi pasti kita juga yang akan repot harus mondar mandir ke kantor polisi . Ria malas Ma kalau harus berurusan sama polisi " ucap Ria lagi .
__ADS_1
" Sok suci sekali kamu , pintar sekali kamu bersandiwara Ri . Tidak perlu sok membelaku . Kamu hanya pura - pura baik saja kan " ucap Alma sinis .
" Jaga mulutmu . Menantuku sudah baik membelamu malah kamu balas seperti itu . Dengarkan saya baik - baik ya Alma , jangan pernah lagi kamu datang ke rumahku lagi atau pun ke toko ini lagi . Saya tidak sudi menerimamu di tempatku lagi " ucap Lina kesal .
" Sudah Ma sudah lebih baik kita duduk saja ya" ajak Ria .
Ria pun menggandeng sang mertua berjalan ke arah tempat duduk mereka semula . Alma yang melihat Ria dan Lina pergi menjauh darinya pun merasa tidak senang . Alma pun memilih pergi dari toko itu dengan perasaan marah .
" Lihat saja wanita kampung aku akan membuatmu menderita " lirih Alma sambil berjalan keluar dari toko .
Setelah kepergian Alma , Kartika dan Arin pun mendekati Ria dan Lina .
" Ri , kamu tidak apa - apa ? " tanya Kartika panik .
" Tidak apa - apa bu hanya panas saja rasanya " balas Ria .
" Arin tolong ambilkan es batu dengan kain ya " pinta Kartika pada Arin .
" Baik bu " Arin pun berlari mengambil pesanan Kartika .
" Kita ke rumah sakit saja yuk sayang , pipi kamu merah banget begitu " ajak Lina .
" Tidak perlu Ma , Ria tidak kenapa - kenapa kok . Mama tidak perlu khawatir " hibur Ria .
" Mama benar - benar tidak terima kamu di giniin . Kenapa kamu tidak membalasnya tadi ?" ucap Lina .
" Kalau Ria membalasnya apa bedanya Ria dengan wanita itu . Biarkan saja Ma , dia sudah kalah " jawab Ria .
" Bener jeng apa yang di katakan Ria . Jeng tenang aja kalau Alma macam - macam , aku sudah rekam semuanya jadi jeng tenang aja kita ada buktinya kok " balas Kartika . Dari awal pertengkaran Alma dengan Ria , Kartika memang tidak membantu melerai dia sibuk untuk merekam semua kejadian itu untuk barang bukti .
" Bener jeng udah kamu rekam ? Kalau begitu kirim ke nomorku biar Yuda tahu kelakuan temannya itu " kata Lina antusias .
" Sudah aku kirim jeng . Sekarang kita obati dulu lukanya Ria kasian dia pasti kesakitan " ucap Kartika bersamaan dengan kedatangan Arin yang membawa sebaskom es batu dengan kainnya .
" Ya Ampun Rin kamu mau bikin es buah sebanyak ini esnya " ucap Ria tidak percaya .
" Tapi engga sebanyak ini juga Arin . Bisa beku pipi aku nanti " keluh Ria . Arin hanya tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal .
" Sudah tidak apa - apa Ri . Sini Mama kompreskan " ucap Lina sambil mengambil kain dan es batu .
Lina menempelkan kain berisi es batu itu ke pipi Ria yang terkena tamparan tadi .
" Sssshhhh . . . perih Ma " desis Ria meringis .
" Tahan sebentar sayang . Kita habis ini ke rumah sakit ya biar di periksa dan visum sekalian " ajak Lina .
" Untuk apa Ma ? sudahlah Ma tidak perlu ke rumah sakit Ria tidak apa - apa kok " balas Ria .
" Mama masih tidak terima sayang kamu di giniin sama wanita itu " ucap Lina lagi .
" Sudah lah Ma , lupain aja kejadian tadi . Ria sudah memaafkannya kok " balas Ria lagi .
" Iya Ri kita laporkan saja , aku sebagai sahabat kamu juga tidak terima kamu di sakiti begini " timpal Arin .
" Tidak perlu Rin , biar Allah saja yang membalasnya " jawab Ria .
" Hati kamu terbuat dari apa sih sayang , bisa dengan mudahnya memaafkan orang yang sudah menyakiti kamu seperti ini . Mama beruntung memiliki mennatu yang pemaaf seperti mu " ucap Lina sambil mengelus rambut Ria dengan lembut .
" Ria hanya ingat pesan alm ayah kok Ma , kalau kita tidak boleh memiliki dendam kepada siapapun walaupun orang itu sudah sangat menyakiti kita " balas Ria .
" Kamu memang anak yang baik Ri , ibu sennag bisa mengenalmu " puji Kartika .
" Mama juga bangga memiliki menantu sepertimu sayang " balas Lina sambil memeluk hangat snag menantu .
" Terimakasih Ma sudah mau sayang dengan Ria " balas Ria .
" Sama - sama sayang . Mama juga ucapkan terimakasih kamu sudah mau menerima anak Mama yang banyak kekurangan itu " ucap Lina . Ria hanya mengangguk . Dia jadi teringat akan suaminya .
__ADS_1
" Ma , mama tahu mas Yuda sekarang lagi dimana ? sejak semalam aku hubungi ke nomornya tapi tidak aktif terus " tanya Ria sambil melerai pelukannya .
" Dia ada urusan pekerjaan ke luar kota sayang jadi beberapa hari ini dia tidak bisa pulang ke rumah " balas Lina .
" O begitu . . . tapi mas Yuda tidak kenapa - kenapa kan Ma ? " tanya Ria lagi .
