Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Seperti Pernah Bertemu


__ADS_3

Di dalam mobil Hendri yang sedang melaju santai , hati Ria menahan sakit dan kecewa . Bukan karena penolakan Yuda yang dijodohkannya tapi sakit karena penghinaan yang Alma utarakan . Kecewa kenapa sesama wanita tidak bisa saling menghargai . Hendri tau apa yang di rasakan oleh Ria . Ia mencoba mengajak Ria berbicara hanya dibalas singkat oleh Ria .


" Ga usah dipikirin ucapan wanita itu Ri . Dia memang ga punya sikap yang baik sama siapapun . Makanya tante Lina ga suka sama wanita itu . Tante Lina ingin menjodohkan Yuda supaya Yuda bisa segera menikah dan lepas dari wanita gila itu " hibur Hendri .


" Tapi kenapa harus saya ya mas , saya kan hanya gadis kampung yang mengadu nasib ke kota untuk membantu orang tua ku " akhirnya Ria mau menimpali perkataan yang Hendri katakan .


" Ya mungkin tante Lina menyukai sikap kamu yang baik , sopan dan lembut ini Ri . Kalau aja aku dulu yang kenal kamu , aku mau langsung nikahin kamu . Jauh lah sama nenek lampir itu . Udah ga usah di pikirin anggep aja angin lalu , mana nih senyumnya , jangan cemberut terus dong " goda Hendri agar Ria mau tersenyum dan melupakan perkataan Alma tadi .


" Enak aja emang aku cewek apaan baru kenal langsung mau diajak nikah . Kenal mas Hendri juga baru sekarang " balas Ria cemberut tapi ada senyum tipis yang terbit dari bibir Ria . Hendri hanya tertawa melihat tingkah Ria itu .


" Kamu anaknya lucu Ri , polos banget jadi cewek . Walaupun kita baru kenal tapi aku suka ngobrol sama kamu " ucap Hendri memuji Ria .


" Jangan memuji aku terus nanti aku terbang lho " canda Ria .


" Kita singgah di pusat kota itu dulu ya , saya pengen makan jagung bakar disana . Lagian belum malam banget baru jam setengah 9 . Mau ya Ri temanin saya sebentar aja deh " pinta Hendri .


" Ya udah deh , tapi janji ya sebentar aja " Ria mengiyakan permintaan Hendri .


" Siap bu bos , nanti sebelum jam 10 kamu pasti sudah sampai di kosmu " Hendri bersemangat .


Tak selang berapa lama , Hendripun memarkirkan mobilnya di tempat parkir . Mereka berdua menyeberang jalan untuk ke warung jagung bakar yang ingin di beli Hendri . Sampai di tenda warung jagung bakar Hendripun memesan 2 jagung bakar untuknya dan Ria . Hendri juga memesan 2 wedang sekoteng untuk menghangatkan tubuh di udara malam ini yang terasa dingin .


Setelah selesai memesan , Hendri pun menghampiri Ria yang sudah duduk di tempat yang Ria pilih . Dilihatnya Ria sedang memandang ke arah samping tapi pandangannya kosong .


" Dingin banget ya Ri malam ini " ucap Hendri memecah lamunan Ria sambil mengelus lengannya agar terasa hangat . Malam ini Hendri hanya memakai baju kasual . Hendri hanya memakai kaos P**o yang ditutup jaket jeans dan celana jeans panjang . Hendri memang seorang laki - laki yang lebih santai , humoris dan baik ketimbang Yuda . Dengan perawakan Hendri yang tinggi dengan rambut pendek yang disisir rapi memakai pome , wajah putih oriental terlihat Hendri adalah laki - laki yang tegas dan kaku dari luarnya . Padahal aslinya Hendri orang yang sangat lucu dan suka membuat kekonyolan .


" Lumayan dingin mas . Untung aku pakai baju agak panjang lengannya jadi ga terlalu dingin " balas Ria .


" Kamu sedang memikirkan apa ? kejadian tadi ga usah dipikirin " pinta Hendri .


" Aku ga mikirin kejadian tadi kok . Cuma lagi memikirkan hal yang lain " bohong Ria sambil memalingkan pandangannya . Ria berusaha membohongi Hendri padahal dia sedang memikirkan kejadian tadi yang sangat membuatnya sakit hati .


