
Jam sekarang menunjukkan pukul 7 pagi . Tapi sampai sekarang Yuda masih terlelap dari tidur nyenyaknya . Dia melewatkan sholat subuh . Ria yang sedang sibuk menyiapkan sarapan pun sampai lupa untuk membangunkannya .
" Ri , suamimu mana ? apa belum kamu bangunkan ? " tanya ibu Dewi kepada Ria saat ia lewat dapur mauke kamar mandi .
" Hah . . . Astaghfirullah bu , aku lupa untuk membangunkannya !!! " seru Ria teringat kesalahannya .
" Ya Allah Ri gimana sih kamu . Ibu kira tadi sudah kamu bangunkan . Terlewat sudah dia engga sholat subuh " ucap Bu Dewi .
" Ya maaf bu bagaimana lagi namanya lupa " balas Ria .
" Ya sudahlah , sudah terjadi juga mau bagaimana lagi " ujar Bu Dewi lagi .
" Kamu sudah selesai masaknya ? " tanya Bu Dewi lagi .
" Ini sudah bu , tinggal mensajikan saja " jawab Ria .
" Ya sudah kamu siapkan di luar dulu , ibu mau ke kamar mandi terlebih dulu " perintah Bu Dewi sambil berjalan masuk ke kamar mandi .
" Baik bu " balas Ria sambil membawa masakannya keluar .
Di ruang tengah ada Hendri yang sedang duduk lesehan dengan menatap serius ke arah laptopnya . Hendri sedang mengerjakan pekerjaannya yang tersisa .
" Sarapan mas Hen " ucap Ria sambil meletakkan masakannya di atas tikar .
" Iya Ri terimakasih sebentar nih nanggung . Sambil nunggu yang lain kumpul dulu " balas Hendri sambil masih menatap laptopnya .
" Yuda mana Ri ? belum bangun ? " tanya Hendri .
" Kayaknya mas , dari tadi belum kelihatan batang hidungnya " jawab Ria yang masih sibuk dengan tugasnya .
" Kebiasaan deh anak itu , kalau sudah tidur lupa segalanya " ucap Hendri lagi .
" Ayo mas sudah siap nih " ajak Ria .
Keluarga Ria yang lain pun sudah berkumpul . Dinda yang sudah merasa sehat pun ikut berkumpul juga . Randi yang sedang libur juga ikut berkumpul untuk sarapan bersama .
Ibu yang sudah selesai dari kamar mandi pun ikut bergabung sarapan dengan para keluarganya dan Hendri .
" Suami kamu tidak kamu bangunkan saja Ri ? sudah jam 7 lho " tanya Bu Dewi .
" Biarkan saja dulu bu , kasihan kalau di bangunkan mungkin memang masih lelah " ucap Ria acuh .
" Ya sudahlah biarkan dia istirahat dulu . Sudah 2 hari dia kurang istirahat " balas Bu Dewi lagi .
Akhirnya mereka pun melanjutkan acara sarapannya dengan di selingi bersenda gurau .
Beberapa saat berlalu mereka pun selesai sarapan dan mereka melanjutkan pekerjaan mereka masing - masing . Para kerabat Ria sedang menyiapkan perlengkapan untuk acara nanti malam sekaligus mempersiapkan untuk acara lamaran Ria nanti .
Ibu , Ria dan Dinda memilih untuk membersihkan rumah untuk menerima tamu acara lamaran nanti .
Sedangkan Hendri memilih untuk masuk ke dalam kamar Randi . Dia masih harus menyelesaikan beberapa pekerjaan yang dibutuhkan untuk pertemuan besok .
Di dalam kamar Ria , ada seorang laki - laki yang masih terlelap dalam tidur nyenyaknya . Walau hanya tidur beralaskan tikar , tubuh yang terasa lelah membawanya tidur terlelap kedalam dasar mimpi yang dalam .
Sampai saat di luar kamar ada seseorang yang tanpa sengaja menjatuhkan sebuah barang yang berbunyi nyaring . Tanpa sengaja membangunkan laki - laki itu dari tidur nyenyaknya itu .
" Astaghfirullah jam berapa ini ? kenapa aku bisa sampai kesiangan seperti ini " ucap Yuda yang terbangun dengan kaget . Ya laki - laki itu adalah Yuda yang kesiangan bangun karena begadang sampai pagi .
