Aku Menikahi Pria Dewasa

Aku Menikahi Pria Dewasa
Trauma Kegelapan


__ADS_3

Yuda segera menutup ponsel dan laptopnya . Hendri yang melihat kepanikan di wajah sahabatnya itupun di buat penasaran .


" Ada apa Yud ? kita engga jadi lembur ? Ria baik - baik saja kan ? " tanya Hendri penasaran .


" Kita lanjutkan nanti Hen , sekarang kau ikut aku . Ada keadaan darurat dari Ria dan Arin . " ucap Yuda sambil merapikan barang - barangnya ke dalam tas nya .


Hendri yang mendengar nama Arin ikut disebut pun , ikut merasa panik .


" Ada apa sih Yud jangan buat orang penasaran dong ? " tanya Hendri lagi sambil ikut merapikan barang - barangnya juga .


" Nanti aku ceritakan . Sekarang kita harus cepat sampai di kosan Arin . " balas Yuda lagi sambil menyambar jas nya lalu beranjak pergi dari ruangannya di ikuti Hendri di belakangnya .


Mereka pun berjalan tergesa - gesa menuju lobby kantor itu . Mobil Yuda sudah siap di depan lobby .


Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan segera menjalankannya .


" Ceritakan padaku Yud , sebenarnya ada apa ? " tanya Hendri yang masih penasaran sambil fokus menyetir .


" Ria dan Arin waktu pulang ke kos di ikuti dua orang laki - laki bertubuh besar . Mereka mengikuti Ria dan Arin sampai di depan kos . Ria memintaku menjemputnya karena masih merasa takut untuk pulang sendiri . " ucap Yuda .


" Apa ? mereka diikuti orang ? terus keadaan mereka bagaimana ? " tanya Hendri terkejut .


" Syukurlah mereka selamat dan baik - baik saja . Mereka bisa melarikan diri dari dua laki - laki itu . " ucap Yuda lagi .


" Syukurlah kalau begitu . " balas Hendri lega .


Hendri pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang . Setelah 25 menit berlalu akhirnya mereka sampai di depan gang kos an Arin . Mereka berdua turun lalu melanjutkan berjalan kaki ke arah kos Arin .


Gang itu sangat sepi , dan sedikit agak gelap karena hanya memanfaatkan lampu penerangan teras dari rumah - rumah penduduk .


Yuda dan Hendri berjalan berdampingan sambil mengawasi sekeliling jalan yang mereka lewati .


" Pantas saja Ria dan Arin diikuti orang tak dikenal . Di sini sepi sekali dan kurang penerangan , patut kalau mereka memanfaatkan tempat ini untuk kejahatan . " ucap Hendri .


" Iya juga . " ucap Yuda menimpali .


Mereka berdua pun sampai di depan gerbang kosan . Hendri pun memanggil satpam yang berjaga .


" Pak . . pak . . . permisi ." panggil Hendri . Satpam yang merasa di panggil pun menghampiri Hendri dan Yuda yang berdiri di depan gerbang .


" Selamat malam tuan - tuan mau mencari siapa ? " tanya satpam saat berada di hadapan Yuda dan Hendri .


" Malam pak maaf mengganggu . Saya mau bertemu dengan Ria dan Arin pak . " balas Hendri .


" Tuan - tuan ini siapa nya neng Ria dan neng Arin ? tanya satpam penuh curiga .


" Saya suami Ria pak dan ini Hendri asisten saya sekaligus kekasih dari Arin pak . Saya mau menjemput Ria pak . " ucap Yuda menjelaskan .


" Sebentar tuan tunggu di sini dulu biar saya konfirmasikan dulu dengan Neng Ria dan Neng Arin . " ucap pak satpam .


" Iya pak silahkan kami tunggu di sini saja . " balas Yuda .


Satpam itu pun pergi ke dalam menuju kamar Arin .


" Tok . . . Tok . . . Tok . . . " pak satpam itupun mengetuk pintu lamar Arin .