" Jangan bohong , kamu ga pinter buat berbohong " ujar Hendri .


" Beneran mas . Aku cuma mikir bagaimana nanti kalau aku ketemu bu Lina lagi pasti rasanya akan berbeda " jujur Ria .


" Tante Lina ga bakalan deh berubah sikap sama kamu . Kamu juga ga usah ga enak hati sama tante Lina . Tante Lina pasti bisa memahami apa yang kamu rasakan Ri " hibur Hendri .

__ADS_1


" Semoga ya mas hubunganku dan bu Lina ga berubah . Aku sudah menganggap bu Lina kayak orang tua ku sendiri . Disini aku hidup sendiri , ada bu Lina bisa mengobati rasa kangenku pada keluargaku mas " harap Ria .


Hendri hanya menganggukan kepalanya .


" Ngomong - ngomong mas , dari tadi tuh aku penasaran kayaknya aku tuh pernah ketemu sama kamu deh tapi aku agak lupa ketemu dimana " Ria mencoba mengingat - ingat sambil mengetuk - ngetukkan jarinya ke dagu tanda berpikir .


" Masa sih , dimana ? aku hanya sibuk kerja sama Yuda . Paling kalau libur aku suka jalan - jalan sambil hunting foto saja sih " ucap Hendri . Hendri memang bekerja dengan Yuda sebagai assisten pribadi Yuda . Makanya Hendri sangat dekat dengan Yuda dan keluarganya .


" Foto ? Hhhmm apa mas Hendri pernah mendatangi sebuah taman di suatu daerah agak jauh dari sini beberapa waktu yang lalu ?" tanya Ria .


" Hhhmmm iya , beberapa waktu lalu aku keluar kota ini dan mengunjungi sebuah taman untuk mencari spot foto " jawab Hendri .


" Brarti benar aku pernah lihat mas Hendri di taman itu . Jangan - jangan mas Hendri yang waktu itu ga sengaja aku tabrak dengan sahabatku itu " ingat Ria .


" Hhhmmm emang sih waktu di taman itu aku bertabrakan dengan 2 gadis . Itu kamu ?" kaget Hendri .


" Hehehehe . . . kayaknya iya mas . Piss !!" Ria sambil mengacungkan 2 jari nya membentuk V .


" O kamu ternyata cewek yang udah salah tapi ga mau minta maaf itu " .


" Aku udah minta maaf ya , tapi mas Hendri saja yang nyebelin . Tapi tau ga mas temenku tuh terpesona lho samamu " ucap Ria .


" Aku mah engga yang ada sebel sama mas Hendri waktu itu " jawab Ria sambil tersenyum .


" Masa sih ga naksir , cowok secakep gini kok ga naksir neng " goda Hendri .


" Mas Hendri ih " sebal Ria . Pesanan meteka berdua pun datang . Ria langsung menyambar wedang sekotengnya untuk menghangatkan badannya yang sudah terasa kedinginan .


" Kamu kedinginan Ri ?" tanya Hendri . Ria hanya mengangguk dan terus fokus meminum wedang hangat itu .


" Apa mau pakai jaketku ?" Hendri menawarkan jaketnya .


" Ga usah mas , minum ini badannya jadi agak anget . Kalau jaket mas Hendri dipakai aku nanti mas Hendri lagi yang kedinginan " tolak Ria .


" Ya udah kita habiskan dulu jagung dan minuman ini , habis itu aku antar kamu pulang biar ga kelamaan dan tambah dingin " ucap Hendri lagi . Ria hanya mengangguk .


Setelah 30 menit berlalu jagung bakar dan minuman pun habis di lahab mereka berdua . Akhirnya mereka beranjak menuju mobil yang terparkir diseberang jalan tadi .

__ADS_1


Saat di dalam mobil Ria pun menanyakan tentang Yuda kepada Hendri .


" Hmm , mas apa aku boleh tanya sesuatu padamu ?" tanya Ria .


" Boleh lah Ri " jawab Hendri sambil fokus mengendarai mobil yang mulai melaju .


" Mas Hendri kan udah kenal Tuan Yuda lama . Aslinya tuan Yuda itu orang nya bagaimana sih ?" tanya Ria .