" Ya Allah sudah jam 8 aku ketiduran sampai subuh pun terlewatkan " sesal Yuda sambil mengusap wajahnya dengan kasar .
__ADS_1
" Lebih baik aku segera rapikan ini saja dan membersihkan tubuhku dulu " Yuda pun beranjak bangun dan melipat kembali alas tikar dan menaruh bantalnya di atas ranjang .
Yuda pun bergegas keluar dari kamarnya sambil membawa perlengkapan pribadinya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya .
Setelah mandi Yuda pun keluar dari kamar mandi dan berpapasan dengan Dinda .
" Sudah sehat Din ? " tanya Yuda sambil mengusap - usap rambutnya yang masih basah dengan handuknya .
" Alhamdulillah sudah agak mendingan mas " jawab Dinda .
" Apa tidak sebaiknya dibuat istirahat dulu , itu muka kamu masih terlihat sedikit pucat lho " balas Yuda lagi .
" Engga apa - apa mas , Dinda sudah sehat kok . Tadi mbak Ria juga nyuruh Dinda istirahat tapi Dinda ingin membantu mas . Badan rasanya pegel - pegel kalau kebanyakan tiduran " balas Dinda lagi .
" Ya sudah terserah kamu . Nanti kalau sudah capek cepat istirahat dan jangan lupa obatnya di minum biar tambah sehat " Yuda menasehati .
" Iya mas pasti Dinda akan mengerjakan apa yang di suruh mas Yuda . Dinda tinggal dulu ini mau buang sampah " jawab Dinda lagi sambil berpamitan .
" Iya sudah sana . Eh sebentar Din . . . mas mau tanya mbakmu dimana kok engga terlihat ? " tanya Yuda berbisik .
Dinda yang melihat tingkah kakak iparnya itu pun hanya terkikik .
" Ih geli mas , mbak Ria lagi keluar sebentar ke warung katanya mau beli sabun " balas Dinda sambil mengelus telinganya .
" O ya sudah . Ada makanan tidak Din ? aku lapar nih " tanya Yuda lagi .
" Ada mas itu di meja dapur . Mas ambil aja sendiri . Sudah ya Dinda mau buang sampah dulu di belakang " jawab Dinda sambil berjalan ke arah belakang .
Yuda pun memilih mengambil makanan karena perutnya sudah terasa lapar . Setelah di rasa cukup mengambil makanannya , Yuda memilih membawanya ke kamar Randi untuk menemui Hendri yang sedang bekerja .
" Sudah selesai Hen periksa proposal untuk besok ? " tanya Yuda sambil masuk ke dalam kamar dengan membawa piring dan segelas air .
" Iya " jawab singkat Yuda sambil menyuap makanannya .
" Kamu begadang ? " tanya Hendri lagi .
" Iya , lagi engga bisa tidur mikirin jawaban Ria " balas Yuda lagi .
" Engga usah di pikirin , di buat santai saja . Kalau Ria mau pulang bareng ya kita syukuri kalau dia masih ingin di sini ya kita maklumi saja . Lagian juga kan dia masih berduka Yud karena kehilangan Pak Satria . Kita maklumi saja biar dia puas dulu tinggal di sini " hibur Hendri .
" Iya Hen , aku sudah mengikhlaskan kalau memang Ria belum mau pulang denganku . Aku juga sudah tidak terlalu memikirkannya lagi " jawab Yuda sambil memakan makanannya .
" Bagus deh " balas Hendri lagi sambil melanjutkan pekerjaannya lagi .
Di luar kamar kesibukan orang bertambah karena jam sudah mendekati waktu acara lamaran . Kemarin Tuan Hanan memberi tahu , kalau keluarga mereka akan datang sekitar jam 10 pagi .
Di dapur Ria , Bu Dewi , Dinda dan beberapa kerabatnya yang wanita sedang sibuk mempersiapkan makanan yang akan mereka sajikan kepada keluarga Yuda . Ada bermacam - macam jajanan pasar , seperti lemper , kue lumpur , pastel , risol , nagasari dan bolu marmer . Ada yang mereka bikin sendiri dan ada beberapa yang mereka beli di pasar . Sedangkan untuk makanan utamanya mereka menyajikan ayam goreng lengkuas , sambal goreng kentang , mie goreng , cap cay sayur , sama semur bola daging ayam yang mereka masak sendiri .