Arin pun membukakan pintu itu .


" Maaf Neng mengganggu . Itu ada dua laki - laki yang mengaku suami Neng Ria dan kekasih Neng Arin menunggu di depan gerbang . " ucap pak satpam .


" Mengaku kekasih saya ? " tanya Arin heran .


" Mengaku suami saya ? " gumam Ria juga .


" Iya neng , itu masih mamang suruh tunggu di luar . " balas satpam itu .


" Penampilan orang - orang itu bagaimana pak ?" tanya Arin .


" Penampilannya sih rapi Neng , dua - duanya pakai jas . Dan kalau tidak salah dengar tadi ada yang namanya Hendri Neng . " ucap Pak satpam lagi .


" Oh iya pak betul itu pacar saya . Ya sudah kami segera keluar pak . Kami siap - siap dulu ." ucap Arin .


" Baik Neng . " balas Pak satpam lagi .


" Terimakasih ya pak sudah memanggil kami ke sini . " ucap Arin .


" Iya neng sama - sama , mamang keluar dulu ya kasian mereka masih menunggu di depan gerbang . " ucap Pak satpam lalu berjalan pergi meninggalkan kamar itu .


Arin pun menutup pintunya dan segera merapikan pakaiannya . Sedangkan Ria segera merapikan baju dan barang bawaannya yang mau di bawa pulang .


Setelah semua siap , mereka berdua pun keluar dari kamar kos . Dan melihat Hendri dan Yuda duduk menunggu di pos satpam sambil mengobrol dengan pak satpam tadi .


Yuda pun menengok ke arah dalam dan melihat Ria dan Arin berjalan mengarah ke arah nya . Yuda pun berdiri lalu segera menghampiri Ria dan mengambil barang bawaan Ria .


Ria pun menyerahkan barang - barang itu lalu memeluk sang suami . Yuda pun menaruh barang - barang itu di bawah dan langsung membalas pelukan dari Ria .


" Maaf ya jadi mengganggu pekerjaanmu . Aku takut sekali tadi mas . " ucap Ria .

__ADS_1


" Tidak apa - apa , kamu lebih penting dari kerjaanku . Tapi kamu tidak terluka sama sekalikan ? " tanya Yuda khawatir dan di balas gelengan kepala oleh Ria .


" Syukurlah kalau begitu . Kira - kira kamu pernah ketemu sama orang - orang itu ? " tanya Yuda lagi dan Ria pun menggeleng lagi .


" Aku tidak kenal dan tidak tahu siapa mereka mas . " balas Ria .


" Ya sudah tidak perlu kamu pikirkan lagi ya . Sudah ada aku di sini menjagamu . " ucap Yuda lembut sambil membelai lembut kepala Ria .


Sedangkan Hendri mendekat ke arah Arin .


" Bagaimana keadaanmu sayang ? " tanya Hendri cemas .


" Aku tidak apa - apa mas , kami berdua tadi cuman syok sekali dan takut . " balas Arin .


" Syukurlah kalau begitu . Sejak dari mana kalian di ikuti ? " tanya Hendri .


" Pastinya dari mana kami diikuti , kami tidak tahu mas . Kami sadar kalau diikuti itu sejak kami belok ke gang depan itu . " ucap Arin .


" Kamu juga tidak mengenal dua laki - laki itu Rin ? " tanya Yuda yang masih memeluk Ria sambil melihat ke arah Arin yang berada di hadapannya .


" Aku juga tidak kenal Tuan . Tapi anehnya yang di cari mereka itu hanya Ria saja . Sedangkan Ria tidak mengenal kedua laki - laki itu . " jawab Arin .


Yuda dan Hendri hanya saling pandang bingung .


" Makanya itu mas aku takut , kenapa cuma namaku aja yang mereka sebut ? padahal akukan tidak mempunyai musuh di sini . Tinggal disini pun juga belum lama . ucap Ria yang masih memeluk Yuda . Yuda mengerutkan keningnya menerka - nerka begitu pula juga Hendri .