" Ada yang penasaran nih sama Yuda " goda Hendri .


" Ish mas Hendri ih bukannya jawab malah godain aku terus " sebal Ria .


" Hahaha . . . bercanda Ri . . . Yuda itu sebenernya orang yang baik , ceria dan ga kaku dan dingin kayak sekarang ini . Tapi setelah kejadian ditinggal selingkuh calon istrinya itu merubah semua sudut pandangnya . Ia memergoki calon istrinya berselingkuh dengan lawan bisnisnya di sebuah hotel . Padahal tinggal 1 bulan lagi mereka akan menikah tapi apalah daya Yuda terlanjur sakit hati memutuskan membatalkan pernikahannya . Mulai dari itu sikap Yuda berubah drastis , Yuda menjadi orang yang kaku , dingin dan acuh apalagi kalau menyangkut tentang wanita , dia paling malas membahasnya . Makanya sampai umur 30th ini Yuda belum mau menikah karena masih trauma dengan kejadian itu . Untuk melupakan kejadian itu Yuda mengalihkan fokusnya dengan menyibukkan dirinya dengan pekerjaan . Itulah yang menjadi alasan tante Lina mau menjodohkanmu dengan Yuda . Tante Lina percaya padamu , kamu wanita yang baik , sopan dan berakhlak baik . Tante Lina yakin kamu ga akan menyakiti putra satu - satunya itu " jelas Hendri panjang lebar .


" Tante Lina dan Om Hanan sangat berharap segera memiliki seorang cucu dari Yuda " tambah Hendri


" Tapi kenapa ya bu Lina ga nambah anak lagi setelah melahirkan tuan Yuda ? padahal kalau dilihat - lihat umurnya belum tua - tua banget " heran Ria .


" Karena tante Lina sudah ga bisa mengandung lagi Ri . Rahim tante Lina diangkat bersamaan saat melahirkan Yuda dulu . Makanya tante Lina tidak bisa mengandung lagi " jelas Hendri lagi .


Ria terkejut akan penjelasan Hendri tentang kondisi ibu Lina . " Rahimnya diangkat mas ? emang rahim nya kenapa ?" tanya Ria .


" Kalau ga salah karena ada masalah hormon . Aku juga ga tau pastinya . Aku juga tau dari tante Lina sendiri yang cerita . Makanya aku pun dianggap seperti anaknya sendiri sama tante Lina . Kalau tante Lina merasa kesepian selalu menyuruhku datang hanya untuk mendengarkan curhatnya . Tante Lina kadang merasa sendirian karena suami dan anaknya sibuk bekerja . Aku terkadang merasa kasian dengannya " Iba Hendri .


" Pantas ya mas hampir tiap hari bu Lina itu datang ke tokoku dan memintaku menemaninya ngobrol . Kadang kalau ke toko sampai lama sekali . Untung bos ku ga keberatan aku menemani bu Lina . Kalau ga habis aku " timpal Ria .


" Ya ga bakal keberatan lah Ri bos mu itu . Wong toko itu separuhnya milik tante Lina " jawab Hendri lagi .


Ria pun dibuat terkejut lagi dengan pernyataan Hendri itu , " Hah yang bener mas ? tapi kalau ke toko bu Lina selalu membayar tagihannya itu seperti pembeli - pembeli lainnya " seru Ria .


" Ya harus bayar dong Ria , emang walaupun itu miliknya terus bisa seenaknya makan atau minum . Ya ga bisa dong kayak gitu , bisa rugi nanti toko itu " ucap Hendri sambil terkekeh .


Mobilpun sampai di depan gang kosan . Jangan tanya kenapa Hendri bisa tau tempat kosan Ria . Yang pasti Ria lah yang sudah memberi tahu .


" Aku turun di sini aja mas . Terimakasih ya mas sudah mau mengantarkan aku " pamit Ria sopan . " Terimakasih juga traktiran jagung bakar nya tadi " .


" Sama - sama Ri , sampe ketemu lagi ya " ucap Hendri .

__ADS_1


" Iya mas , hati - hati di jalan ya . Selamat malam " jawab Ria sambil melepas sabuk pengaman dan membuka pintu untuk keluar .


" Malam juga Ri , semoga mimpi indah ya malam ini " timpal Hendri .


__ADS_2