Hendri dan Yuda masih berada di dalam kamar Randi untuk menyelesaikan pekerjaan mereka . Mereka tidak bisa membantu mempersiapkan karena memang banyak pekerjaan yang harus mereka selesaikan untuk pertemuan besok .
Waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 , semua persiapan telah selesai keluarga itu kerjakan . Kini mereka sedang bersiap - siap untuk menerima tamu dari keluarga Yuda . Yuda dan Hendri juga sudah menyelesaikan pekerjaan mereka . Sekarang mereka sedang bersiap untuk menyambut keluarga mereka .
Ria yang sedang berada di dalam kamar pun sedang bersiap untuk menyambut keluarga Yuda . Walaupun di dalam hatinya belum menerima Yuda sepenuhnya , tapi dia tetap mempersiapkan dirinya sebaik mungkin agar tidak mempermalukan keluarganya sendiri .
Yuda yang ingin mengganti bajunya pun masuk ke dalam kamar Ria untuk mengambil bajunya . Saat masuk , Ria sedang berada di depan meja rias sederhananya . Ria sedang merias wajahnya dengan make up tipis model natural , bibir ranumnya ia olesi dengan lip cream berwarna peach agar serasi dengan baju yang akan ia kenakan . Untuk rambutnya ia memilih untuk menggerainya dengan sedikit ia ikat di tengah menambah kecantikan Ria yang sederhana itu . Ia memilih memakai gamis berwarna peach dengan ada corak batiknya sedikit di beberapa bagian . Tampilan Ria membuat Yuda yang masuk ke dalam kamar terpaku kagum melihat sang istri . Walaupun sederhana tapi terlihat anggun .
Yuda sampai tidak bisa mengedipkan matanya .
" Cantik sekali istriku ini " puji Yuda dalam hatinya .
__ADS_1
Ria yang tersadar ada orang yang masuk pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu kamar . Dan ia sedikit terkejut karena ada Yuda yang sudah berada di sana .
" Hhhmmm . . . maaf tuan ada perlu apa ya masuk ke sini ? " tanya Ria canggung .
" Eh . . . aku cuma mau ambil baju kemejaku saja kok Ri " jawab Yuda sedikit terkejut .
" Oh anda mau ganti baju ya ? ya sudah saya keluar dulu . Saya sudah selesai kok " balas Ria sambil beranjak dan berjalan keluar dari kamarnya .
" Eh . . . iya Ri silahkan " jawab Yuda sambil matanya tidak melepaskan pandangannya ke arah Ria .
" Ini nih yang bikin aku jatuh hati padanya . Ia wanita yang sederhana dan baik . Tidak pernah berlebihan dengan apapun . Tidak pernah berdandan dan semacamnya . Tapi sekalinya dia berdandan . . . Beuh . . . MasyaAllah cantiknya " gumam Yuda dalam hatinya sambil memegangi dadanya yang berdebar karena melihat kecantikan Ria .
Setelah tersadar dari kehaluannya , Yuda pun segera mempersiapkan dirinya . Ia mengambil kemeja lengan panjang berwarna merah maroon dan untuk celana nya ia memilih celana panjang bahan berwarna hitam . Tak lupa ia memakai ikat pinggang . Dan rambutnya tak lupa ia beri pome agar terlihat rapi . Tampilan Yuda kali ini sangat rapi . Tak lupa juga ia menyemprotkan parfum aroma maskulin favoritnya .
Tampilan Yuda kali ini sangat rapi dan memperlihatkan kedewasaan di dirinya . Wajah tampannya terlihat cerah dengan warna berani itu .
Setelah semua persiapannya dirasa cukup , Yuda pun memilih untuk keluar dari kamar . Dia dan Hendri berencana akan menjemput kedua orang tuanya dan sanak saudaranya . Karena jarak hotel tempat mereka menginap tidak terlalu jauh dengan waktu 10 menit saja mereka telah smapai di hotel .
Di lobby sudah berkumpul beberapa keluarga Yuda yang menyempatkan hadir untuk menemani kedua orang tuanya melamar kekasih hatinya itu . Yang ikut tidaklah banyak hanya sekitar 10 orang saja . Karena sesuai permintaan Ria acara hanya akan dilakukan secara sederhana dan hanya keluarga saja yang datang . Untuk menghormati keluarga Ria yang sedang berduka akhirnya Tuan Hanan mengabulkan keinginan menantunya itu .