" Ya sudah sekarang lebih baik kita pulang dulu agar kamu bisa lebih tenang lagi . Besok kita cari tahu lagi orang - orang itu ya . " ajak Yuda dan Ria pun membalas dengan anggukan kepala . Ria pun mengurai pelukannya .


" Terimakasih ya Rin sudah menjaga Ria . Kami pamit pulang dulu . " pamit Yuda sambil menggandeng tangan Ria .


" Iya sama - sama tuan . Tolong jaga Ria baik - baik ya . " balas Arin . Yuda pun mengangguk .


" Aku pulang dulu ya Rin , sampai ketemu di toko besok . " pamit Ria sambil memeluk sahabatnya itu .


" Iya jaga dirimu . Tenangkan hatimu sekarang sudah ada suamimu yang menemani jadi tidak perlu merasa takut lagi ya ." ucap Arin .


" Iya terimakasih . " jawab Ria .


" Aku pulang dulu ya sayang , nanti aku telepon lagi . " pamit Hendri .


" Iya mas . " balas singkat Arin .


Yuda , Ria dan Hendri pun keluar dari pintu gerbang kos . Yuda menggandeng tangan Ria dengan kencang . Sedangkan barang - barang Ria di bawa oleh Hendri . Saat berjalan di gang , rasa takut Ria muncul lagi . Ia pun mengeratkan pegangannya ke Yuda .


Dengan penuh kasih sayang Yuda pun merangkul bahu Ria tanda dia akan melindunginya .


Sesampainya di mobil , Ria pun bisa bernafas dengan lega . Dia memilih duduk di bangku belakang . Sedangkan Yuda duduk di depan di samping Hendri yang menyetir .


" Menurutmu orang - orang itu siapa ya Hen ? kenapa mereka hanya menyebutkan nama Ria saja ? apa Ria yang menjadi target mereka ya ?" tanya Yuda bingung .


" Kira - kira kamu punya musuh tidak yang masih memiliki dendam denganmu ? " tanya Hendri balik .


" Kalau musuhku dalam bisnis banyak Hen . Tapi kan belum ada yang tahu kalau Ria adalah istriku . " balas Yuda .


" Betul juga katamu . Apa mungkin Ria memiliki musuh ? " ucap Hendri mengira - ira .


" Bisa jadi , tapi seperti yang di ucapkan Ria tadi . Diakan di sini belum lama dan jarang bertemu orang ataupun menyakiti orang . Kamu tahu sendiri kan sifat Ria seperti apa . Masa sih mempunyai musuh ? " balas Yuda heran .


" Iya juga . " jawab Hendri singkat sambil fokus jalan di depannya .


Mereka berdua pun terdiam . Mereka tenggelam dalam pikiran mereka sendiri .


" Orang yang membenci Ria ? yang tidak menyukai Ria ? Siapa sih orang ini . Ah apa mungkin dia ? Tapi aku tidak bisa menuduhnya sekarang aku harus menyelidiki semua ini terlebih dahulu dan mencari semua buktinya ." gumam Yuda dalam hati .


" Ah , aku ingat . Aku mencurigai satu orang yang tidak suka dengan Ria . Tapi aku belum berani menuduhnya sebelum kita mendapatkan bukti - bukti yang kuat . " ucap Yuda .


" Siapa Yud ? " tanya Hendri .


" Kamu mengenalnya Hen . Aku minta tolong denganmu , mulai besuk tolong selidiki ini semua . Dan tolong siapkan penjaga bayangan untuk menjaga Ria kemana pun Ria pergi . Jangan sampai Ria tahu kalau ada yang mengawasinya . Itu akan membuatnya tidak nyaman . Mari kita bermain detektif mulai sekarang . " ucap Yuda tersenyum menyeringai .


" Oke akan aku siapkan besuk . " balas Hendri .


