Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Mencarimu


__ADS_3

" Mas Ria . . . mas Ria !!! " ucap Arin panik dan takut .


" Ria kenapa Arin ? " tanya Hendri sambil memegang kedua tangan Arin untuk menenangkan .


" Ria kenapa Rin ? " tanya Yuda tak kalah panik .


" Ria . . . Ria engga ada di kamar mas " ucap Arin membuat Hendri dan Yuda terkejut .


" APA !!! Ria engga ada di kamar ? seharusnya dia sudah sampai dari tadi kan " teriak Yuda .


" Tenang dulu Yud , mungkin Ria sedang mencari udara di luar untuk menenangkan hatinya " Hendri mencoba menenangkan sahabatnya itu .


" Bagaimana aku bisa tenang Hen , ini sudah larut malam dan Ria seorang wanita sendirian . Bagaimana kalau terjadi apa - apa dengannya ?" Yuda mengkhawatirkan Ria . Hendri sedikit merasa bahagia karena sahabatnya ini sudah mulai menerima kehadiran Ria .


" Aku tahu apa yang kamu rasakan Yud , tapi kita harus berpikir dengan jernih , langkah apa yang harus kita ambil . Sekarang Arin coba kamu hubungi ponsel Ria " Hendri terus mencoba menenangkan sahabatnya itu dan menyuruh Arin untuk menelepon ponsel Ria . Arin pun segera mengambil ponselnya dan menelepon sahabatnya itu . Dengan wajah yang takut Arin terus mencoba menghubungi Ria .


" Ponselnya tidak aktif mas . Bagaimana ini aku takut terjadi apa - apa dengan Ria " Arin sudah tidak bisa menahan dirinya , air matanya pun mulai menetes membasahi pipinya .


" Kamu jangan takut ya , ada aku di sini . Aku akan berusaha mencari Ria dimana pun dia berada . Kamu tenang ya " Hendri mengusap bahu Arin dan menghapus air mata wanitanya itu dengan lembut .


" Ayo , Hen kita cari Ria " ajak Yuda tidak sabar . Hendri memandang Yuda .


" Kita mau cari dimana ? Apa ada tempat favorit Ria kalau dia sedang menyendiri ? " tanya Hendri kepada Arin .


" Ria biasanya suka pergi ke taman kota . Dia akan berdiam diri sampai hatinya tenang " jawab Arin menjelaskan . Yuda pun langsung ingin pergi .


" Sebentar Yud , Arin sekarang kamu masuk . Dan terus coba hubungi Ria sebisa kamu . Dan kabari aku kalau ada kabar dari Ria . Tapi jangan lupa istirahat juga ya , aku tidak mau kamu sakit " Hendri mencegah Yuda pergi dulu . Dia meminta Arin mengikuti perintahnya . Dan Arin pun menyetujui perintah Hendri .


" Iya mas nanti aku kabari kalau Ria mengangkat teleponku " Arin akan berusaha menghubungi sahabatnya itu dan akan mengabari Hendri . Arin dan Hendri sudah saling bertukan nomor telepon jadi mereka sudah bisa saling berkomunikasi .


" Ayo Hen cepat " Yuda pun melepaskan pegangan tangan Hendri dan berjalan keluar ke arah mobilnya .


" Aku pergi dulu ya " Hendri langsung menyusul Yuda . Arin hanya membalas dengan anggukan saja karena Hendri terburu - buru sampai tidak sempat untuk Arin menjawabnya .

__ADS_1


" Yud , kita pakai mobilku saja . Biarkan mobilmu disini dulu atau suruh sopirmu untuk mengambilnya . Aku tidak mau terjadi apa - apa denganmu , dengan kondisimu saat ini kamu tidak bisa fokus menyetir " Hendri mengajak Yuda satu mobil dengannya . Dan Yuda hanya mengikuti keinginan sahabatnya itu .


Setelah mereka masuk ke dalam mobil , Hendri segera menjalankan mobilnya menuju taman kota . Yuda terlihat ketakutan dan panik . Yuda terus mencoba menghubungi nomor Ria tapi nihil sepertinya ponsel Ria tidak aktif . Sesekali Yuda melihat ke arah ponselnya dengan harapan Ria akan menghubunginya tapi semua hanya angan - angannya saja . Dia terus melihat keluar untuk mencari wanitanya itu .


