Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Pertemuan Malam


__ADS_3

Waktu makan malam dan pertemuan bersama pun tiba . Ria dan Arin sedang bersiap di kamar kosnya . Mereka sedang mempercantik diri dengan selera pakaian masing - masing . Kali ini Ria memilih memakai gaun panjang berwarna biru muda dengan lengan panjang yang ketat sampai di bawah siku dengan potongan leher berbentuk V serta hiasan bordiran bunga yang simpel di pinggang dan ujung gaun itu . Ria sengaja membelinya waktu istirahat siang saat kerja tadi . Dia merasa tidak enak hati kalau harus meminjam pakaian Arin lagi . Gaun itu terlihat sederhana tapi anggun apalagi saat di pakai Ria bentuk tubuh ramping Ria membuat gaun itu bertambah indah di pandang .


Tak lupa Ria juga merias wajahnya dengan riasan natural kegemarannya . Rambutnya ia gulung seperti sanggul lalu rambut bagian depan di lepas sedikit lalu di curly jadi terlihat leher jenjangnya . Tak lupa dia juga sudah menyiapkan sebuah sepatu wedges yang tidak terlalu tinggi . Ria memang type wanita yang tidak bisa memakai sepatu hak tinggi . Tampilannya menjadi lebih anggun .


Sedangkan Arin dia memilih memakai gaun biru navy yang panjangnya hanya sampai di bawah lutut dan bagian badannya lebih ketat sampai lekuk tubuhnya pun terlihat dengan berlengan pendek sebahu . Tak lupa dia merias wajahnya dengan riasan natural seperti kegemarannya . Rambut panjangnya dia biarkan tergerai dengan sedikit di curly di beberapa bagian . Membuat tampilannya terlihat lebih dewasa . Arin berencana memakai sepatu highheels tp yang tidak begitu terlalu tinggi .


Setelah selesai bersiap diri mereka pun berjalan keluar menghampiri seseorang yang sudah menunggu mereka dengan sabar . Saat mereka mendekati sebuah mobil , laki - laki itu terpesona melih dua wanita yang berjalan menghampirinya .


" MasyaAllah bidadari - bidadari ini membuat mataku sulit di pejamkan . Kenapa mereka begitu cantik sekali . Ya Allah kuatkan hati dan pikiran ini " gumam Hendri dalam hatinya sambil matanya tidak berkedip dan melihat ke arah Ria dan Arin .


" Selamat malam mas Hen , ayo kita berangkat . Kami sudah siap nih " Ria menyapa Hendri sedangkan yang di sapa masih terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka dan mata yang tidak berkedip sedikit pun membuat Ria dan Arin saling pandang karena bingung .


" Mas , mas Hendri !!! " Ria mencoba menyadarkan Hendri dari lamunannya . Tapi Hendri tidak bergeming malah sekarang Hendri hanya memandang Arin seorang .


" Kau begitu cantik , ingin rasanya ku memilikimu " Hendri masih di dalam lamunannya .


Ria yang melihat tingkah Hendri hanya bisa menggelengkan kepalanya dan menahan senyumannya . Karena sudah sedikit lama menunggu Hendri sadar dari lamunannya , Ria pun mencoba mengagetkannya kembali .


" MAS !!!! " teriak Ria sambil memukul pelan bahu Hendri .


Hendri yang di kejutkan pun akhirnya sadar dari lamunannya .


" Eh iy - iya ada apa Ri ? kalian sudah dari tadi di sini ? " tanya Hendri gugup .


" Dasar laki - laki engga bisa sedikit saja melihat wanita cantik sedikit langsung deh pikirannya kemana - mana . Kita udah dari tadi tahu , capek nih nungguin mas Hendri yang sedang memikirkan sesuatu . Hayo mikirin apa pasti yang aneh - aneh kan " goda Ria .


" Ish suudzon aja kamu . Aku hanya mengagumi ciptakan Allah yang cantik dan manis ini . Kan sayang kalau di angguri aja " kilah Hendri sambil tersenyum .