Mobil mereka pun telah sampai di kediaman Hanandi . Yuda keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang untuk menggendong Ria yang masih terlelap . Yuda menggendong Ria masuk ke dalam rumah . Sedangkan Hendri mengikuti Yuda dari belakang smabil membawa barang milik Ria .


" Aku akan segera turun setelah menaruh Ria di kamar . Kau tunggulah di ruang kerja . Kita lanjutkan lembur di sini saja . " ucap Yuda kepada Hendri . Tanpa menunggu jawaban dari Hendri Yuda langsung berjalan menuju kamarnya untuk menaruh Ria .


Ria pun ia taruh dengan hati - hati di atas ranjang mereka . Setelah menaruh Ria , Yuda pun menyelimutinya . Setelah semua selesai , Yuda memilih masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya .


Yuda membuka jas dan kemeja kerjanya dan ia taruh ke tempat baju kotor . Yuda pun segera mandi dengan air hangat . Setelah selesai ia keluar dari kamar mandi dengan handuk yang ia lilitkan di pinggang .


Yuda berjalan ke arah lemari untuk mengambil baju ganti . Yuda memilih memakai baju santai . Kaos tanpa kerah dan celana training .


Setelah selesai berpakaian , Yuda mendekati ranjang . Yuda memandangi wajah damai Ria yang tidur dengan nyenyaknya . Ia membelai wajah Ria dengan lembut .


" Aku akan selalu melindungimu ." ucap Yuda lirih .


Setelah puas memandangi wajah Ria , Yuda pun memilih keluar dari kamar agar Ria tidak terganggu . Yuda turun dari tangga dan melihat Hendri yang sudah berganti pakaian sedang makan dengan lahap di meja makan .

__ADS_1


Yuda berjalan mendekati Hendri dan menarik kursi untuk ikut mengambil makan .


" Lapar juga kamu Yud ? " tanya Hendri dengan mulut penuh makanan .


" Laparlah kita kan belum sempat makan malam . " balas Yuda sambil tangannya menyendok nasi dan sayur .


" Papa dan Mama kok engga kelihatan ? " tanya Yuda .


" Entahlah aku juga belum melihat mereka dari tadi . " jawab Hendri sekenanya .


Bi Sari pun datang dengan membawa secangkir teh untuk Hendri .


" Ini Den tehnya . " ucap Bi Sari .


" Terimakasih Bi . " balas Hendri .


" Bi , Papa sama Mama kemana kok jam segini sudah sepi ini rumah ? " tanya Yuda .


" Oh tadi Nyonya dan Tuan pergi menghadiri makan malam sama sahabatnya Den . " jawab Bi Sari .


" Kok tidak mengabari aku ? " ucap Yuda heran .


" Bibi tidak tahu Den . Tapi tadi Nyonya berpesan sama Bibi seperti itu . Tadi itu Nyonya menunggu neng Ria pulang untuk di ajak tapi setelah di tunggu - tunggu ternyata Neng Ria engga pulang - pulang akhirnya cuma Nyonya dan Tuan Hanan saja yang berangkat . " ucap Bi Sari .


" Oh ya sudah Bi terimakasih . Tadi Ria saya yang jemput . " ucap Yuda sambil menikmati makan malamnya .


" Ya sudah kalau begitu . Den Yuda mau Bibi buatkan minum apa ? " ucap Bi Sari menawarkan .


" Tolong bikinkan kopi ya Bi tapi nanti di bawa ke ruang kerja aja . Setelah makan ini aku minum air putih saja . " ucap Yuda di sela makannya .


" Sekalian tolong buatkan aku juga ya Bi . Mau lembur nih . " timpal Hendri .


" Baik Den , Bibi permisi dulu . " pamit Bi Sari .


" Silahkan Bi terimakasih sebelumnya . " balas Yuda sopan .


" Sama - sama Den . " jawab singkat Bi Sari .


Bi Sari pun pergi dari meja makan menuju ke dapur . Yuda dan Hendri masih melanjutkan acara makan malamnya .