Setelah beberapa saat mereka pun sampai di taman kota . Yuda yang tidak sabar dan di liputi rasa panik langsung turun dari mobil Hendri dan berlari mencari Ria ke semua sudut taman kota itu . Hendri juga berjalan memutari semua arah taman itu untuk mencari keberadaan Ria . Mereka berpencar agar menyingkat waktu mencari Ria . Taman kota ini terlihat sedikit sepi karena hari sudah malam dan ini bukan masuk di akhir pekan memudahkan Yuda dan Hendri mencari sosok Ria .


Setelah semua sudut dan arah taman mereka putari tapi hasil nya tetap nihil . Ria tidak berada di sini . Hendri pun mendekati Yuda yang sedang terduduk lemas karena memikirkan Ria dan kelelahan yang tercampur .


" Aku sudah memutari semua sudut taman ini Yud tapi Ria sepertinya tidak ada di sini " ucap Hendri yang duduk juga di smaping Yuda .


" Dimana kamu Ri ? aku cemas memikirkanmu " gumam Yuda dalam hati .


" Aku juga sudah memutari taman ini Hen tapi aku tidak menemukannya . Dimana ya dia ? " Yuda bertanya kepada dirinya sendiri sambil mengusap wajahnya yang terlihat berantakan .


" Dia pasti di suatu tempat Yud . Yang aku khawatirkan dia berbuat yang aneh - aneh . Sejak berangkat tadi aku sedikit curiga akalu dia sedang ada masalah . Dia terus menerima pesan di ponselnya dan sesekali aku perhatikan wajahnya terlihat murung . Apa ada masalah yang sedang dia alami ya . Aku berencana menanyainya setelah acara tidak tahunya malah seperti ini " Hendri memandang ke depan dan menceritakan apa yang mengganggu pikirannya dari tadi tentang Ria . Yuda melihat ke arah Hendri .


" Sebenarnya aku tadi juga sedikit curiga saat Ria dan Mamaku berbicara tentang keluarganya wajah Ria berubah begitu saja . Dia terlihat murung dan sedih . Apa mungkin ya Hen sekarang Ria sedang perjalanan pulang ke kampung halamannya untuk bertemu keluarganya ? " tebak Yuda membuat Hendri melihat ke arahnya .


" Bisa jadi Yud , tapi kita tidak tahu alamat rumah Ria yang ada di kampung halamannya " ucap Hendri lesu . Membuat Yuda frustasi .


Hendri hanya terdiam karena sedang memikirkan langkah yang harus mereka lakukan . Yuda pun juga diam memikirkan apa yang harus dia lakukan setelah ini .


Tiba - tiba terdengar panggilan masuk di ponsel Hendri .


" Halo Asalamualaikum Rin , bagaimana apa kamu sudah bisa menghubungi Ria ? " Hendri mengangkat panggilan dari Arin itu .


" Waalaikumsalam mas , belum mas . Aku menghubungimu untuk menanyakan apa kalian sudah menemukannya . Aku tidak bisa tidur karena memikirkan Ria " ucap Arin diseberang panggilan telepon itu .


" Kami belum menemukannya Rin , tapi kami berpikiran kalau Ria pulang ke rumah keluarganya yang berada di kampung . Tapi kami tidak memiliki alamatnya . O ya Rin , apa kamu tahu alamat rumah Ria ? secara kamukan sahabatnya " kata Hendri . Yuda hanya diam menyimak percakapan antara sahabatnya dengan Arin itu .


" Aku juga tidak tahu alamat rumahnya mas , kami baru bertemu saat kami sama - sama wawancara di perusahaan Hanandi Jaya Group dulu . Trus kami berteman dan akhirnya kami melamar kerja di toko Bu Kartika akhirnya kami bersahabat deh " jelas Arin .


" Hanandi Jaya Group ? kalian pernah wawancara di sana ? " tanya Hendri kaget . Hendri melihat ke arah Yuda dan sebaliknya Yuda juga melihat ke arah Hendri .

__ADS_1


" Iya kami dulu pernah wawancara tapi ya belum rejeki makanya kami tidak di terima . Memang kenapa mas ? " tanya Arin heran .


" Perusahaan itukan milik Yuda " ucap Hendri memberi tahu .


" Apa perusahaan besar itu milik tuan Yuda ? " Arin terkejut dengan ucapan Hendri . Selama ini Arin tidak pernah tahu perusahaan itu milik siapa .


