Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Ijab Kobul


__ADS_3

Ria terdiam mendengar semua perkataan Yuda kepadanya . Setelah beberapa saat , Ria tersadar dari lamunannya dan menghempaskan tangan Yuda yang sedang menggenggam jemari tangannya .


" Lepaskan !!! kamu fikir aku akan menerima semua ini dengan semudah ini ? jangan harap tuan . Tuan sudah berulang kali menolak saya , tuan juga sudah berulang kali menghina saya bahkan menghina keluarga saya . Apa tuan tahu bagaimana perasaan saya saat tuan mengatakan hinaan demi hinaan yang keluar dari mulut kotor anda ? Tidak tuan , saya rasa anda tidak akan tahu perasaan saya . Saya berusaha melupakan semua ucapan anda kepada saya . Dan asal tuan tahu saya bersandiwara dengan mas Hendri hanya ingin membalaskan rasa sakit hati saya atas perbuatan dan perkataan tuan kepada saya . Saya ingin tuan jatuh cinta kepada saya dan saat itu juga saya ingin pergi dari anda . Saya tidak ingin mengenal anda lagi !!! Sekarang tujuan saya sudah tercapai dan silahkan anda pergi dari kehidupan saya . Saya tidak mau melihat muka anda lagi . PERGI !!!! " teriak Ria yang sudah tidak bisa menahan dirinya lagi . Rasa sakit hatinya yang menyesakkan , ia luapkan . Dia sangat kesal dengan apa yang Yuda lakukan . Dengan berteriak dan menangis Ria mencoba menahan emosinya lagi .


" Ri , aku mohon maafkan aku . Aku benar - benar sangat menyesal dengan apa yang aku lakukan . Aku mohon maafkan aku " bujuk Yuda .


" Kenapa baru sekarang anda menyadari kesalahan anda ? Kemana saja anda saat saya harus mengobati rasa sakit hati saya sendirian . Sampai saya harus dirawat di rumah sakit karena memikirkan itu kemana anda " kesal Ria masih dengan menangis . Yuda yang mendengar luapan kekesalan Ria hanya bisa terdiam .


" Saya pergi ke kota tidak untuk mencari pasangan yang kaya ataupun mapan . Saya ke kota untuk mencari pekerjaan agar saya bisa membahagiakan orang tua saya . Saya tidak mempunyai tujuan selain itu . Tapi dengan seenak hati anda , mulut anda yang kotor itu dengan mudah sudah menuduh saya macam - macam . Dan sekarang di saat saya ingin melepaskan semua urusan saya di kota itu anda malah mencari saya ke sini . Mau anda apa tuan ? masih kurang kah anda menyakiti hati saya ? " Ria mengeluarkan semua isi hatinya yang sudah lama ia pendam . Yuda hanya mendengarkannya dengan diam . Ria terus menangis saat berbicara karena mengingat semua kejadian menyakitkan yang sudah Yuda torehkan dihatinya .


" Tuan jika tujuan anda ke sini hanya mau meminta maaf dengan saya , dengarkan saya baik - baik , sebelum anda meminta maaf dengan saya , saya sudah lama memaafkan anda karena saya bukanlah seorang pendendam . Tapi kalau tujuan anda kesini untuk menikahi saya , maaf tuan saya tidak mau menikah dengan laki - laki yang tidak bisa menghargai perasaan wanita seperti anda . Jadi silahkan anda boleh pergi karena urusan anda sudah selesai di sini " usir Ria sambil ia menghapus air matanya yang mengalir di pipi nya .


" Tapi Ri - " ucapan Yuda terputus dengan panggilan seseorang .


" Mbak Ria ! ! ! AYAH Mbak ! ! ! " teriak Dinda adik perempuan Ria yang terlihat panik .


Ria dan Yuda bersamaan menoleh ke arah sumber suara . Ria pun segera berlari ke arah adiknya . Yyda pun ikut berlari di belakang Ria .


" Ayah kenapa dek ? " tanya Ria panik kepada adiknya .


" Ayah . . . Ayah kritis mbak ! ! ! tadi ayah sesak nafas hebat lagi mbak . Sekarang ayah sedang di tangani dokter . Mbak harus ke sana " ucap Dinda sambil menangis . Ria pun memeluk adiknya dan segera mengajak adiknya pergi ke tempat ayahnya . Yuda hanya berjalan mengikuti kakak beradik itu dari belakang .


Saat sudah sampai , terlihat ibu menangis di dekat ayahnya . Terlihat dokter sedang berusaha memacu jantung ayah Ria .


Ria dan sang adik hanya bisa melihat dari jauh karena dilarang perawat untuk mendekat . Mereka hanya bisa saling memeluk dan menangis melihat kondisi sang ayah yang kritis .


" Ayah jangan tinggalkan kami , ayah pasti kuat . Ria mohon ayah berusahalah untuk kami" lirih Ria sambil menangis .