" Dasar mata kranjang . Udah ih ayo capek nih berdiri terus dari tadi " keluh Ria sambil dia membuka pintu bagian belakang .


" Lho Ri kok kamu yang di belakang ? " seru Arin yang dari tadi hanya diam saja .


" Udah sih sama aja lagian aku udah duduk di sini malas ah buat pindah - pindah . Kamu aja Rin yang duduk di depan biar laki - laki itu tidak merasa jadi supir kita " ucap Ria sambil menutup pintu mobil itu .


" Terimakasih Ri , tahu aja kamu kalau aku lagi pengen deket - deket sama dia " gumam Hendri dalam hati .


" Tapi Ri - " ucapan Arin terpotong dengan ucapan Hendri .


" Sudah Rin biarin aja , lagian aku juga engga bakalan ngapa - ngapain kamu tenang aja . Ayo kita berangkat , silahkan masuk " ucap Hendri sambil dia membukakan pintu depan untuk pujaan hatinya itu .


" Ya sudah deh , terimakasih " Arin pun akhirnya menerimanya . Hendri merasa begitu bahagia malam ini .


Setelah menutup pintu untuk Arin , Hendri pun berputar sedikit menuju pintu bagian pengemudi . Dia langsung masuk dan mereka pun akhirnya berangkat ke kediaman Tuan Hanan .


Di dalam perjalanan suasananya hening . Tidak ada seorang pun yang membuka pembicaraan . Hendri sedang fokus melihat jalan di depannya dengan sesekali melirik wanita di sampingnya . Sedangkan yang di lirik hanya memandang keluar dari jendelanya . Sedangkan Ria sedang sibuk dengan ponselnya . Dari tadi terdengar suara ponselnya . Sepertinya dia sedang mengirim dan membalas pesan dengan seseorang . Wajahnya pun berubah sedikit murung setelah menerima pesan tadi . Sesekali dia memandang keluar mobil dengan mata yang berkaca - kaca entah apa yang ia pikirkan . Setelah memandang keluar ia kembali melihat pesan yang masuk kembali . Hendri yang melihat dari kaca spion sedikit curiga dengan perubahan mimik wajah Ria .


" Ria kenapa kok setelah menerima beberapa pesan wajahnya berubah begitu ? " gumam Hendri dalam hati .


" Nanti saja aku tanya dia " .


Arin yang sedang melihat kedepan tanpa sengaja melirik Hendri , dan dia melihat jika Hendri sedang memandangi Ria dari kaca spionnya .


" Seterpesonanya dia dengan Ria sampai sekarang pun yang ia pandangi hanya Ria saja . Aku memang tak secantik Ria " gumam Arin salah paham . Arin berpikir kalau Hendri memandang Ria karena kagum akan kecantikannya padahal Hendri sedang memikirkan apa yang sednag terjadi dengan sahabatnya itu . Arin tidka tahu saja yang dikagumi Hendri dari tadi adalah dirinya .


Setelah beberapa saat berlalu mereka pun telah sampai di kediaman Hanandi . Hendri menghentikan mobilnya pas di depan teras rumah besar itu . Ria dan Hendri pun keluar hampir bersamaan . Setelah itu Arin keluar dengan raut wajah kagum akan kemegahan rumah itu .


" Wah rumahnya besar sekali , tamannya pun rapi dan indah sekali " puji Arin dengan wajah yang mendongak ke atas melihat kemewahan rumah Hanan tersebut .


" Rin , apaan sih norak banget . Jangan begitu lah jaim sedikit kenapa " tegur Ria . Padahal dulu waktu pertama datang ke sini pun Ria tidak jauh berbeda dengan Arin . Dia juga takjub akan kemegahan dan kemewahan rumah itu .


