Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Tiga Target Terkena Umpan


__ADS_3

" Aku akan membuka topengmu yang sebenarnya di hadapan orang tua Yuda " gumam Alma dalam hati sambil kedua matanya masih melihat ke arah Ria dan Hendri dengan senyum liciknya .


Hendri dan Ria masih menikmati makannya . Sesekali terlihat mata mereka saling memandang penuh kebahagiaan . Tangan Hendri pun terlihat sesekali membelai lembut rambut serta punggung tangan Ria . Ria pun terlihat tidak keberatan dengan apa yang dilakukan oleh Hendri . Entah apa yang di obrolkan keduanya sehingga senyum hingga tawa selalu terlihat di wajah Ria .


Alma yang masih memperhatikan begitu tidak senang . Dia terus mengambil gambar dengan ponselnya . Dia berniat ingin memperlihatkan gambar - gambar itu kepada Yuda dan kedua orang tuanya supaya mereka membenci Ria .


" Aku akan membuatmu dihina dan di benci oleh Yuda . Yuda hanya untukku , aku tidak akan membiarkan siapapun untuk memilikinya " lirih Alma .


" Alma , sebenarnya kamu lagi ngapain sih ? Daritadi aku lihat kamu seperti sedang melihat sesuatu . Ada apa ?" tanya teman Alma yang sedang makan bersama dengannya .


" Oh tidak ada apa - apa , maaf ya tiba - tiba aku ada urusan mendadak yang perlu aku kerjakan . Kalian lanjutkan saja acaranya aku pamit duluan " ucap Alma pamit kepada teman - temannya .


" Ya sudah silahkan , besok kapan - kapan kita kumpul lagi ya " ajak temannya lagi fan hanya di balas anggukan oleh Alma . Alma pun beranjak dan pergi meninggalkan restoran .


Hrndri dan Ria yang sudah menyelesaikan makan siangnya pun segera pergi karena waktu sudah menunjukkan pukul 01.30 , Hendri tidak mau melanggar janjinya dengan Bu Kartika jadi dia mengajak Ria langsung pulang ke toko kue .


Sesampainya di toko kue , Hendri tidak turun dari mobil karena harus langsung kembali ke kantor . Dia hanya mengantar Ria saja .


" Maaf ya Ri , aku hanya mengantarmu sampai di sini soalnya aku harus segera balik ke kantor . Dari tadi Yuda sudah menghubungiku terus . Bisa ngamuk dia kalau aku tidak buru - buru datang " ucap Hendri di dalam mobil .


" Iya mas engga apa - apa . Mas Hendri hati - hati ya , sampai jumpa lagi . Aku turun ya " pamit Tia dan di balas anggukan oleh Hendri .


Ria pun turun dari mobil Hendri . Hendri lalu menjalankan mobilnya mengarah ke kantor Hanandi Jaya .


Ria masuk ke dalam toko , terlihat toko sepi pelanggan . Bu Kartika sedang berada di meja kasir dan terlihat Arin sednag melayani seorang pelanggan laki - laki .


Ria berjalan menuju etalase tempat kue . Dia mempersiapkan diri untuk memulai bekerja lagi . Ria menghampiri bu Kartika dan mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf , " terimakasih bu untuk ijinnya dan mohon maaf saya sudah meninggalkan ibu dan Arin " .

__ADS_1


" Tidak apa - apa Ri , tadi juga tidak terlalu ramai pelanggan jadi kamu tidak usah khawatir . Bagaimana urusan kamu dengan Hendri sudah selesai ? " balas Kartika .


" Sudah bu " jawab singkat Ria .


" Ri , ibu mau tanya maaf ya sebelumnya , sebenarnya kamu dengan Hendri ada hubungan apa sih ? ibu lihat kalian begitu dekat dan Hendri juga terlihat manis di depan kamu . Kalian mempunyai hubungan spesial ya ?" tanya Kartika penasaran . Dan bersamaan dengan itu Arin sudah berada di dekat mereka berdua . Tanpa sengaja Arin pun mendengarkan pertanyaan Bu Kartika itu .


" Kami tidak mempunyai hubungan apa - apa kok bu . Kami hanya berteman saja tidka lebih " jawab Ria .


" Tapi kalau orang lain lihat kalian itu seperti pasangan yang saling mengasihi . Kalian seperti sedang pacaran " balas Kartika lagi .


" Masa sih bu ? perasaan aku dan mas Hendri hanya biasa - biasa saja . Kami juga tidak menyimpan rasa apa - apa . Saya menganggap mas Hendri hanya sebagai kakak saja kok bu tidak lebih " jawab Ria lagi .