Yuda melihat Ria dan adiknya pun merasakan pilu .


" Aku akan menggantikan ayahmu Ri untuk menjagamu dan keluargamu . Ini janjiku " gumam Yuda dalam hati .


" Maaf tuan anda yang bernama Yuda ? " tanya perawat yang keluar dari ruangan ayah Ria . Yuda yang sedang merenung pun tersadar .


" Iya sus , bagaimana kondisi bapak ? " tanya Yuda .


" Silahkan tuan ikut saya , bapak mencari anda " ucap sang perawat yang langsung berbalik ke ruangan ayah Ria .


Yuda pun segera mengikuti perawat itu . Ria melihat dengan bingung .


" Lho sus , kenapa yang di panggil tuan Yuda ? kan saya yang anaknya ? " ucap Ria tidak suka . Perawat itu pun berhenti dan melihat ke arah Ria .


" Saya tidak tahu nona , tapi bapak anda mencari yang bernama Yuda ya saya hanya mengikuti keinginan pasien saja . Maaf saya harus segera ke dalam lagi " pamit si perawat .


" Kalau kamu mau tahu ayo ikut saja tidak perlu perawat kamu marahi seperti itu " ucap Yuda sambil berjalan lagi . Ria dengan terpaksa mengikuti Yuda .


Di dalam ruangan terlihat sang ayah yang sudah memakai bermacam - macam alat medis untuk menunjang kehidupan baginya . Terlihat ayah Ria sudah membuka matanya . Dokter dan perawat masih berada di ruangan itu . Saat Yuda , Ria dan Dinda masuk terlihat ayah Ria yang terbating lemah di atas brankar . Ibu Ria dengan setia berada di samping sang suami .

__ADS_1


" Dokter bagaimana kondisi bapak sekarang dok ? " tanya Yuda yang merasa kasian melihat kondisi ayah Ria .


" Maaf tuan harus saya katakan , dengan berat hati saya harus bilang kalau bapak Satria kondisinya memburuk . Selain terkena pneumonia akut , bapak Satria juga mengidap kanker darah stadium akhir yang baru kita ketahui dari hasil tes darah yang baru keluar ini . Kita berdoa saja semoga bapak Satria bisa bertahan dan pulih kembali . Tapi jika di lihat dari ilmu kedokteran kondisi bapak Satria saat ini 70% banding 30% saja " jelas dokter dengan lesu dan tertunduk .


Yuda yang mendengar pun terkejut begitu juga Ria dan Dinda . Mereka baru tahu kalau ayah mereka mengidap penyakit yang mematikan seperti itu .


" Yu - Yu - Yuda " lirih ayah Ria .


Yuda dan yang lain mendengar panggilan dari ayah Ria itu . Yuda mendekati sang calon mertua .


" Iya Pak , saya di sini . Bagaimana pak apa ada yang sakit ? " tanya Yuda takut .


" Ti - Ti - tidak nak , ba - bapak i - ingin ka - kamu de - dengan Ri - Ria me - menikah se - sekarang ju - juga . Wa - waktu ba - bapak su - sudah ti - tidak la - lama la - lagi " ucap lemah ayah Ria .


" Jangan bicara seperti itu bapak . Bapak pasti akan sembuh " hibur Yuda .


" Ti - tidak nak , ba - bapak su - sudah ti - tidka ku - kuat la - lagi . Ba - bapak ma - mau sa - saat ba - bapak pe - pergi , ka - kamu su - sudah me - mengambil tu - tugas ba - bapak me - menjaga Ri - Ria dan ke - keluarga ba - bapak . Ka - kamu mau kan nak me - menuhi ke - keinginan ter - terakhir ba - bapak ini ? " ucap ayah Ria terbata - bata .


" Ayah jangan bilang seperti itu ayah akan sembuh dan ayah yang akan menjaga kami " potong Ria .


" Saya mau pak memenuhi keinginan bapak . Saya berjanji akan menjaga Ria , ibu dan adik - adik semua " ucap Yuda tiba - tiba . Ria hanya memandang tajam ke arah Yuda .


" Ba - bapak se - senang me - mendengarkannya nak . Se - sekarang be - bersiaplah ki - kita i - ijab ko - kobul se - sekarang ju - juga " pinta sang ayah .


" Tapi Yah - "


" A - ayah ti - tidak a - apa - apa kok Ran " jawab ayah Ria lemah .


" Ini Yah pak RT dan penghulunya sudah ada " ucap Randi . Di balas anggukan lemah ayah Ria .


" Nak Yu - Yuda ayo di mu - mulai sa - saja i - ijab ka - kabulnya " pinta ayah Ria . Yuda hanya mengangguk .


" Pak pe - penghulu to - tolong ni - nikahkan a - anak sa - saya ini se - sekarang . Pak Rt to - tolong ja - jadi sa - saksinya ya " pinta ayah Ria lagi .