" Biarin emang kenapa ? aku kan hanya mengagumi rumah ini saja . Emang waktu pertama kamu ke sini kamu tidak melakukan seperti yang aku lakukan ? Pasti kamu juga melakukan yang sama kan " ucap Arin .


"Hehehe iya juga sih , tapi aku pendam jadi tidak terlihat " kilah Ria .


" Huuu dasar " Arin pun menyoraki sahabatnya itu . Hendri yang melihat tingkah dua wanita di sampingnya hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya . Tapi dia merasakan kalau Ria sedang tidak baik - baik saja . Walaupun Ria tersenyum atau tertawa terlihat hanya senyum dan tawa yang terpaksa .


Hendri berniat untuk menanyakannya nanti setelah pertemuan ini selesai .

__ADS_1


" Sudah ayo masuk , apa kalian mau di sini terus . Tante Lina pasti sudah menunggu kita di dalam " ajak Hendri .


" Ya sudah ayo Rin " Ria pun berjalan menuju pintu utama rumah itu . Arin dan Hendri mengikuti langkah Ria .


Di dalam rumah terdengar orang yang sedang mengobrol .


" Assalamualaikum " sapa Ria , Arin dan Hendri bersama .


" Waalaikumsalam eh kalian sudah datang ayo masuk , masuk " Bu Lina yang sedang duduk di ruang tamu pun menyambut kedatangan mereka bertiga dengan berjalan mengarah ke arah mereka bertiga .


" Apa kabar Tanteku yang paling cantik ini ?" goda Hendri sambil salim dan cipika cipiki oleh Lina .


" Dasar anak nakal selalu saja menggoda tante terus . Alhamdulillah tante sehat Hen " jawab Lina .


" Sepertinya tante tambah cantik aja malam ini " goda Hendri lagi .


" Kamu itu kalau menggoda tante paling hobi banget " ujar Lina lagi .


" Anak nakal memuji istri orang di depan suaminya langsung begini . Sini om hukum kamu " Hanan tiba - tiba ikut menghampiri mereka berempat .


" Hehehe ampun Om aku kan cuma bercanda " ucap Hendri sambil mengacungkan dua jari nya berbentu V .


" Apa kabar Om ? " smabung Hendri lagi sambil meraih tangan Hanan untuk ia cium .


" Alhamdulillah om sehat juga Hen " balas Hanan .


" Emang enak kamu di marahi sama si om . Ria Arin apa kabar nak ? ayo silahkan masuk " sapa Lina kepada kedua gadis itu .


Ria dan Arin tersenyum melihat tingkah Hendri dengan kedua orang tua Yuda tersebut .


" Alhamdulillah Bu kami sehat " balas Ria sambil salim dan cipika cipiki dengan Lina .


" Arin juga alhamdulillah sehat Bu " sekarang gantian Arin yang juga mencium punggung wanita paruh baya itu .


" Kalian cantik - cantik sekali . Pantes anak nakal ini dari tadi senyam senyum terus ternyata di temenin dua bidadari toh " Lina membalas godaan Hendri dengan menggoda Hendri balik .


" So pasti Tan , Hendri malam ini serasa ketiban durian runtuh " seloroh Hendri .


" Selamat malam Om , perkenalkan ini sahabat saya Arina Om panggil saja Arin " Ria mencium punggung tangan Hanan sambil memperkenalkan Arin kepada Hanan .


" Nama yang bagus , silahkan masuk nak Arin " Hanan mempersilahkan tamunya untuk masuk .


" Selamat malam tuan , perkenalkan nama saya Arina panggil saja Arin " Arin pun juga mencium punggung tangan Hanan tanda menghormati yang lebih tua .


" Selamat malam juga . Jangan panggil tuan dong , panggil saja sama seperti Hendri dan Ria " ucap Hanan .


" Iya O- om " balas Arin gugup . Dia merasa canggung .