" Kalau pun kalian mempunyai hubungan ibu juga tidak keberatan kok Ri , karena kalian terlihat cocok sekali . Apalagi Hendri anaknya baik lagi . Ibu kenal dia sudah lama dan anaknya engga neko - neko . Memang kadang - kadang dia itu suka jahil tapi so far dia anaknya sangat baik dan sopan " ucap Kartika lagi .


" Iya bu selama saya mengenal mas Hendri , dia tidak pernah menyakiti saya bahkan membuat saya menangis . Dia orangnya humoris tapi memang sih jahilnya minta ampun tapi bagiku dia adalah sosok laki - laki yang dewasa sekali " jawab Ria sambil matanya melirik ke arah Arin yang sednag berpura - pura tidak mendengar obrolan Ria dan bu Kartika . Bu Kartika hanya mengangguk mendengar ucapan Ria .


" Siap bos " Ria pun berbalik dan mendekati ke arah Arin . Ria tersenyum melihat wajah Arin yang terlihat tidak suka .


" Maaf ya Rin , kamu aku tinggal sendiri di sini . Pasti kamu kerepotan ya kerja sendiri . Tadi mas Hendri dadakan mengajakku makan di luar jadi aku engga sempat berpamitan denganmu " Ria membuka pembicaraan .


" Tidak apa - apa aku sudah biasa kok kerja sendiri " jawab Arin singkat sambil dia merapikan kue - kue yang berada di dalam etalase .


" Kamu kenapa Rin ? kamu marah ya denganku ?" tanya Ria lagi yang melihat sahabatnya bersikap dingin dengannya .


" Tidak , aku tidak marah denganmu . Hanya aku sedang bekerja dan harus aku selesaikan dulu kerjaanku ini agar cepat selesai " jawab Arin yang masih dengan posisinya .


" Ya sudah aku selesaikan dulu pekerjaanku " ucap Ria .

__ADS_1


" Tante berapa tagihanku ? " seorang laki - laki dengan keras . Membuat Bu Kartika , Ria dan Arin terkejut .


" Oh iya Yud , 85.000 tagihamu " jawab bu Kartika . Laki - laki itu Yuda .


" Ini Tan , Yuda pamit dulu terimakasih " Yuda memberikan selembar uang merah kepada Kartika sambil bernajak pergi dari toko itu .


" Kembaliannya Yud " teriak Kartika yang melihat putra sahabatnya melenggang pergi begitu saja . " Ada apa dengannya kok terlihat marah ? " gumam Kartika .


Arin dan Ria pun hanya saling pandang .


" Sudah dari tadi dia di sini , aku yang melayaninya " ucap Arin yang memberitahu Ria . Arin tahu kalau Ria baru menyadari keberadaan Yuda .


" Aku tidak tanya kenapa kamu ngasih tahu aku" ucap Ria .


" Mata kamu yang bertanya Ri " ucap Arin singkat .


Ria hanya terdiam , dia masih sedikit terkejut dengan kejadian baru saja . " Apa dia mendengar semua obrolanku dengan bu Kartika tadi ya ? pasti dengar , kalau tidak mendengarnya kenapa dia pergi dengan emosi seperti tadi . Biar saja lah dia marah malah baguskan kalau dia marah berarti rencana kami berjalan dengan lancar " gumam Ria dlaam hati .


Tapi tidak beberapa lama dia melanjutkan pekerjaannya lagi . Sedangkan Arin masuk ke dalam toilet , di dalam toilet tanpa sadar dia meneteskan air matanya . Dari tadi dia menahan rasa sesak di dadanya . Saat melihat Hendri dan Ria sebelum mereka pergi dan saat melihat Hendri mengantarkan Ria , Arin begitu terluka .


" Kenapa aku menangis melihat mereka berdua ? Untuk apa air mata ini mengalir . Kenapa dada ini terasa sesak ? Apa yang sebenarnya terjadi denganku ? harusnya aku ikut bahagia dengan hubungan mereka . Kenapa aku malah menangis ? " lirih Arin .


Begitu banyak pertanyaan di benaknya . Dia belum menyadari rasa dihatinya . Arin hanya bisa menyimpannya dalam hatinya sendiri . Arin pun mencuci wajahnya agar tidak terlihat sembab . Arin pun keluar dari kamar mandi .


Di dalam sebuah mobil ada seorang laki - laki yang sedang di liputi kemarahan .


" Shiiit . . . apa - apaan ini katanya mereka tidak ada hubungan , kenapa dia begitu bahagianya . Bisa - bisanya dia memuji laki - laki lain didepanku . Shiiitt . . . !! "

__ADS_1


__ADS_2