
Demi membahagiakan keluarganya Ria dan Yuda mengajak keluarga Ria berjalan - jalan ke pusat kota kelahirannya itu . Awalnya Bu Dewi menolak ajakan sang anak dan menantu , namun setelah di bujuk oleh ketiga anaknya akhirnya Bu Dewi pun menuruti keinginan anak - anaknya itu .
Setelah sholat ashar , mereka pun bersiap - siap karena jarak dari rumah ke pusat kota paling tidak menghabiskan waktu 45 menit . Randi dan Dinda sangat bersemangat .
" Ayo , cepetan Din nanti di tinggal lho ." teriak Randi dari ruang tamu .
" Iya sabar sebentar lagi juga selesai . " balas Dinda .
" Dasar kemayu , wong arep mlaku - mlaku thok wae kok semang dandan . " gerutu Randi
( " Dasar centil , cuma hanya mau jalan - jalan aja kok dandan segala ." )
" Yo wes ben , sirik wae dadi wong . " balas Dinda keluar dari kamarnya dan menghampiri anggota keluarganya yang lain .
( " Biarin aja , sirik aja jadi orang ." )
Bu Dewi dan Ria hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan adiknya . Sedangkan Yuda hanya tersenyum melihat kehebohan kedua adik iparnya . Dalam hati dia merasa senang dna bersyukur bisa merasakan kehangatan di keluarga sang istri .
" Mungkin begini ya rasanya kalau punya saudara . Bersyukurnya aku bisa menjadi anggota keluarga ini . " batin Yuda dalam hati .
" Kalian ini bertengkar terus kerjaannya ." ucap Bu Dewi .
" Mas Randi tuh bu yang mulai . Dinda kan perempuan jadi harus kelihatan cantik dong biar engga kelihatan kusem ." balas Dinda menyalahkan sang kakak laki - laki .
Randi yang mendengar sang adik mengadu pun hanya bisa menatap tajam adik bungsunya itu .
" Udah - udah engga usah di lanjut nanti kita engga berangkat - berangkat lagi . " ucap Ria menengahi .
Ria dan Yuda pun keluar rumah diikuti oleh anggota keluarganya yang lain . Yuda segera masuk ke dalam mobil bagian pengemudi . Sedangkan Ria masih menunggu keluarganya yang sedang mengunci rumah .
Saat menunggu ada seorang tetangga yang melintas di depan rumahnya dan tak lupa menyapa sang empunya rumah dengan ramah .
" Eh Bu Dewi bade teng pundi ? Bade tindakan geh ? " tanya sang tetangga .
( " Eh Bu Dewi mau kemana ? Mau berpergian ya ?" )
Bu Dewi yang mendengar pun menoleh ke arah tetangganya itu , " Geh bu niki lare - lare bade ngajaki mlaku - mlaku wonten kota ." jawab Bu Dewi sambil berjalan ke arah dekat Ria di depan sang tetangga .
( " Ya bu ini anak - anak mau ngajak jalan - jalan ke kota ." )
" Walah senenge , geh pun monggo mang lanjutke kulo ajeng teng warung riyin ." ucap sang tetangga .
( " Wah seneng nya , ya sudah silahkan dilanjutkan lagi saya mau ke warung dulu ." )
" Geh Bu Sulis monggo , kulo sak keluarga ngerumiyini . " balas Bu Dewi sambil menganggukan kepalanya sopan .
( " Ya Bu Sulis silahkan , saya sekeluarga duluan . ")
" Monggo ." balas Bu Sulis sang tetangga dengan tersenyum .
( " Silahkan ." )
Ria pun membukakan pintu mobil untuk sang ibu dan adik - adiknya . Setelah semua sudah masuk , Ria pun membuka pintu depan di samping sopir untuk menemani sang suami yang sedang mengemudi .
" Sudah sayang ? " tanya Yuda yang menunggu dari tadi di dalam mobil .
" Iya mas sudah , ayo kita berangkat ." balas Ria .
Mobilpun mulai bergerak menjauh dari rumah . Yuda melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang .
Setelah 45 menit berlalu , mereka pun telah sampai di sebuah pusat perbelanjaan . Tempatnya memang tidak begitu besar seperti yang ada di ibukota , tapi pusat perbelanjaan ini satu - satunya terbesar di kota kelahirannya itu .
Setelah mobil berhenti di parkiran mereka semua pun keluar . Bu Dewi tercengang dan sedikit bingung karena beliau belum pernah sekalipun pergi ke pusat perbelanjaan tersebut . Sedangkan Randi dan Dinda begitu senang saat sang kakak mengajaknya ke tempat itu .
" Ayo Bu masuk , ini kita mau belanja dulu atau mau makan dulu ? " tanya Ria sambil berjalan masuk ke pusat perbelanjaan tersebut diikuti oleh keluarganya yang lain .
__ADS_1
" Mau belanja apa tho Ri , mbok engga usah . Jangan boros - boros ." balas Bu Dewi .