" Tidak apa - apa nak , Yuda sehat wal afiat " jawab Lina .
" Kalau begitu syukurlah " balas Ria lagi .
Setelah pipi Ria sudah agak membaik , Lina pun mengajak Ria untuk pulang karena hari mulai sore . Mereka pun berpamitan dengan Kartika dan Arin .
Di tempat lain , Yuda sedang menggenggam ponselnya dengan wajah penuh amarah . Dia tidak terima wanita kesayangannya di sakiti .
" Alma kamu sudah benar - benar menguji kesabaranku . Beraninya kamu menampar istri kesayanganku . Akan aku buat perhitungan denganmu " ucap Yuda dengan geram setelah melihat sebuah video dari ponselnya . Yuda sudah menerima video yang dikirimkan oleh Lina . Walaupun Ria sudah melarangnya tapi Lina tetap saja mengirimkan video itu kepada putranya .
Lina hanya ingin Yuda tahu kelakuan teman wanitanya itu yang selalu ia bela . Lina ingin Yuda menjauh dari Alma .
Walaupun Yuda masih marah dengan Ria , tapi rasa cintanya kepada Ria membuatnya tidak terima kalau wanita kesayangannya itu di sakiti siapapun .
" Aku akan menyelesaikan semua ini sekarang juga " ucap Yuda yang kondisinya sudah sangat membaik .
Yuda pun mencari nama di ponselnya , setelah ketemu dia pun memencet tombol memanggil . Yuda sedang menelepon seseorang .
" Halo Alma , bisakah kita bertemu sekarang ? Aku mau ketemu denganmu . Ada sesuatu yang perlu aku bicarakan denganmu " ucap Yuda .
" Oke di cafe biasanya , jam 6 sore ini aku tunggu kamu di sana " balas Yuda lagi sambil langsung mematikan panggilan telepon itu .
Yuda pun beranjak dari tempat tidurnya , lalu segera bersiap - siap untuk menemui teman wanitanya itu .
Setelah semua di rasa cukup , Yuda pun bergegas keluar dati kamar hotel dan menuju tempat parkir mobilnya .
Yuda pun masuk ke mobil dan menjalankannya ke arah cafe tempatnya membuat janji .
Jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 Yuda telah sampai di cafe itu . Yuda masuk dan mencari meja yang masih kosong . Yuda memesan secangkir kopi untuk menemaninya menunggu Alma .
15 menit berlalu akhirnya wanita yang ia tunggupun datang .
" Hai Yud , apa kabar ? " tanya Alma sambil cipika cipiki Yuda . Yuda hanya diam saja .
" Kabarku kurang baik " jawab Yuda dingin .
" Silahkan duduk Alma " Yuda mempersilahkan duduk Alma sambil menunjuk kursi di seberangnya .
" Aku mau duduk di sampingmu boleh ? " ucap Alma menggoda .
" Tidak , kamu duduk saja di situ " jawab Yuda dingin .
" Kamu kenapa Yud , kok sama aku dingin sekali " tanya Alma heran sambil duduk di sebrang Yuda dengan pasrah .
" Begini Al , tanpa basa basi lagi , aku ingin kamu menjauhi Ria dan keluargaku . Aku tidak terima kamu menyakiti Ria seperti itu . Kamu adalah temanku , ya berperilakulah selayaknya teman . Aku hanya menganggapmu sebagai teman tidak lebih . Jangan melewati batasmu , kalau tidak aku tidak akan segan - segan membalas semua yang telah kamu lakukan kepada Ria dan aku akan memutus hubungan pertemanan denganmu . Camkan itu baik - baik" ucap Yuda tegas .
Alma yang mendengar ucapan Yuda hanya bisa terpaku .
" Pasti wanita itu sudah mengadu denganmu ya Yud ? dasar wanita lemah , kampungan . Beraninya hanya mengadu saja " umpat Alma .
" Diam kamu Alma , Ria tidak ada sekalipun mengadu kepadaku . Aku sudah melihat video itu sendiri , video kejadian di toko tadi siang . Jadi kamu tidak bisa berkilah lagi Al . Sekarang kamu tinggal pilih mau aku laporkan ke polisi atau menjauhi keluargaku ? " ucap Yuda lantang .
" Kamu kenapa sih Yud , membela wanita kampungan itu ? jangan terhipnotis dengan keluguannya yang palsu itu Yud " ucap Alma sambil memegang tangan Yuda .
" Lepaskan tanganku , aku membela Ria karena dia ISTRIKU . Aku wajib menjaga kehormatan dia . Jadi jangan pernah lagi menghinanya atau aku tidak akan segan melaporkan kejadian tadi ke polisi " ucap Yuda smabil berdiri di hadapan Alma dengan tatapan tajam .
" Satu lagi Al , mulai hari ini kita tidak ada hubungan apapun . Mau itu pertemanan ataupun bisnis . Aku tidak sudi mempunyai teman atau rekan bisnis yang tidak bisa menghormati wanita lain . Jauhi aku dan keluargaku CAMKAN ITU !!!! " ucap Yuda dengan lantang di hadapan Alma . Yyda pun memilih segera pergi setelah mengucapkan tujuannya bertemu dengan Alma .
" Yud . . . YUDA tunggu . . . Yud Dengarkan aku dulu . . . Yud . . . !!!! " panggil Alma tapi tidak di gubris oleh Yuda .
" Sial , gara - gara wnaita kampung itu aku kehilangan Yuda . Awas kamu Ria aku akan membalasmu " umpat Alma dalam hati .
__ADS_1