
Ria dan Arin pun sampai di kos , mereka pun melanjutkan kegiatan mereka di kos . Mereka membersihkan kos dan mencuci baju - baju mereka . Mereka sangat kompak berbagi kerjaan agar cepat selesai . Arin yang bertugas menyapu dan mengepel kamar . Sedangkan Ria bertugas mencuci dan menjemur pakaian mereka . Ria mencuci baju dengan cara manual di kamar mandi karena mereka belum bisa membeli mesin cuci .
Saat tengah mencuci , Ria teringat kata - kata Yuda di taman . Dia masih tidak menyangka kalau Yuda berubah secepat itu . Ria merasa heran seorang Yuda mau meminta maaf dengannya . Dia sedikit ada rasa curiga dengan perilaku Yuda tadi .
" Besok aku akan menanyakan hal ini dengan Mas Hendri . Siapa tahu kalau tuan Yuda hanya ingin bermain - main denganku lagi " gumam Ria dalam hati . " Ah sudahlah ngapain aku pikirin dia , lagian mau dia serius minta maaf atau hanya bohong belakang itu bukan urusanku . Asal dia tidak merugikanku ngapain aku pikirin " ucap Ria dalam hati lagi dan Ria pun melanjutkan acara mencuci bajunya .
Setelah hampir 2 jam pekerjaan mereka membersihkan kos pun selesai . Ria dan Arin pun duduk bersama di lantai yang sudah bersih .
" Akhirnya selesai juga , capek juga ya Ri " keluh Arin .
" Iya Rin lumayan juga ya tenaga rasanya terkuras semua " balas Ria sambil menyodorkan segelas air yang sudah ia siapkan di meja dekatnya itu .
" Terimakasih Ri , kita sudah lelah dulu pagi tadi jadi sekarang baru kerasa sekarang " ucap Arin sambil meraih gelas yang di sodorkan Ria .
Mereka pun meneguk air minum itu sampai habis . " Ah leganya , setelah ini kamu mau ngapain Rin ?" tanya Ria .
" Hhhmm ga tahu nih paling aku mau istirahat saja atau baca buku kesukaanku yang belum selesai ku baca . Kamu sendiri mau ngapain Ri ?" Arin menjawab dan bertanya balik kepada Ria .
" Aku mau buat cemilan buat stok di sini mumpung habis gajian " ucap Ria sambil tersenyum .
" Bagus itu bikin yang banyak ya nanti aku minta " balas Arin sambil mengedipkan sebelah matanya .
" Enak aja kalau mau bantuin nanti kita bisa makan sama - sama " keluh Ria bercandaa . Walaupun Arin tidak membantunya tidak mungkin Ria melarangnya ikut makan .
" Iya iya aku bantuin tapi nanti dulu ya kita istirahat dulu masih capek nih " pinta Arin .
" Iya kita istirahat dulu " balas Ria .
" Ri , boleh aku tanya sesuatu padamu ?" tanya Arin hati - hati .
" Tanya aja Rin buat apa minta ijin padaku " balas Ria .
" Hhhmmm tadi waktu di taman apa yang tuan Yuda katakan padamu ? dia tidak menyakiti hatimu lagi kan ? " tanya Arin pelan .
" Oh itu dia meminta maaf padaku atas semua apa yang sudah ia lakukan dan katakan padaku" jawab Ria santai .
" Hah serius kamu , kamu lagi ga bercandakan ?" tanya Arin tidak percaya .
" Kamu saja kaget apalagi aku Rin . Aku sampai sekarang saja masih heran dan ragu Rin . Apa dia bener - bener tulus minta maaf denganku atau dia mempunyai rencana lain untuk menyakiti hatiku lagi " ucap Ria .
__ADS_1
" Kalau dari apa yang aku lihat lagi sih , kayaknya dia beneran menyesal deh Ri , lihat ga tadi dia terlihat diam saja dengan tatapannya yang kosong . Aku kira dih dia tulus deh minta maaf denganmu " balas Arin .
" Ga tahu lah Rin , sikapnya sangatlah membingungkan bagiku . Udah ah ga usah bahas laki - laki itu bikin moodku hilang saja , lebih baik bikin cemilan saja , kamu jadi bantuin ga ? " tanya Ria sambil berdiri mau pergi keluar kamar menuju dapur .
" Ya sudah ayo aku bantu " balas Arin yang mengikuti Ria dari belakang .
Di tempat yang lain Yuda baru sampai di kediamannya . Dia terlihat lelah . Saat masuk ke rumah kedua orang tuanya sedang berada di ruang tamu .
" Assalamualaikum " salam Yuda kepada kedua orang tuanya .
" Waalaikumsalam " balas pak Hanan .
" Waalaikumsalam nak , kamu sudah pulang ? " balas bu Lina kepada anaknya sambil menghampiri Yuda .
" Iya Ma , Yuda ke kamar dulu ya Ma mau mandi dna istirahat sebentar " pamit Yuda yang sudah mencium punggung tangannya .