" Lha trus ibu maunya apa ? Mau langsung makan ? " tanya Ria bingung .
" Mbok engga usah makan di sini apsti mahal - mahal . Makan di warung pinggir jalan aja Ri ." tolak Bu Dewi lagi . Ria dan Yuda hanya tersenyum oleh penolakan sang ibu .
" Ih ibu masak udah jauh - jauh ke sini makannya di pinggir jalan juga . Kita jalan - jalan aja dulu bu , siapa tahu nanti ada sesuatu yang ibu pengen . " ucap Dinda sedikit kesal .
" Ibu engga pengen apa - apa Din . Lagian tadi juga udah di kasih oleh - oleh sama mbakmu masak sekarang juga minta yang macem - macem ya engga enak lah . " balas Bu Dewi jujur .
" Engga apa - apa Bu , nanti kalau ada yang ibu pengen bilang aja ya jangan sungkan . " timpal Yuda sambil tersenyum ke arah sang mertua .
" Engga usah repot - repot nak Yuda , oleh - oleh dari nak Yuda juga sudah cukup buat ibu ." balas Bu Dewi .
" Ya sudah kalau ibu engga pengen apa - apa . Sekarang aku tanya Randi sama Dinda aja , kalian pengen apa dan kemana ? " ucap Ria lembut sambil menoleh ke arah sang adik .
" Hmm kalau boleh kita pengen mainan di timez*ne itu mbak . Kita belum pernah sekalipun main ke sana ." balas Randi diikuti oleh anggukan sang adik satu - satunya .
" Oke let's go kita ke sana . " ucap Yuda bersemangat .
Mereka pun berjalan ke arah tempat yang menyediakan wahana bermain .
Setelah sampai Bu Dewi sedikit terkejut .
" Kalian mau mainan kayak gitu ? Kayak anak kecil aja . " ucap Bu Dewi .
" Kita kan emang masih kecil bu , nyatanya kita belum pernha main ke tempat seperti ini ." bantah Dinda .
" Sudah biarkan saja bu mereka main - main di sini . Ayo ibu ikut Ria aja kalau gitu . Randi sama Dinda biar sama Mas Yuda main di sini . " ucap Ria menengahi .
" Iya bu , ibu ikut saja dengan Ria biar engga bosen . Biar saya yang menemani mereka di sini . " ucap Yuda menimpali ucapan snag istri .
" Ya sudah ibu ikut kamu aja Ri . " balas Bu Dewi .
" Kita jalan - jalan dulu ya mas . Nanti kalau sudah selesai kabari aku . " pamit Ria kepada Yuda .
Ria pun menggandeng tangan sang ibu sambil berjalan pelan dan melihat - lihat . Ria ingin mengajak sang ibu ke suatu tempat .
Setelah berkeliling akhirnya mereka sampai di tempat yang di tuju . Ria pun berhenti dna mengajak sang ibu untuk singgah sebentar ke tempat tersebut .
" Kita mau ngapain ke sini Ri ? Kamu mau beli perhiasan ? " tanya sang ibu bingung .
" Iya bu , nanti bantu Ria milih ya bu . " uca Ria sambil menghampiri SPG toko tersebut .
" Selamat sore dan selamat datang di toko kami ibu . Bisa saya bantu ? " ucap SPG tersebut dengan ramah .
" Mbak saya mau nyari 1 set perhiasan ada ? " tanya Ria .
" Ada ibu , kami memiliki beberapa macam modelnya . " balas SPG .
" Bisa saya lihat mbak , siapa tahu ada yang sesuai keinginan ? " tanya Ria lagi .
" Bisa bu , sebentar saya ambilkan dulu barang - barangnya . " jawab SPG sambil berjalan ke etalase lain untuk mengambil permintaan Ria .
Bu Dewi hanya diam sambil melihat - lihat macam - macam perhiasaan yang ada di dalam etalase .
Tak menunggu lama , SPG itu pun telah kembali di hadapan Ria dan Bu Dewi sambil membawa beberapa kotak perhiasan .
" Ini bu model - model 1 set perhiasan di toko kami silahkan di pilih . " ucap sang SPG .
Ria pun melihat satu per satu perhiasan yang ada di dalam kotak tersebut .
" Menurut ibu bagus yang ini atau yang ini ? " tanya Ria kepada sang ibu .
" Hhmmm kalau ibu menurut ibu bagus yang ini karena modelnya simpel jadi engga terlihat norak . Tapi ya semua terserah sama kamu siapa tahu selera kita engga sama . " balas Bu Dewi .
__ADS_1
Ria pun melihat dan meneliti set perhiasan yang sang ibu pilih .
" Iya ya bu kalau model simpel begini itu engga lekang oleh zaman . Ya udah aku ambil yang ini aja ya bu ? " tanya Ria .
" Ya terserah kamu kan yang punya uang kamu dan yang makai nanti juga kamu ." balas Bu Dewi . Ria hanya membalas dengan senyuman .