Setelah 15 menit berlalu akhirnya mereka pun selesai makan dan masuk ke dalam ruang kerja . Jam menunjukkan pukul setengah 9 mereka pun melanjutkan pekerjaan .


Dari luar terdengar langkah kaki mendekat ke pintu ruang kerja itu .


" Tok . . . Tok . . . Tok . . . "


" Masuk !!! " seru Yuda yang tidak mengalihkan pendangannya dari layar laptop .


" Permisi Den ini kopinya . " ucap Bi Sari sambil membawa nampan berisi 2 cangkir kopi dan sepiring buah potong untuk cemilan .


Hendri yang duduk di sofa dekat pintu pun beranjak dari duduknya dan menerima nampan Bi Sari .


" Terimakasih banyak Bi . " ucap Hendri .


" Sama - sama Den . Ada lagi yang bisa Bibi bantu ? " tanya Bi Sari .


" Tidak Bi ini sudah cukup . " jawab Hendri .


" Kalau begitu Bibi permisi dulu . " balas Bi Sari lagi .


" Iya Bi silahkan istirahatlah . " balas Hendri . Bi Sari pun keluar dari ruang kerja itu .


Hendri pun menutup pintu . Lalu mengambil 1 cangkir kopi dan ia bawa ke meja Yuda . Yuda masih fokus di depan layar laptop . Wajahnya terlihat serius tapi tidak mengurangi ketampanannya . Bahkan dengan memakai kacamata saat bekerja begini menambah karisma di wajahnya . Yuda terlihat dewasa saat memakai kacamata kerjanya itu .


" Ini Yud , kopimu . " ucap Hendri sambil menaruh cangkir kopi di samping laptop Yuda .


" Iya terimakasih Hen . " balas Yuda tanpa mengalihkan pandangannya .


Setelah menaruh cangkir Hendri pun berjalan ke arah sofa lagi untuk melanjutkan pekerjaannya .


Di dalam kamar , Ria menggeliat . Perutnya yang lapar mengusik tidurnya . Ria dari siang belum sempat makan apapun . Dia pun mengerjap - ngerjapkan kedua matanya .


" Dimana aku ? kok aku sudah ada di sini ? aduh perutku lapar sekali . Mas Yuda ada dimana ? kenapa aku di tinggal sendiri ? " pertanyaan demi pertanyaan di hati Ria .


Ria pun memilih untuk bangun lalu membersihkan badannya terlebih dahulu dengan air hangat .


Setelah mandi , Ria pun keluar dari kamarnya menuju ke lantai bawah . Lampu - lampu di lantai bawah sudah di matikan oleh Bi Sari . Jadi terasa sepi dan gelap . Ria yang berjalan turun pun merasa takut . Kejadian tadi sore pun terputar kembali di ingatannya . Membuat Ria berkeringat dingin , dia berjalan perlahan turun dari tangga . Pertama yang ia tuju yaitu mencari saklar lampu . Jantung Ria berdetak kencang karena trauma yang dia alami .


" Mas Yuda . . . Mas kamu di mana ? Mama Papa ? Mas Hendri dimana kalian ? " panggil Ria dengan keringat yang sudah membasahi wajahnya .


" Kenapa di sini gelap sekali . Di mana sih saklarnya ? " keluh Ria dengan gemetar dengan berjalan pelan .


" Mas . . . Mas Yuda . . . Mas . . . " panggil Ria lagi sambil meraba - raba tembok untuk mencari saklarnya .


" Sial ponselku ketinggalan di kamar , kalau aku bawakan bisa ada lampu senternya . " ucap Ria lagi .


Setelah beberapa saat mencari saklar lampu akhirnya Ria pun menemukannya . Ria pun menekan saklar itu dan lampu lantai bawah pun menyala semua .

__ADS_1


Setelah semua menyala Ria pun membalikkan badannya dan tiba - tiba . . . .


" AAAAAARRRHHHKKK . . . . !!!!! " teriak Ria .


__ADS_2