Setelah 5 menit menunggu akhirnya semua sudah berkumpul dan mereka pun bersiap berangkat menuju ke rumah Ria .
Orang - orang dibagi menjadi 3 mobil . Setelah semua sudah masuk ke dalam mobil . Iring - iringan itu pun berangkat .
Di rumah Ria semua orang sudah berkumpul di ruang tamu dan ruang kleuarga . Dari pihak Ria juga hanya beberapa kerabat yang menghadiri yaitu kerabat yang masih menginap di rumah Ria . Total hanya ada 8 orang kerabat dan untuk perwakilan dari kampung itu , Ibu Ria mengundang Pak Rt , Pak Rw dan 2 orang bapak - bapak yang biasa menjadi imam di mushola kampung itu .
Tak berselang lama iring - iringan mobil Yuda dna keluarganya pun telah sampai di depan rumah Ria . Para tamu yang sudah berada di dalam rumah Ria pun berjalan keluar untuk menyambut besan mereka .
Di mobil paling depan turunlah Yuda , Hendri dan kedua orang tua Yuda , dan di mobil berikutnya turunlah beberapa kerabat yang ikut tadi sambil mereka membawa beberapa bingkisan yang memang sudah di persiapkan dari kemarin .
Yuda dan kedua orang tua nya pun berjalan masuk kedalam rumah dan diiringi oleh kerabat yang lainnya .
" Assalamualaikum " sapa Yuda dan rombongan .
" Waalaikumsalam " jawab keluarga Ria .
" Silahkan masuk Tuan dan Nyonya " ajak seorang kerabat Ria kepada kedua orang tua Yuda .
" Terimakasih bapak dan ibu " balas Hanan .
Mereka semua pun berkumpul di ruang tengah dan ruang tamu . Mereka duduk diatas als tikar yang sudah keluarga Ria siapkan . Suasana kesederhanaan yang tergambar di situasi itu saat ini . Mereka duduk bersila berkeliling dengan posisi keluarga Yuda di kanan ruangan sedangkan keluarga Ria berada di kiri ruangan . Di tengah - tengah mereka ada ruang kosong untuk menaruh bingkisan - bingkisan yang di bawa keluarga Yuda dan untuk menyajikan makanan ringan berupa jajanan pasar yang sudah keluarga Ria siapkan .
Sebelum acara di mulai , mereka saling mengobrol ringan dan bercengkrama . Beberapa saar kemudian acara pun dimulai . Hendri yang di dapuk menjadi MC membuka acara . Setelah mendengar sambutan - sambutan wakil dari kedua keluarga akhirnya sampai ke acara inti .
Ria yang masih berada di dalam kamarnya pun di persilahkan bergabung di tengah keluarga . Dengan di gandeng oleh Dinda dan Sella , Ria berjalan keluar kamar dengan anggunnya .
yuda yang melihat sang istri keluar , memandang kagum dengan kecantikan Ria . Walaupun tadi dia sudah melihatnya tapi rasa kagum itu bertambah . Sella sang sahabat sudah membabtu menambah penampilan Ria agar terlihat lebih cantik lagi . Sella menambahkan memberi beberapa bunga yang ia pasangkan di rambut Ria . Bunga berwarna putih kecil - kecil itu menambah Ria menjadi lebih menawan .
Yuda yang sedang mengagumi kecantikan sang istri itu tanpa berkedip melihat ke arah Ria .
" Wow , itu benar istriku atau bidadari sih ? dengan bunga yang menghiasi rambutnya kecantikan istriku bertambah " gumam Yuda dalam hati .
Bu Lina yang duduk di sebelah Yuda pun melihat putranya yang terpesona oleh istrinya itu pun menggoda Yuda .
" Di lap dulu itu Yud air liur mu sampai keluar begitu " goda Bu Lina sambil terkekeh sambil menyenggol bahu Yuda .
Yuda yang tersadar dari lamunannya pun tanpa sadar mengusapkan tangannya di mulutnya seperti orang bodoh . Orang - orang yang melihat tingkah Yuda pun hanya bisa terbahak - bahak atas tingkah konyol Yyda yang mau saja di goda sang ibu .
" Hahahahahahaha . . . " tawa semua orang melihat perilaku Yuda .
__ADS_1