" Baik pak saya akan membantu . Dokter dan perawat di sini saja bisa jadi saksi juga . Untuk wali nikahnya , mau saya walikan atau mau bapak langsung ? atau adik laki - lakinya ? " ucap bapak penghulu .


" Di - diwalikan ba - bapak sa - saja . Sa - saya su - sudah ke - kesulitan u - untuk ber - berbicara . Se - sedangkan Ran - Randi ma - masih ke - kecil ta - takut sa - salah " ucap ayah Ria .


" Ya sudah kalau begitu nanti saya walikan . Bagaimana anak berdua sudah siap ? " tanya bapak penghulu kepada Ria dan Yuda .


" Belum "


" Sudah pak "


Ria dan Yuda bersamaan menjawab dengan jawaban yang berbeda .


" Lho bagaimana ini kok jawabannya berbeda ?" balas si penghulu .

__ADS_1


" Saya sudah siap pak , saya siap lahir batin menikahi Ria " jawab Yuda dengan lantang .


" Saya be - "


" Ri , a - ayah mo - mohon " ucapan Ria terpotong dengan perkataan ayahnya . Ria hanya memandang sendu ke arah ayahnya .


" Ayah , Ria akan memenuhi keinginan ayah . Ini semua demi ayah " gumam Ria dalam hati .


" Saya juga sudah siap pak " jawab Ria dengan lemah dan berderai air mata .


" Baik kalau semuanya sudah siap , mari kita laksanakan . Saya siapkan catatan nya dulu ya " ucap si penghulu .


Yuda pun juga bersiap dengan menghubungi kedua orang tuanya dan memberitahu kabar ini . Yuda juga mengganti pakaiannya dengan pakaian yang lebih sopan lagi . Tadi saat Hendri dari menjemput penghulu dan pak RT , Hendri berinisiatif membawakan kemeja batik yang ada di dalam tas Yuda yang ada di dalam mobil . Yuda memang selalu membawa pakaian ganti yang resmi maupun tidak resmi di dalam mobilnya .


Setelah beberapa menit berlalu persiapan ijab kabul Ria dan Yuda pun telah selesai .


Yuda juga sudah meminta ijin ke pihak rumah sakit untuk melaksanakan ijab kabul di sini saat ini juga dan pihak rumah sakit pun mengijinkan . Dokter dan perawat yang merawat ayah Ria pun masih berada di ruangan ayah Ria untuk menyaksikan ijab kabul tersebut .


Setelah semua rampung , Yuda dan Ria pun duduk bersebelahan di samping tempat tidur ayah Ria dan berhadapan dengan bapak penghulu dan ayah Ria sedangkan untuk saksi berada di samping mereka . Untuk saksi pihak Ria adalah bapak RT sedangkan untuk sakai dari pihak Yuda adalah Hendri .


Hendri meminta tolong salah satu perawat untuk merekam video saat pengucapan ijab kabul untuk dokumentasi .


" Nak Ria , nama lengkap nak Ria siapa ya ?" tanya bapak penghulu .


" Mauria Sabrina Riski , pak " jawab singkat Ria .


" Ayah nak Ria ? " tanya penghulu lagi .


" Satria Utomo " jawab singkat Ria lagi .


" Kalau nak Yuda nama panjangnya siapa dna nama ayah nak Yuda sekalian ? " tanya penghulu beralih ke Yuda .


" Nama saya Yuda Hanandi Saputro sedangkan papa saya Hanan Sanjaya , pak " jawab Yuda yang sudah rapi dengan kemeja batiknya . Sedangkan Ria memakai kemeja batik juga yang di belikan dadakan oleh Hendri di toko baju dekat rumah sakit .


" Untuk mas kawin nak Yuda ingin memberi nak Ria mas kawin apa ? " tanya penghulu lagi .


" Saya mau memberi mas kawin seperangkat alat sholat dan ini pak " Yuda memberikan sebuah kotak kecil dan setelah di buka terdapat sebuah cincin bermata putih yang sangat cantik .


" Sudah aku persiapkan cincin indah itu untukmu jauh sebelum kejadian ini " bisik Yuda kepada Ria . Ria yang mendengar bisikan dari Yuda pun hanya diam tanpa enggan melihat ke arah Yuda .


" Baik sudah siap semua mari kita mulai . Bismillahirohmanirohim , saudara Yuda Hanandi Saputro bin Hanan Sanjaya saya nikahkan dan saya kawin kan engkau dengan Mauria Sabrina Riski binti Satria Utomo yang saya walikan dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan cincin di bayar tunai ! ! ! " penghulu mengucapkan kalimat ijab untuk Ria .


" Saya terima nikah dan kawinnya Mauria Sabrina Riski binti Satria Utomo untuk saya sendiri dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan cincin di bayar tunai " Yuda mengucapkan kabul dengan lancar sekali tarikan nafasnya .


" SAH ? "


" SAH "

__ADS_1


" SAH !!!! "


__ADS_2