" Tidak perlu canggung nak , ayo masuk sini anggap saja seperti rumahmu sendiri ya " Lina menyadari kecanggungan yang Arin rasakan akhirnya merangkul Arin dan mengajaknya menuju ruang tamu . Dan di ikuti Ria , Hendri dan Hanan yang berjalan di belakang mereka .


" Baik bu " balas Arin sambil melangkah bersama Lina .


Mereka pun melanjutkan mengobrolnya di ruang tamu . Sedangkan Lina sedang menyiapkan minum dan camilan untuk tamu - tamunya . Sedangkan asisten rumah tangganya membantu menyiapkan hidangan untuk makan malam nanti .


" Kalian tadi di jemput Hendri ? " tanya Hanan .


" Iya Om , kemarin kami sudah janjian mau berangkat bersama - sama " jawab Ria .


" Terimakasih sudah mengundang kami kemari Om . Maaf jadi merepotkan " sungkan Ria .


" Om tidak repot kok nak , om malas senang kalau kalian mau sering main ke sini . Di rumah ini kami hanya seringnya berdua saja . Sedangkan Yuda sibuk dengan urusannya sendiri jadi terasa sepi " ucap Hanan .


" Sekarang dimana Yuda Om kok belum kelihatan ? " tanya Hendri .


" Dia ada di kamarnya mungkin sedang bersiap - siap " jawab Hanan .


Lina pun datang dengan membawa satu nampan penuh dengan minuman serta camilan untuk para tamunya .

__ADS_1


" Silahkan nak ini di cicipi " ucap Lina sambil meletakkan secangkir teh dan beberapa piring berisikan cemilan untuk Ria , Arin dan Hendri .


" Terimakasih bu engga usah repot - repot bu " ucap Ria sungkan .


" Tidak repot kok , ayo silahkan di makan . Ini semua ibu yang bikin sendiri lho " balas Lina .


Ria dan Arin pun mengambil cangkir teh itu lalu meminumnya . Mereka lalu mengambil sebuah pastel yang dari kelihatannya menarik penglihatan mereka .


" Hhhmmm enak sekali pastel ini bu , ini ibu bikin sendiri ? " puji Ria sambil memakan pastel yang di ambilnya .


" Iya dong ibu bikin sendiri . Semua ini ibu bikin sendiri Ri " balas Lina sambil menyodorkan sepiring bolu marmer untuk suaminya .


" Wah hemat ibu ini pintar sekali bikin bermacam - macam snack seperti ini " puji Arin .


" Kalau tidak bisa buat makanan seperti ini engga mungkin tante membuka toko kue tempat kalian kerja " Hendri menyambar omongan Arin begitu saja . Membuat Arin terkejut .


" Toko kue itu Bu Lina yang punya ? setahu aku Bu Kartika pemiliknya " tanya Arin tidak percaya .


" Bu Kartika juga pemiliknya saya cuma membantu modalnya saja , kalau yang menjalankan ya Kartika . Jadi pemiliknya kami berdua " jelas Lina kepada Arin .


" Saya malah baru tahu bu " ucap Arin , membuat Ria sedikit terkejut .


" Uhuk uhuk bukannya aku pernah cerita denganmu Rin ? apa malah aku belum cerita ya ? " Ria yang sedang makan pun tersedak karena terkejut dengan ucapan sahabatnya itu . Dia merasa bersalah kalau sampai belum cerita dengan sahabatnya itu .


" Seingatku kamu tidak pernah cerita denganku soal ini deh Ri , makanya aku kaget waktu mas Hendri bilang seperti itu " jelas Arin .


" Berarti aku yang kelupaan tidak cerita denganmu . Maaf deh kalau aku lupa cerita soal ini " Ria menyesali kelakuannya .


" Tidak apa - apa tidka masalah kok" balas Arin .


" Persahabatan kalian memang Top banget ya , jarang lho ibu lihat persahabatan seperti kalian ini " puji Lina kepada Ria dan Arin .


" Lha emang persahabatanku dengan Hendri tidak Top banget ya Ma " tiba - tiba suara Yuda menyahut dari lain ruangan dan terdengar langkah kaki mendekat ke arah ruang tamu .