" Iya perusahaan itu dulunya milik Om Hanan tapi setelah Om Hanan pensiun sekarang yang menjalankan Yuda . Berarti kalau kalian pernah wawancara di perusahaan , pasti CV kalian masih berada di perusahaan . Berarti data diri kalian ada di CV itu " Hendri yang berotak pintar menemukan cara untuk mencari alamat Ria di kampung . Yuda yang mendengarnya pun langsung mengeluarkan ponselnya . Tapi di tahan oleh Hendri . Maksud Hendri agar Yuda menunggunya setelah dia selesai menelepon wanitanya itu .


" Tunggu aku nanti aku akan membantumu mencari CV itu " Hendri berbicara berbisik dengan Yuda . Yuda pun mengikiti keinginan sahabatnya itu .


" Benar juga mas , kalau begitu aku bantu juga mencari data kami yang ada di Bu Kartika . Dulu kami memang melamar di toko kue itu tidak memakai CV yang lengkap tapi dulu kami memberi salinan data diri kami . Nanti aku kabari lagi kalau aku sudah dapat alamatnya Ria di sana " ucap Arin .


" Oke kalau begitu aku tutup dulu ya teleponnya . Ini ada yang sudah tidak sabaran untuk mencari pujaan hatinya " goda Hendri pada Yuda . Yang digoda hanya melengos begitu saja .


" Mas Hendri jangan begitu kasian tuan Yuda sedang galau begitu . Ya udah sana , aku mau menghubungi Bu Kartika dulu . Sudah ya Assalamualaikum " pamit Arin .


" Waalaikumsalam cantik Good night " tutup Hendri tersenyum .


Yuda yang mendengarkan hanya menggelengkan kepalanya . Sempat - sempatnya dalam keadaan begini sahabatnya masih menggombal dengan seorang wanita .


Hendri yang sudah memasukkan ponselnya pun mengajak Yuda untuk pulang ke rumah .


" Yud , lebih baik sekarang kita pulang dulu ke rumahmu . Nanti aku akan mencarikan CV Ria dari ruang kerja mu saja " ajak Hendri .


" Ya sudah ayo kita pulang sekarang " Yuda menyetujui keinginan sahabatnya itu .


Akhirnya mereka berdua pun beranjak pergi dari taman itu untuk pulang ke rumah Yuda . Hendri akan menginap di rumah Yuda untuk memeriksa CV pelamar yang sudah melamar di perusahaan sahabatnya itu .


Mereka masuk ke dalam mobil . Hendri mengendarai mobilnya dengan fokus . Sedangkan Yuda yang hati , pikiran dan tubuhnya sedang lelah hanya bisa menyandarkan tubuhnya di jok mobil . Dia begitu lelah menghadapi permasalahan yang sedang ia hadapi . Hendri sesekali melirik ke arah sahabatnya itu . Ia merasa kasihan dengan masalah yang di hadapi sahabatnya itu . Hendri juga merasa bersalah karena sudah mempermainkan perasaan sahabatnya itu .


" Yud , aku ingin minta maaf denganmu . Aku merasa bersalah karena sudah mempermainkan perasaanmu dengan sandiwara yang aku lakukan dengan Ria . Sudah lama ingin aku bongkar tapi aku lihat kamu tidak ada perubahan jadi aku tahan . Baru sekarang aku yakin kalau kamu benar - benar sudah jatuh cinta dengan Ria makanya aku memilih hari ini untuk menyelesaikan sandiwara ini . Engga tahunya Si Alma masuk tanpa di duga , ah kesel juga kalau ingat perkataan - perkataannya yang sudah menghina Ria begitu kejam membuat aku naik darah . Maafkan aku ya Yud " Hendri meminta maaf atas rasa bersalahnya dengan Yuda .


Yuda pun memandang Hendri , " Seharusnya aku yang meminta maaf denganmu karena sudah menuduhmu dan berlaku kasar denganmu . Maafkan aku Hen , karena ketidak tahuanku aku berbuat semena - mena olehmu dan Ria . Aku sungguh menyesal sekali . Dan mulai sekarang aku tidak mau mendengar nama wanita itu di hadapanku lagi . Aku tidak mau kenal lagi dengan yang namanya Alma . Cukup pertemanan kami sampai di sini saja . Aku juga tidak tahan mendengar hinaan - hinaan yang dia ucapkan untuk Ria . Suatu saat akan aku balas hinaan itu untuk Ria " ucap Yuda .

__ADS_1


" Tidak perlu kamu balas Yud , biarkan saja . Yang terpenting sekarang kita menemukan Ria terlebih dahulu dan selesaikan masalahmu dulu . Baru kita pikirkan masalah yang lain " ujar Hendri menenangkan sahabatnya itu . Yuda hanya menganggukan kepalanya tanda setuju .


__ADS_2