" Iya nak sana bersihkan dulu badanmu bau asem nih " keluh bu Lina sambil tangannya menutupi hidungnya dan berjalan mendekati snag suami yang sedang membaca koran di ruang tamu itu .
" Iya lah bau asem Ma namanya juga habis olahraga . Yuda ke kamar dulu ya Pa " pamit Yuda kepada sang Papa dan mencium punggung tangannya .
" Iya sana , setelah selesai segera turun ada yang mau Papa bicarakan kepadamu " ucap tuan Hanan .
" Baik Pa " balas Yuda sambil beranjak pergi meninggalkan kedua orang tuanya .
" Kamu memang wanita yang sangat baik Ri . Aku tambah kagum denganmu , tidak hanya cantik wajahmu tapi hatimu juga sangat cantik" gumam Yuda lirih sambil matanya memandangi langit - langit .
Saat yang di lantai atas sedang melamun dan berkhayal , di lantai bawah rumah itu orang tua Yuda sedang menyambut tamu .
" Assalamualaikum Hendri is coming " ucap salam Hendri .
" Waalaikumsalam " balas tuan Hanan .
" Waalaikumsalam Hen , kamu datang ada angin apa nih " balas Bu Lina .
" Hai tanteku yang cantik apa kabar ?" goda Hendri pada bu Lina dan mencium punggung tangannya .
" Dasar anak nakal ini selalu saja menggodaku . Kabar tante alhamdulillah sehat " keluh Lina .
" Apa kabar Om ? " sapa Hendri pada tuan Hanan dengan mencium punggung tangannya .
__ADS_1
" Alhamdulillah kabar Om baik Hen , tumben kamu ke sini ada apa ?" tanya Hanan .
" Hendri mau numpang sarapan Om . Kangen nih sama masakan tante cantikku ini " goda Hendri lagi kepada kedua orang tua sahabatnya itu .
" Dasar kamu ini ada aja bahan ujtuk menggoda tante " ucap bu Lina . Tuan Hanan hanya menggelengkan kepalanya mendengar godaan Hendri kepada istrinya .
" Hehehe kalau tidak menggoda tante kayak ada yang kurang nih Tan " ucap Hendri lagi .
" Dasar bocah gemblung . Ya sudah ayo sini tante siapkan makanan untukmu sekalian tante siapkan makanan untuk Yuda . Dia belum sarapan juga " ucap bu Lina sambil beranjak menuju ke ruang makan dan di ikuti oleh Hendri .
" Yuda mana Tan kok tidak terlihat di sini ?" tanya Hendri .
" Yuda ada di kamarnya sedang mandi dan beristirahat tadi dia habis jogging " jawab bu Lina sambil menyiapkan makanan untuk sahabat putranya itu . Hendri hanya membalas dengan menganggukan kepalanya mengerti sambil menarik kursi yang akan ia duduki .
" Wah ini makanannya pasti enak semua " puji Hendri .
" Siapa dulu yang masak " Lina membanggakan dirinya dengan tersenyum .
Yuda yang merasa istirahatnya cukup dan perutnya yang terasa lapar pun keluar kamar dan mendengar obrolan Mamanya dengan seseorang . Yuda pun melangkah menuju sumber suara . Ia turun ke lantai bawah dan melihat sang Mama sedang dengan sahabatnya Hendri .
" Pas sekali dia datang kesini " gumam Yuda dalam hati .
" Itu Yuda " seru bu Lina . " Sini nak sarapan dulu kamu belum sarapan kan dari tadi " ajak bu Lina pada putranya itu .
" Hai Hen sudah lama ? " sapa Yuda pada Hendri sambil menarik kursi di hadapan Hendri .
" Lumayan " jawab Hendri singkat , ia sedang fokus mengunyah makanannya .
" Kamu mau Mama siapin makanannya ? " tanya bu Lina .
" Tidak usah Ma terimakasih aku bisa sendiri " tolak Yuda halus kepada Mamanya itu .
" Ya sudah Mama tinggal dulu mau menemani Papamu dulu , Hen tante tinggal dulu mau menemani om di luar dulu ya " pamit Lina pada putra dan sahabatnya itu .
" Iya Mam " balas Yuda yang masih asyik mengambil berbagai macam sayur yang diinginkannya .
" Iya Tante terimakasih makanannya " jawab Hendri juga . Lina pun beranjak meninggalkan kedua laki - laki muda itu .
" Hen , setelah ini aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu . Temui aku di ruang kerjaku ya " pinta Yuda .
__ADS_1
" Ada apa seperti yang penting sekali ? perasaan kerjaan ga ada masalah " jawab Hendri bingung .
" Bukan tentang pekerjaan tapi lebih ke urusan pribadi . Sudah jangan banyak tanya nanti juga kamu akan tahu " ucap Yuda lagi smabil memulai memasukkan makanan ke dalam mulutnya . Hendri pun hanya bisa mengangguk mengiyakan keinginan sahabatnya sekaligus bosnya itu .