" Saya ambil yang ini mbak . Minta bill nya ya ." ucap Ria kepada SPG .
" Siap bu saya siapkan billnya dulu . " balas sang SPG sambil merapikan kotak - kotak perhiasaan yang ada dan membawa perhiasaan pilihan Ria ke kasir .
Sambil menunggu Bu Dewi pun melanjutkan melihat - lihat lagi . Ria hanya tersenyum ke arah sang ibu .
" Maafkan Ria bu sudah membohongi ibu . Namun jika Ria jujur , ibu pasti akan menolak pemberian Ria dan mas Yuda ini . " ucap Ria dalam hati sambil melihat ke arah sang ibu .
Beberapa saat kemudian , SPG tersebut berjalan ke arah Ria lagi .
" Ini bu billnya , mau pakai cash , debit atau kredit card ? " tanya SPG sopan .
" Hmmm pakai ini bisa mbak ? " ucap Ria smabil mengeluarkan blackcard yang di berikan sang suami kepadanya .
SPG yang melihat blackcard itu pun sedikit bingung . Karena belum pernah melihat kartu seperti itu .
" Sebentar ya ibu saya tanyakan ke bagian kasinya mari ikuti saya . " ucap SPG sambil membawa blackcard Ria . Ria pun mengikut SPG tersebut dari luar etalase .
Sampai di depan meja kasir , SPG tersebut pun memperlihatkan ke petugas kasir sambil menanyakan perihal kartu tersebut . Petugas kasir pun juga sedikit bingung , akhirnya ia pun menelepon sang manager . Tak menunggu lama , manager toko pun datang dan mendekati meja kasir .
" Gimana Ayu ? " tanya manager .
" Ini pak ada yang mau membayar pakai kartu ini apa bisa ? " jawab petugas kasir yang bernama Ayu itu balik tanya .
Manager pun melihat blackcard Ria . " Sangat bisa , ini tuh kartu tanpa limit jadi sangat bisa jika hanya membeli 1 set perhiasan . Bahkan kalau yang memiliki kartu ini ingin membeli toko ini pun bisa memakai kartu ini . " jelas sang manager .
Ayu dan SPG yang mendengar pun hanya bisa melongo mendengar penjelasan sang manager .
" Siapa yang memiliki kartu ini ? Seharusnya kalian kasih fasilitas VIP . " tanya manager itu lagi .
SPG itu pun menunjuk ke arah Ria yang sedang melihat ke arah sang ibu . Sang manager yang melihat ke arah telunjuk SPG pun mengerutkan dahinya .
" Ah masak sih wanita sederhana itu yang mempunyai kartu ini . Aku rasa mustahil sekali . " gumam manager dalam hati .
" Ya sudah selesaikan transaksinya , jangan membuat pelanggan lama menunggu . " ucap sang manager sambil berjalan ke arah Ria .
SPG itu dan Ayu petugas kasir pun menyelesaikan tugas mereka .
Manager itupun sudah berdiri di depan Ria .
" Mohon maaf ya ibu kalau pelayanan kami sedikit lama karena tadi ada sedikit hambatan ." sapa sang manager kepada Ria .
" Ah tidak apa - apa pak . Kami juga masih memiliki banyak waktu . " balas Ria santai .
" Maaf sebelumnya ibu , kalau boleh tahu ibu memiliki kartu seperti itu dari mana ya ? Saya kok juga pengen memiliki kartu seperti itu . " tanya manager bohong untuk menyelidiki asal kartu tersebut .
" Oh itu kartu , saya di kasih sama suami saya pak . Katanya kalau mau belanja atau beli sesuatu di suruh pakai kartu itu saja . Memang kartu nya bermasalah ya pak ? " tanya Ria balik .
" Oh tidak bu , tidak ada masalah kok . " balas sang manager .
SPG tadi pun berjalan ke arah Ria dan manager sambil membawa pesanan Ria .
" Ini bu pesanan anda dan ini kartu anda ." ucap SPG itu sambil menyodorkan paperbag dan blackcard nya Ria .
" Terimakasih mbak . " balas Ria sambil mengambil blackcarnya dan meraih paperbagnya .
" Kalau begitu kami permisi , terimakasih atas pelayanannya . " pamit Ria sambil berdiri dan berbalik badan .
" Sama - sama bu , jangan kapok ya belanja di tempat kami . " balas sang manager .
__ADS_1
Ria pun berjalan keluar dari toko perhiasan tersebut bersama Bu Dewi . Manager toko dna SPG tersebut masih melihat punggung Ria yang berjalan menjauh .
" Pelajaran untuk kita , jangan melihat orang itu dari luarnya saja . Karena kita tidak pernah tahu isi di dalamnya . " ucap sang manager lirih tapi masih bisa di dengar oleh SPG dan karyawan toko lainnya . Mereka pun dengan kompak menganggukan keplaa karena setuju dengan apa yang di ucapkan snag manager .