Yang ada di ruang tamu pun mengalihkan pandangannya ke sumber suara yang terdengar . Ria dan Arin melihat tampilan Yuda malam ini yang begitu menawan .


Malam ini Yuda hanya memakai jas slim berwarna biru navy dengan dalaman kaos polos berwarna biru laut serta celana yang pres badannya serta sepatu yang di pakai tanpa kaos kaki . Tampilannya mengingatkan Ria dan Arin kepada idola koreanya .


" Kalau memakai pakaian yang seperti itu tampilannya sungguh menawan . Tidak di pungkiri tuan Yuda ini memang tampan tapi sayang kadang sikapnya yang nyebelin sekali itu kadang bikin sakit hati " gumam Ria dlama hati .


" Tampan sekali kayak Oppa Oppa korea idolaku , tapi sikapnya kadang bikin orang emosi " gumam Arin dalam hati juga . Ria dan Arin tidak hentinya memandang kagum ke arah Yuda . Membuat Hendri sedikit jengah dengan kelakuan dua wanita ini .


" Woy kalian berdua ini kebangetan ya , lihat aku tadi seperti yang tidak ada kagum - kagumnya . Sekarang giliran lihat Yuda kalian kayak penggemarnya saja " kesal Hendri dan mengejutkan kedua wanita itu dan membuat mereka tersadar dari lamunannya .


" Habis kami bosen lihat mas Hendri terus . Apalagi kami sudah terbiasa dengan tampilan mas Hendri yang seperti ini . Jadi kami tidak terkejut " balas Ria .


" Wah ngeselin ini cewek udah di jemput bukannya terimakasih malah menghina " keluh Hendri . Hanan dan Lina yang melihat pemandangan itu pun hanya tersenyum . Sedangkan Arin terkikik dengan tingkah sahabatnya yang senang ceplas ceplos kalau sudah berbicara .


" Ikhlas engga udah jemput kami , kalau engga ikhlas nyesel nih aku sudah di jemput mas Hendri " goda Ria lagi . Dia hanya berniat untuk mencandai Hendri saja agar suasana hatinya yang sedang gundah sedikit terhibur .


" Wah bener - bener sini kamu aku pithing kepalamu lagi tahu rasa " kesal Hendri lagi sambil ingin berusaha menangkap Ria . Ria pun bersiap - siap untuk melarikan diri dari tangkapan Hendri . Membuat yang melihat tingkah mereka tertawa bahagia .


" Enak aja aku udah dandan cantik gini amu di berantakin " Ria pun menjauh dari Hendri .


" Sudah - sudah kalian ini seperti anak kecil saja sih . Tapi kalian lucu juga " ujar Lina sambil tertawa melihat tingkah Hendri dan Ria .


" Mama belum jawab pertanyaanku tadi " ucap Yuda mengalihkan pembicaraan .


" Pertanyaan yang mana ? " tanya Lina balik .


" Ya itu tentang persahabatan aku dengan Hendri emang tidak TOP ? " ucap Yuda .


" Persahabatan kalian mah biasa saja . Yang ada mah kalian sering sekali berantemnya dari pada berkawannya . Iya kan Pa ? " jawab Lina dengan meminta dukungan dari suaminya juga .


" Betul apa yang Mama mu ucapkan " Hanan pun mendukung apa yang di ucapkan sang istri . Ria dan Arin yang mendengar pun hanya tertawa bersama .


" Ish Mama ih bukannya mendukungku malah jawab begitu " keluh Yuda .

__ADS_1


" Iya nih Tante , habis sudah wibawaku di depan dua wanita sableng ini " keluh Hendri juga .


" Enak aja ngatain orang sableng , situ engga ngaca apa , situ lebih sableng dari kita " balas Ria . Membuat Hanan dan Lina tertawa terbahak - bahak .


__ADS_2